
"Tapi kenapa memilih dia dan bukan Fannie?" tanya Mona dengan merasa tidak percaya
"Nyonya Clisten, kau sungguh mengira jika putrimu itu seharga enam ratus ribu dolar? sudah kukatakan sebelumnya dia bahkan tidak lebih murah dari harga sepatu ku, jadi mana mungkin aku mau mengeluarkan uang untuk barang tidak berkualitas seperti dia" ketus Charles dengan bersikap tenang
"Charles, kenapa harus dia?" tanya Fannie yang merasa tidak puas
"Kenapa aku harus memberitahu mu alasannya?" jawab Charles dengan dingin
"Tuan Charles, Anda adalah pria yang berstatus tinggi tidak pantas dengan wanita yang sudah pernah.?" kata Mona yang terhenti
"Sudah pernah apa?" tanya Charles
"Sudah bekas orang" jawab Mona dengan sengaja
"Lalu kenapa kau tidak puas? kau menerima uang ku dan ingin memaksa ku untuk menerima barang yang tidak berkualitas ini" ujar Charles dengan menunjukan ke arah Fannie
"Mark Clisten, aku kagum padamu karena kau selama ini menyembunyikan anak kandungmu dengan baik, sehingga tidak ada yang tahu bahwa kau masih memiliki seorang anak gadis di rumah" ucap Charles
"Bukan seperti itu, sebenarnya putriku ini sangat pemalu, dia tidak berani berjumpa dengan siapapun dan dia juga sangat penakut oleh karena itu aku dan Mona tidak tega memaksanya bertemu dengan orang luar" jelas Mark dengan alasan
"Oh...ternyata begitu, jadi sekarang apa kalian sudah bisa membiarkan aku membawanya pergi?" tanya Charles dengan senyum palsu
"Gawat, jika saja Charles membawa anak sampah ini maka aku pasti disalahkan oleh pria tua itu, Ken akan datang menjemputnya sebentar lagi, kami akan mengalami masalah kalau begini" batin Mark
"Charles, kau akan menyesal jika memilihnya, sebelumnya dia sudah pernah menjalinkan hubungan dengan pria, setelah pria itu bosan maka pria itu pun pergi meninggalkannya, aku hanya tidak mau sampai di saat itu kau tahu dan mengira kami telah membohongimu" kata Fannie
"Kau bohong, jangan sembarangan menuduh ku" bentak Flower yang kesal dan mendorong Fannie sehingga hampir terjatuh dan di pegang oleh Mona
"Kau keterlaluan, kenapa sebagai wanita kau sangat kasar, enam ratus ribu dollar? kau tidak layak sama sekali" ketus Fannie yang ingin mendorong Flower akan tetapi di halang oleh Charles yang mengenggam kuat tangan Fannie
"Jika kau berani menyentuhnya percaya atau tidak aku akan menghancurkan kedua tangan kotor mu ini" ketus Charles dengan melepaskan tangannya dengan kasar
"Aaaarhhh" jeritan Fannie yang merasa sakit pada tangannya
"Tuan Charles, maafkan Fannie, dia bukan sengaja, hanya saja Flower masih sangat muda apa Anda bisa melepaskannya?" pinta Mark dengan sopan
"Jangan berharap, kalian mau atau tidak hari ini dia sudah menjadi milikku, jadi dia harus mengikutku pulang" jawab Charles dengan tegas
"Wah..wah..di sini sangat ramai sekali, apakah aku sudah ketinggalan sesuatu?" tanya Farlos yang baru melangkah masuk ke ruangan tamu
__ADS_1
"Tuan Farlos" sapa serentak Mona dan Mark
Fannie yang melihat kemunculan pria itu membuatnya merasa jijik dan benci seakan- akan ingin mencabik tubuh pria itu, akan tetapi dia hanya bisa menahan diri akibat tidak ingin kejadian itu di ketahui oleh semua orang
"Aku tidak menyangka jika adikku bisa muncul disini?" tanya Farlos yang berpura-pura senyum dan menghampiri Charles
"Kota ini terlalu kecil sehingga kemana pun tetap bisa bertemu dengan mu" jawab Charles
"Itu karena kita berjodoh" ujar Farlos
"Sebenarnya hari ini aku datang untuk menemui nona Fannie, apa kabar mu?" ucap Farlos dengan senyum jahat menatap ke arah Fannie
"Bukan urusan mu" jawab Fannie dengan kesal
"Aku adalah tamu, jadi jangan bersikap dingin terhadapku, ha....aku ingat di saat itu kau memberitahu ku jika kau memiliki seorang adik perempuan yang cantik, aku penasaran apakah dia secantikmu?" ujar Farlos
"Tuan Farlos, tidak tahu apa tujuan Anda kemari?" tanya Mona
"Bertemu dengan putri Anda, dan juga putri tuan Mark" jawab Farlos yang menatap ke arah Mona dan Mark
"Kenapa ingin bertemu dengan dia?" tanya Mark dengan menunjukan jari ke arah Flower
"Tuan Mark, siapa namanya? apakah dia adalah putri bungsu mu?" tanya Farlos dengan menatap Flower
"Namanya Flower" jawab Mark
"Nona Flower, ternyata kau sangat cantik, bahkan lebih menawan dari kakakmu itu" ucap Farlos yang menghampiri Flower
"Jika kakakmu cantik bagaikan ratu cantik maka kamu bagaikan bidadari yang sangat di sukai oleh semua orang" kata Farlos dengan senyum jahat
Melihat tatapan pria itu Flower pun memundurkan langkahnya ke belakang Charles
"Jangan takut, aku tidak akan melukaimu, kita bisa berteman" ucap Farlos dengan menatap Flower dari atas hingga kekaki
"Jaga matamu, Farlos Robertson" kecam Charles
"Kenapa? kau jangan mengatakan jika kau berminat dengannya? kau bukan tipe yang suka dengan wanitakan?"
