
"Iya! musuh tuan Bared tidak kalah dari kita, kumpulan Andrew sebanding dengan si tua itu," ujar Harry.
"Tuan Bared sudah di atur tempat tinggal yang aman, jadi untuk sementara musuhnya tidak akan tahu dia tinggal di mana," ucap Cole.
"Benar! dia sudah menghubungi anggotanya, besok mereka pasti akan tiba," kata Harry.
"Aku berharap semua segera berakhir, agar kita bisa hidup dengan tenang," ujar Cole.
"Apa kau merasa lelah?" tanya Harry.
"Aku tidak pernah lelah! hanya saja terlalu banyak kejadian. dan pernikahan bos dan nona jadi tertunda," jawab Cole.
"Kehidupan seorang gangster memang sangat keras, oleh karena itu aku tidak mau menikah, karena suatu saat jika aku di tembak dan tewas maka aku tidak perlu merasa khawatir, hidup sendiri lebih bebas dan tanpa beban pikiran!" ujar Harry yang sambil memandang ke langit.
"Bos dan nona Flower tidak mudah bersatu kembali setelah berpisah selama tiga tahun, aku tidak berharap mereka terpisah lagi, musuh bos terlalu banyak sehingga ingin mengincar nona, oleh sebab itu kita harus melindunginya dengan baik," jelas Cole yang duduk di kursi halaman itu.
"Cole, sikap mu yang dingin ini selama ini tidak pernah peduli pada siapapun, dan baru kali ini aku mendapati kau sangat peduli padanya!" ujar Harry yang duduk di samping sahabatnya itu.
"Dia adalah kekasih bos, dari awal kita sudah di tugaskan untuk melindunginya, keselamatan nona dan bos adalah utama bagi kita," kata Cole.
"Gadis itu sudah banyak menderita karena ulah Mark Clisten, beruntung dia bisa keluar dari kehidupan yang penuh penderitaan itu. dan sudah tidak trauma seperti saat itu lagi!"
"Apa kau tahu apa yang ingin ku lakukan saat di rumah sakit?"
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku ingin pecahkan kepala Mark Clisten! karena semua perbuatan yang dia lakukan pada nona, walau di saat itu dia masih belum mengetahui asal usul nona, tapi dia tega melakukan kekerasan terhadap putri sendiri. ini sangat keterlaluan."
"Iya, aku juga sama seperti itu. aku sangat ingin menghancurkan kepalanya, akan tetapi untung saja dia sudah mendapat balasannya dan mendekam di penjara, hanya saja tidak tahu apa keputusan di pengadilan!" kata Harry.
"Berbuat jahat pasti ada karmanya! Mark Clisten, Julia, Fannie, Farlos dan Brad. mereka semua sudah mendapat karmanya!" ujar Cole yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan melangkah masuk ke dalam markas.
Harry lalu ikut bangkit dan menyusuli temannya itu sambil berkata, " kau benar! berbuat jahat pasti hidupnya akan tersiksa, dan semua ini kita sudah melihatnya."
Keesokan harinya.
__ADS_1
Di pagi hari itu Flower bersama Curry sedang memasak di dapur.
"Flower, kamu seharusnya tidak mengerjakan ini, di sini sudah ada yang memasak, kenapa kamu masih ingin melakukannya sendiri?" tanya Curry sambil sibuk dengan tangannya.
"Kak Curry, aku sudah terbiasa untuk bekerja. jika duduk saja aku akan merasa bosan, aku juga menyiapkan lauk untuk tuan Bared!"
"Tuan Bared?"
"Iya! tuan Bared tidak bisa keluar bebas, karena bahaya di luar," jawab Flower.
"Kau sangat perhatian, Flower. bahkan dengan orang yang kamu tidak kenal," kata Curry dengan senyum.
"Dia adalah sahabatnya Charles, lagi pula tuan Bared adalah orang baik!"
"Hm...iya..iya, kamu ini memang terlalu baik bahkan sama orang yang baru kamu kenal, bos kami sangat beruntung bisa mendapatkan dirimu," jawab Curry dengan senyum.
