
"Ini bukan milikku!" jawab Flower yang menyodorkan lembaran cek itu kepada pria yang ada di hadapannya.
"Nominalnya tidak sedikit, dan tidak ada wanita yang akan menolak cek ini. apa kamu tidak menyesal jika tidak mengambilnya?"
"Tuan, jangan bersikap sombong! dan aku bukan wanita yang mata duitan, ini ku kembalikan!" bentak Flower yang melemparkan cek ke wajah pria itu dan melangkah pergi.
Pria itu hanya diam melihat kepergian gadis itu dan mengutip lembaran cek yang jatuh ke lantai.
Flower yang ingin menuju ke kamar ayahnya ia di hentikan oleh Winz yang sedang memanggilnya.
"Flower...." panggil Winz yang sedang menghampirinya.
"Winz, di mana Charles?" tanya Flower.
"Mungkin dia ada di dalam kamar sedang menemani kakakmu," jawab Winz.
"Ternyata begitu! bagaimana dengan papaku?" tanya Flower dengan merasa khawatir.
"Jangan khawatir! paman tidak apa-apa, hanya butuh istirahat yang cukup," jawab Winz.
"Karena kamu yang menjadi dokter papaku, maka aku pun merasa tenang!" jawab Flower dengan senyum.
"Jangan memujiku! aku akan merasa malu, eh...iya aku ingin bertanya padamu. apakah kamu mengenal pria tadi?"
"Pria yang mana?"
"Tadi di saat kamu menabrak dia, dan aku melihat kalian bertengkar. ada apa dengan kalian?"
"Dia menghinaku dengan lembaran cek nya, oleh karena itu aku merasa tidak senang," jawab Flower.
"Flower, lain kali kalau kamu melihatnya lagi menjauh saja, dia adalah bos gangster sama seperti Charles!"
"Iya aku tahu! apa kamu mengenalnya?"tanya Flower.
"Tidak juga! hanya saja kekasihnya itu adalah pasienku, hanya kenal begitu saja," jawab Winz.
"Tidak masalah juga! lagi pula kami juga tidak akan bertemu lagi," kata Flower.
"Benar juga! Flower, kalau kamu butuh sesuatu katakan saja padaku!"
"Baiklah! terima kasih, aku masuk dulu ya!" ucap Flower dengan pamit.
__ADS_1
"Sampai jumpa nanti! aku juga ingin memantau pasienku!" ujar Winz dengan senyum dan melangkah pergi.
Di sisi lain pria yang berbebat dengan Flower tadi sedang bertemu dengan seorang wanita yang sebelumnya adalah kekasihnya.
"Mulai besok aku tidak akan datang lagi, ambillah cek ini dan mulai hidup barumu," kata pria itu yang menyerahkan cek kepada wanita itu.
"Andrew, kenapa kita harus putus? apa yang membuatmu tidak puas denganku? apa kamu sudah memiliki wanita lain?" tanya wanita itu dengan merasa sedih.
"Jessy, kita sudah tidak sehaluan, jadi tidak perlu di paksa lagi. ambillah cek ini. sebagai permintaan maafku terhadapmu," ucap Andrew.
"Apa kamu sudah tidak mencintaiku?"
"Iya, aku tidak ingin menjalani hubungan ini lagi. jadi, jangan di paksakan jika kita sudah tidak bisa bersama, carilah kehidupanmu dan mulai dari awal," jawab Andrew.
Tidak lama kemudian Andrew pergi meninggalkan kamar wanita itu.
Di sisi lain Charles sedang bersama Flower dan Steve di kamar tempat Vic di rawat.
"Charles, kalau markas ada urusan kamu pulang dulu tidak apa-apa, kakak bersama ku di sini," ujar Flower."
"Markas ada Cole dan Harry, jika ada urusan apa-apa mereka bisa menyelesaikannya, aku masih ingin menemanimu di sini, kita sama-sama menunggu papamu sadar," jawab Charles dengan menyentuh ujung kepala pujaannya.
"Iya!" jawab Flower dengan senyum.
"Mereka tidak akan berhenti selagi masih hidup, hingga sekarang tempat persembunyian mereka masih misteri!" jawab Charles.
