Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower Merasa Kesal


__ADS_3

"Apa bisa malam ini jangan dulu!" pinta Flower yang menunduk malu.


"Kenapa, apa kamu merasa tidak sehat? katakan padaku bagian mana kamu merasa tidak nyaman?" tanya Charles yang menyentuh wajah pujaannya.


"Itu...sebenarnya aku..."jawab Flower yang terhenti dengan tersipu malu


"Flower, katakan padaku jika ada yang merasa tidak nyaman, jangan malu!"


"Perut ku tidak nyaman," jawab Flower.


"Aku akan memanggil Winz ke sini!" kata Charles yang ingin bangkit dari tempat tidurnya.


"Tidak usah! tidak usah memanggilnya!" kata Flower yang menahan tangan Charles.


"Apa kamu yakin baik-baik saja? kelihatannya kamu tidak sehat," tanya Charles yang memegang bagian perut Flower.


"Setelah dua atau tiga hari aku akan sembuh. jadi, tidak perlu mencari dokter," jawab Flower.


"Dua atau tiga hari? Flower, apa kamu ada salah makan? aku harus membawa mu ke rumah sakit!"


"Bukan salah makan, aku hanya...hanya kedatangan tamu tak di undang," jawab Flower dengan menunduk malu


"Tamu tak di undang? siapa maksudmu tamu yang tak di undang? apa hari ini ada orang yang datang tanpa di undang ?" tanya Charles yang tidak mengerti.


"Bukan itu maksudku, maksud ku adalah tamu...tamu yang datang setiap bulan," jawab Flower dengan mulai kesal.


"Siapa tamu itu, kenapa aku tidak tahu jika ada tamu yang datang mencari mu setiap bulan?"


"Kenapa dia bisa begitu bodoh? pada hal dia adalah bos gangster," ketus Flower di dalam hati.


"Sudah jangan bertanya lagi!" bentak Flower yang menarik selimut menutupi seluruh tubuh hingga ke wajahnya.


"Flower, apa kamu yakin baik-baik saja? atau aku akan membelikan obat untukmu?"tanya Charles yang membuka selimut yang menutupi wajah Flower


"Tidak perlu! aku tidak apa-apa."


"Jangan di anggap masalah kecil walau hanya perut tidak nyaman! mari aku membawa mu ke rumah sakit!" kata Charles yang mengendong Flower


"Apa yang kamu lakukan, Charles? cepat turunkan aku!" teriak Flower


"Kita ke rumah sakit dan langsung periksa tubuhmu!"


"Tidak...tidak...tidak mau! aku tidak apa-apa, cepat turunkan aku!" pinta Flower


"Sudah! jangan melawan! periksa dulu perut mu, kau pasti ada salah makan. dan mengenai tamu yang tak di undang itu aku pasti akan membuat perhitungan dengan dia," kata Charles dengan tegas.

__ADS_1


"Charles, aku hanya...hanya...datang bulan saja bukan tamu apapun," ujar Flower dengan canggung.


"Datang bulan?" tanya Charles yang sedang mengendong Flower


"Iya, apa kamu bisa menurunkan aku?" tanya Flower dengan kesal.


"Hahahahaha..." suara tertawa Charles yang menurunkan Flower ke kasurnya.


"Kenapa kau tertawa? memang apa yang lucu?" tanya Flower dengan kesal.


"Ternyata tamu yang kamu maksudkan adalah itu, kenapa tidak mengatakannya dari awal?" tanya Charles dengan senyum.


"Sudah ku katakan dari tadi, tapi kau yang tidak mengerti," jawab Flower dengan kesal.


"Kau hanya mengatakan tamu tak diundang, aku mana paham tamu apa yang kamu maksudkan," ujar Charles dengan sengaja mengusik pujaannya.


"Sudah jangan mengatakannya lagi!" bentak Flower.


"Hahahahah...kau sangat lucu saat kau sedang marah," kata Charles dengan mengecup dahinya Flower.


"Jangan tertawa lagi! tidak ada yang lucu!" bentak Flower dengan kesal.


"Sudah..jangan marah lagi! aku hanya bercanda denganmu, katakan padaku obat apa yang kamu butuh?"tanya Charles yang duduk di samping pujaannya.


