
"Iya" jawab Flower dengan mengangguk
"Flower, apa kamu menyukai makanan sini?" tanya Charles yang sedang sarapan bersama Flower di restoran mewah
"Sangat enak" jawab Flower dengan senyum
"Bagus jika kamu menyukainya, makanlah yang banyak" kata Charles sambil menyantap makanannya
"Iya"
Setelah selesai sarapan Charles membawa Flower keliling kota Barcelona
Dengan bercanda ria dan tersenyum bahagia di raut wajah Flower saat melihat keindahan kota Barcelona
"Sangat indah, kelihatamnya aku tidak akan bisa meninggalkan kota ini" kata Flower yang sedang melihat pemandangan kota indah itu
"Kita akan tinggal lebih di sini" ucap Charles yang sedang memeluk pujaannya
"Tidak perlu! kau masih ada yang harus dikerjakan di London" ujar Flower yang menatap ke arah Charles
"Akan ku kerjakan saat kita sudah pulang, jika kota ini bisa membuatmu nyaman maka kita akan tinggal lebih lama" ucap Charles dengan mengecup dahi Flower
"Tidak apa-apa, Charles. aku tidak mau menganggu pekerjaan mu, lagi pula kapan-kapan kita bisa ke sini lagi"
"Kerjaku bisa di tundakan itu tidak masalah sama sekali, dan dirimu adalah utama bagiku, jadi membahagiakan mu sama seperti membahagiakan diriku sendiri" ucap Charles dengan memeluk Flower dengan erat
"Terima kasih karena sudah begitu baik padaku" ucap Flower dengan tersenyum
Charles tersenyum menatap mesra pujaannya lalu mencium bibirnya dengan sambil memeluk pinggangnya dengan erat
Mereka berciuman dengan mesra selama beberapa menit
London
Di sisi lain Brad yang berada di London masih mencari seorang pria yang dia kenal di masa muda dulu, pria itu adalah satu-satunya yang mengetahui masa lalu Charles.
"Tuan besar, pria itu tidak pernah muncul selama ini, apakah dia sudah tewas?" ujar Ricky yang berdiri di samping Brad
"Perasaan ku dia masih hidup, aku merasa tidak nyaman sekali, beberapa malam ini aku bermimpi jika bocah itu menembak ku, seakan-akan dia akan memberontak" ucap Brad yang menghela nafas
__ADS_1
"Dia bulan madu di spanyol bersama wanita itu dan di temani oleh Cole dan Harry"
"Dia sudah dewasa sudah bisa mencintai seseorang, kemunculan wanita ini telah berubah hidupnya"
"Benar Tuan besar"
"Akan tetapi kau harus tetap mengutuskan anggota kita untuk mengawasinya walau dia sedang berlibur, awasi setiap gerak-geriknya"
"Baik Tuan besar"
"Di mana dia sekarang, jika dia sudah tewas tidak mungkin perasaan ku bisa begitu tidak nyaman, pria ini adalah satu-satunya yang mengetahui penyebab kematian orang tua Charles, jika saja di temukan oleh Charles maka semua akan berakhir" ucap Brad dengan khawatir
"Tuan besar, kita harus bersiap sebelum dia bertindak"
"Selalu harus bersiap, aku sangat memahami sifat bocah ini, jika dia sudah tahu semuanya maka dia tidak akan menunda untuk membunuhku, aku tidak mau anak yang ku latih menjadi gangster pada akhirnya mengambil nyawaku"
"Tuan besar, aku tidak akan membiarkan ini terjadi"
"Tetap awasi dia, hati ku sangat tidak tenang"
"Baik Tuan besar" jawab Ricky dengan menunduk
Spanyol..
Di malam itu Albert menuangkan minuman yang di botol ke mulutnya sambil berjalan dengan terhuyung-huyung menuju ke rumahnya itu.
