Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Coco tewas


__ADS_3

"Charles, aku selama ini selalu tulus padamu, aku merasa sakit hati karena kau membiarkan aku di tangannya, dia telah mengambil sesuatu yang seharusnya miikmu" ucap Coco dengan mengeluarkan air matanya


"Jika di saat itu dia tidak menangkapmu maka kau sudah mati di tanganku, apa kau mengira aku akan melepaskanmu? anakku tewas karenamu, wanita ku menderita karenamu, apa kau sudah lupa siapa yang akan kau hadapi dan siapa yang akan mengambil nyawamu jika Flower ada apa-apa?"kecam Charles


"Charles, jangan begitu kejam padaku, bagaimanapun rasa cintaku padamu tidak pernah berubah, apakah semua yang ku alami ini masih belum cukup untuk menebusnya? aku di ikat di perk*sa berkali-kali, dan kemudian aku juga keguguran, apa semua masih belum bisa menebus kesalahanku padamu?" ujar Coco


"Semua yang kau alami itu adalah karma untukmu, asal kau tahu saja setiap ada yang ingin menyakiti Flower itu sama saja sudah menjadi musuhku" ucap Charles dengan tegas


"Charles, berilah aku kesempatan untuk menjadi istrimu, aku mencintaimu dengan tulus, jika kau masih mencintainya itu tidak masalah, kau bisa membawanya ke sini dan tinggal bersama, aku tidak akan menyalahkanmu" kata Coco


"Apa kau menganggapnya sebagai wanita rendahan? sehingga harus berbagi seorang pria denganmu? memang kau memandang dirimu sebagai apa?" kecam Charles yang mencengkeram leher Coco


"Charles, jangan menyakitiku, bagaimanapun aku sudah menjadi korban demi dirimu" ujar Coco yang merasa kesakitan di bagian lehernya


"Berkorban demi diriku? itu hanya pandanganmu saja, aku tidak peduli padamu sama sekali, aku hanya peduli pada wanita milikku, dan karena kau sudah datang maka hidupmu akan segera berakhir" kata Charles yang mencengkeram leher Coco dengan semakin erat


"Aaarrggh" jeritan Coco yang sulit untuk bernafas


"Dari awal aku membiarkanmu hidup, tapi kau masih saja datang menganggu, kau sudah bosan untuk hidup, dan aku akan membantumu agar kau pergi lebih cepat" kata Charles dengan mengcengkeram semakin kuat


Coco yang lehernya di cengkram tidak bisa bernafas dan merasa sakit sehingga wajahnya memerah, Charles yang merasa kesal terhadap wanita itu ia pun tanpa ragu untuk mengambil nyawanya


"Aaaarrhh" jeritan Coco yang tangannya memukul-mukul tangan Charles dan berusaha untuk meronta


"Jika sudah di tanganku, maka kau tidak akan bisa lagi keluar dari sini" ucap Charles yang merasa kesal dan lalu mematahkan leher Coco dengan tanpa merasa iba


Krek..


Sesaat kemudian Coco tewas di tangan Charles akibat patah tulang di lehernya


"Bawa pergi" perintah Charles yang sedang mengeluarkan sapu tangan dari saku baju dan lap tangannya


"Baik Bos" jawab serentak Cole dan Harry


"Flower, anakku, akhirnya wanita ini sudah ku bunuh. dia yang melukai kalian, dan aku sudah membalas dendam" batin Charles

__ADS_1


"Flower, maaf karena aku tidak memberitahu tentang keguguranmu, karena aku tidak mau dirimu bersedih, karena wanita ku tidak seharusnya bersedih dan aku hanya ingin dirimu bahagia" batin Charles


Malam hari


Cole dan Harry melakukan tugas yang di berikan oleh bosnya, di malam itu mereka berdua sedang mengawasi gudang A milik Brad Robertson


"Pengawasannya sangat ketat, di tempat itu di kelilingi oleh banyak anggotanya, Brad si rubah ini memiliki banyak anggotanya" ujar Harry yang sedang memantau dari jarak jauh, dengan mengunakan teropong


"Selama ini si rubah tua itu memang selalu saja misteri, dan menyimpan banyak anak buahnya, dan gudang A miliknya itu juga tidak ada yang mengetahuinya" kata Cole


