
Tidak lama kemudian Brad lagi-lagi menerima kabar buruk dari anggotanya
"Tuan besar, anggota kita tewas saat dalam perjalanan pulang semalam" kata Kelvin yang adalah satu anggotanya
"Berapa yang tewas dan di mana kejadiannya?" tanya brad dengan emosi
"Dalam perjalanan, mobil mereka terkena bom, dan lima belas anggota kita yang tewas" jawab Kelvin
"Ini sangat tidak bisa maafkan lagi, pelakunya pasti Micheal Care" bentak Figo dengan kesal
"Keterlaluan" bentak Brad yang kesal dan menghantam mejanya
PRAK...
"Berkali-kali dia menantang kita, sebenarnya apa yang dia inginkan dan siapa dia?" ketus Brad dengan marah besar
"Tuan besar, bagaimana jika kita mengirim anggota untuk melakukan penyerangan ke markasnya?" kata Tom
"Siapa yang akan memimpin penyerangan? apa kamu yang akan pergi?" tanya Luiz dengan menatap kesal ke arah Tom
"Kumpulan Black Dragon memiliki anggota yang tangguh, dan jika kau mengirim anggota kita ke sana, ini sama saja mengantar nyawa ke mereka" ucap Falio
"Tidak mungkinkan kita hanya diam saja? Red Lion tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini" ujar Figo
"Micheal Care melakukan ini pasti ada sebabnya. jika tidak, mana mungkin dia berkali-kali menantang kita" kata Falio
"Kita tidak mengenal kumpulan ini, selama ini mereka di spanyol dan kita di London, jadi mana mungkin kita menyinggungnya" ucap Brad dengan merasa heran
"Apakah dia akan hadir di acara besok malam? mereka sama-sama berasal dari spanyol?" tanya Figo dengan penasaran
"Jika besok malam dia hadir, maka kita akan segera tahu siapa musuh kita" ucap Brad dengan merasa penasaran
"Micheal Care, siapapun dirimu aku tetap akan melawan mu dan membalas atas semua perbuatanmu pada kami, aku adalah Brad Robertson tidak akan bisa di injak begitu saja" batin Brad
Malam hari
Bared berada di salah satu restoran mewah bersama Charles
"Hahahahahahah...Charles, aku sangat gembira bertemu denganmu, di saat kamu ke spanyol aku sedang keluar negeri, dan baru dua hari ini aku ke london, oleh sebab itu aku ingin merayakan hari ulang tahunku di sini" ucap Bared dengan tertawa gembira
"Tuan Bared, suatu keburuntungan bagiku karena mendapatkan undangan dari Anda" kata Charles dengan senyum
"Charles, seharusnya aku yang beruntung karena mengenalmu. dulu, jika bukan dirimu aku sudah tewas di tangan para pengkhianat itu, anak buahku mengkhianatiku dan aku di selamatkan oleh orang asing yaitu kamu, di saat itu aku sudah menganggap dirimu sebagai adikku, Charles Robertson salah satu bos di Red Lion siapa yang tidak mengenal namamu, hahahahah" ucap Bared dengan senang hati
__ADS_1
"Tuan Bared, aku dan Red Lion sudah pecah" kata Charles sambil meneguk minumannya
"Apakah si tua itu ingin membunuhmu?"tanya Bared yang sudah mengerti dengan sikap Brad
"Benar! dia ingin mengambil nyawaku, dan kami sudah pecah, oleh sebab itu aku mendirikan kumpulanku di sini" jawab Charles
"Demi ingin membalasnya?" tanya Bared
"Benar! aku ingin membayar semua perbuatannya padaku"
"Aku mendukungmu, Charles. dirimu memiliki anak buah yang tangguh, terutama yang bernama Cole. jadi aku yakin kau pasti bisa mengalahkan Red Lion" ujar Bared dengan merasa yakin
"Tuan Bared, Anda juga mengenal ayah angkatku itu, jika kami berseteru maka ini bukan masalah kecil, dengan sikapnya aku yakin dia pasti akan meminta bantuanmu, apakah di saat itu Anda akan membelanya?" tanya Charles dengan serius
"Hahahahaha...jika saja aku memihaknya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bared dengan tertawa kecil
"Aku akan sangat kecewa dan kita akan bermusuhan" jawab Charles dengan senyum
"Aku tidak begitu bodoh sehingga harus menyinggung seorang Charles Robertson" ujar Bared dengan tertawa
"Charles Robertson sudah mati di ledakkan itu, dan sekarang yang hidup adalah Micheal Care" ucap Charles dengan sambil meneguk minumannya
"Micheal Care..? apa aku bisa bertanya sesuatu?"
