
"Steve, apa kamu bisa mencoba untuk membujuk papamu? mama tidak berharap keluarga kita terpecah" pinta Julia dengan mengeluarkan air mata
"Ma, semua sudah terlambat, papa sudah terlanjur kecewa, kesabarannya bukan hanya satu atau dua bulan tapi sudah 35 tahun, dan dia sudah lelah dengan pernikahan kalian, coba mama pikirkan selama ini apa yang sudah mama lakukan demi papa dan aku, dan sudah berapa kali mama bertengkar dengan papa terus?" ujar Steve
"Mama sudah tahu salah, tapi bagaimanapun mama tidak ingin pernikahan ini hancur" kata Julia dengan menangis
"Kembalilah ke rumah, aku akan mengambil pakaian papa, dan jangan menemui papa untuk saat ini, aku tidak mau jika kemunculanmu membuatnya merasa tertekan" ucap Steve yang kembali ke kamar ayahnya
Julia hanya bisa berdiri dan menangis karena pernikahannya akan segera berakhir
"Aku sudah hidup serba mewah selama ini, aku memiliki suami yang kaya dan anak yang sudah dewasa, dan sekarang aku malah harus kehilangan semuanya, aku tidak rela, aku tidak rela. apa setelah bercerai denganku dia akan menikahi wanita lain seperti yang di katakan Winz? ataupun dia sudah tertarik pada wanita lain oleh sebab itu dia ingin mencari alasan untuk menceraikan ku, jika iya maka wanita mana yang ingin merebut dia dariku? tidak bisa, aku tidak akan membiarkan ini terjadi" gumam Julia
"Benar! Vic pasti hanya mencari alasan untuk menyalahkan ku agar bisa ceraikan aku, pasti ada wanita lain yang menghasutnya, aku tidak akan membiarkan dia menikahi wanita lain, aku harus menyelidikinya" batin Julia
"Paman, jangan bersedih lagi, utamakan kesehatan, paman masih memiliki kakak Steve" bujuk Flower yang berdiri di samping Vic
"Flower benar, paman masih ada seorang putra yang sangat berbakti pada paman jadi paman tidak akan sedih" jawab Vic dengan senyum
"Pa, aku akan mengambil pakaian papa di rumah, setelah papa keluar dari rumah sakit tinggal di tempat ku saja" ujar Steve
"Iya, segeralah suruh William ke mari, papa tidak ingin membuang waktu lagi, pernikahan ini harus segera di akhiri"
"Baik Pa, aku akan menghubunginya sekarang juga" jawab Steve yang mengeluarkan handphone miliknya
Villa Farlos
"Apa bos tidak lelah sudah 4 jam di kamar, gadis itu pasti mati di buatnya?" ujar anggota Farlos yang sedang berdiri di depan pintu
"Gadis itu sudah berteriak selama 4 jam, dan sudah di ikat selama ini, bahkan makan dan minum juga dalam keadaan terikat, bos hanya tahu mau meniduri gadis itu saja"
"Dan setiap siang dan malam bos pasti meniduri gadis itu selama berjam-jam"
"Hanya dia satu-satunya yang membuat bos tidak bosan, lihat saja sudah 2 minggu bos menidurinya tanpa berhenti, biasa paling lama hanya tiga kali"
"Setiap hari pembantu wanita harus memandikan wanita itu, dan setelah selesai dia di ikat dalam kondisi tanpa pakaian, dan setiap hari seperti sedang menunggu bos menidurinya"
__ADS_1
"Aku pernah melihat tubuhnya saat itu, memang sangat langsing, percaya atau tidak aku juga ingin mencobanya di saat bos tidak ada, aku penasaran kenapa bos tidak merasa bosan dengannya"
"Bagaimana dengan dua wanita hamil itu? mereka di paksa bekerja terus dalam keadaan hamil?"
