
Keesokan harinya.
Fernando mengetahui bahwa semua anggotanya gagal membuatnya semakin mengila. di saat ia sedang emosi semua anggotanya sedang berdiri diam dengan menunduk.
"Kemana Antonio? kenapa masih belum muncul?" tanya Fernando dengan nada kesal.
"Bos, hari ini kak Antonio belum datang," jawab salah satu anggotanya sambil menunduk.
"Bos...Bos.." teriak salah satu anggotanya yang melangkah cepat ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Fernando dengan nada emosi.
"Bos, kak Antonio telah tewas di bunuh. mobilnya di tabrak dari samping dan juga ditembak," jawab anggotanya itu.
"Apakah pelakunya adalah anggota Charles?" tanya Fernando dengan penasaran.
"Mungkin saja, Bos. semalam kak Antonio ingin menuju ke tempat tinggal sasaran kita dan dia di serang. mungkin juga karena pihak lawan sudah membaca gerak-gerik kita," jawab anggotanya.
" Semua anggota yang pergi tidak ada yang kembali satupun. apakah memang karena pihak lawan sudah membaca gerak-gerik kita? kalau begitu bagaimana caranya dia bisa mengetahuinya?" ujar Fernando dengan penasaran.
"Bos, apakah selama ini mereka sedang mengawasi kita? sehingga mereka bisa begitu mudah membunuh saudara kita," kata salah satu anggotanya.
"Apakah tempat tinggal itu masih ada orangnya?" tanya Fernando.
"Sudah kosong, mereka keluar dari pintu belakang," jawab anggotanya itu.
"Charles Robertson tidak mudah dan sangat cepat gerakannya. dia bahkan sangat teliti. selain mengirim anggota untuk melindungi keluarga wanitanya, dia juga bertindak cepat untuk memindahkan mereka. luar biasa. aku menemukan lawan berat. dan semakin membuat ku penasaran dia sekuat apa? hingga kini dia hanya utamakan pestanya dan menolak ku. ini adalah penghinaan bagiku. dari mereka siapa saja yang sering keluar?" tanya Fernando.
"Bos, keluarga wanita itu sering keluar masuk dari rumah ke perusahaan. dan sekarang mereka telah di lindungi oleh dua anggota wanita Charles. merekalah yang membunuh anggota kita," jawab anggotanya.
"Hanya dua wanita, itu bukan satu masalah bagiku," ucap Fernando.
"Kalau begitu, maka aku akan mengincar mereka," kata Fernando.
"Bos, kami akan ikut bos pergi," jawab anggotanya dengan serentak.
Mansion Charles.
"Flower, di mana Steve dan paman?" tanya Charles yang melangkah ke dapur.
"Papa dan kakak sudah berangkat kerja, mereka di temani oleh Kak Liza, Curry, Stone dan Yona," jawab Flower yang sedang memotong sayur.
"Flower, ada yang ingin ku katakan padamu!" ujar Charles.
"Charles, ada apa?"
"Flower, kita harus menunda pesta kita saat ni. karena aku tidak mau acara kita di ganggu," jelas Charles.
"Apa kamu sudah memberitahu para tamu yang sudah menerima undangan sebelumnya?" tanya Flower yang menghentikan potongannya.
"Flower, apa kamu tidak marah karena aku menundanya?"
"Kenapa aku harus marah? aku memahami kondisi sekarang. seperti papa dan kakak saja sudah di serang semalam. mereka juga tidak ragu datang ke rumah untuk menangkapku. aku juga cemas di saat pesta, apa mungkin bisa lancar ketika Fernando belum tertangkap," jawab Flower.
"Flower, terima kasih karena sudah pengertian. maaf, sudah mengecewakan mu," ucap Charles yang mencium bibir pujaannya.
"Aku tidak merasa kecewa sama sekali. ini bukan salahmu," jawab Flower.
