Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles membawa Flower ke Villanya


__ADS_3

Selama beberapa menit mencium Flower dengan secara paksa Charles masih belum menghentikan aksinya, Flower ketakutan sehingga menggigil di seluruh tubuhnya


"Aku mohon jangan, Tuan" pinta Flower dengan menangis tanpa berhenti karena tubuhnya dicium oleh Charles


"Tuan? kau masih lupa dengan namaku? pintar sekali kau akting di depanku" bentak Charles dengan menghentikan aksinya


Charles lalu bangkit dan duduk kembali di posisinya, sementara Flower langsung duduk menjauh dari pria yang mencium paksa dirinya sambil ketakutan sehingga wajahnya di basahi oleh air matanya


"Jalan" perintah Charles kepada Harry dan sambil menatap tajam ke arah Flower yang sedang ketakutan sehingga tidak berani melihat ke arahnya


Setelah tidak lama kemudian mereka tiba ke Villa Robertson, di saat turun dari mobil Charles menarik tangan Flower dengan kasar dan melangkah dengan cepat ke dalam, Flower yang takut pada pria itu hanya bisa mengikuti langkahnya sambil menahan sakit pada tangannya yang di pegang oleh Charles


Di saat melangkah ke ruangan tamu Charles melepaskan pegangannya dengan kasar


"Flower Clisten, mulai hari ini kau harus melakukan semua pekerjaan rumah, memasak untukku dan cuci pakaian ku, apa kau mengerti?" bentak Charles dengan nada tinggi


"Kenapa? apa kau tidak bisa melakukannya? di sini adalah tempat ku dan bukan di rumah mu lagi, jadi kau jangan menganggap dirimu adalah nona besar, di sini aku adalah majikanmu dan kau adalah boneka yang ku beli dengan uang, jadi kau harus ikut semua perintahku" bentak Charles dengan penuh emosi


"I..iya" jawab Flower yang masih trauma karena takut mendapatkan pukulan lagi


"Cole, bawa boneka tidak berguna ini ke dapur, perhatikan di saat dia kerja, jika dia berani sembarangan beritahu aku, beritahu pada pekerja lainnya di larang membantunya" perintah Charles dengan ketus


"Siap Bos" jawab Cole


"Nona, silakan" kata Cole yang menunjukan jalan menuju ke dapur


Di hari itu Flower yang menyiapkan makan siang untuk Charles, sementara Charles berada di ruangan bacanya sambil sibuk dengan bisnisnya


"Bos, makanan sudah siap" ujar Harry yang melangkah masuk ke ruangan bosnya


"Hm...apa dia bisa memasak?" tanya Charles


"Bisa Bos, tangannya sangat cepat dan tanpa bantuan siapapun" jawab Harry


"Setidaknya dia masih berguna" jawab Charles dengan sambil fokus pada dokumennya


Di saat makan siang Charles menyantap makanan itu dengan begitu lahap, sementara Flower hanya berdiri sambil menunggu perintah dari bosnya itu

__ADS_1


"Untung saja dia makan dengan lahap, seharusnya masakanku tidak buruk, aku tidak tahu harus menahan lapar sampai kapan, semalam aku tidak makan apa-apa, apakah dia akan memberiku makan sisa makanan anjing seperti di rumah Clisten" batin Flower


"Kenapa dia bisa begitu pintar masak? tidak menyangka dia ahli dengan urusan dapur" batin Charles


Setelah makan siang Charles melempar semua setumpuk pakaian, sprei dan selimut ke arah Flower


"Cuci semuanya hari ini, jangan malas, dan jangan berani coba-coba melawan, lakukan sekarang" perintah Charles dengan kesal


Flower hanya bisa menurut semua perintah sang majikannya dan mengutip semua lemparannya yang di lantai itu


Malam hari


Klek


"Bos" sapa Cole dengan sopan


"Apa dia sudah siap dengan pekerjaannya?'


"Dia masih sedang mengerjakannya, hanya saja..?" kata Cole yang ragu ingin melanjutkan perkataannya


"Hanya saja apa?"


