
Charles bersama Flower dan Liza menuju ke rumah sakit, sementara Harry mengendarai mobil lain membawa Stallone menuju ke tempat yang sama.
Saat sedang melewati jalan besar Charles mendapati keanehan tempat yang di laluinya. ia melihat ke sekeliling jalan itu.
"Liza, jika terjadi sesuatu bawa Flower pergi dulu!" perintah Charles.
"Baik Bos," jawab Liza yang sedang menyetir.
"Charles, kenapa jalan sini ramai tapi aneh?" tanya Flower.
"Aneh yang kamu lihat itu adalah tamu yang tak di undang. Flower, sebentar lagi mereka akan bertindak. di saat ada kesempatan kau cepat ikut Liza pergi!" kata Charles dengan menyentuh ujung kepala pujaannya.
"Aku tidak takut! dan aku tidak akan pergi. aku juga memiliki senjata dan aku juga bisa menembak mereka. jadi, jangan menyuruh ku pergi, biarkan aku dan kak Liza membantumu. di sini kamu hanya tiga orang. kau sendiri dan Stallone sudah terluka. jadi butuh bantuan."
"Bonekaku ini sudah semakin ahli dalam menembak, dan juga sangat setia. tidak sia-sia aku menyayangi mu!" ucap Charles dengan senyum.
"Jangan menyuruh ku pergi ya?"
"Janji padaku kau harus berhati-hati!"
"Aku tahu! aku bisa melindungi diriku sendiri!" jawab Flower dengan senyum.
"Tuan Stallone, kelihatannya musuhmu masih berkeliaran!" ucap Harry yang sedang memandang ke sana ke mari!"
"Aku akan membunuh mereka semua!" ujar Stallone yang mengeluarkan senjatanya.
Tidak lama kemudian beberapa pria asing itu yang sedang berdiri di tepi jalan sebelah kanan, mulai bergerak dan mengeluarkan senjata mereka, dan langsung melepaskan tembakan ke arah dua mobil yang sedang melewati jalan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Charles dan lainnya menunduk mengelak peluru yang menembus kaca mobil,Liza yang menyetir sambil menunduk dan membelok ke kiri, para pembunuh itu mengejar dua mobil itu sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan demi tembakan yang di lakukan oleh mereka yang mengenai mobil Charles dan Stallone
"Sia.lan," ketus Stallone yang sedang menunduk. para pembunuh itu sedang mengejar mobilnya sambil melepaskan tembakan.
Liza dan Harry mempercepatkan kecepatan yang tinggi agar menjauh dari mereka. jumlah para pembunuh sekitar lima puluh orang. walau semakin jauh mobil sasarannya tidak membuat para pembunuh itu berhenti mengejar.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
__ADS_1
Tembakan mereka tidak tepat pada sasaran karena sudah semakin jauh jaraknya dengan dua mobil tersebut.
"Bos,mereka sudah tertinggal jauh, apa yang harus kita lakukan?" tanya Liza.
"Putar balik dan serang!" jawab Charles
"Baik," jawab Liza dengan menurut.
Stallone yang melihat mobil depannya putar kembali ke tempat tadi membuatnya merasa aneh.
"Kenapa mereka kembali ke tempat tadi?" tanya Stallone.
"Itu karena bos ingin membunuh mereka!" jawab Harry yang ikuti mobil bosnya.
"Apa, bukankah itu hanya cari mati!" ketus Stallone.
"Bos Stallone, Anda tidak tahu sifat bos kami. dia tidak suka di tantang. jika tidak membunuh mereka semua hatinya tidak akan merasa tenang," jelas Harry yang sedang menyetir mobilnya.
Saat mobil Charles kembali ke tempat tadi, mereka melihat sekumpulan lima orang itu sedang berjalan menuju ke mobil mereka dan di saat yang sama Liza menghentikan mobilnya, mereka keluar dan langsung melepaskan tembakan ke arah pembunuh-pembunuh itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Charles, Flower dan Liza.
Teriakan mereka yang di tembus oleh peluru dan tewas satu-persatu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan tanpa berhenti dari Charles, Flower dan Liza.
Teriakan mereka yang tumbang satu-persatu.
Tidak lama kemudian Harry dan Stallone turun dari mobil dan sama-sama melepaskan tembakannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Charles Robertson, kau gila. kesempatan untuk lari kau malah kembali ke sini!" ketus Stallone dengan kesal sambil melepaskan tembakannya.
__ADS_1
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Kau bisa pergi jika kau takut," jawab Charles sambil menembak.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Teriakan sejumlah pembunuh itu yang satu-persatu tergeletak tidak bernyawa.
Karena di serang secara tiba-tiba para pembunuh itu tidak memiliki kesempatan untuk membalas sama sekali.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Flower, Liza dan Harry.
Tidak butuh waktu lama sejumlah lima puluh pembunuh itu tewas hingga tak tersisa.
"Mereka adalah musuhmu,kan?" tanya Charles.
"Iya," jawab Stallone dengan kesal.
"Apa kau yakin musuhmu hanya ini saja?"
"Aku tidak tahu! mereka datang tanpa di undang, oleh karena itu aku tidak tahu jumlahnya berapa!"
"Anggap saja sudah impas!" ucap Charles.
"Apa maksudmu?"
"Saat itu kau membantuku membunuh musuh yang menyerangku, dan sekarang aku membantumu," jawab Charles
"Kelihatannya mereka adalah kumpulan besar juga. bos Stallone, siapa yang Anda singgung sebenarnya?" tanya Harry yang sedang memeriksa salah tubuh jasad itu.
"Di dunia gangster kita pasti memiliki banyak musuh. ini sudah tidak heran sama sekali, tapi yang pasti aku tidak kenal dengan mereka!" kata Stallone yang ikut memeriksa jasad musuhnya.
"Di incar tapi tidak tahu siapa, bukankah ini agak misteri," ujar Charles.
"Charles, luka mu mengeluarkan banyak darah, mari kita pergi ke rumah sakit dulu!" ajak Flower.
"Mari kita pergi! jangan cemas! ini hanya luka ringan saja!" ucap Charles.
Tidak lama kemudian mereka meninggalkan lokasi kejadian, semua jasad-jasad itu berserakan di jalan sana.
Selama perjalanan.
Stallone merasa aneh karena tidak mengenal para pembunuh yang mengincarnya hari ini.
"Bos Stallone, apa kamu tidak mencurigai sesiapapun?" tanya Harry yang sedang menyetir.
"Aku tidak ada bayangan sama sekali mengenai mereka, dan sama sekali tidak pernah melihat kumpulan ini. di pakaian mereka juga tidak ada lambang dari kumpulan," jawab Stallone.
__ADS_1