
"Mama, aku juga ingin dia mengalami seperti yang ku alami, tidak adil jika aku harus mengalaminya sendiri, aku malah ingin melihat videonya tersebar dan aku ingin dia menjadi gila karena itu, jika dia bertemu dengan Farlos maka dia tidak akan mengunakanku untuk mengancam si tua itu, dan mau tidak mau Mark si tua itu pasti akan memberikan saham kepada Farlos demi nama baiknya" jelas Fannie dengan berharap
"Benar sekali! walau Mark tidak peduli dengan anaknya itu akan tetapi dia masih mau nama baiknya, karena wanita itu adalah anak kandungnya dan dia tidak bisa berbohong, karena jika dia berbohong maka kita akan menjadi saksinya jika wanita itu adalah darah dagingnya yang selama ini dia siksa, dan di saat itu semua orang pasti tahu sifat aslinya, maka nama baik dia pasti akan tercemar dan selain itu dia juga akan kehilangan semuanya" ujar Mona
"Aaaaaarrhhhh. Tuan, kau sudah melakukannya banyak kali" teriakan Wanita itu yang menembus ke kamar Fannie
"Punya mu sangat nikmat, sayang. jadi malam ini aku tidak akan berhenti sebelum aku puas, apa kau tahu bahkan wanita itu masih kalah jauh dengan mu" ujar Mark dengan nada tinggi
Mona yang mendengar ucapan mereka merasa semakin ingin emosi dan merasa terhina
"Gila! ini benar-benar gila, aku masih hidup dia sudah berani melakukan dengan wanita lain di kamar kami, bahkan sampai menghinaku, setiap dia ingin melakukannya aku pasti melayaninya dan sekarang dengan begitu mudahnya dia menghina ku" ketus Mona yang merasa kesal
"Ma, sudahlah, suatu saat hartanya juga akan jatuh ke tangan kita, jangan di pikirkan, bagus kita cari beberapa orang untuk menangkap wanita itu, dan aku juga mau melihat jika wanita itu sudah di nodai apa Charles masih mau wanita kotor itu"
"Aku yakin dia juga sudah tidak suci lagi, dia pasti sudah di tiduri oleh pria itu"
"Itu sudah pasti, tapi aku yakin kalau dia sampai di nodai dan videonya tersebar Charles juga pasti tidak akan peduli dengannya lagi, aku mau melihat di saat itu apa yang harus dia lakukan, dan pada akhirnya dia juga menjadi anak buangan dan wanita buangan" kata Fannie
"Benar, dan pada akhirnya kita yang akan menang, pria tua itu akan kehilangan segalanya, dan anaknya itu menjadi korban setelah itu mereka pasti sama menderita dan akhirnya akan mati dengan mengenaskan" ujar Mona dengan berharap
Keesokan harinya
Villa Robertson
"Hari ini suruh dia belanja di pusat perbelanjaan, awasi dia jangan sampai dia kabur" perintah Charles yang sedang duduk sambil meneguk secangkir kopi
"Baik Bos" jawab Cole yang kemudian melangkah keluar
"Bos, kelihatannya gadis itu sangat penurut, seharusnya dia tidak berani membuat ulah" ujar Harry
"Kita tidak tahu apa yang ada di pikirannya, tidak mungkin dia mau di tahan jika bukan karena terpaksa" jawab Charles
"Hari ini biarkan saja dia belanja semua kebutuhan rumah, dan urusan kerja lainnya biarkan pelayan lain yang mengerjakannya, jangan membiarkan dia mencuci hari ini" ujar Charles
"Baik Bos" jawab Harrry
Di sisi lain Flower sedang melihat kedua telapak tangannya dengan penuh tanda tanya
__ADS_1
"Aneh! kenapa tanganku ada aroma obat ya? seingatku aku tidak ada meneteskan obat, tapi kenapa luka ku ini agak mulai mengering" gumam Flower yang masih berada di kamarnya
Tok...tok...tok..