"Dua wanita itu juga korban bos, dan bukan itu saja kadang kalau tengah malam bos tidak bisa tidur, bos juga meniduri dua wanita itu hingga pagi"
"Bos kita memang kejam terhadap dua wanita hamil saja dia juga tidak melepaskannya"
"Aku yakin gadis di dalam kamar itu pasti akan hamil juga, setiap siang dan malam harus melayaninya dalam kondisi terikat"
Percakapan di antara dua anggota Farlos yang sedang berjaga di luar
"Aaaaarrrggghhh" jeritan Coco yang kesakitan sehingga meneteskan air mata
"Kau sangat luar biasa gadisku, kau selalu membuatku puas" ucap Farlos yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti
"Kau lebih hebat dari dua wanita itu, apa kau tahu setiap tengah malam mereka juga harus melayaniku" kata Farlos
"Kau gila" ujar Coco yang berkeringat di seluruh tubuhnya
"Kapan kau baru bisa melepaskanku?" tanya Coco yang kewalahan dan merasa sakit
"Hingga aku bosan, aku masih belum puas, kau bisa melayaniku selama 4 jam, jika mereka berdua paling hanya 2 atau 3 jam"
"Dasar pria penyakit kelam*n" ketus Coco dengan kesal
"Salahkan saja dirimu karena memiliki tubuh yang mengoda, Charles sangat bodoh karena tidak bisa menghargai mu, jika saja dia melindungimu maka kau tidak akan jatuh ke tanganku, dia sudah melepaskan tubuh indah ini"
"Jangan sebut namanya lagi, hentikan cepaaat" teriak Coco yang merasakan sakit di bawah sana
Selama empat jam Farlos menidurinya, Coco yang di ikat hanya bisa pasrah menuruti keinginan pria bejat itu, setiap hari siang dan malam ia harus melayani Farlos selama berjam-jam.
Sementara Fannie dan Mona harus bekerja di villa besar milik Farlos, dari membersihkan setiap ruangan juga harus belanja dan memasak, hampir semua urusan rumah di kerjakan oleh mereka yang dalam kondisi hamil, dan di saat tengah malam mereka di paksa harus memuaskan Farlos di ranjang
"Sialan, kita hidup seperti ini setiap hari, sangat menyesalkan" ketus Fannie yang sedang sibuk di dapur
__ADS_1
"Kita tidak bisa kabur, dan tubuhku juga lelah sekali, lihatlah tubuh kita semakin lama semakin membesar perut kita" ujar Mona yang sedang memotong sayuran
"Dulu aku tidak perlu bekerja dan sekarang aku harus melakukan semuanya, mau ke mana saja kita di kawal ketat, sehingga tidak bisa kabur" kata Fannie yang merasa kesal
"Hidup kita sudah tamat, kita berdua menderita di sini tidak tahu harus sampai kapan, dan Mark juga tidak tahu masih hidup atau tidak" ujar Mona
"Ma, apa aku harus melahirkan bayi di dalam kandungan ku ini? tubuhku semakin jelek karena semakin gemuk, aku tidak mau melahirkan karena hanya akan membuat ku malu, aku belum menikah tapi harus melahirkan anaknya" gurutu Fannis
"Hei, kalian jangan banyak bicara, besok ingat ke pasar untuk belanja lagi" bentak asisten rumah tangga yang bernama Lucy
"Bukankah hari ini kami baru belanja, kenapa besok pergi lagi?" tanya Mona dengan merasa kesal
"Aku adalah asisten di sini, jadi kalian harus ikut perintahku" ketus Lucy dengan tegas
"Kenapa bukan menyuruh orang lain saja untuk membelinya?" tanya Fannie
"Karena ini adalah tanggung jawab kalian" jawab Lucy dengan ketus
"Kalian harus ingat kalian bukan siapa-siapa di sini, kalian hanya wanita pemuas bos kami yang akan di buang kapanpun, yang satu masih muda tapi sudah hamil tanpa menikah, yang satu sudah tua tapi masih saja hamil, benar-benar tidak tahu malu" kata Lucy dengan menghina dan kemudian dia melangkah pergi meninggalkan mereka berdua
"Sialan, aku di anggap tidak tahu malu" ketus Fannie yang merasa kesal
"Aku yang sudah tua masih hamil, tentu saja ini sangat gila" ketus Mona yang merasa malu
Villa Robertson
"Charles, aku ingin belanja besok, aku ingin memasak sendiri karena sudah lama aku tidak melakukan dengan tangan sendiri" ujar Flower
"Bisa saja, tapi Cole harus melindungimu ya" kata Charles
"Iya, baiklah" jawab Flower dengan senyum
Bab selanjutnya
Fannie dan Mona keguguran
__ADS_1