
Setelah memindahkan Flower ke kamar Vip Charles melangkah masuk ke kamar itu, ia menghampiri Flower yang masih belum sadarkan diri
"Flower, maaf. maafkan aku, cepat buka matamu dan lihatlah aku yang ada di hadapan mu, semua ini tidak seperti yang di rekaman itu, aku salah mengenalnya" ucap Charles dengan mencium wajah Flower yang masih pucat
"Di saat aku sedang mabuk tanpa ku sadari aku telah melukaimu, kau memilih jalan kematian karena merasa kecewa, aku tidak pernah berpaling darimu, karena di hati ku ini aku hanya mencintaimu seorang diri" kata Charles yang mengeluarkan air matanya
Charles lalu mengeluarkan box kecil yang berwarna merah, di saat ia membuka box itu dan mengambil isi dalamnya yang adalah cincin permata lalu ia pun menyarungkan cincin itu ke jari manis Flower, dengan mencium tangan gadis pujaannya itu
"Flower, cincin ini adalah lamaranku, aku ingin menikahi mu dalam waktu dekat" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower
Sementara Steve bersama Vic dan Harry sedang berada di ruangan kerja Winz
"Harry, apakah pelakunya sudah di tangkap?" tanya Steve yang sedang duduk di sofa ruangan kerja Winz
"Cole sedang mencari pelakunya" jawab Harry
"Steve, kejadian ini di pub, coba periksa saja kamera cctv nya, barangkali ada terekam pelakunya" ujar Vic
"Kenapa dia melakukan ini?.apa motifnya? apa dia bermusuhan dengan Charles ataupun Flower?" ucap Winz dengan penasaran
"Bos memiliki banyak musuh selama ini, tapi tidak pernah ada yang mengunakan cara ini, jika saja musuhnya ingin membalas dendam maka mereka akan melakukan dengan terang-terangan" jelas Harry
"Apakah dia ingin membalas dendam kepada Flower?" tanya Winz dengan penasaran
"Flower adalah gadis baik mana mungkin dia memiliki musuh" ujar Steve
"Fannie dan Mona! dua wanita ini adalah orang yang paling sering ingin mencari masalah dengan nona, seperti beberapa hari yang lalu mereka mencari masalah dengan nona saat kami di pasar" jawab Harry
"Aku akan segera periksa rekaman cctvnya" kata Steve
Malam hari
Steve yang berada di pub langsung memutar ulang rekaman di cctvnya, di saat itu dia sedang bersama Cole
"Semalam aku dan Charles duduk di dekat meja pajangan minuman, dan melihat rekaman ini seharusnya posisinya dekat kursi pelanggan yang pas di belakang kami" ujar Steve yang sedang mencari pelaku yang merekam video itu
"Ini dia, dia sedang memegang handphonenya" kata Cole yang menunjukan jarinya
"Apa kau mengenalnya? kenapa dia sengaja merekam ini dan mengirim ke Flower?" tanya Steve
__ADS_1
"Aku mengenalnya dan aku tahu juga sebabnya" jawab Cole yang sedang melihat si pelakunya yang di rekaman itu
"Tuan Steve, terima kasih atas bantuan Anda, aku ingin segera menangkapnya dan serahkan pada bos" ucap Cole dengan sopan dan melangkah pergi meninggalkan ruangan Steve.
