
Stallone mengambil handuknya yang di kasur dan melilit tubuh bagian bawahnya. lalu dia membuka laci di mejanya itu dan mengambil pistol.
"Kau cepat bersembunyi di bawah kasur! setelah selesai kita lanjutkan lagi!" perintah Stallone yang sambil melepaskan tembakannya ke arah luar jendela.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...." teriakan beberapa pembunuh yang di tembus oleh peluru.
Sekumpulan pembunuh yang di luar sana melepaskan tembakan tanpa berhenti.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari mereka menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamar tersebut.
Prang...prang...prang...prang...
Bunyi pecahan kaca jendela yang hancur berserakan di kamar itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Prang...prang...prang...prang...
"Aaarrrghh...." teriakan wanita itu yang bersembunyi di bawah kasur.
Stallone berlindung di bagian bawah jendela dan mencari kesempatan untuk menembak.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan yang di lakukan oleh Stallone menembus beberapa lawannya yang di luar sana.
"Aaarghh...."
Mereka semakin mendekati jendela dan sambil melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Sementara pembunuh yang di luar rumah juga berusaha mendobrak masuk ke dalam rumah Stallone. mereka menembak gagang pintu sehingga rusak dan kemudian melangkah masuk ke dalam.
Stallone yang mendengar suara tembakan ia pun langsung melompat keluar dari jendela dan sambil melepaskan tembakan ke arah sekumpulan orang yang menembak kamarnya tadi.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Stallone mengenai beberapa musuhnya dan tumbang satu-persatu.
Stallone yang hanya mengenakan handuk melawan dengan beberapa musuhnya yang belum di ketahui dari kumpulan mana..
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan demi tembakan di lakukan oleh Stallone yang berhasil membunuh semua lawannya itu.
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
"Aarrghh...."
__ADS_1
"Aarrghh...."
Sementara sekumpulan yang menyerang dari depan rumah telah masuk ke dalam dan menembak ke semua arah sehingga menghancurkan seisi barang yang di dalam rumah itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Prang...prang...prak...prak...prang...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Setelah itu mereka mendobrak pintu kamar sehingga terbuka.
Saat mereka masuk ke dalam kamar itu tidak terlihat sasaran mereka di sana. mereka melihat ke sana ke sini dan serta kamar mandi tetapi tidak melihat bayangan orang yang mereka cari.
Saat mereka masuk ke dalam kamar wanita yang bersembunyi di bawah tempat tidur sambil menutup mulutnya dan ketakutan.
"Dia sedang bermain wanita di sini," kata salah satu pria itu yang melihat pakaian pria dan wanita yang berserakan di lantai.
"Sudah tidak heran, siapa yang tidak mengenalnya. dia adalah playboy kamboja."
"Mari kita cari lagi! aku yakin dia belum jauh, dan dia pasti keluar dari jendela ini!" ajak salah satu teman mereka.
Sekitar belasan pembunuh itu melompat keluar dari jendela mencari jejak sasaran mereka.
Stallone sedang berada di atas genteng rumahnya sambil menunggu kesempatan untuk membunuh para pembunuh itu.
Setelah dia melihat belasan pria bersenjata keluar dari jendela kamarnya dia menodong senjata ke arah mereka.
Mereka yang sedang menodong senjatanya ke semua arah tidak menyadari mereka sedang di amati dari atas genteng sana.
Tidak lama kemudian Stallone melepaskan tembakan ke bawah yang di mana tempat mereka berdiri.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Jeritan mereka dengan serentak dan sesaat kemudian mereka tewas langsung di tempat.
Setelah berhasil membunuh mereka, Stallone melompat ke bawah dengan berniat ingin masuk ke kamarnya untuk memakai baju dan celananya.
"Hei...sudah bisa keluar! mereka sudah mati!" panggil Stallone yang sedang berjalan menghampiri lemarinya
Wanita panggilan itu tidak ada reaksi sama sekali. di saat Stallone ingin mengambil salah satu kemeja yang di gantung, ia menoleh ke arah kasurnya itu.
"Hei...sudah bisa keluar! sudah aman," panggil Stallone yang berjalan menghampiri kasurnya dan kemudian ia pun membungkuk dan melihat ke bawah sana.
"Dia pingsan atau meninggal?" ucap Stallone yang melihat wanita itu tidak bergerak sama sekali karena ketakutan sehingga tidak sadarkan diri.
