Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Tangisan Flower, penyesalan Mark


__ADS_3

"Luka yang kau berikan padaku tidak akan bisa ku lupakan untuk selamanya, dari kematian mamaku dan luka tubuhku!" bentak Flower yang melepaskan baju luaran berbahan rajut yang berlengan panjang.


Di saat dia melepaskan bajunya semua orang berfokus pada dua tangan gadis itu yang di penuhi oleh banyak bekas pukulan.


"Apa kau melihatnya? bekas luka ini adalah pemberian dari mu selama sepuluh tahun, setiap pukulanmu bukan hanya meninggalkan rasa sakit pada hatiku akan tetapi juga meninggalkan bekas luka di seluruh tubuhku!" bentak Flower dengan nada tinggi.


"Ini sangat gila," gumam Stallone yang melihat bekas luka di tangan gadis itu.


Mark yang menangis tanpa berhenti lalu ia bangkit dan berlutut di hadapan Flower.


"Ini salahku...ini salahku!" tangisan Mark yang memukul dadanya sendiri


"Aku bersalah pada Ella! aku bersalah padamu. di saat itu aku tidak seharusnya menyiksamu karena hasutan dua wanita itu. aku bersalah padamu!" ucap Mark sambil menampar wajah sendiri.


PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...


"Aku tahu walau aku mati juga tidak bisa menebusnya lagi, Ella sangat baik padaku. dia sangat menurut. tapi aku yang di saat itu tidak bisa mencintai satu wanita, demi kesenangan sendiri aku melukai mamamu. aku adalah binatang, aku adalah bajing*n, aku adalah brengs*k," tangisan Mark yang sambil menampar diri sendiri.


PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...PLAK...


"Ucapan maaf mu tidak berguna! semua sudah terjadi dan tidak bisa mengulanginya lagi, mama ku tidak akan hidup kembali,"kata Flower.


"Charles, apa hubungan Flower dengan Mark?" tanya Bared.


"Mereka tidak ada hubungan darah! akan tetapi ibu Flower adalah istri Mark yang meninggal sepuluh tahun yang lalu!" jawab Charles.


"Sepuluh tahun yang lalu!" gumam Bared yang merasa heran.


"Berapa wanita yang pernah bersama dengan si baj*ngan itu?" tanya Bared.

__ADS_1


"Yang ku tahu adalah dua, bibi Ella dan Mona!" jawab Charles.


"Lalu, Flower adalah putri...?"


"Putri bibi Ella," jawab Charles.


"Flower adalah putri Ella?" tanya Bared dengan merasa tidak percaya.


"Benar! ada apa denganmu? kenapa reaksi mu tidak biasa?" tanya Charles yang merasa heran.


"Apakah Flower adalah anak kecil yang ku cari selama ini!"


"Anda mengenal bibi Ella?"


"Dia adalah adik kandungku, terakhir kali aku melihatnya saat dia sedang hamil, dan setelah itu aku tidak melihatnya lagi. aku membencinya karena dia bersama dengan si brengs*k ini, apa lagi dia sampai hamil anak pria brengs*k itu, oleh karena itu aku semakin membencinya," jelas Bared.


"Tuan Bared, Flower bukan anak kandungnya."


"Paman Vic Austin! bibi Ella dan paman Vic menjalin kasih dalam waktu yang singkat dan kemudian hamil. jadi Flower tidak ada hubungan darah dengan Mark Clisten!" jelas Charles.


"Mark Clisten, apa kau tahu Ella adalah wanita yang paling ku cintai, di saat kami bersama dia masih kembali kepadamu, karena dia tidak ingin merusakkan hubunganku dengan istriku yang di saat itu. walau dia hamil dia juga memilih pergi. dia bisa pergi meninggalkanmu, akan tetapi dia memilih kembali kepadamu. siapa sangka jika tempat mu itu adalah neraka baginya dan juga Flower" ketus Vic.


"Mark Clisten, dulu aku membantah kau bersama dengan Ella karena aku mendapat info jika kau sangat suka bermain wanita, akan tetapi semua sudah terlambat. di saat aku menghalang Ella bersamamu, dia memberitahuku jika kalian sudah tinggal bersama dan akan menikah, ini membuatku sangat marah dan semakin benci padanya, sehingga akhirnya aku mengabaikan adikku yang bodoh itu," ujar Bared yang merasa kesal.