"Kehidupan dunia Gengster sangat tidak mudah" gumam Steve dengan mengeleng-geleng kepalanya
Setelah mengetahui siapa pelaku tersebut Cole langsung menuju ke rumah sakit
Tidak lama kemudian Cole tiba ke rumah sakit
"Apaa, dia pelakunya?" tanya Harry dengan merasa hampir tidak percaya
"Bawa dia ke hadapanku dan aku ingin dia menjadi saksi untuk ku, dan membuktikan pada Flower jika ini adalah ulah dia" perintah Charles dengan merasa kesal
"Bos, aku sudah mengerahkan anggota kita untuk mencarinya, jika dia masih di London kita akan mudah mendapatkannya" jawab Cole
"Setelah dapatkan dia, lakukan saja yang seharusnya" perintah Charles dengan merasa kesal dan menuju ke kamar Flower
"Kali ini dia pasti mati" ujar Harry yang melihat ke arah Cole
"Aku akan mematahkan jari-jarinya" kata Cole
Villa Steve
"Steve, apa kamu sudah siap masak? jangan lama, nanti jika Flower sadar dia pasti lapar" teriak Vic yang mengema satu ruangan
"Papa, jangan berteriak terus, aku sedang memasak, ini sudah ke lima kali papa mendesakku" jawab Steve yang sedang mengenakan celemek sambil memasak
"Iya, iya tapi kamu sudah 2 jam juga belum selesai, jika papa tahu kamu begitu lambat makanya papa yang memasak sendiri" jawab Vic yang menghampiri ke dapur
"Papa, ini baru jam 7, masih sempat jangan mendesakku terus"
"Aku hanya tidak mau Flower kelaparan"
"Bagaimana jika Flower sudah sadar kita bawa saja dia tinggal bersama kita dan menjadikan dia sebagai putrimu" ujar Steve dengan bercanda
"Asal gadis itu mau, papa tentu menerimanya"
"Sikap mu sangat beda dengannya, apakah dia hasil hubungan gelap mu dengan wanita lain selain bibi itu?"
__ADS_1
"Jangan sembarangan bicara, selain mamamu dan bibimu papa tidak ada wanita lain"jawab Vic yang sedang melihat masakan putranya
"Cepat selesaikan kerjamu, baru dua jenis lauk saja 2 jam tidak siap"
"Aneh sekali! Papa, dari pada di sini bagus papa duduk di ruangan saja, jangan menganggu ku kerja"
"Lauk apa yang kamu masak? Flower masih belum sembuh jangan memberi dia makan sembarangan"
"Aku memasak bubur dan campur dengan ayam, dan yang satu lagi adalah sop obat yang dulu bibi masakan untukku"
"Ternyata kau masih ingat cara masaknya?"
"Aku melihat bibi campur bahan-bahannya di saat itu, dan bibi juga ajarkan cara memasaknya, walau di saat itu usia ku hanya 7 tahun tapi aku masih ingat dengan jelas"
"Setidaknya otakmu masih jernih, cepat selesaikan kerjamu jangan buang waktu, jika tidak nanti Flower kelaparan" jawab Vic
"Dari tadi aku sedang mengerjakan, Pa. jangan mendesakku terus, pergi duduk di sana" kata Steve yang sedang sibuk dengan tangannya
Rumah sakit
"Bos, sudah semalaman bos tidak pulang bagaimana jika aku mengantikan bos, nanti jika nona sadar aku akan menghubungi bos" kata Harry yang sedang berada di kamar Flower bersama Charles
"Aku tidak mau meninggalkannya, aku hanya ingin di saat dia membuka matanya orang yang pertama dia lihat adalah aku" ucap Charles dengan menyentuh wajah Flower
"Flower, aku berjanji padamu aku tidak akan menginjak ke pub lagi, dan juga tidak akan mabukan di luar, ayolah.. cepat buka matamu" ujar Charles yang sedang menyentuh wajah Flower
Tiba-tiba Nada dering masuk ke handphone milik Charles
Saat Charles mengeluarkan handphone ia pun menjawab panggilan dari Cole yang di seberang sana
"Hallo" jawab Charles yang menerima panggilan itu sambil melangkah keluar dari kamar dan di ikuti oleh Harry
"Bos, aku sudah dapat pelakunya" kata Cole yang di seberang sana
Tidak lama kemudian Flower mulai membuka matanya, Flower hanya diam menatap langit tidak tahu apa yang ada di pikirannya
Flower mengeluarkan air matanya dengan berbaring diam tidak bergerak menatap langit-langit kamarnya tanpa berkedip
"Mark Clisten" gumam Flower dengan mengenggam kuat sprei dengan ke dua tangannya, seakan-akan ingin mencabik nama yang di panggilnya itu
__ADS_1