Ketukan pintu kamar Flower dari luar
"Iya, sebentar" jawab Flower yang berjalan ke arah pintu
Klek
"Cole, aku akan pergi cuci pakaian tuan sekarang" ujar Flower yang merasa cemas karena takut di marahi
"Nona, hari ini tidak perlu membersihkan rumah dan cuci pakaian, ini adalah catatan untuk belanja hari, aku akan menemani Nona pergi belanja" kata Cole yang memberikan nota berisi catatan belanjaan kepada Flower
"Baiklah" jawab Flower dengan menurut
Di pagi itu Cole menemani Flower belanja di pusat perbelanjaan yang di padati dengan para pengunjung, Cole adalah pengawal Charles yang di kenal dengan sangat ahli dalam menembak, dia selalu di tugaskan untuk melakukan hal-hal yang penting, selain melindungi bosnya dia juga mewakili Charles mengurus masalah pelabuhan dan bisnis bosnya itu
Di saat Flower sedang berbelanja, Cole memerhatikan di sekeliling sana, dirinya mendapati beberapa pria asing yang sedang melihat ke arahnya dan Flower, lalu Cole pun sambil memegang senjata yang di simpan di balik jasnya itu
Di saat mereka berjalan Cole sedang memerhatikan gerak-gerik pria asing yang sedang ingin menghampirinya, beberapa pria asing itu juga memiliki senjata, mereka bergerak dengan perlahan ingin menyerang Cole dan ingin menculik Flower
Salah satunya mengikuti dari belakang dengan berjaga jarak dan ingin melepaskan tembakannya ke arah Cole
Cole yang berjalan dengan cepat langsung membalikkan arah ke belakangnya dan langsung melepaskan tembakan ke arah pria yang mengikutinya dari belakang itu
Dor..
Tembakan dari Cole mengenai kepala pria itu, karena tembakan tepat dari Cole pria itu pun langsung kehilangan nyawanya
"Aaaaaarrggghhhh" teriakan para pengunjung yang di pusat perbelanjaan itu, karena mendengar bunyi tembakan itu semua orang yang di sana berlari kesana kemari karena ketakutan
"Hah.." jeritan Flower yang di kagetkan bunyi tembakan sehingga melepaskan belanjaannya
Cole lalu menarik lengan Flower dengan sambil berjalan cepat dan menembak ke arah pria asing yang sedang menghampiri mereka
Dor....dor...
__ADS_1
Tembakan Cole mengenai dua pria asing itu
"Aaaarrggghhh" jeritan Serentak dua pria itu yang di tembus peluru di bagian tubuh mereka
Cole dan Flower berjalan dengan cepat meninggalkan pusat perbelanjaan itu, dan di saat mereka ingin menuju ke mobil Cole melihat ada beberapa pria asing yang sedang mengawasi mereka
"Nona, cepat pergi dulu. cari tempat yang aman" kata Cole dengan nada kecil
"Iya, kamu harus hati-hati" jawab Flower yang melangkah pergi ke arah lain
Setelah Flower meninggalkan Cole, maka Cole langsung melepaskan tembakan ke arah beberapa pria asing itu yang ingin mengikuti langkah Flower
Dor...
Tembakan Cole mengenai salah satu pria itu yang sedang menodongkan senjata ke arahnya
"Aaaarhhhh" teriakan pria itu yang di tembus oleh peluru di tubuhnya
Dor...
Tembakan Cole mengenai pria itu yang berada di seberang jalan yang ingin mengikuti langkah Flower
"Aaaarrgghhh" teriakan pria itu yang terkena peluru di kepalanya
Di sisi lain Flower sedang berjalan dengan cepat di kerumunan di jalan sana, sambil melihat kesekitaran tempat itu
"Kenapa bisa ada yang ingin menangkap ku ya, siapa mereka?" batin Flower
Flower yang ketakutan berusaha mempercepatkan langkahnya untuk menghindari pria asing yang ingin menangkapnya, dan di saat dia berjalan tiba-tiba saja dia di hadang oleh salah satu pria yang ingin menculiknya itu
"Flower Clisten, jangan berteriak jika tidak mau mati" kecam pria itu yang sedang menodongkan senjatanya di bagian perut Flower, pria itu menutupi senjatanya dengan mengunakan jasnya agar tidak di lihat oleh pejalan kaki yang di sekitaran sana
"Siapa kalian? kenapa ingin menangkapku?" tanya Flower
"Jika ingin tahu maka ikut saja kami pergi, dan kau masih ada kesempatan untuk hidup" kecam pria itu
"Aku tidak mengenal mereka, jika aku melawan aku pasti mati tapi jika ikut walau tidak mati pasti tersiksa, lebih bagus langsung mati, apakah mereka utusan Mark?" batin Flower
__ADS_1