"Cepat bongkar rumah ini dan bunuh dia!" teriak suara pria yang dari depan rumah.
"Gawat, masih ada teman mereka," gumam Stallone yang langsung mengambil hanphonenya yang ada di kasur dan melompat keluar dari jendela.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari mereka yang menghancurkan semua barang-barang di dalam rumah itu.
Stallone berlari dengan cepat dan hanya mengenakan handuk.
"Dasar sialan! baru kali ini aku di kejar dan harus melarikan diri dengan penampilan seperti ini. bahkan tidak sempat untuk memakai celana da.lam," ocehan Stallone sambil berlari.
Sekumpulan pembunuh itu lalu masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Kelihatannya dia sudah kabur, saudara kita sudah tewas karena ulahnya."
"Cari dia sampai dapat! jika tidak, bos pasti akan membunuh kita!"
"Mari kita berpencar aku yakin dia belum jauh!" ajak salah satu pembunuh itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan mereka menghancurkan seisi kamar dari lemari, kursi, meja dan kasur. karena tembakan ke arah kasur maka pelurunya menembus hingga ke bawah dan mengenai wanita yang tidak sadarkan diri itu.
Stallone yang berlari cukup jauh lalu ia menghentikan langkahnya karena kewalahan. berhenti di bawah pohon sambil berlindung dari panas terik matahari. kemudian ia menekan nomor tujuan di handphonenya.
Tut...tut...tut...tut...tut...
"Kenapa tidak bisa sambung? memangnya dia ada di mana?" tanya Stallone yang sedang bicara sendiri.
Ia mencoba berkali-kali akan tetapi tidak terhubung sama sekali.
"Di mana Juve? kenapa tidak angkat panggilanku?"
Stallone mencoba beberapa kali menghubungi anak buahnya. akan tetapi tetap tidak bisa di hubungi.
"Dia menghubungi ku berkali-kali dan aku tidak menjawabnya sekalipun, apa dia ada masalah?" gumam Stallone.
"Sia.lan! ini salahku!" ketus Stallone dengan merasa kesal.
"Aku tidak membawa dompet, keluar hanya bawa handuk ini. anggotaku juga belum tiba. dengan kondisi seperti ini aku bisa ke mana," ucap Stellone.
"Markas Black Dragon? iya, sementara ke sana dulu. aku harus berjalan kaki ke sana. gila sekali ini cukup jauh."
Stallone lalu berjalan kaki melewati banyak orang yang berkerumuan di sana. dengan tanpa baju yang menutupi tubuh bagian atasnya dan hanya handuk berwarna putih yang menutupi tubuh bagian bawahnya itu. tentu saja ke mana pun berjalan banyak orang yang memerhatikan dia sehingga dia merasa risih. tubuh kekarnya
serta wajah tampannya sudah basah karena kepanasan dan berkeringat. dan berjalan tanpa mengunakan alas kaki.
"Apa dia di usir istrinya ya?"
"Atau dia ketahuan selingkuh?"
"Mungkin dia curi makan di luar sehingga di usir oleh istrinya."
"Ataupun dia membawa wanita ke rumah dan karena ketahuan istrinya maka dia di usir."
"Tubuhnya sangat indah."
"Wajahnya juga tampan."
"Tapi, dia seperti kehilangan semuanya dan hanya ada handphone dan handuknya."
Beginilah cemohan yang dia dengar di sepanjang jalan.
Setelah dua jam kemudian ia pun tiba ke depan markas Black Dragon. saat ia tiba ia melihat Flower sedang menghiasi bunga di depan markas karena Flower mengingat bahwa Liza sangat menyukai bunga tersebut.
Stallone dengan santainya berjalan menghampiri Flower dan memanggil gadis itu.
"Flower...." panggilan Stallone yang sambil mengangkat satu tangannya.
Flower yang menoleh ke arah suara itu berada dengan di kejutkan oleh penampilan pria yang dia kenal itu. saat Stallone berjalan mendekati gadis itu tiba-tiba saja handuknya terlepas sehingga menampakan pusakanya.
"Aarrghh...." teriakan Flower.
"Dasar pencabul...." bentak Flower yang langsung menendang tubuh bagian bawah pria itu
__ADS_1
BRUGH....
"Aarrrgghhh...." teriakan Stallone yang kesakitan sambil melompat-lompat memegang pusakanya itu dalam kondisi tanpa sehelai benang. sementara Fower berlari ke dalam markas dengan berteriak nama Charles.