Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kekecewaan Lonela


__ADS_3

"Apa kau ingin melukainya? jangan menyentuhnya! ini tidak ada hubungan dengan dia, ini adalah urusan kita berdua," teriak Lonela yang menarik tangan Bared dan menghadang pria itu yang ingin beranjak dari sana.


"Dengan begitu mudahnya kau mengatakan tidak ada hubungan dengannya, kau mengorbankan putraku demi dia, kau masih mengatakan tidak ada hubungan dengan dia," bentak Bared dengan mendorong Lonela sehingga terkapar ke lantai.


Brugh...


"Aarrghh..."


"Lonela, sudah cukup dengan semua yang kau lakukan, aku sudah hilang kesabaranku," bentak Bared dengan sangking kesalnya dan beranjak keluar, serta mengunci pintu kamar dari luar.


"Bared...Bared, buka pintunya! jangan sentuh dia! jika dia terluka sedikitpun aku tidak akan melepaskanmu," teriak Lonela sambil mengedor pintunya.


"Melepaskanku? kau takut dia terluka, tapi kau tidak takut anak kita terluka. karena ulahmu anak kita menjadi anak yatim piatu selama dua puluh tahun lebih. pada hal kita masih hidup. tapi kau lah yang membuat dia harus menderita," bentak Bared yang berada di luar kamar sambil menendang pintu dengan emosi.


Prak...


Lonela yang berdiri di dekat pintu merasa di kejutkan dengan hentakan pintu yang kuat.


Tidak lama kemudian Bared kembali ke kamar sendiri dan duduk di ujung kasurnya sambil melihat kalung itu.


"Selama ini aku merasa sangat cocok dengan Cole, apakah dia adalah putraku atau bukan? aku sangat berharap jika dia adalah putraku. besok aku akan melakukan tes DNA untuk memastikannya. aku tidak ingin menunda lagi.Lonela si wanita gila itu aku tidak akan melepaskannya. kemarin aku masih mengalah karena hubungan masa lalu kami. tapi kali ini tidak ada kata mengalah," ucap Bared dengan melihat kalung itu.


Keesokan harinya.


Anggota Bared membawa Rico dengan secara paksa.


" Cepat jalan!" bentak anggota Bared yang mendorong Rico dengan kasar.


Ke dua tangan Rico di ikat dan terpaksa mendengar perintah mereka.


Suami dari Lonela itu di bawa ke halaman samping rumah yang di mana Bared sedang duduk di sana dengan di temani oleh dua pengawalnya.


"Apa yang kalian ingin lakukan padaku?" tanya Rico yang berjalan sambil di dorong oleh anggota Bared.

__ADS_1


"Tuan," sapa mereka dengan serentak.


"Kerja yang bagus!" ucap Bared yang sedang meneguk minumannya.


"Apa yang kalian inginkan dariku? bukankah Lionela sudah di bawa olehmu? lalu, apa lagi yang kau inginkan?" tanya Rico dengan nada kesal.


Salah satu anggota Bared yang berdiri di belakang Rico menendang kakinya.


Bruk...


"Aauuhkk..." jerit Rico sehingga berlutut.


Tidak lama kemudian Lonela di tarik keluar oleh anggota Bared.


"Singkirkan tanganmu, breng.sek!" bentak Lonela dengan meronta-ronta.


"Bared, apa lagi yang kau inginkan?" tanya Lonela dengan kesal.


"Rico...Rico...apa kau tidak apa-apa?" tanya Lonela yang di tahan oleh anggota Bared.


"Ini semua karena mu, wanita sial*n," ketus Rico dengan kesal.


"A-apa yang kau katakan?" tanya Lonela yang tidak percaya dengan ucapan suaminya itu.


"Kau adalah wanita yang menyusahkan! kenapa harus melibatkanku? sepuluh jari ku sudah patah semua, dan aku sudah di pecat karena tanganku tidak berguna lagi. apa kau merasa puas dengan semua yang ku alami?" bentak Rico dengan nada kesal.


