
"Flower, putriku yang baik. apa kamu baik-baik saja selama ini? apa kamu tahu papa sangat merindukan mu selama ini, papa sudah menyesal karena melayani mu dengan buruk selama ini, dan papa akan melindungimu dan menyayangi mu mulai hari ini, kita bisa mulai dari awal" ucap Mark dengan berpura-pura
"Kenapa mama ku bisa meninggal di gudang itu, kenapa gudang itu bisa terbakar?" tanya Flower dengan sengaja
"Tidak tahu! papa sudah mencari penyebabnya tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa, papa juga sangat sedih dengan kejadian itu dan menyesalinya" jawab Mark dengan alasan
"Kau sangat pintar untuk berakting di depan kami, akan tetapi semua kebenaran sudah terbongkar, kebohonganmu itu tidak berarti bagi kami" ketus Steve yang menghampiri Mark dan melayangkan satu pukulan ke bagian perutnya
BRUGH...
"Aaarrgghhh" jeritan Mark yang kesakitan
"Baru kali ini dalam hidupku bertemu dengan pria bajing*n sepertimu" bentak Steve dengan kesal dan melayangkan pukulannya lagi ke bagian perut Mark Clisten
BRUGH...
"Aaarrgghhh" jeritan Mark yang kesakitan
"Flower, mari duduk di sofa dulu" ujar Charles yang merangkul pundak Flower berjalan ke sofa ruang tamu itu
"Tuan Steve, kenapa kau berbuat begitu padaku, aku tidak menyinggung kalian?" tanya Mark dengan heran
"Mark Clisten, kau sudah menyinggung aku, bahkan sudah melakukan kesalahan besar pada Ella dan putriku" kata Vic dengan nada tinggi
"Aku tidak mengerti maksudnya" ujar Mark
"Kau tidak mengerti? apa kau tahu istrimu, Ella. adalah wanita yang ku cintai selama ini, dan gadis yang di hadapan mu ini adalah putriku yang selama ini ku cari-cari" bentak Vic
__ADS_1
"Apa putrimu? tidak mungkin" ujar Fannie dengan tidak percaya
"Dia adalah putri pria brengs*k ini, jadi mana mungkin dia adalah putrimu" ucap Mona dengan menunjukan ke arah Mark
"Ella selama ini tidak pernah berkenalan dengan pria lain, jadi kau hanya merekayasa cerita" ketus Mark
"Kau butuh bukti? jika iya, di sini ada laporan hasil DNA" kata Charles yang memperlihatkan laporan itu kepada Mark
Di saat Mark membaca laporan tersebut dirinya merasa tidak percaya sama sekali, karena selama ini dia tidak mengetahui jika gadis yang dia siksa bukanlah putri kandungnya, melainkan putri pengusaha sukses yang lebih kaya dari dirinya
"Ti-tidak mungkin, Ella tidak mungkin melakukan hal itu" ucap Mark dengan tidak percaya
"Di hari itu kalian sedang bertengkar, kau memukulnya sehingga dia kabur dari rumah, dan di saat itu aku tidak sengaja menabraknya, dia terluka dan aku membawanya ke Villa ku, dan setelah lukanya sudah sembuh dia butuh pekerjaan dan aku membiarkan dia bekerja di rumahku, kami sangat bahagia dan menjalin kasih selama sebulan, dan kemudian dia tiba-tiba pergi, setelah 9 bulan kemudian aku bertemu lagi dengannya saat di rumah sakit, dia melahirkan seorang putri yang cantik, Ella memberitahuku jika bayi itu adalah darah dagingku, dan setelah itu dia pergi lagi untuk kembali ke keluarganya, selama ini aku mencari mereka berdua, dan gadis ini aku sudah mengenalnya dari awal, tapi aku tidak tahu jika dia adalah putriku, dan setelah aku mengetahuinya tadi, aku baru sadar bagaimana dengan kehidupan putriku dan Ella, mereka sangat menderita saat bersamamu" ujar Vic dengan panjang lebar
"Flower adalah putri mu? Tuan Austin, apa Anda tidak salah kenal? dia mana mungkin layak menjadi putrimu, mungkin saja Anda sudah salah orang" ujar Mona dengan menghina
"Ella mengkhianatiku rupanya, kurang ajar" ketus Mark dengan kesal
"Diam, kau tidak layak memarahi mamaku" bentak Flower yang bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Mark yang sedang berdiri dengan kondisi terikat
"Mark Clisten, Kejadian di gudang itu aku sudah ingat semuanya, semua perlakuan mu terhadap mama ku aku melihat dengan mata sendiri, kau memukulnya, dan menendangnya sehingga dia tidak berdaya dan kesakitan, mama berteriak dan menangis tapi kau malah berubah seperti binatang, dan tidak berhentinya kau menyiksanya, dan kau juga melakukan hal keji di saat mama sekarat, kau melakukan hubungan paksa dan setelah kau puas kau menginjak tubuhnya, kemudian kau mengunci kami dari luar, setelah itu kau membakar kami dengan hidup-hidup" bentak Flower yang kesal dan kemudian menampar Mark dengan sekuat tenaga
PLAK...
