
"Pergi! jangan menghalang pemandanganku" ujar Cole yang memandang ke arah bulan
"Kita adalah satu kumpulan, apakah kau harus begitu kejam terhadapku?" tanya Liza yang merasa kesal
"Di sini bukan tempatmu, seharusnya kau pergi sekarang"
"Bagaimana caranya aku pulang ke markas, kalau tanpa kendaraan?"
"Hubungi Stone, suruh dia menjemputmu"
"Sudah ku hubungi, tapi tidak di angkat"
"Kalau begitu kau jalan kaki saja" ujar Cole yang berpaling dan berjalan ke dalam rumah
"Cole breng,seeeek. memangnya kau bisa mati ya jika mengantarku" ketus Liza dengan merasa kesal
"Sebentar" teriak Liza yang mengejar langkah pria dingin itu dan kemudian menghadang dari depannya
"Ada apa lagi?" tanya Cole dengan bersikap dingin
"Apa selama ini aku ada menyinggumu?"
"Tidak"
"Lalu, kenapa kau seperti berdendam denganku?"
"Tidak ada"
"Tidak ada? sekarang saja kau sudah menganggapku sebagai musuh"
"Kalau kau tidak suka, maka kau pergi saja"
"Kita adalah satu kumpulan, bukankah seharusnya kompak, tapi kau malah mengabaikanku dan menyuruhku pulang jalan kaki"
"Aku tidak menyuruhmu ke sini, kenapa di saat Stone pulang kau tidak ikut dengan dia?"
"Aku hanya ingin di sini lebih lama"
"Dan sekarang kau harus pulang sendiri" ujar Cole yang ingin melangkah masuk akan tetapi di hentikan oleh Liza
"Apa kau begitu kejam terhadap seorang wanita, sehingga membiarkanku pulang dalam keadaan gelap?"
"Siapa yang berani bersikap tidak sopan padamu? kau memiliki senjata dan juga bisa ilmu bela diri, apa yang kau cemaskan?"
"Cole, aku tidak menyangka kau sangat kejam" bentak Liza dengan kesal
"Ada apa dengan kalian? aku di halaman belakang bisa mendengar suara pertengkaran kalian?" tanya Harry yang tiba-tiba muncul di sana
"Kami tidak bertengkar" jawab Cole dan Liza dengan serentak
"Ada apa dengan kalian, kenapa wajah kalian sedang marah saja?" tanya Harry yang menatap ke arah Cole dan Liza
"Tidak ada" jawab serentak Cole dan Liza dengan raut wajah yang tidak senang
__ADS_1
"Kalian..? ada apa sebenarnya?" tanya Harry lagi dengan binggung
"Bukan urusanmu" jawab Cole dan Liza dengan serentak yang saling memandang dan kemudian memalingkan wajah ke arah lain
"Apa aku datang pada waktu yang tidak tepat?" tanya Harry
"Harry, antar aku pulang, di sini ada orang yang tidak punya hati, aku malas melihatnya" ujar Liza dengan kesal
"Cepat antar dia pergi, lama-lama di sini hanya menyakitkan mataku saja" kata Cole dengan melempar kunci mobil kepada Harry dan kemudian ia melangkah masuk ke dalam rumah
"Breng.seeeeek" ketus Liza dengan merasa kesal dan berpaling melangkah ke arah halaman depan rumah
"Eh.. kalian..? ada apa dengan mereka? sejak kapan mereka bermusuhan?" gumam Harry yang merasa heran
Setelah dua jam kemudian
Harry yang sudah mengantar Liza kembali ke markas, ia langsung menjumpai Cole untuk minum bersama
"Ada apa denganmu? tidak biasanya kau bisa bertengkar dengan orang, apa lagi sesama sendiri" tanya Harry yang sedang duduk di halaman depan rumah
"Tidak ada apa-apa" jawab Cole sambil meneguk minumannya
"Kau aneh! apa kau menaruh dendam pada Liza?" tanya Harry yang duduk berhadapan dengan Cole
"Tidak"
"Lalu, kenapa kau menolak mengantarnya pulang?"
"Kau tidak suka di suruh? jadi, kenapa kau bisa tinggal di sini?"