"Ini akan menyulitkanmu!" ujar Steve.
"Tidak masalah! lagi pula bagiku ini sudah biasa," kata Charles.
"Aku sangat berharap semua masalah cepat berlalu, dan kalian berdua bisa menikah dan hidup bahagia, aku tidak mencemaskan yang lain, aku hanya mencemaskan adikku saja!" ujar Steve dengan senyum.
"Kakak, kenapa mencemaskanku? aku baik-baik saja!"
"Flower, keinginan kakak dan papa hanya ingin melihat dirimu dan Charles menikah, dan ini sangat membuat kami bahagia!" ucap Steve.
"Semua ini salahku! karena masalahku sehingga menunda pernikahan kami, dan harus membuat bonekaku ini menunggu lama," jelas Charles dengan menatap mesra pujaannya.
"Hahahaha...kalian ini memang tidak bisa di pisahkan, kita sudah berteman lama dan kau akan menjadi adik iparku, sangat tidak menyangka," kata Steve.
"Kakak, lalu kapan kakak akan menikah? apakah belum ada wanita yang bisa menarik perhatian kakak?"
__ADS_1
"Kakak belum memikirkan hal itu, Flower. kakak agak trauma melihat pernikahan papa dan mama, oleh karena itu kakak tidak mau gegabah!"
"Tapi, Winz adalah gadis baik! apakah kakak tidak mau mempertimbangkan dia?"
"Flower, kakak dan Winz hanya berteman baik saja dan tidak ada yang lain!" jawab Steve dengan senyum.
"Apakah tidak bisa bersama?" tanya Flower dengan berharap.
"Flower, kakak bersama Charles dan Winz adalah teman baik, dan tidak akan berubah untuk selamanya. jadi, kakak dan Winz tidak mungkin," jelas Steve dengan senyum.
"Sayang sekali jika Winz tidak menjadi kakak iparku, selain cantik dia juga pintar," ujar Flower
"Flower, kamu terlalu banyak berpikir! Winz walau dia adalah wanita akan tetapi dia seperti pria, jadi mana mungkin dia mau bersama kakakmu," ujar Charles dengan senyum.
"Apakah ini namanya teman tapi seperti saudara?" tanya Flower.
"Iya!" jawab Steve.
Tempat tinggal Bared
"Tuan, sudah ada info," kata Steven.
"Bagaimana?" tanya Bared yang sedang duduk di halaman.
Steven menjelaskan semua hasil penyelidikannya.
"Selama hidupnya dia menikah berapa kali?" tanya Bared.
"Dua kali! info yang kami dapatkan belum seberapa, hanya ini yang kami dapatkan untuk saat ini."
"Perusahaannya hancur dan dia harus diringkus ke dalam penjara, kelihatannya dia melakukan banyak kesalahan," kata Bared.
"Mengenai hal ini masih di tutupi, seperti masih sedang proses persidangan!"jelas Steven.
"Kirim anggota untuk menghajar dia! aku ingin tahu di mana putri dia berada!"perintah Bared.
"Untuk saat ini kita masih belum bisa mengirim anggota ke dalam penjara, kita harus menunggu setelah keputusan hakim sudah keluar maka dia pasti akan di pindahkan ke penjara besar, dan di saat itu kita bisa mengirim anggota kita ke dalam penjara," jelas Steven.
"Vic Austin menuntutnya? mereka adalah sama-sama pebisnis, ini sangat lucu. seorang pebisnis harus di tangkap karena membunuh dan apa yang dia miliki sudah hancur, dan siapa yang dia bunuh sehingga bisa di ketahui? dulu saat dia membunuh Ella tidak ada yang bisa menuntutnya dan masalah itu masih tersimpan hingga sekarang, tanpa saksi dan tanpa bukti dia bisa hidup bebas," kata Bared.
"Mungkin saja yang dia bunuh adalah orang yang bersangkutan dengan Vic Austin, oleh karena itu dia langsung di masukkan ke dalam penjara," jelas Steven.
__ADS_1
"Apa kamu ada info mengenai putrinya?" tanya Bared.