"Terima kasih atas pengertian mu. sebentar lagi aku akan pergi ke markas bersama Cole dan Harry," kata Charles.
"Baiklah, berhati-hatilah di luar!" jawab Flower.
"Tenang saja!" ucap Charles dengan senyum.
Setelah satu jam kemudian.
Markas Black Dragon
"Cole, Harry, perkiraan kalian berapa total jumlah semua anggota Fernando?" tanya Charles.
"Tidak bisa di hitung, karena semua yang kita lihat itu hanyalah sabagian saja," jawab Cole.
"Mungkin saja anggotanya yang dari kamboja juga sudah ke london," kata Harry.
"Apakah dia memiliki markas di kota ini?" kata Charles dengan pernasaran.
"Bos, apakah kita akan menyerang mereka?" tanya Cole.
"Aku berencana ingin menyerang ke tempat tinggalnya. aku tidak mau menunggu lagi. mereka sudah sangat keterlaluan. jika tidak segera akhiri maka masalah ini akan menjadi panjang. Flower akan dalam bahaya setiap saat. paman Vic dan Steve juga tidak aman. oleh sebab itu aku ingin kumpulkan semua anggota untuk menyerang," jawab Charles.
"Kita pimpin seratus anggota untuk menyerang," kata Cole.
"Kumpulkan mereka dan siapkan senjata!" perintah Charles.
"Siap Bos," jawab Cole dan Harry dengan serentak.
Di sisi lain Steve dan Vic berada di perusahaan mereka. sementara Curry dan Stone berada di luar ruangan kantor Steve. Liza dan Yona berada di luar ruangan kantor Vic.
"Liza, menurutmu apakah mereka akan menyerang ke perusahaan ini?" tanya Yona.
"Dengan sikap Fernando dia tidak akan ragu melakukannya," jawab Liza.
"Di sini terdapat banyak orang yang lalu lalang. kita sulit untuk membedakan mereka," kata Yona.
"Aku sudah periksa semua karyawan sini tidak ada mencurigakan dari mareka," jawab Liza.
"Tidak tahu kapan akan berakhir masalah ini," ucap Yona dengan menarik nafas panjang.
"Kenapa dirimu seperti adalah masalah saja dan tidak bersemangat?"
"Perasaan ku tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu saja," jawab Yona dengan wajah lesu.
__ADS_1
"Terjadi sesuatu bukan hal utama bagi kita, jangan di pikirkan lagi!" kata Liza.
"Si botak itu bisa di katakan bukan musuh kita, tapi dia malah menjadikan kita sebagai musuh dia. itu sangat tidak masuk akal."
"Dengan menantang bos bisa membuat dia semakin terkenal, dan keinginan dia adalah ingin menjadi terhebat. oleh karena itu dia mengunakan segala cara untuk membuat bos menerima tantangannya," ujar Liza.
"Caranya itu adalah untuk mencari musuh. bukan lagi menantang untuk ingin menjadi terhebat. karena masalahnya berhubungan dengan Stallone dia malah melibatkan bos kita. ini sangat tidak adil. lihatlah Stallone dia sudah tenang di kamboja. sementara keluarga Flower dalam bahaya setiap saat. semua ini karena playboy kamboja itu," gerutu Yona yang merasa kesal.
"Dan yang paling parah adalah acara pesta di tunda," kata Liza.
"Sepasang kekasih yang saling mencintai tidak mudah untuk bersama dan sekarang mau menikah saja harus menunda," ujar Yona.
Setelah tiga jam kemudian.
Seperti biasa setelah lepas kerja Steve dan Vic akan pulang ke rumah.
Stone menyetir dan Curry duduk di sampingnya, mereka satu mobil dengan Steve dan Vic . sementara Liza dan Yona mengendarai mobil lain.
