Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles mendatangi rumah Mark


__ADS_3

"Mereka sendiri yang mencari masalah, ini tidak termasuk apa-apa selagi nyawa mereka masih ada" jawab Charles


"Kalian tahan mereka, aku ingin meminta mereka ganti rugi" perintah Steve pada karyawannya


"Aku sudah melepaskan emosiku dan aku pergi dulu" kata Charles


"Kau ingin kemana?" tanya Steve


"Memikirkan cara untuk menculik wanita itu dan kemudian menyiksanya" jawab Charles dengan melangkah pergi meninggalkan pub


"Dasar" gumam Steve


"Sifat Charles sangat keras, apa nasib wanita itu jika sampai jatuh ke tangannya" batin Steve


Villa Clisten


Syiuk....syiuk.....syiuk.....syiuk....syiu...syiuk...syiuk..


Bunyi pukulan yang di lakukan oleh Mark terhadap Flower


"Aaaaarhhhh, jangan pukul lagi, kenapa tidak membunuhku saja" teriak Flower yang kesakitan


"Kau masih hidup rupanya? aku tidak menyangka jika nasib mu memang baik" ketus Mark dengan melanjutkan siksaannya tanpa berhenti


Syiuk....syiuk.....syiuk....syiuk....


"Pukul saja sampai mati, kau bukan manusia yang suka menyiksa anak sendiri" teriak Flower yang kesakitan


"Kurang ajar" ketus Mark dengan melanjutkan pukulannya


Syiuk


"Bunuh saja aku, kau bukan manusia" ketus Flower yang kesakitan sehingga bajunya basah karena mengenai darahnya


Syiuk...syiuk


"Aaarrgghhh" jeritan Flower yang kesakitan


Syiuk...syiuk


"Kau akan ada balasannya" teriak Flower sambil menahan sakit


Syiuk....syiuk


"Bunuh saja aku Mark Clisten" teriak Flower yang sudah putus asa terhadap ayahnya itu

__ADS_1


"Aku tidak akan membunuhmu, karena aku, akan menjualmu, sebagai ganti untuk selama ini aku beri makan padamu" ketus Mark yang menghentikan pukulannya


"Flower Clisten, selagi kau masih hidup kau hanya bisa menjadi pelayan di rumah ini" kata Mark yang melangkah pergi meninggalkan ruangan bawah tanah itu


Setelah Flower di bawa kembali ke ruangan bawah tanah dirinya mendapat pukulan dari Mark selama 1 jam, pukulan kuat yang di lakukan oleh Mark membuat luka di seluruh tubuh Flower semakin bertambah parah sehingga darahnya menembus baju yang di pakainya, rasa putus asa yang di rasakan oleh Flower membuatnya semakin tidak ingin melanjutkan hidupnya, siksaan tanpa berhenti dari Mark membuat dirinya semakin benci kepada sang ayahnya


"Mark Clisten, jika aku hidup aku dan bisa keluar dari sini aku pasti tidak akan memaafkan mu. Mark Clisten, Mona, Fannie, kalian semua bukan manusia. kalau pun aku mati aku pasti akan menghantui kalian" gumam Flower yang merasa sakit hati yang mendalam


Villa Robertson


Charles berdiri di dekat jendela sambil melihat ke arah bulan purnama yang menerangi halaman rumahnya


"Bos, ada perintah?" tanya Cole yang berjalan menghampiri Charles


"Besok aku ingin mendatangi keluarga Clisten" jawab Charles


"Apakah kita mau membawa kembali nona Flower?" tanya Harry


"Jika mereka tidak mau menyerahkan orang maka aku akan membawa secara paksa" jawab Charles dengan meneguk minumannya


"Baik Bos" jawab Cole


"Aku tidak peduli jika Flower adalah putrinya, jika mereka menginginkan uang maka aku akan membayarnya" ujar Charles


"Kenapa dia dirawat di sana?" tanya Cole yang berdiri di samping harry


"Sepertinya terjadi sesuatu padanya, Mark dan Mona membawanya kesana, karena bersangkutan dengan dia maka aku juga tidak menyelidikinya lagi, tapi tadi sore dia sudah kembali ke rumahnya" jelas Harry