"Ella adalah adikmu?" tanya Vic dengan merasa heran.


"Benar! Ella adikku yang bodoh itu menikah dengan breng.sek ini dan kemudian harus tewas di tangannya!" jawab Bared dengan penuh emosional.


"Flower, aku adalah pamanmu. maafkan paman karena gagal melindungi mamamu di saat itu, di saat itu paman di penjara, setelah keluar paman mulai mencari jejaknya dan kemudian paman baru mendapat info jika pembunuh ini di penjara, dan hari iniada persidangan lagi, oleh karena itu paman ingin membawanya pergi untuk menyiksanya, dan tidak ku sangka hari ini paman bisa bertemu denganmu," kata Bared yang menghampiri Flower.

__ADS_1


"Pamanku?"


"Benar! mamamu adalah adikku. sejak paman keluar paman mencari keberadaanmu. dan ingin tahu bagaimana dengan kehidupanmu, karena paman mendapat info bahwa mamamu meninggal dan tidak ada kabar mengenai putri Ella, oleh sebab itu paman yakin jika putri Ella masih hidup, dan tidak menyangka kehidupan mu selama ini sangat menderita," ujar Bared yang melihat bekas luka yang memenuhi tangan keponakanya itu.


"Salah jalan akan mengakibatkan penderitaan yang tiada akhir, dan kemudian meninggal dengan cara tidak wajar. itu yang di rasakan oleh mamaku, memilih pria yang tidak seharusnya,"kata Flower.


"Flower, biarkan undang-undang yang menghukumnya! kita tidak perlu menghakiminya lagi, karena dia sudah tidak bisa terlepas dari hukuman, dan jika kita yang membunuhnya maka kita telah menantang pihak kepolisan dan di saat itu akan terjadi masalah dengan mereka!" ucap Steve.


Charles menghampiri pujaannya yang sedang menangis tanpa berhenti, dan kemudian memeluknya dari belakang sambil menenangkan Flower yang sedang histeris.


"Flower, menangislah. luahkan semua perasaan sakitmu, dan jangan pendamkan dalam perasaan."


Flower yang sedang menangis membalikkan badannya dan memeluk Charles dengan erat. sambil menangis di pelukan calon suaminya itu.


"Kenapa mereka yang berpelukan aku yang kepanasan?"batin Stallone yang melihat Charles dan Flower sedang berpelukan.


"Mark Clisten, seharusnya aku membunuhmu dengan tanganku sendiri, akan tetapi aku berubah pikiran. aku serahkan saja kepada mereka yang akan menjatuhkan hukuman padamu," ucap Bared.


"Bared, kau tidak salah menilaiku, Ella termakan rayuan ku dulu, sehingga dia menikah denganku. aku adalah bajin.gan. dan aku akan menerima hukuman, setelah aku mati aku akan langsung meminta maaf padanya di alam sana!" ucap Mark dengan penuh penyesalan.


"Nyawamu hanya satu! akan tetapi kesalahan yang kau lakukan sudah tidak bisa di hitungkan lagi. walau kau mati, luka yang kau berikan pada putriku juga tidak akan hilang. bukan hanya luka pada bagian luar, akan tetapi luka di hatinya juga tidak akan sembuh untuk selamanya. trauma yang dia alami tidak akan sembuh. apakah kematianmu bisa menebus semua kesalahanmu? tidak bisa sama sekali. kematian mu itu hanyalah untuk membayar pengorbanan Ella, akan tetapi itu tetap tidak cukup," ujar Vic dengan ketus.


"Harry, Stone, bawa dia pergi. pastikan dia tidak berulah!" perintah Charles yang sedang memeluk Flower.


"Baik Bos," jawab Stone dan Harry dengan serentak.


Tidak lama kemudian Flower pingsan di dalam pelukan Charles.


"Flower...." panggil Charles yang memeluk Flower sambil berusaha membangunkan pujaannya

__ADS_1


"Flower...." panggil serentak Vic dan Steve yang menghampiri Flower.


"Ella, kakak sudah menemukan putrimu, tidak menyangka setelah kau meninggal putrimu juga hidup dalam penderitaan!" batin Bared.


__ADS_2