Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Penyerangan di Villa Charles


__ADS_3

Kumpulan Red Lion


"Tuan besar, Charles sudah berhasil mengalahkan kumpulan itu hanya dalam satu malam, dia langsung menyerang ke sarang lawan malam ini juga" ujar Ricky yang sedang berdiri di samping Brad


"Heheheheh...aku tahu sifat dia, dia tidak suka ditantang, oleh sebab itu dia tidak ingin membuang waktu dan langsung menghapus lawannya itu, itulah sifatnya yang tidak mau kalah." ucap Brad dengan tertawa kecil


"Benar Tuan besar, baginya sangat mudah untuk mengalahkan sekelompok manusia tidak berguna itu, dia hanya butuh waktu setengah jam saja untuk membunuh seratus orang itu" jelas Ricky


"Anak ini sangat pemberani, hanya saja sangat di sayangkan karena kita harus selalu waspada dengannya"


"Tuan besar, selagi dia tidak tahu kebenaran seharusnya tidak ada masalah, kita masih bisa mengandalkan dia, terus terang saja di Red Lion hanya bisa harapkan dia, sementara Farlos hanya tahu mencari masalah dan kesenangan"


"Jika suatu saat dia mengetahui kebenarannya, maka itu tandanya aku harus menyingkirkan dia dari kumpulan ini"


"Tuan besar, yang mengetahui masalah ini hanya kita berdua dan orang itu, tapi dia sudah lama menghilang sejak kejadian itu, jadi tidak mungkin Charles akan bertemu dengannya"


"Aku berharap begitu juga, dia sudah menerima sejumlah uang kita di saat itu, jika saja dia berani muncul di kota ini maka bunuh saja, dan jangan sampai Charles mengenalnya"


"Baik Tuan Besar"


"Ini hanya untuk waspada saja, jangan sampai terjadi, anak serigala tetaplah anak serigala, dia tidak akan jinak walau aku yang mendidiknya selama ini, suatu saat dia tetap akan mengigitku jika dia sudah mengetahui kebenarannya"


"Baik Tuan besar, sudah begitu lama seharusnya orang itu sudah meninggal juga, lagipula kalau dia masih hidup dia juga tidak mungkin bisa muncul di kota ini lagi dia juga sudah tua, dan kakinya sudah pincang karena tembakan di saat kejadian itu, tentu baginya sulit untuk berjalan"


"Aku lebih berharap dia sudah mati, dan aku menyesalinya kenapa di hari itu aku tidak membunuhnya saja" ucap Brad dengan menghela nafas


"Tuan besar, tenang saja. masalah ini sudah terjadi begitu lama, dan sudah 30 tahun, jika dia masih hidup maka usianya sudah 70 tahun jadi belum tentu dia masih hidup" kata Ricky dengan yakin


"Hm...aku berharap apa yang kamu katakan itu adalah benar" ucap Brad dengan berharap


Villa Farlos


"Apa bocah itu sudah pergi?" tanya Farlos yang berdiri di balkon sambil merokok


"Benar Bos, dia di kirim oleh tuan besar ke sana untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di wilayah tuan besar" jawab anggotanya yang bernama Ric


"Ini bagus sekali, bagaimana dengan tempat tinggalnya?" tanya Farlos dengan berniat jahat


"Cole dan Harry ada di sana, kali ini Charles tidak membawa mereka berdua, aneh juga"

__ADS_1


"Tidak aneh, aku rasa dua bocah itu tinggal untuk melindungi gadis itu, sebelum Charles kembali aku ingin mencicipi gadis itu, aku sudah tidak sabar"


"Bos, kita akan kirim lebih banyak anggota ke sana"


"Benar, walau Charles tidak ada di sana, tapi kau jangan lupa jika masih ada Cole di sana, si bocah dingin. dia sangat tangguh di antara semua anggota Charles dia paling mematikan"


"Setangguh apapun dia jika banyak anggota kita yang menyerangnya tetap sulit baginya untuk melindungi gadis itu dan sambil melawan musuhnya"


"Kalau begitu kirim lebih banyak anggota kita ke sana, agar lebih mudah menarik perhatiannya sehingga dia tidak sempat melindungi gadis itu, aku sangat tidak sabar ingin gadis itu berada di ranjangku" kata Farlos dengan senyum jahat