"Wanita lain aku tidak peduli, tapi kalau wanita ini adalah milikku" kata Charles dengan merangkul pundak Flower dengan erat, sehingga membuat Flower ketakutan dan ingin meronta
__ADS_1
"Charles Robertson, kau sangat kasar. kau lihatlah dia sudah ketakutan, jangan menakuti dia" kata Farlos
"Huffff, dasar serigala semua wanita dia mau" batin Harry
"Ini urusanku, kau tidak perlu ikut campur, jika kau masih melihatnya maka aku akan mencongkel matamu" kecam Charles dengan merasa kesal
"Kau sangat pemarah, aku hanya melihatnya saja, gadis semanis ini siapa yang tidak mau melihatnya" jawab Farlos dengan senyum jahat
"Tuan Mark, Anda seharusnya membawanya keluar, putri mu secantik ini tapi kau malah menyimpannya dirumah, orang luar hanya mengenal anak tirimu, tapi mereka tidak tahu jika dirimu telah menyimpan berlian yang besar di dalam rumah, berlian ini bahkan lebih berkilau dari anak tirimu" kata Farlos dengan mengejek Fannie
"Tuan Farlos, apa maksud dengan perkataanmu? putriku mana mungkin kalah dengannya" ujar Mona yang merasa kesal
"Kenapa mereka berdua menjadi berebut wanita sampah ini? apa mereka tidak menganggap putriku?" batin Mona
Flower yang di rangkul oleh Charles dengan erat berusaha ingin melepaskan diri, akan tetapi disaat dia meronta pria itu malah semakin erat merangkulnya
"Masih ingin lari? apa masih belum puas kau melarikan diri?" tanya Charles dengan tatapan aura membunuh
"Tu..tuan sakit" ucap Flower yang sedang kesakitan di tubuhnya
"Sudah lama aku tidak melihatmu, aku ingin beri hadiah untukmu" ucap Charles dengan mengangkat dagu Flower dan mencium bibirnya dengan dalam, sehingga membuat Flower ingin mengelak akan tetapi dagu dan tubuhnya di tahan oleh Charles
Tentu aksi Charles telah mengejutkan semua yang ada di sana, semua mata berfokus pada Charles yang sedang mencium bibir Flower secara paksa
"Dasar pria gila, dia malah bisa ciuman didepan semua orang, apa dia sudah gila" batin Farlos
Fannie yang melihat pemandangan itu membuatnya semakin histeris dan tidak bisa menerimanya sama sekali
Mark dan Mona hanya bisa terdiam tidak berani bicara sepatah kata pun, walau sebenarnya mereka sangat berharap jika Fannie yang menjadi pilihan Charles
Setelah beberapa saat kemudian Charles melepaskan ciumannya
"Manis sekali, ini membuatku ketagihan" kata Charles dengan melanjutkan ciumannya tanpa menghiraukan semua yang ada di sana
"Tu..tuan" ucap Flower yang berusaha mengelak akan tetapi di tahan oleh Charles dan menciumnya tanpa berhenti
Flower yang di tahan oleh Charles hanya bisa pasrah, sekuat apa pun dia meronta tenaganya tetap kalah dari pria itu
Cole yang melihat bosnya itu merasa malu dan tidak berani melihat ke arah bosnya yang sedang mencium gadis itu, sementara Harry merasa bangga pada sikap bosnya
__ADS_1
"Luar biasa, ini pertama kalinya aku melihat bos menyentuh wanita, hebat sekali didepan semua orang, keluarga Clisten pasti merasa panas" batin Harry