Saat dalam perjalanan tiba-tiba saja mereka di tembak dari arah lain.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan yang mengenai mobil yang di kendarai oleh Stone dan Liza. dua mobil itu langsung belok ke kiri dan kanan. semua orang yang di dalam sambil menunduk mengelak dari peluru.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan sekelompok anggota Fernando yang muncul di depan jalan yang mereka lalui. tembakan yang di lepaskan mereka mengenai ban dua mobil itu sehingga bannya pecah dan tak terkendalikan.
Karena bannya yang pecahnya serta di serang dari depan sehingga membuat Stone dan Liza harus banting setir ke samping, sehingga menabrak pagar tembok depan rumah orang yang di sana.
BRAK...
BRAK...
"Aarrgghhh." jeritan Liza dan Yona yang ikut terguncang dan mati mesin mobil mereka.
"Tuan Austin, Anda tidak apa-apa?" tanya Curry yang melihat ke belakang yang di mana Steve dan Vic sedang duduk di belakangnya.
"Pa, apa kamu baik-baik saja?" tanya Steve yang memeluk ayahnya.
"Aku tidak apa-apa? bagaimana dengan kalian?" tanya Vic
"Kami tidak apa-apa!" jawab Stone.
Anggota Fernando melangkah menghampiri mereka dengan sambil menodong senjatanya.
"Keluar!" bentak anggota Fernando yang membuka pintu mobil.
Liza dan Stone langsung melepaskan tembakan ke arah bawah saat pintu mobil di buka mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Curry dan Yona langsung keluar dan melepaskan tembakannya ke arah anggota Fernando.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Curry dan Yona yang menembus tubuh anggota Fernando.
"Aaarrghh...." teriakan anggota Fernando yang tumbang dan tewas di tempat.
Steve keluar dari mobilnya membantu menembak ke arah lawan mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Aaarrghh...." teriakan anggota Fernando yang tumbang satu-persatu.
Puluhan anggota Fernando yang jumlahnya lebih banyak melepaskan tembakan ke arah Curry dan lainnya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Aargghh...." jerit Yona yang di tembus oleh peluru di bagian lengannya.
Walau jumlah pihak Curry lebih sedikit akan tetapi tidak membuat mereka mengalah dengan lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Curry dan lainnya menembus Puluhan anggota Fernando.
"Yona, kau sudah terluka, cepat pergi bersama tuan Austin!" teriak Liza yang sedang menembak sasarannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
"Kurang ajar! aku mau melihat kalian sehebat apa?" teriak Stone yang melempar bom ke arah lawannya yang jumlahnya sekitar lebih dari tiga puluh orang
Mereka yang melihat lemparan Stone langsung berlari berpencar. saat bom jatuh ke jalan langsung terjadi ledakan
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR.
__ADS_1
Ledakan bom yang melukai beberapa
anggota Fernando.
"Aaarrghh...." teriakan anggota Fernando yang sesaat kemudian tewas dengan tubuh mereka yang hancur.
Stone melempar bom ke arah anggota Fernando yang ingin melepaskan tembakannya.
Mereka yang melihat bom yang mengarah ke mereka langsung berlari.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR.
Ledakan bom yang menghancurkan sebagian anggota Fernando.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR.
Ledakan bom yang melukai
anggota Fernando sehingga ada yang putus kaki tangannya.
"Aaarrghh...." teriakan anggota Fernando.
DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR.
"Aaarrghh...."teriakan anggota Fernando.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR
Tembakan dari Liza dan lainnya mengenai anggota Fernando.
Setelah beberapa menit kemudian anggota Fernando tewas tak tersisa akibat terkena bom dari Stone.
"Apakah masih ada yang lain?" tanya Stone yang melihat ke arah sana mari.
"Yona, kau terluka," kata Steve.
"Cepat bawa ke rumah sakit dulu!" ucap Vic.
"Tidak bisa! kita harus kembali ke markas. rumah sakit tidak aman," ujar Curry.
