Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Dendam masa lalu


__ADS_3

"Stallone, apa yang kau lakukan? sakit sekali," erangan Lucia yang ingin bangkit akan tetapi pinggangnya di tekan oleh pria itu.


"Jangan salahkan aku! kau yang membangkitkan hasratku," jawab Stallone yang sedang bergoyang pinggulnya dengan cepat.


"Aarrghhh...." teriakan Lucia yang mengeluarkan air matanya.


"Sakit..."


"Tolong hentikan!" pinta Lucia yang sedang menangis.


"Aku tidak akan berhenti jika belum puas, jangan salahkan aku kau yang mengodaku dulu!" kata Stallone.


"Stallone, aku mencintaimu dan apakah kau akan menikahiku?" tanya Lucia yang sedang menahan sakit.


"Tidak akan ada pernikahan di antara kita," jawab Stallone.


"Kenapa? kau sudah merenggut keperawananku!"


"Kau yang mengajakku ke kamar dan melepaskan bajumu dan kemudian kau tidak sadarkan diri dalam kondisi telanjang, kita melakukannya karena sama-sama suka,"ketus Stallone yang melakukan gesekan dengan semakin cepat karena menikmati puncak kenikmatan..


"Aaarrghh...."pekik Lucia yang sedang kesakitan.


"Tapi aku mencintaimu, dan aku rela memberikan padamu. aku ingin kau menikahiku!"pinta Lucia.


Mendengar ucapan wanita itu Stallone langsung menghentikan aksinya.


"Lucia, walau kita sudah kenal akan tetapi hanya sebatas kenalan saja. kau tidak tahu siapa aku dan aku juga tidak tahu siapa dirimu," jelas Stallone yang turun dari tempat tidur.


"Stallone, apa kau tidak pernah mencintaiku?"tanya Lucia yang berubah posisi duduk.


"Tidak pernah."jawab Stallone dengan tegas.


"Dan kenapa kau sering datang ke club?"


"Aku memang selalu datang ke club, apa yang aneh bagimu?"


"Stallone, jika kau tidak mencintaiku kenapa saat kau datang selalu kau mencariku?"


"Lucia, dari pertama kali aku melihat mu aku mengira jika kau adalah pekerja club malam."

__ADS_1


"Kau mengira aku adalah pelayan sini?" tanya Lucia dengan merasa tidak percaya.


"Lihatlah pakaianmu! setiap malam kau mengenakan pakaian ketat, rok di atas lutut, dengan baju tanpa lengan sehingga menampakkan dua dada mu. siapa saja akan mengira jika kau bekerja di sana. dan kau lihat saja warna rambut mu yang selalu berubah warna. dari kuning, hijau kemudian menjadi merah. siapa yang bisa menebak kau bukan bagian dari club malam," ketus Stallone.


"Tapi yang pentingnya sekarang adalah kau sudah mengambil mahkotaku," ujar Lucia dengan sambil menangis.


"Aku akan ganti rugi, berapa yang kau minta?"


Lucia menarik selimutnya dan menutupi tubuh sendiri yang tanpa sehelai benang. lalu ia pun berdiri di hadapan Stallone.


"Aku bertanya lagi padamu, apa kau akan menikahiku?" tanya Lucia dengan mengeluarkan air mata.


"Tidak!" jawab Stallone dengan tegas.


"Aku tidak akan melupakan kejadian malam ini, aku akan beritahu kepada kakakku," ujar Lucia dengan tegas.


"Kalau begitu aku juga ingin bertanya pada kakakmu, kenapa bisa membiarkan adiknya setiap malam di club malam dengan berpakaian yang tidak seharusnya, selain itu apakah dia tidak tahu jika adiknya sering saja minum minuman keras dan menari-nari dengan pria yang datang ke club malam. dengan gayamu ini kau bisa jatuh ke tangan pria. dan aku adalah pria yang sial malam ini," ketus Stallone.


"Kau mengatakan sial? apa maksudmu?"tanya Lucia dengan kesal.


"Maksudku adalah jika aku tahu kau masih perawan atau bukan wanita panggilan aku juga tidak melakukannya denganmu. kau berperan seperti pelayan dan mengodaku dan sekarang kau malah ingin menyalahkanku seolah-olah kau adalah korban," bentak Stallone.