"Pak tua, apa anda baik-baik saja?" tanya Cole dengan menepuk pundak Albert
"Kau siapa?" tanya Albert yang sedang mabuk
"Aku adalah tetangga baru di sini, dan aku tidak mengenal jalan, apakah aku boleh tahu siapa nama Anda?" tanya Cole dengan berpura-pura
"Namaku adalah Albert nama asli adalah Jhonson" jawabnya yang keceplosan
"Kalau begitu aku akan memanggilmu paman Jhonson saja" ucap Cole
"Apa ada urusan lagi?" tanya Albert sambil berjalan dengan terhuyung-huyung
"Paman, berasal dari mana? sepertinya aku mengenal mu tapi aku lupa di mana kita pernah bertemu?" tanya Cole yang sedang memapah Albert
"Aku berasal dari London, dan aku adalah mantan anggota Red Lion" jawab Albert yang tidak sadar
"Ternyata paman adalah orang hebat, apakah paman dulu sangat terkenal?" tanya Cole dengan berusaha membongkar rahasianya
__ADS_1
"Dulu kami bertiga adalah orang hebat" jawab Albert dengan menaikkan satu tangannya yang sedang memegang botol minumannya
"Bertiga? siapa saja?"
"Aku bersama dua sahabatku Brad Robertson dan Tommy Care" jawab Albert yang tidak sadar karena mabuk
"Hebat sekali, Paman. lalu siapa Tommy Care, apakah dia sehebat paman?"
"Dia adalah sahabatku dan aku paling berhutang padanya, dan juga aku sangat menyesal dengan kematiannya" jawab Albert yang menangis dalam keadaan mabuk
"Paman, apa yang sudah terjadi pada teman paman?"
"Dia meninggal di bunuh orang, dia dan istrinya di bunuh oleh seseorang" jawab Albert yang berlutut di lantai dengan memukul dadanya tanpa berhenti
"Paman, siapa pembunuhnya, kenapa paman begitu sedih?" tanya Cole yang menunduk
"Dia tewas di tangan Brad Robertson, putranya di saat itu masih kecil dan tidak tahu apa-apa, aku sangat menyesal dan merasa bersalah" jawab Albert yang sedang membenturkan kepalanya ke jalan sebanyak berkali-kali
"Paman, bertenanglah, jangan melukai dirimu sendiri" ucap Cole yang menahan pundak Albert
"Aku bersalah pada Tommy, aku bersalah pada anaknya, aku bersalah pada sekeluarganya" tangisan histeris Albert yang membenturkan kepalanya tanpa berhenti sehingga berdarah yang menempel di jalan
"Paman, sudah hentikan jangan melukai dirimu sendiri, teman paman bukan tewas di tanganmu jadi jangan merasa bersalah"
"Aku tidak membunuhnya, tapi aku juga terlibat, aku merasa bersalah selama ini, aku berusaha untuk melupakan tapi aku tidak bisa, aku di hantui oleh kejadian itu" ucap Albert yang histeris dengan memukul dadanya tanpa berhenti
"Kenapa Brad ingin membunuh Tommy? bukankah mereka adalah sahabat?"
"Demi kedudukan di Red Lion, dia merebut kursi ketua dengan membunuh Tommy, bukan hanya itu semua anggota yang berpihak pada Tommy juga tewas di bunuhnya dan lebih kejam adalah bahkan anak dan istri mereka juga di bunuh oleh Brad" jawab Albert yang sedang menangis tanpa berhenti
"Siapa Tommy Care? ternyata tuan besar sangat kejam, dan masalah ini tidak pernah dengar sebelumnya, apakah di rahasiakan oleh tuan besar" gumam Cole
"Apakah putra Tommy juga di bunuh?"
"Tidak! dia masih hidup bahkan menjadi salah satu bos Gangster di Red Lion"
"Salah satu bos Gangster? siapa namanya?" tanya Cole yang semakin penasaran
"Dia menjadi alat bunuh bagi Brad, demi posisi ketua dia telah membunuh banyak teman sendiri dan keluarga mereka, dia sangat jahat" jawab Albert yang masih sedang menangis
"Lalu, kenapa paman merasa bersalah?" tanya Cole
"Aku melihat dengan mata sendiri, Brad memberi ku uang untuk menutup mulut, karena aku adalah pejudi maka aku sangat menyukai uang, karena itulah aku menerima uangnya dan pergi dari sana akan tetapi aku tetap merasa sakit dan sedih atas kehilangannya" jawab Albert yang sedang terluka di bagian dahinya
__ADS_1
"Lalu, apakah putra Tommy masih berada di Red Lion?"
"Aku tidak tahu, sejak kejadian itu aku langsung meninggalkan London, aku hanya ingat di saat itu Brad mengatakan jika putra Tommy mau di latih menjadi pembunuh, dan jika anak itu berhasil maka dia akan menjadi salah satu bos di kumpulan itu" jawab Albert yang dalam kondisi kurang sadar