Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower merasa kecewa


__ADS_3

"Kalian semua pantas mati" ucap Charles yang merasakan dendam yang sedang membara


Sesaat kemudian Charles dan Cole meninggalkan restoran, sementara anggota lainnya memgurus jasad Wilker yang tewas di bunuh


Dalam perjalanan


Selama di perjalanan Charles hanya diam menatap luar jendela dengan kebencian yang sangat mendalam


"Brad Robertson, kau pintar sekali menyimpan rahasia ini, tapi sepintar apapun dirimu tetap di ketahui olehku, mulai besok aku membalas secara perlahan dan membuat dirimu semakin terpuruk" batin Charles


Villa Robertson


Charles kembali ke kediamannya dengan raut wajah yang tidak senang dan langsung menuju ke kamarnya


Klek


Saat dirinya melangkah masuk ia melihat Flower yang duduk di kasur dengan bersandar sambil memejamkan mata, lalu ia pun menghampiri gadis itu


"Flower" panggil Charles yang duduk di tepi kasur


"Charles, kau baru pulang?" tanya Flower yang membuka matanya


"Apa kamu menunggu kepulanganku?" tanya Charles dengan menyentuh wajahnya Flower


"Iya, apa kamu sudah makan? kenapa kamu seperti ada masalah ya?"


"Hanya Flowerku yang bisa membaca pikiranku" ucap Charles dengan senyum dan mencium bibirnya Flower


Charles mencium Flower selama beberapa menit, sehingga menidurkannya di kasur dan menindih pujaannya itu, ciuman penuh naf.su di lakukan oleh Charles yang sedang tertekan karena mengetahui kematian ayahnya itu


Di saat sedang berciuman Charles memasukkan tangannya ke dalam pakaian Flower, tangan liarnya menyentuh bagian dada sambil mencium le.hernya Flower, dan tidak lama kemudian Charles melepaskan baju Flower sehingga tanpa balutan apapun di tubuh bagian atasnya serta mencium setiap sisi tubuhnya yang penuh bekas luka dengan penuh naf.su


"Ada apa dengan Charles? kenapa malam ini sangat berbeda?" batin Flower

__ADS_1


Flower yang masih merasa trauma hanya pasrah jika Charles ingin melakukannya, karena rasa cintanya pada pria itu sangat mendalam walaupun masih ingat kejadian yang menakutkanya di malam itu


"Flower, serahkan dirimu padaku, aku menginginkan mu malam ini juga" kata Charles yang berbisik di telinga Flower dan kemudian melanjutkan ciumannya ke seluruh tubuh Flower, dan di saat tangan Charles ingin memasukan ke dalam celana Flower dia menghentikan niatnya, dan melihat tubuh Flower selama beberapa saat


"Apa yang sudah ku lakukan? bukankah ini sama saja aku melukainya lagi, walau dia sangat menurut aku juga tidak boleh mengambil kesempatan ini" batin Charles


Flower yang menatap Charles yang sedang memerhatikan tubuhnya merasa sakit di hatinya, tentu bagi Flower yang tubuhnya di penuhi bekas luka merasa terhina jika saja Charles merasa jijik padanya


"Charles"


"Maaf, Flower. aku bukan sengaja, selamat malam. aku masih ada yang mau di kerjakan" ucap Charles yang langsung beranjak keluar dari kamarnya, karena takut dirinya tidak bisa menahan diri


Flower mengeluarkan air mata di saat Charles meninggalkan dirinya begitu saja, ia merasa jika Charles tidak menyukai tubuhnya yang penuh dengan bekas luka


"Apa kau merasa jijik denganku? aku juga merasa tubuhku sangat buruk, ada benarnya kata Ruby jika kau tidak akan suka dengan bekas lukaku ini, malam itu kau melakukannya dalam keadaan gelap jadi kau tidak bisa melihatnya, dan kali ini kau tidak sanggup melihat karena bekas yang menjijikan ini" gumam Flower yang merasa sedih dan kecewa


"Kenapa aku harus mendapatkan luka ini, kenapa?" tangisan Flower dengan merasa sakit hati