"Tidak ada obat, ini hanya akan sembuh setelah beberapa hari," jawab Flower


"Mana mungkin aku memberitahumu setiap kali aku mengalaminya," jawab Flower dengan merasa malu.


"Kau sangat pemalu, lihat wajah mu sudah merah, tidak perlu malu aku adalah calon suamimu," ujar Charles.


"Apa masih merasa tidak nyaman?" tanya Charles.


"Masih tidak nyaman," jawab Flower dengan memegang perutnya.


"Apa yang harus ku lakukan untuk meredakan rasa tidak nyaman?"


"Tidak ada, aku hanya ingin minum air hangat!"


"Biarkan aku ambilkan airnya, berbaringlah dulu!" kata Charles yang menidurkan Flower.


Tidak lama kemudian Flower minum air hangat yang di bawakan oleh Charles.


"Flower, apakah setiap bulan kau akan merasa tidak nyaman seperti ini?" tanya Charles yang duduk di samping Flower.


"Iya, setiap wanita akan mengalami hal yang sama," jawab Flower

__ADS_1


"Lain kali beritahu aku jika merasa tidak nyaman! jangan malu denganku lagi!" kata Charles yang menidurkan Flower dan sambil memeluknya.


"Selain perut mu bagian mana yang merasa tidak nyaman?" tanya Charles dengan memegang perut Flower


"Jangan bertanya lagi! tidak ada bagian lain," jawab Flower.


"Baiklah...baiklah. aku tidak bertanya lagi. mari kita tidur," ucap Charles sambil memeluk pujaannya.


"Apakah karena mengalami hal ini oleh karena itu dia emosi terus? setiap bulan dia harus menahan rasa yang tidak nyaman, tidak mungkin tidak ada obatnya. besok aku akan hubungi Winz dan bertanya padanya," batin Charles.


Tempat tinggal Bared.


Jam dinding menunjukan pukul 01.00


Bared masih duduk di kasurnya sambil melihat kalung liontin dan mengingat semula semua kejadian yang pernah dia alami selama mengenal Cole dari awal.


Sejak lima tahun lalu mereka sudah bertemu karena di saat itu Bared yang dalam bahaya di selamatkan oleh Charles sehingga bisa bertemu dengan Cole yang adalah putra kandungnya.


"Kejadian berlalu dengan begitu cepat, hanya dalam sekelip mata saja sudah lima tahun berlalu. Tuhan sudah mempertemukan kami selama ini. hanya saja kami tidak saling kenal. tapi setidaknya aku mengetahui jika dia hidup dalam keadaan baik. dia setia dan juga hebat. aku merasa bangga padanya," ucap Bared yang sedang menatap liontin.


"Cole, andaikan kalau kau tahu siapa aku sebenarnya apa kau akan mengakuiku? aku berharap kau bisa memahami apa yang sudah terjadi, dan aku hanya ingin bersatu kembali dengan mu," batin Bared


Keesokan harinya.


Di pagi itu Charles memasak sendiri sarapan untuk Flower, karena ia tahu pujaan hatinya sedang merasa tidak nyaman maka ia pun menyiapkan makanan yang mudah di cerna.


Setelah beberapa menit kemudian Charles membawa sarapannya masuk ke kamar.


Klek.


Charles melangkah masuk ke kamar dan tidak melihat pujaannya berada di atas kasur, lalu ia meletakan sarapan itu di atas meja. kemudian Charles berjalan menuju ke kamar mandi dan sambil mengetuk pintunya.


Tuk...tuk...


"Flower, apa kamu baik-baik saja?" tanya Charles.


"Aku baik-baik saja, aku sedang mandi!" sahut Flower yang berada di dalam sana.


"Baiklah, setelah selesai mandi kita sarapan bersama," kata Charles.


Setelah beberapa saat kemudian.


"Charles, hari ini kamu yang menyiapkan sarapan ya?"


"Iya, ini khusus untukmu, karena perut mu merasa tidak nyaman maka makan bubur dulu agar mudah di cerna!"

__ADS_1


"Iya, terima kasih!" ucap Flower.


__ADS_2