"Akan segera ku atur" jawab Ric dengan melangkah pergi


"Hehehehehe.. Charles Robertson, wanitamu itu akan berada di ranjangku untuk memuaskanku, apa reaksi mu jika kau melihat semua ini, aku akan merekam videonya untuk mu, kau akan melihat aku sedang menikmati setiap inci tubuh gadismu itu" gumam Farlos


Di malam itu Farlos mengirim sekitar 50 anggota untuk mendatangi Villa Charles yang sedang di jaga oleh puluhan anggota di depan halamannya, sementara Cole dan Harry berada di dalam Villa untuk melindungi Flower setiap saat


"Cole, apa nona sudah tidur?" tanya Harry yang sedang mengamati luar dari jendela


"Sudah, dia tidur dengan pulas" jawab Cole yang menghampiri jendela itu


"Baguslah, tidak tahu kenapa malam ini perasaanku tidak enak saja"ucap Harry


"Baguslah, dari tadi perasaanku seperti di ganjal sesuatu" ucap Harry yang kembali duduk di sofa ruangan itu


"Walaupun bos akan sampai malam ini, tapi dua jam lagi, jadi selama dua jam ini kita tidak boleh lengah"


"Benar, senjataku selalu saja di penuhi peluru" kata Harry yang mengeluarkan senjatanya


Sementara di luar anggota Farlos dengan berhati-hati dan mengamati semua anggota Charles yang sedang berada di luar


"Siapkan bom asap dan lempar, setelah mereka tidak sadarkan diri maka kita sudah bisa bertindak" kata salah satu anggota Farlos


"Apa kau tahu di mana kamar gadis itu?"


"Kamarnya ada di lantai dua, di sana" jawab temannya yang menunjuk ke arah kamar itu


"Ayo cepat, kita lempar ke halaman"


Anggota Farlos lalu melempar bom asap untuk membuat semua anggota Charles tidak sadarkan diri

__ADS_1


Di saat mereka tercium asap berwarna biru itu mereka pun langsung tumbang satu-persatu, setelah mereka semua pingsan maka anggota Farlos memanjat masuk ke dalam halaman dan menarik anggota Chalres yang telah pingsan itu untuk di sembunyikan agar tidak ketahuan oleh Cole dan Harry.


Setelah semuanya selesai maka mereka pun mengunakan tali melempar ke jendela kamar yang di mana Flower sedang berada


Sekitar lima anggota yang memanjat ke kamar itu, di saat mereka berdiri di luar jendela, mereka pun mengeluarkan alat untuk mencongkel kaca jendela dengan perlahan


Krek..krek..


Bunyi congkelan yang di lakukan oleh anggota Farlos


Flower yang sudah ketiduran terbangun karena mendengar bunyi berisik yang ada di jendela kamarnya


Lalu dia membuka matanya dan melihat ada bayangan dari luar membuatnya terkejut dan ketakutan sehingga berteriak


'Aaaaaarrrggghhhhh" teriakan Flower dengan nada yang menembus ke ruangan


Mendengar teriakan Flower, Cole dan Harry langsung menuju ke kamarnya


"Aaaaaarrrghhhhhh" teriakan Flower yang langsung turun dari kasurnya


Klek


"Nona" suara panggil serentak Cole dan Harry yang baru melangkah masuk ke kamar Flower


"Ada penyusup" teriak Harry yang melepaskan tembakannya ke arah jendela itu.


Sementara Cole melindungi Flower sambil melepaskan tembakanya ke arah jendela


Dor....dor....dor....dor....dor


Tembakan di lakukan serentak oleh Cole dan Harry


Prang...prang....prang....


Bunyi pecahan kaca karena di tembus oleh peluru


"Aaaarrrggghhhh" jeritan lima anggota Farlos yang berdiri di luar jendela yang terkena tembakan dan sesaat kemudian mereka pun jatuh dari jendela lantai dua ke atas tanah


Di sisi lain semua anggota Farlos sudah menyerbu masuk dari jendela Villa yang mereka pecahkan saat Cole dan Harry sedang menembak teman mereka

__ADS_1


__ADS_2