"Itu adalah dua hal yang berbeda"
"Iya, aku mengerti maksudmu, kau memang selama ini menjauh dari wanita, tapi kau jangan lupa, Liza adalah bagian dari kita, dia bukan wanita pengoda lainnya. jadi, jangan terlalu keras terhadap sesama sendiri"
"Sudahlah, tidak perlu di ungkit lagi" kata Cole yang merasa risih
"Aku merasa kau sangat aneh, di dunia ini tidak ada pria yang tidak suka wanita, kau adalah makhluk langka"
"Aku hanya ingin mengabdi untuk bos, selain itu aku tidak memikirkan hal yang lain"
"Aku tahu sikapmu. tapi, ingatlah walau seberapa pun kau tidak menyukai wanita mereka adalah bagian dari kita, kita semua harus bekerja sama melawan musuh-musuh kita" ujar Harry yang sambil meneguk minuman bear di kalengnya
"Menurutmu apakah Tom dan Figo berhasil pulang ke rumah mereka?" tanya Cole
"Tidak tahu! sebenarnya aku tidak yakin, bayangkan saja, handphonenya kita buang, dan kita meninggalkan mereka di tempat yang begitu jauh, apa mungkin mereka bisa pulang? bahkan dompetnya saja kita buang juga, mereka tidak memiliki satu sen pun, jadi kemungkinan besar mereka tidak bisa pulang"
"Ada baiknya mereka mati di jalan sana"
"Tapi, kenapa bos tidak membunuh mereka saja?"
"Mereka bukan sasaran utama kita, bos sengaja ingin melakukan ini, untuk membalas atas sikap mereka yang selama ini selalu saja suka menyinggung bos" jelas Cole
"Ternyata begitu, dan jika mereka berhasil pulang, lalu bagaimana?"
__ADS_1
"Tidak penting sebenarnya, mereka tidak bisa apa-apa, dan aku yakin satu hal. jika mereka pulang maka mereka pasti akan membalas dendam"
"Bukankah akan menimbulkan kericuhan?"
"Mudah saja! hancurkan mereka semua. lagi pula mereka bukan lawan kita" jawab Cole dengan sambil menikmati minumannya
Di malam itu Cole dan Harry menghabiskan waktu semalaman, menikmati minuman beralkohol di halaman depan rumah, sambil berbincang dan bercanda ria.
Keesokan harinya
"Selamat pagi, boneka kesayanganku" ucap Charles yang mengecup dahinya Flower
"Selama pagi" balas ucapan Flower sambil mengucek matanya
"Aku akan menyiapkan sarapan untukmu, dan sekarang kita mandi dulu ya" kata Charles dengan senyum dan mencium wajah pujaannya
"Iya" jawab Flower yang bangkit dan ingin turun dari kasur, saat kaki Flower menginjak lantai ia merasa sakit di bagian intinya
"Aarrgghh" jerit Flower yang sedang menahan sakit
"Flower, apa kamu masih sakit?" tanya Charles dengan khawatir
"I-iya" jawab Flower dengan menunduk malu
"Aku akan membantumu" ujar Charles yang ingin mengendong pujaannya
"Tidak perlu! aku akan berjalan sendiri" kata Flower yang berusaha ingin berdiri
"Flower, biarkan aku menjagamu ya, aku yang membuatmu sakit, jadi selama lukamu masih belum sembuh aku akan merawatmu, bagaimana jika aku menyuruh Winz datang memeriksa kondisimu?"
"Apa, ke-kenapa harus di periksa?" tanya Flower dengan sangking malunya
"Aku telah melukaimu, aku takut terjadi pendarahan" jawab Charles yang merasa khawatir, karena ia masih ingat pendarahan yang di alami oleh Flower di malam itu
"Ti-tidak..tidak, tidak perlu" jawab Flower
"Apa kau yakin?"
"Iya, aku yakin tidak butuh dokter"
"Lagi pula Winz adalah wanita jadi tidak apa-apa"
"Tidak mau! ini hanya luka biasa saja, akan sembuh dalam beberapa hari"
"Apa dia gila ya, harus sampai orang tahu jika kami melakukan hubungan itu" batin Flower
"Biarkan aku memeriksanya" kata Charles yang mendorong Flower berbaring di kasur dan ingin menurunkan celana Flower
"Hei...apa yang kau lakukan?" tanya Flower yang menahan celananya
"Aku ingin periksa, apa terjadi pendarahan" jawab Charles
"Tidak usah!" teriak Flower yang merasa malu
__ADS_1