
Beberapa pembunuh bayaran dari Farlos melangkah masuk ke rumah sakit untuk mencari keberadaan Charles, mereka berjalan menuju ke kamar Flower, sebelumnya Farlos yang sudah berniat ingin mengambil nyawa saudara angkatnya itu dia sudah mengirim anggota untuk menyelediki secara diam-diam nomor kamar tempat Flower yang dirawat.
Klek..
Lima pria bersenjata melangkah masuk ke kamar itu, dan di saat itu mereka menatap ranjang yang ditutupi selimut dan salah satu dari mereka pun menghampiri ranjang itu
"Jangan melukai wanita itu, kau bawa pergi saja ke mobil bos!" ujar salah satu pembunuh itu kepada temannya yang sedang menghampiri ranjang
"Hm...," jawab temannya.
Di saat temannya membuka selimut dan mendapati bahwa tiada sesiapa yang berada disana melainkan hanya bantal dan guling ditutupi oleh selimut
"Hah...kita sudah masuk perangkap," ujar salah dari pembunuh itu
Tidak lama kemudian Charles tiba-tiba saja berdiri di belakang mereka semua, dengan memegang sebilah pisau belati favoritnya
"Apa kalian ingin mencariku?" tanya Charles dengan tatapan tajam
Di saat mendengar suara yang tiba-tiba muncul dari belakang maka mereka langsung menoleh ke arah suara itu berada, Charles langsung bergerak maju mengunakan belatinya menebas leher mereka satu-persatu
Srek....
"Aaargghh...."
Srek...
"Aarrrgghh...."
Srek...
"Aarrgghh...."
Srek...
"Aaarrggh...."
Setelah membunuh empat pembunuh itu, sisalah pembunuh yang sedang berdiri di tepi ranjang. karena melihat temannya tewas hanya dalam hitungan detik maka dia pun ingin membalas dengan pistolnya dan mengarahkan ke Charles.
Di saat ditodong pistol, Charles langsung menyayat tangan pria itu dan mengenai bagian nadinya
Srek ..
"Aahh...sialan...,"ketus pria itu yang kesakitan sehingga senjatanya terlepas dari pegangannya
"Ingin membunuhku maka harus tahu siapa aku dulu," bentak Charles yang langsung menebas leher pria itu
Srek....
"Aaarrgghh...," pekikan pria itu dan sesaat kemudian tewas langsung di tempat.
__ADS_1
"Dasar tidak berguna ingin mengunakan cara ini untuk membunuhku dan mau membawa boneka kesayanganku, cari mati," gumam Charles.
Setelah berhasil membunuh lima pembunuh itu, dirinya lalu beranjak dari kamar itu, dan menemui Flower yang berada di kamar lain yang ditemani oleh Steve danWinz.
"Winz, kenapa aku tiba-tiba pindah kamar?" tanya Flower yang sedang duduk di ranjangnya.
"Aku hanya ingin kamu ganti suasana," jawab Winz dengan alasan.
"Ganti suasana? bukankah semua kamar itu sama saja modelnya?" tanya Flower dengan heran.
"Ini hanya permintaan Charles, dia mengatakan jika di kamar itu terus, kau akan merasa bosan. makanya dia meminta kamu dipindahkan ke kamar lain," jelas Steve.
"Apa aku harus tinggal lebih lama lagi di sini?" tanya Flower dengan melihat kearah Winz.
"Tidak Flower, setelah keluar laporan pemeriksaan tadi. maka kamu sudah boleh pulang," jawab Winz dengan senyum.
"Iya," jawab Flower dengan gembira.
"Apakah Flower tidak sabar untuk kembali ke rumah?" tanya Steve yang sedang duduk di samping ranjang.
"Aku juga tidak tahu rumahku di mana, aku tidak punya rumah lagi, aku hanya tidak ingin lama-lama di rumah sakit," jelas Flower.
"Bukankah Villa Charles adalah tempat tinggal barumu, berarti sana adalah rumahmu," ujar Steve dengan senyum.
"Rumah baruku?" ucap Flower
"Apakah dia tidak akan marah jika aku tinggal di sana terlalu lama?" tanya Flower dengan polos.
"He-he-he...mana mungkin dia bisa marah jika kamu tinggal di sana, dia pasti merasa senang," jawab Steve dengan tertawa kecil.