Di sisi lain Charles sedang duduk di ruangan kerjanya sambil meneguk minuman segelas demi segelas karena merasa tekanan, maka ia ingin memabukkan dirinya di malam itu


"Aku hampir saja melakukan kesalahan besar, aku tidak boleh mengunakan Flower sebagai pelampias ku, aku memang menginginkan dia tapi bukan dengan cara begini, jika aku melakukan di saat aku tertekan, ini sama saja aku mengunakan tubuhnya untuk melepaskan tekanan ku, dan ini tidak adil baginya" gumam Charles


Nada panggilan masuk ke handphone milik Charles


"Hallo" ucap Charles yang menjawab panggilan tersebut


"Charles, mari kita minum bersama" ajak Steve yang di seberang sana


"Kau sangat mengerti aku, aku juga sedang membutuhkan teman minum"


"Aku sedang menunggumu, cepat datang"


Setelah menerima ajakkan sahabatnya itu Charles langsung menuju ke tempat biasa mereka bertemu

__ADS_1


Pub..


Di malam itu Pub milik Steve di ramaikan oleh para pelanggan yang sedang menari-nari, dan menikmati minuman keras sementara Charles dan Steve duduk di kursi depan meja tempat pemanjangan minuman-minuman tersebut


"Aku tidak menyangka ayah angkatmu itu adalah orang yang seperti itu, dia selama ini telah mengunakanmu" ucap Steve yang sedang meneguk minuman


"Selama ini aku menjadi senjata bagi pembunuh keluargaku, sangat lucu" ujar Charles dengan merasa kecewa


"Ini bukan salah mu, kau juga tidak ingat apa-apa lagi di saat itu kau masih kecil"


"Aku membantu dengan tulus terhadapnya selama ini, tapi dia adalah musuh terbesarku"


"Apa rencanamu untuk ini?"


"Susun rencana membalas secara perlahan, jika di biarkan dia mati ini hanya akan memudahkan dia, selain itu dia juga memiliki anak buah tersembunyi, selagi aku tidak tahu jumlahnya aku tidak boleh gegabah"


"Tapi di belakangmu kau masih memiliki Black Dragon, seharusnya tidak ada masalah jika untuk melawannya secara terang-terangan"


"Aku hanya tidak mau anggotaku tewas begitu saja, demi dendam ku harus korbankan mereka dan aku tidak rela jika sampai terjadi, aku harus memastikan dulu dengan lebih teliti, Brad adalah orang yang sangat misterius, dia tidak percaya pada siapapun, dan tentu saja anak buah di belakangnya pasti juga tidak sedikit jumlahnya" kata Charles sambil meneguk minumannya


"Kau sangat berhati-hati, dan sangat melindungi anggotamu"


"Mereka adalah anggotaku yang bisa di katakan sehidup semati denganku, dulu saat kami di serang lawan mereka tidak lari, di saat itu anggota ku hanya beberapa orang saja kami bertarung dengan musuh kami, semua anggota di kumpulanku sudah bersumpah untuk mengikut peraturan dan setia sampai mati" jelas Charles sambil menghabiskan minuman di gelasnya


"Aku tidak mengerti dengan kehidupan Gangster, dan terkadang aku juga heran kenapa kau bisa saja menjalani hidup yang penuh bahaya ini, bisa di katakan jika hidupku masih lebih baik karena tidak perlu terjadi baku tembak"


"Jika aku bisa memilih aku ingin hidup seperti biasa saja, tapi ini semua sudah terlanjur, dan kenapa kau malam ini seperti ada masalah saja?"


"Aku mendukung papa bercerai dan memaksa mamaku untuk tanda tangan, apa aku sangat jahat?"


"Kau melakukannya demi melindungi paman, dan di sisi lain kau merasa kejam terhadap mamamu, ini sangat wajar karena dirimu adalah anak mereka, dan kau merasa serba salah"


"Aku merasa aku sangat jahat padanya, walau aku merasa kecewa atas sikapnya, tapi hubungan seorang ibu dan anak tidak akan putus sampai kapanpun" ujar Steve

__ADS_1


__ADS_2