"Kau menyalahkan ku? kenapa kau begitu tega dengan berkata seperti itu padaku? aku adalah istrimu," ucap Lonela yang merasa hancur di hatinya


"Istriku? hahahah...iya kau adalah istri, jadi kenapa memangnya? apakah aku harus bersama mu lagi setelah semua ini terjadi? kau melibatkanku dan hidupku sudah hancur, kehilangan kerjaku, kehilangan jariku dan aku tidak mau kehilangan nyawaku suatu saat nanti karena mu," ketus Rico.


"Rico, kau sudah berubah," kata Lonela dengan penuh kekecewaan.


"Yang harus kau kecewakan sangat banyak, bukan hanya ini saja. selama ini kau sudah di bohongi oleh pria ini, kau sudah menjadi wanita paling bodoh di dunia ini. karena sudah di bohongi dan kau tidak sadar sama sekali," ujar Bared.

__ADS_1


"Ini semua karenamu! jika bukan karena anak buahmu yang patahkan jarinya, ini semua tidak akan terjadi. dia menjadi cacat karenamu dan juga kehilangan kerja juga karenamu,"bentak Lonela.


"Hahahahah...Lonela...Lonela...kau sangat bodoh sekali. memilih pria yang pemain wanita untuk di jadikan suamimu. ini adalah karma," ketus Bared.


"Jangan bicara sembarangan! dia masih jauh lebih baik darimu!" bentak Lonela dengan kesal menatap mantan suaminya itu.


Bared mengambil amplop yang di atas meja itu dan melemparkan ke arah Lonela sehingga isi-isi dalamnya berjatuhan ke atas tanah.


Lonela yang melihat setiap lembaran foto yang berserakan seolah tidak percaya dengan apa dia lihat. ia menjongkok dan mengutip lembaran foto tersebut, melihat semua foto itu dengan mengenggam kuat sambil menahan emosi.


"Inilah pria pilihanmu, pria yang selalu gonta ganti wanita, selama bertahun-tahun kau hanya menjadi salah satu wanitanya saja. sementara wanita yang paling dia cintai juga bukan dirimu. kau mengorbankan anakmu demi dia, dan hasil yang kau dapat seperti yang kau lihat sekarang. aku tidak tahu harus merasa kasihan atau merasa gembira untukmu," ujar Bared.


Lonela gemetaran di sekujur tubuhnya karena merasa telah di bohongi oleh pria yang dia percaya selama ini. ia berusaha bangkit dan menatap pria itu yang berdiri di seberangnya.


"Sejak kapan dan kenapa?" tanya Lonela dengan bibirnya yang gemetaran.


"Sudah lama, dan karena aku suka!" jawab Rico dengan tanpa ragu.


"Sudah lama? kau sudah lama membohongiku?"


"Karena kau sudah tahu maka aku beritahu saja. iya, aku sering bermain dengan mereka. setiap malam mereka membahagiakan ku. aku sangat puas," jawab Rico.


"Selama ini kau bekerja hingga larut malam, apakah ini yang kau lakukan setiap malam?" tanya Lonela dengan menunjukan foto itu.


"Benar! selama ini kau cukup bodoh, wanita tua," ketus Rico.


"Kau mengatakan aku tua?" tanya Lonela dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, apa kamu mengira aku bisa tahan melihat mu setiap malam? dan apa kamu mengira jika aku akan mencintaimu yang lebih tua dariku? kau salah. kau lihatlah foto-foto itu. mereka lebih muda dan lebih cantik darimu. mana mungkin aku menyukaimu," kata Rico dengan menghina.


"Kau berbohong! kau merayuku, kau melamarku, kau mengatakan cinta, kau berjanji sehidup semati denganku, kau mengejar ku setiap hari dan berusaha mendapatkan cintaku. aku tidak percaya kau berubah seperti ini," ucap Lonela dengan histeris


"Lonela, kau adalah wanita yang bisa ku peralatkan. gaji mu tinggi dan bisa membantu biayaku. karena gaji yang ku dapatkan tidak tinggi. karena kau masih bisa menafkahiku maka aku masih bersama mu. tidak ada cinta di antara kita. kau juga mengorbankan anakmu demiku. ini adalah kobodohanmu. aku hanya merayu mu dengan beberapa kata saja, kau sudah begitu menurut," jelas Rico dengan tertawa.

__ADS_1


__ADS_2