"Mobil kita sudah rusak, bagaimana jika kita hubungi Cole dulu?" tanya Stone.
"Kita tidak bisa lama di sini, harus segera pergi!" ujar Liza.
"Stone, hubungi Cole dan kita harus berjalan terus jangan lama-lama di sini!" ucap Curry.
Tidak lama kemudian mereka meninggalkan lokasi yang berserakan dengan jasad-jasad korban tembakan dan juga ledakan.
Berjalan selama lima menit kemudian beberapa mobil mendatangi mereka. mobil berhenti di depan mereka sehingga mereka harus menghentikan langkahnya. seorang pria botak yang turun dari mobil dan berdiri di hadapan kumpulan Curry.
Curry dan lainnya yang melihat kemunculan pria botak ini sudah tahu siapa yang ada di hadapan mereka.
"Hebat sekali...Hebat sekali...pengawal andalan Black Dragon ternyata sangat tidak mudah. apakah semua pengawal andalan Charles Robertson sudah berada di semuanya?" tanya Fernando.
Kalau aku tidak salah menebak kau adalah Fernando berasal dari kamboja," ucap Liza.
"Aku mendapat informasi bahwa semua wanita Black Dragon cantik dan tangguh. dan hari ini telah membuktikan informasi yang ku dapatkan adalah benar," ucap Fernando dengan senyum jahat.
"Kau adalah bos gangster tapi perilakumu sama sekali tidak mirip seorang bos gangster," ujar Steve.
"Hahahahaah...lalu menurut kalian aku mirip dengan siapa?"
"Hanya mirip dengan seorang pengecut," jawab Steve.
"Jangan salahkan aku mengincar kalian! semua ini adalah kesalahan bos kalian si Charles Robertson. sehingga aku harus memutar otak ku untuk mengumpannya keluar,"kata Fernando.
"Seorang pria sejati tidak akan melukai orang yang tidak ada hubungannya, kau adalah seorang pria, tapi kau tidak bisa membedakan yang mana benar dan yang mana salah," Ketus Steve.
"Bercanda! kali ini aku datang untuk membawa kalian semua!" bentak Fernando yang ingin melepaskan tembakan ke arah Steve
Curry yang berdiri di samping Steve langsung menghadang peluru dari Fernando.
DOR...
"Aargh ...." jeritan Curry yang terluka di bagian pundak kanannya.
"Curry," teriak Steve yang langsung memegang wanita itu yang sedang kesakitan.
"Pengawal andalan yang luar biasa, rela berkorban demi orang yang harus dia lindungi," kata Fernando.
Stone, Liza dan lainnya menodong senjata ke arah Fernando. begitu juga yang di lakukan oleh kumpulan Fernando.
"Fernando, lebih baik kau bunuh saja aku. karena aku adalah sasaran mu," ujar Steve.
"Fernando, hari ini kita akan mati bersama di sini," ujar Stone.
"Bagaimana kalau kalian semua mengalahkanku? kalau kalian semua berhasil maka kalian boleh pergi, dan kalau gagal aku yang akan menentukan kemana akan ku antar kalian," ujar Fernando.
"Kalian semua jangan ikut campur!" perintah Fernando kepada anggotanya.
"Apa kau masih memiliki bom?" tanya Liza dengan berbisik dengan Stone.
"Sudah habis untuk meledakan sekumpulan si bajing tadi," jawab Stone dengan suara rendah.
Semua anggota Fernando menurunkan senjata atas perintah bos mereka. sementara Fernando sengaja ingin menantang pengawal andalan Black Dragon.
Di sisi lain Cole yang di hubungi oleh Stone tadi telah dalam perjalanan menuju ke lokasi tempat temannya berada.
__ADS_1
Cole mengunakan kecepatan tinggi untuk segera tiba ke tempat tujuannya. saat sedang menyetir Cole menekan tombol jam tangan yang terhubung dengan jam tangan yang di pakai Charles.