"Dia adalah orang yang paling aneh, kenapa harus sembunyi-sembunyi jika dia memiliki bisnis lainnya?" ujar Harry


"Dia bisa memiliki begitu banyak pengawal yang tersembunyi, tentu saja ini semua karena uang yang dia miliki juga tidak sedikit, dan dia melakukan itu karena jika suatu saat musuhnya datang ingin mengambil nyawanya maka ada pengawal yang akan melindunginya" kata Cole yang sedang memantau lokasi gudang A


"Aku menyangka pengawalnya hanyalah Ricky seorang" ucap Harry


"Dia sangat licik, jadi mana mungkin dia begitu bodoh tidak melakukan persiapan dari awal"


"Dalam gudang itu ada muat barang apa saja? aku menjadi penasaran" kata Harry


"Kapan kita bisa melakukannya?" tanya Harry


"Untuk saat ini belum bisa, anak buahnya terlalu banyak, kita harus melakukannya tanpa mengorbankan nyawa saudara kita, kita harus memastikan dulu berapa semua anggota di sana, dan selain mereka apa masih ada anggota lainnya yang mengawasi gudang itu dari sisi lain" jelas Cole


"Aku yakin dalamnya pasti terdapat banyak barang berharga, sehingga di jaga dengan begitu ketat, dan aku sangat tidak sabar ingin menghancurkan gudang itu, dan melihat bagaimana dengan reaksi si rubah tua itu" ujar Harry


"Kita pantau dulu untuk beberapa hari, baru mengambil tindakan" ujar Cole


Di malam itu Cole dan Harry memantau gudang A sepanjang malam dari jarak jauh.


Keesokan harinya


Villa Robertson


"Gudang A di jaga ketat oleh 100 anggota yang bersenjata, di jaga di setiap sisi" ujar Cole

__ADS_1


"Dia begitu utamakan gudang itu, ini sangat menarik sekali, para anggota yang menjaga gudang itu apakah dari Red Lion?" kata Charles yang sedang duduk bersandar di kursi besarnya


"Walau semalam kami hanya melihat dari jarak jauh tapi kami masih bisa pastikan bahwa mereka bukan dari kumpulan kita" jawab Harry


"Dia memiliki banyak pengikut yang di belakangnya, pantau terus gudang itu, hati-hati jangan ketahuan oleh mereka" perintah Charles


"Siap Bos" jawab serentak Harry dan Cole


Beberapa hari kemudian


Kumpulan Red Lion


"Tuan besar, Charles tidak ada tindakan apapun, dia hanya mendatangi pelabuhan memeriksa barang-barangnya, dan kemudian dia kembali ke rumahnya, mungkin saja dia membunuh Farlos karena dia marah wanitanya di sentuh" ujar Ricky


"Jika hanya karena merasa marah itu tidak masalah, tapi harus tetap awasi juga, jangan sampai ada kelalaian. aku tidak mau anak kucing yang ku pelihara dari kecil berubah serigala setelah dewasa, dia tidak bisa di tebak" jawab Brad


"Baik, Tuan besar"


"Bagaimana dengan pelabuhan kita, apakah dia sering melakukan tugas sesuai perintahku?"


"Tuan besar, Charles sering melakukan pemantauan di pelabuhan, setiap pemasukan barang dia pasti berada di lokasi untuk memeriksanya dengan teliti"


"Dia memang sangat teliti dalam setiap urusan kerjanya, oleh karena itu aku tidak berharap jika dia bisa berubah menjadi serigala, jika tidak maka ini sangat di sayangkan jika aku harus membunuhnya" ujar Brad


"Tuan besar, Charles tidak bisa kita bunuh, karena di kumpulan kita para anggota yang di pihaknya juga tidak sedikit, jika kita membunuhnya maka kumpulan ini pasti akan terguncang"


"Aku juga tahu soal ini, oleh karena itu aku tidak melakukannya selama ini, dan satu hal aku ingin kau pergi untuk memastikannya"


"Memastikan apa, Tuan besar?"


"Memastikan apakah dia ada memiliki pengikut lain selain dari Red Lion"


"Bagaimana caranya untuk memastikannya?" tanya Ricky dengan penasaran


Brad membisikkan di telinga Ricky mengenai cara untuk mengetahui apakah anak angkatnya itu memiliki pengikut tersembunyi

__ADS_1


__ADS_2