Setelah satu jam kemudian Cole dan Stone menuju ke tempat tinggal Bared sambil membawa lauk yang di sediakan oleh Flower.
Tempat tinggal Bared.
"Aku ingin tahu apa dia masih hidup atau sudah mati! walau mati aku ingin dia mati di tanganku!" kata Bared dengan tegas dan berdiri sambil menatap keluar jendela.
"Apa ingin saya kirim orang untuk ke sana?"
"Selidiki apa sebabnya dia di dalam sana? kesalahan apa yang telah dia lakukan!"perintah Bared yang menoleh ke arah anggotanya itu.
"Baik Tuan, segera saya lakukan!" jawab Steven dengan menurut.
"Aku tidak akan membiarkan dia mati dengan begitu mudah! dendamku sudah lama terpendam! jika dia tidak mati di tanganku aku tidak akan puas!" ujar Bared dengan mengepal ke dua kepalan tangannya.
Tidak lama kemudian Cole dan Stone tiba ke tempat tinggal Bared.
"Tuan Bared," sapa Cole dan Stone dengan serentak yang sedang menghampiri Bared yang sedang berdiri di dekat jendela.
"Cole, Stone, silakan duduk!" sahut Bared dengan ramah dan duduk di sofa bersama mereka.
__ADS_1
"Tuan Bared, ini adalah bekal yang di siapkan oleh nona Flower untuk Anda!" kata Cole yang meletakan rantangan di atas meja di depan Bared.
"Gadis itu adalah calon istri Charles?" tanya Bared.
"Benar Tuan! dia adalah calon istri bos kami!" jawab Cole dengan sopan.
"Hehehehehe...gadis yang baik! Charles sangat beruntung, dia seorang gangster akan tetapi Flower berani bersamanya, ini tidak mudah," ucap Bared dengan tertawa kecil.
"Mereka tidak mudah untuk bersatu kembali, dan mereka adalah pasangan yang bahagia. walau bos adalah gangster tidak membuat nona takut dengan kehidupan bos yang penuh dengan rintangan," jelas Cole.
"Tuan Bared, bagaimana dengan pengikut Anda, apakah mereka sudah berangkat?" tanya Stone.
"Mereka sedang dalam perjalanan, sore mereka akan tiba," jawab Bared.
"Tuan Bared, hari ini kami datang atas perintah bos untuk mengantar lauk ini, dan sekarang kami mohon pamit!" ucap Cole yang bangkit dari tempat duduknya.
"Hahahaha...Cole, Stone, sampaikan ucapan terima kasih ku kepada Charles dan Flower, setelah urusanku selesai aku akan mentraktir kalian semua!" ucap Bared dengan senyum.
"Terima kasih, Tuan Bared!" ucap Cole dan Stone dengan serentak.
Sesaat kemudian mereka berdua meninggalkan tempat tinggal Bared.
Bared lalu membuka isi rantangan itu terdapat tiga hidangan mewah yang di masak oleh Flower sendiri.
"Keburuntungan Charles adalah mendapatkan calon istri yang baik, sayangnya istriku pergi meninggalkanku saat aku di dalam penjara," gumam Bared.
"Tidak tahu bagaimana dengan kondisinya sekarang? dan bagaimana dengan dua anak kecil itu, hidup mereka tentu sangat tidak mudah, dan sekarang mereka juga sudah dewasa, tidak tahu bagaimana caranya untuk menemukan mereka!" batin Bared.
"Selama di dalam penjara banyak yang sudah terjadi! dan saat aku keluar penjara semua telah berbuah, ada yang pergi dan ada yang meninggal dan ada yang hilang," gumam Bared dengan mengeluh.
Di sisi lain Charles yang sedang mengendarai mobilnya tiba-tiba saja ada mobil lain yang melaju dan berhenti di hadapannya, sehingga membuat Charles harus segera menginjak rem mobilnya.
Saat ia perhatikan orang yang ada di dalam mobil yang sedang menghalangnya ia menatap tajam dan langsung turun dari mobilnya.
"Stallone, akhirnya kau muncul, dasar pengecut!" ketus Charles.
__ADS_1