"Bos, jika kita membawa paksa apakah Mark akan menuntut kita?" tanya Harry


"Menuntut? akan ku pastikan dia hancur dulu, kau tahu sifatku, Harry. jika aku mau sesuatu siapapun yang ingin menghalangku pasti akan ku hancurkan, termasuk keluarga Clisten" ucap Charles dengan tegas


Keesokan harinya


Villa Clisten


Seperti biasa Flower di paksa untuk bekerja dalam kondisi tubuhnya yang sakit akibat pukulan yang di lakukan oleh Mark semalam


Mencuci pakaian yang menumpuk, dan mengepel lantai dan berkemas semua barang rumah


Fannie yang sudah keluar dari rumah sakit masih tidak bisa melupakan kejadian malam itu membuatnya sangat benci dan jijik demi ingin melampiaskan kemarahannya dirinya pun menghampiri Flower


"Hei...anak sampah, ternyata kau masih tidak tahu malu berada di sini" ketus Fannie


"Papamu yang membawaku kemari bukan aku" jawab Flower dengan cuek

__ADS_1


"Aku dengar kau akan di jual oleh papaku, ini bagus sekali" ujar Fannie dengan senyum sinis


"Apa maksudmu?"


"Kau tidak tahu? jika papaku akan jual dirimu ke pria hidung belang, dan di saat itu penderitaan mu akan di mulai, aku sangat senang melihatmu di siksa, dan keperawanan mu akan di renggut oleh pria berusia 55 tahun itu" kata Fannie dengan senyum bahagia dan berjalan semakin menghampiri ke Flower


"Kalian semua adalah iblis" bentak Flower dengan kesal dan mendorong Fannie dengan sekuat tenaga sambil menahan sakit sehingga terjatuh


Bruk


"Aaaargghhh" pekikan Fannie yang terjatuh ke lantai


"FLOWEEER" teriakan Mark yang tiba-tiba muncul dan menghampiri Flower sambil ingin melayangkan tangannya ke wajah Flower


"Tampar saja aku sampai mati, jika wajah ku ada bekas luka apa masih bisa kau menjualku? kenapa bukan jual anak kesayanganmu ini saja" ketus Flower dengan kesal


Mendengar ucapan Flower, Mark mengurungkan niat yang tadinya ingin menampar wajah anaknya itu


Tidak lama kemudian Mona datang menghampiri mereka dan memapah putrinya itu


"Fannie, apa kau baik-baik saja? " tanya Mona dengan khawatir


"Ma, anak sampah ini mendorongku"


"Dasar tidak tahu diri" ketus Mona dengan menatap tajam ke arah Flower


"Tidak tahu diri? apa aku pernah meminta makan dengan kalian? apa aku yang meminta untuk tinggal disini? aku tidak pernah mendapatkan apapun, justru kalian berdualah yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri, menikmati kekayaan keluarga Clisten, padahal anakmu ini bukan keturunan dari Clisten" ketus Flower dengan kesal


"DIAM, apa kau tahu apa yang kau katakan? Mona adalah bibimu tapi kau begitu kurang ajar" bentak Mark


"Dari kecil aku sudah tidak memiliki seorang ibu yang mendidikku, papaku tergila-gila pada wanita sehingga lupa diri dan tidak mau anaknya sendiri, karena naf.su jahatnya membuat matanya jadi buta, dan Fannie memiliki seorang ibu yang mengajarkan dia bersikap sombong dan selalu menganggap dirinya adalah berlian, bukankah ini sangat memandang tinggi pada diri sendiri" balas Flower dengan emosi


"Kurang ajar, apa kau tidak mencermin siapa dirimu di sini?" ketus Mona


"Aku adalah putri kandung Mark Clisten yang tidak berhati ini, sedangkan putrimu itu adalah anak kandung dari seorang maling, dia adalah keturunan maling tapi masih beraninya menganggap dirinya berlevel tinggi" ketus Flower dengan kesal


Karena merasa kesal dan terhina Mona mengangkat tangannya dan ingin menampar Flower akan tetapi niatnya dihentikan oleh`✓


"Nyonya, Tuan, di depan ada tamu" ucap pelayannya yang menghampiri mereka


"Siang begini siapa yang datang?" tanya Mark


"Namanya adalah Charles Robertson" jawab pelayannya itu


"Charles Robertson?" ucap Mark dengan penasaran

__ADS_1


__ADS_2