Tamparan di lakukan oleh Lucia karena merasa kesal.


"Pergi! pergi dari sini!" teriak Lucia yang mengusir Stallone.


"Kejadian malam ini adalah keinginan mu sendiri, jangan menyalahkan ku!" ketus Stallone yang sedang mengenakan celana panjangnya.


"Keluar!" teriak Lucia sambil menangis dengan perasaan hancur.


"Sebagai wanita kau bebas bermain di club malam dan mengoda pria. kau ingin mengunakan keperawanan mu untuk memaksaku menikahimu, kau jangan berharap," ketus Stallone yang sedang memakai kemejanya.


"Apa kau tahu mahkota wanita adalah yang paling penting," bentak Lucia.


"Kalau memang penting kenapa kau berpakaian seperti jal*ng dan mengodaku? setelah itu kau baru memintaku menikahimu. aku tidak akan ambil gratis keperawanan itu. aku akan membayarmu," ketus Stallone yang mengambil lembaran uang.


"Tiga ratus lima puluh dollar ini bayaran untukmu, karena hanya ini nilai mu," ketus Stallone meletakan uang itu ke kasur dan kemudian melangkah pergi.


"Aaarrrghhh..."teriakan Lucia dengan histeris.

__ADS_1


"Tiga ratus lima puluh dollar? di mata mu aku hanya senilai ini!"ketusnya yang merasa sakit hati.


Lucia yang merasa sakit hati lalu mengambil handphonenya menghubungi seseorang di sana.


" Hallo, Lucia. ada apa?"


"Kakak, aku di perk*sa oleh Stallone dan tolong aku untuk membalas dendam!"


"Apa, kau ada di mana sekarang? dan di mana pria itu? kakak akan langsung membunuhnya!" kata kakaknya yang berada di seberang sana.


"Bawa kepalanya ke depan makamku!" jawab Lucia yang kemudian memutuskan panggilannya.


"Stallone, kakakku adalah gangster, dia akan mencari mu dan membunuhmu. walaupun aku mati aku tidak akan melepaskanmu! aku akan menunggumu di alam sana," ucap Lucia yang berjalan menghampiri jendela, sesaat kemudian ia pun melompat ke bawah.


Bruk...


Hentakan tubuhnya yang kuat sehingga menyebabkan kepalanya pecah dan menampakan otaknya yang juga hancur berserakan.


Kejadian tiga tahun lalu adalah perangkap yang di lakukan oleh Lucia sendiri. karena tertarik dengan ketampanan Stallone maka dia pun sengaja mendekati pria itu dan minum bersamanya. dan kemudian ia mengoda pria idamannya dengan menghabiskan beberapa botol minuman keras sehingga mabuk.


Di malam itu Lucia yang merasa kecewa karena di tolak dia pun memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari kamarnya yang di lantai 10. tidak ada yang tahu apa yang terjadi di malam itu. ia yang mengoda pria itu dan mengajaknya ke hotel dan tidak sadarkan diri karena sengaja memabukan dirinya.


Setelah kematian Lucia, Fernando tanpa berhenti mencari info mengenai Stallone sehingga mencarinya sampai ke london. selama tiga tahun jumlah anggotanya bertambah pesat hanya demi ingin membalas dendam terhadap Stallone yang di anggap sebagai pelaku pemerko.saan adiknya.


Lucia yang merasa tidak puas atas penolakan Stallone ia sengaja menjadikan pria itu sebagai sasaran kakaknya untuk membalas dendam.


Flashback Off.


"Lucia, apa yang terjadi di malam itu? karena kau mengatakan kau di paksa maka kakak pasti akan mengambil kepala pria itu," gumam Fernando sambil menatap foto itu.


Hotel tempat tinggal Stallone.


Di siang hari itu Stallone menghabiskan beberapa minuman kaleng dengan sambil duduk bersandar di sofa.


"Bos, anggota kita sedang menuju ke sini dengan mengunakan helikopternya, kita bisa berangkat langsung setelah mereka tiba," ujar Chan.


"Hm...aku berharap dalam perjalanan ke sini tidak ada halangan," kata Stallone.


"Aku ingin menyelidiki sebenarnya apa alasan dia ingin membunuhku," ujar Stallone.

__ADS_1


__ADS_2