Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Hinaan Dari Charles


__ADS_3

"Tuan Charles, Anda sangat pintar menilai, putriku memang seperti bidadari, pria manapun yang mendapatkan dia maka pria itu sangat beruntung," puji Mona dengan bangga.


"Nyonya, putri Anda seperti bidadari, bahkan adikku ini juga memujinya," kata Farlos.


"Tuan Farlos, Anda benar. putriku ini memang adalah wanita yang paling cantik," ucap Mark yang menghampiri mereka bersama Shances.


Mendengar pujian mereka, Fannie lagi-lagi merasa bangga dan tersenyum gembira.


"Lukisannya yang berharga dan sangat sempurna, aku akan membeli lukisan ini," ucap Charles.


"Tuan Charles, Anda menyukai lukisan ini?" tanya Shances.


"Benar! aku menyukai barang berharga, lukisan ini sesuai keinginanku. aku akan membelinya," jawab Charles dengan senyum.


"Putriku sama seperti lukisan ini, yang harganya tidak ternilai," puji Mona yang membanggakan putrinya.


"Nyonya Clisten, Anda sudah salah paham, yang ku maksudkan itu adalah lukisan ini, lukisan ini sangat berharga, apakah Anda merasa bahwa putri Anda itu senilai lukisan ini," ujar Charles dengan mengejek.


"Farlos, kau sudah salah paham denganku, yang ku puji itu adalah lukisan ini bukan wanita ini, wanita ini tidak pantas mendapatkan pujianku. lagi pula dia juga tidak selevel dengan lukisan mahal ini. jadi, mana mungkin dia bisa setara dengan harga lukisan ini," sindir Charles.


Setiap ucapan Charles membuat keluarga Clisten harus menanggung malu terutama Fannie yang selalu membanggkan dirinya.


"Charles, jangan terlalu banyak bicara," kata Farlos.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, jangan samakan nilai sebuah lukisan mewah dengan seorang wanita, apa kau tahu bagaimana caranya agar wanita bisa dianggap berharga? wanita yang tidak suka menyombongkan diri akan lebih layak dianggap bernilai. sedangkan nona Clisten hanyalah wanita biasa yang suka merias diri dengan bedak putih menutupi wajahnya. seorang wanita yang suka mengandalkan make up bukanlah wanita cantik. melainkan wanita yang paling jelek," ujar Charles.


"Zaman sekarang memang banyak wanita yang suka menyombongkan diri dan suka memuji diri sendiri, padahal dirinya seperti pasir yang layak untuk dipijak ,"ujar Charles dengan nada tinggi.

__ADS_1


Seluruh tamu di sana memandang ke arah Fannie dan orang tuanya, keluarga Clisten lagi-lagi harus menanggung malu karena ulah bos gangster itu.


Fannie yang merasa malu ia pun memilih tinggalkan pemeran itu sambil mengusap air matanya.


"Nona Clisten..., teriak Farlos yang mengejar langkah Fannie.


Sementara Mark dan Mona hanya bisa diam dan tidak berani berkata apapun.


"Kenapa kau diam saja di saat putri kita dihina?" tanya Mona dengan kesal.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, lebih baik kita jangan menyinggungnya," jawab Mark.


"Tuan Charles, sepertinya tidak baik kalau menyinggung keluarga Clisten, kita semua adalah kenalan," ujar Shances.


"Tuan Shances, aku tidak peduli siapa mereka, keluarga licik itu tidak ada hubungan denganku. untuk apa aku peduli," jawab Charles.


"Aku bisa menghancurkan mereka dalam sekejap, apakah kamu percaya?"


"Tentu saja aku percaya," jawab Shances yang cemas.


Dalam perjalanan


"Wanita itu terlalu bangga pada putrinya sendiri, apakah dia masih normal?" ujar Harry yang sedang mengendarai mobilnya.


"Apakah keluarga Clisten akrab dengan Farlos?" tanya Cole


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Harry.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak melihat Farlos mengejar wanita itu, kelihtannya mereka cukup akrab," jawab Cole.


"Pria itu ada maunya, oleh sebab itu dia mendekati wanita itu. dia hanya mencari kesempatan saja," kata Charles.


"Bukankah mereka akan menghadapi masalah kalau sampai ada hubungan dengan bejat itu," ucap Harry.


"Mungkin saja malam ini Fannie Clisten harus melayani bejat itu," ucap Cole.


"Kalau sampai terjadi keluarga Clisten pasti akan mencari mereka dan menuntut tanggung jawab," kata Harry


" Farlos tidak bisa dituntut, karena keluarga Clisten akan hancur jika mereka berani menuntutnya. bocah busuk itu hanya suka menikmati dan tidak akan bertanggung jawab," tutur Charles yang duduk di belakang mobil.


"Kelihatannya keluarga Clisten akan menanggung malu lagi setelah ini," ucap Cole.


"Bos, kalau tidak salah Mark Clisten memiliki seorang putri, tapi kenapa tidak pernah menampakan diri? selama ini hanya anak tirinya saja yang menunjukkan dirinya," ujar Cole.


"Aku tidak pernah mendengar kabar kalau dia memiliki putri seorang putri," ucap Harrym


"Dulu pernah ada gosip bahwa Mark menikah lagi dengan wanita lain setelah istri meninggal tidak lama. dan dia memiliki seorang putri dari istri pertamanya. tidak tahu kenapa anak kandungnya tidak pernah muncul dan hanya Fannie saja yang sering tampil bersama Mark Clisten," ungkap Cole.


"Pria brengsek istrinya baru meninggal dia begitu cepat menikah lagi," ucap Harry.


"Selama ini tidak ada yang tahu masalah keluarganya, hanya pernah tersebar istrinya meninggal satu bulan dan Mark menikahi janda, aku rasa putrinya juga tidak akan hidup dengan nyaman jika memiliki orang tua seperti dia," kata Charles.


"Tapi ke mana putrinya? bukankah dia seharusnya membiarkan anak kandungnya yang mengendalikan perusahaan, tapi kenapa anak tirinya yang membantunya?" kata Harry dengan penasaran.


"Mungkin saja dikirim keluar negeri ataupun sudah meninggal," ucap Cole.

__ADS_1


__ADS_2