"Kenapa nama belakang mu adalah Care?"
"Nama ayahku adalah Tommy Care" jawab Charles
"Tommy Care? nama ini tidak asing bagiku" ucap Bared dengan berusaha ingin mengingatnya
"Keluargaku adalah korban Brad, dan aku menjadi senjatanya selama ini, hingga aku mengetahui sendiri latar belakangku"
"Apakah karena dia mengetahui niatmu untuk membalas dendam, oleh sebab itu dia ingin membunuhmu?"
"Tidak! dia membunuhku memang sudah dari awal rencananya, dia selalu waspada dengan semua anak angkatnya, yang tidak berkualitas maka akan mati di tangannya, sedangkan aku menjadi ancaman baginya, oleh sebab itu dia menginginkan kematianku" jelas Charles
"Si tua ini sangat bertindak kejam pada anak angkat sendiri, siapa yang tidak tahu jika di Red Lion hanya dirimu yang paling cemerlang, kumpulan Red Lion bisa terkenal itu juga karena keberadaanmu, semuw mengenal namamu dan bukan anggota lain" ujar Bared
"Semakin cemerlang hanya senjata mainan baginya, dan sekarang dia menjadi musuh terbesarku" jawab Charles
"Baiklah! sebenarnya tujuanku ingin mengajakmu kali ini adalah ingin bekerja sama denganmu"
"Bekerja sama?"
__ADS_1
"Iya, pelabuhan X adalah wilayahku. tentu, aku butuh perlindungan darimu, jika kau setuju bekerja sama denganku, maka pelabuhan X sudah menjadi bagianmu, hasil keuntungan kita di bagi dua"
"Kenapa harus memilihku?" tanya Charles
"Selain dirimu aku tidak bisa percaya pada sesiapapun, apa lagi di london. kamu lebih mengetahui kondisi sini di bandingkan aku" jelas Bared
"Aku setuju atas kerja sama kita" jawab Charles dengan senyum
"Dengan adanya bantuanmu maka aku bisa bernafas lega" ucap Bared sambil menyulang dengan Charles
"Charles, aku membutuh bantuanmu untuk satu hal lagi" kata Bared sambil meneguk minumannya
"Kelihatannya sangat penting" jawab Charles dengan menatap ke arah Bared
"Iya! hanya saja, ini akan membuatmu berhadapan dengan beberapa kumpulan Gangster lainnya"
"Ini bukan pertama kali bagiku, katakan saja. ingin aku melakukan apa?"
Bared memberitahu semua apa yang ingin Charles lakukan, setelah selesai makan malam mereka pun meninggalkan restoran.
Bared dan Charles berkenalan sekitar lima tahun lamanya, hubungan mereka bisa di katakan sangat akrab.bagi Bared, Charles bagaikan sahabat terbaiknya dan sangat mempercayai sahabatnya itu
Mansion Charles
Setelah meninggalkan restoran Charles langsung pulang ke rumahnya, seperti biasa yang akan dia lakukan adalah menemui pujaannya itu
"Flower" sapa Charles yang melangkah ke dapur
"Charles, apa kamu sudah makan?" tanya Flower yang sedang sibuk dengan tangannya
"Apa yang kamu lakukan di sini, Flower? badanmu masih lemas jangan bekerja dulu, tubuhmu juga masih panas" tanya Charles yang menyentuh dahinya Flower
"Aku sudah tidur selama berhari-hari, aku ingin bergerak agar badanku tidak merasa lemas" jawab Flower
"Biarkan aku yang menyiapkan makan malamnya ya" kata Charles yang memeluk Flower
"Apa kamu sudah makan? tadi kamu mengatakan keluar makan malam bersama temanmu" tanya Flower
"Aku sudah makan! tapi aku masih mau makan bersamamu, jadi biarkan aku yang memasak ya" jawab Charles dengan mengecup dahinya
"Biarkan aku membantumu"
"Tanganmu ini jangan terlalu sering terkena air, aku tidak mau jika tanganmu terluka lagi" ujar Charles dengan memegang telapak tangan Flower
__ADS_1