"Dia tidak akan mati kelaparan walau tidak makan seharian, biarkan saja", kata Charles dengan tegas


"Baik Bos" jawab Cole


Di malam itu Flower masih mencuci pakaiannya yang menumpuk diberikan oleh Charles siang tadi, sambil menahan sakit pada tubuhnya yang semalam di pukul oleh ayahnya itu


"Tanganku sakit sekali, jari-jari ku perih karena terkena air sabun seharian dan mengosok baju ini, bagaimana pun aku harus menghabiskan cuciannya, jika tidak dia pasti akan memukulku, ayahku sendiri saja bisa memukulku apalagi orang lain" batin Flower


"Perutku lapar, sudahlah. lagi pula sudah biasa tidak makan, asal jangan di pukul lagi" gumam Flower


Jam dinding menunjukan pukul 10 malam


"Cole, gadis itu masih menyuci sampai sekarang, apa dia baik-baik saja? dia juga tidak makan apa-apa dari tadi?" tanya Harry


"Aku juga tidak tahu, bos sangat kejam padanya, bahkan dengan pembantu saja di beri makan, tapi sama dengan wanitanya malah disiksa" jawab Cole

__ADS_1


"Aku heran dengan bos kita itu, hatinya sangat mencintai gadis itu tapi dia malah menyiksanya, apa dia senang melihat gadis itu tersiksa" ujar Harry


Setelah satu jam kemudian


"Hah....akhirnya selesai, seharusnya dia tidak akan memukulku kan?" gumam Flower yang meniup tangannya karena terluka


"Nona" sapa Cole yang tiba-tiba muncul


"Tuan"


"Panggil saja namaku, nama ku adalah Cole, dan mari ikut aku" ujar Cole dengan sopan dan berjalan menuju ke sebuah kamar


Klek


"Silakan Nona" ucap Cole yang mempersilakan Flower


Flower lalu melangkah masuk ke kamar mewah dan luas itu sambil melihat kesemua arah


"Ini kamar siapa?" tanya Flower dengan heran


"Nona, mulai hari ini Anda tidur di sini" jawab Cole dengan sopan


"Tidur di sini? bukankah aku harus di ruangan bawah tanah?" tanya Flower dengan penasaran


"Ruangan bawah tanah?"


"Iya, apa kau yakin jika bos mu ingin aku tinggal di kamar ini?" tanya Flower dengan polos


"Benar Nona, ini adalah pesanan bos, jadi istirahatlah dulu, sudah malam. selamat malam" ucap Cole yang melangkah keluar dari kamar itu


"Aku mengira dia akan mengurungkan ku ke ruangan bawah tanah, tidak apa-apa jika aku harus bekerja seharian asal aku tidak di pukul lagi ini sudah lebih dari cukup, badan ku sangat sakit" batin Flower


Flower lalu menuju ke kamar mandi dengan membersihan tubuhnya dengan air hangat, rasa perih pada tubuhnya masih terasa akibat pukulan rotan yang belum mengering, di tubuhnya itu telah dipenuhi oleh bekas luka yang didapatkan di saat usia 14 tahun, selama 10 tahun hampir setiap hari dia harus menerima pukulan rotan yang di lakukan oleh sang ayahnya


"Hah..ssssstttt..perih sekali kena air, luka ini belum mengering" gumam Flower yang melihat dirinya di cermin


"Siapa Charles yang membeliku ini? kenapa dia membeliku ya? apa yang dia inginkan sebenarnya? kenapa dia mengatakan jika aku lupa namanya, apa dulu aku pernah melihatnya tapi di mana?" gumam Flower

__ADS_1


"Jika tidak salah tiga tahun lalu papa pernah menghukumku selama seminggu di ruangan bawah itu ,karena aku lari dari rumah tapi kenapa aku tidak bisa ingat, tidak mungkin jika di saat itu aku bertemu dengan tuan Charles, jika aku pernah keluar kenapa aku bisa tidak tahu" batin Flower


__ADS_2