"Flower, kamu adalah kekasihnya, tentu saja dia senang jika kamu tinggal di sana." ucap Winz.
Tidak lama kemudian Charles melangkah masuk kedalam kamar itu
Klek
"Charles, apa kerjamu sudah siap?" tanya Winz yang sudah mengerti apa yang terjadi.
"Sudah siap semuanya," jawab Charles yang menghampiri Flower.
"Flower, kenapa kamu tidak tidur?" tanya Charles yang duduk di sampingnya.
"Tidak, aku belum mengantuk," jawab Flower.
"Di mana Cole dan Harry? apakah mereka belum datang?" tanya Steve.
"Mereka dalam perjalanan," jawab Charles.
"Apa tamu-tamu itu sudah pulang semua?" tanya Winz dengan bermaksud utusan Farlos.
__ADS_1
"Sudah, Cole dan Harry sudah melayani mereka," jawab Charles dengan memegang tangan Flower.
"Dan bagaimana dengan tamu yang di sini?" tanya Steve.
"Sudah ku layani, nanti jika cole dan harry sudah datang, maka mereka akan di antar pulang," jawab Charles.
"Baguslah kalau begitu, berarti sudah aman," ujar Steve yang bangkit dari tempat duduknya.
"Kalau begitu kami keluar dulu," ucap Winz.
"Terima kasih sudah membantuku!" ucap Charles.
"Tidak masalah. Flower, kami keluar dulu," kata Steve yang beranjak keluar dari kamar bersama Winz.
"Iya Kak Steve, Winz," jawab Flower yang melambai tangannya.
Setelah mereka beranjak pergi tinggallah Charles dan Flower di kamar itu.
"Charles, tamu apa yang dimaksud oleh kakak Steve dan Winz?'' tanya Flower dengan menatap Charles yang duduk di sampingnya.
"Tamu dari jauh, hanya sesama bisnis saja," jawab Charles dengan alasan dan mencium wajah Flower.
Di sisi lain Farlos yang gagal dengan rencananya sedang marah besar terhadap anggotanya.
Bruk..bruk...bruk..
Pukulan demi pukulan dilakukan oleh Farlos mengenai tubuh anggotanya itu
"Aarrgghh...," jeritan anggota yang sedang kesakitan.
"Tidak berguna, sejumlah uang yang ku bayar hanya untuk nyawa bocah itu tapi kalian malah gagal, nyawanya tidak bisa diambil bahkan wanitanya juga gagal kalian dapatkan," ketus Farlos yang merasa kesal sambil memukuli anggotanya.
"Bos, mereka semua sudah susun rencana, dan tidak tahu bagaimana mereka bisa tahu rencana kita," ujar anggotanya yang sedang menerima pukulan dari bosnya itu tanpa berhenti.
"Kalian memang tidak berguna, hanya menangkap seorang wanita saja bisa gagal, aku tidak mau tahu kau harus cari caranya sehingga wanita itu jatuh ke tanganku," bentak Farlos dengan kesal dan menghentikan pukulannya.
"Bos, bagaimana kalau aku mencarikan wanita yang lebih cantik darinya?"
"Semua wanita cantik sudah ku cicipi, aku malah merasa penasaran dengan Flower Clisten, kenapa pria seperti Charles bisa begitu perhatian padanya. tentu saja wanita itu berbeda dengan yang lain," ujar Farlos.
"Cari cara untuk membawanya ke hadapanku, aku tidak peduli kau mengunakan cara apa. menculik atau pukul dia sampai pingsan. yang penting bawa dia ke ranjangku!" perintah Farlos dengan tegas.
"I-iya Bos," jawab anggota yang sedang menahan rasa sakit.
"Flower Clisten, saat pertama kali melihatmu aku sudah tertarik padamu, jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka namaku bukan Farlos. aku sudah mendapatkan Fannie dan Mona si tua itu. dan sekarang giliranmu. kau lebih menawan dari pada Fannie dan aku tidak sabar ingin membuatmu ke ranjangku," batin Farlos.
" kau cepat pergi cari gadis muda untuk melayaniku!" teriak Farlos terhadap anggotanya.
"Baik,Bos," jawab anggotanya yang langsung berlari keluar dengan sambil menahan sakit.
__ADS_1