Tamparan Flower yang mengenai wajah Mark
"Kau adalah binat*ng, dia adalah istrimu dan mamaku, kau perlakukan dia seperti hewan demi wanita lain, dan bukan hanya itu, setelah mama meninggal sebulan, kau membawa dua wanita murahan ini masuk ke rumah, mereka menghasutmu untuk menyiksaku, dan kau melakukan semua permintaan mereka, kau bahkan mengatakan jika aku lebih murahan dan kotor daripada pelac*ur, selama 10 tahun aku kehilangan mamaku dan kalian bertiga tidak puas menyiksa ku selama ini, mereka berdua sering saja memanggilku anak sampah dan tidak sadar jika dia adalah anak dari seorang maling" bentak Flower dengan penuh emosi dan menunjukan ke arah Fannie
__ADS_1
Karena merasa sangat kesal dan emosi Flower melayangkan tamparan lagi ke wajah Mark
PLAK...
"Tamparan ini tidak berarti apa-apa jika di bandingkan semua perlakukanmu pada mamaku, selama ini kau berharap aku mati dalam kebakaran itu, apa bagimu nyawa manusia tidak berarti sama sekali?" ketus Flower dengan merasa sakit hati
"Flower, jangan emosi lagi, jaga kesehatanmu" ucap Charles yang menarik Flower ke pelukannya
"Mark Clisten, aku Vic Austin sebagai pria yang pernah berhubungan dengan Ella dan juga sebagai ayah Flower aku ingin menghajarmu dengan tanganku sendiri hari ini" bentak Vic dengan penuh emosi
BRUGH....BRUGH....BRUGH....BRUGH....BRUGH...
Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Vic yang sedang emosi sehingga membuat Mark terkapar ke lantai, mulut Mark mengeluarkan darah akibat pukulan yang keras sehingga menyebabkan giginya tanggal
"Pa, sudah tidak usah kotorkan tanganmu, kita akan melakukan lewat jalur hukum, biar nama dia rusak dan makan nasi basi di dalam penjara" ujar Steve yang menghentikan aksi ayahnya itu
"Papa, Kakak, aku akan menjadi saksi, aku melihat dengan mata sendiri dia menyiksa mama dan dia juga melakukan kekerasan padaku dan meninggalkan bekas di tubuhku, dan dua wanita ini juga aku ingin menuntutnya" ucap Flower
"Baik, kali ini biar mereka bertiga membusuk di penjara" jawab Steve
"Aku tidak mau di penjara, aku tidak mau" teriak Fannie yang ketakutan
"Aku juga tidak mau, aku tidak pernah memukul Flower, jadi jangan melibatkan kami" teriak Mona
"Kalian memang tidak memukuli putriku, tapi dengan hasutan kalian sudah cukup membuat putriku menderita" bentak Vic dengan nada kesal
"Aku akan menghubungi William untuk urus masalah ini" kata Steve
__ADS_1
"Bukan hanya di penjara saja, aku juga ingin mereka bertiga mendapat siksaan yang tiada henti di dalam penjara" kata Charles yang menarik Flower ke pelukannya