
"Flower, aku tahu dia baik hati, hanya saja sikapnya membuat ku kesal. tapi aku tidak akan membencinya," jawab Liza dengan senyum.
"Terima kasih, Kak Liza," ucap Flower.
"Liza, istirahatlah untuk beberapa hari lagi di sini!" kata Charles.
"Bos, mungkin karena sudah lama aku berbaring di sini dan sekarang malah merasa lemas saja. jika bisa aku ingin segera pulang," ujar Liza.
"Untuk saat ini lebih baik jangan banyak bergerak dulu! luka mu cukup dalam dan jahitan juga belum kering," kata Winz.
"Karena kamu adalah dokterku, jadi aku dengar saja perintahmu!" jawab Liza.
"Pasienku yang baik!" ucap Winz dengan senyum.
"Charles, Flower, selamat untuk kalian karena sudah mau menikah," ucap Winz.
"Di saat itu kau harus hadir!" jawab Charles.
"Aku pasti hadir! di antara kita bertiga aku tidak menyangka jika kau duluan menikah. dulu aku malah mengira jika Steve yang akan menikah duluan," kata Winz dengan tertawa.
"Kalau sudah menemukan pujaan hati maka harus segera menikahinya, jika tidak maka dia akan di rebut oleh orang lain," jawab Charles dengan senyum sambil menatap pujaannya.
"Jangan bercanda!" kata Flower.
"Ini sudah membuktikan bahwa Flower sangat penting bagimu, dan aku berharap pernikahan kalian lancar dan juga selalu bahagia!" ucap Winz dengan senyum.
"Terima kasih," ucap Charles dan Flower dengan serentak.
Harry dan Cole sedang duduk bersama di halaman.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan mu, kenapa harus bersikap keras dengan seorang wanita? bagaimanapun dia adalah teman kita. apa kau tidak bisa mengalah sedikitpun?" tanya Harry.
"Aku hanya biasa saja, kau tahu sifatku kan? terhadap siapapun aku tetap begini," jawab Cole.
"Apa kau dan Liza ada dendam yang terselubung? sehingga kau begitu membencinya?"tanya Harry dengan merasa heran.
"Aku tidak membencinya sama sekali," jawab Cole dengan cuek.
"Lalu, kenapa kau sepertinya sangat membencinya dari awal kau tidak pernah mengalah."ujar Harry.
__ADS_1
"Dalam hidupku memang tidak pernah mengalah terhadap siapapun," jawab Cole.
"Kau ini..."
"Sudahlah! jangan membahas sesuatu yang tidak penting lagi!" ketus Cole dengan kesal.
"Kau ini sangat pemarah sekali, mana mungkin akan ada wanita yang mau menikah denganmu,"kata Harry dengan mengejek.
"Aku tidak mengatakan mau menikah, jadi aku tidak butuh wanita," ujar Cole dengan tegas.
"Apa kau ingin masa tua mu hanya seorang diri? dan kemudian di saat kau meninggal juga tanpa anak dan cucu di sampingmu?"
"Bukankah dari awal kita sudah merencanakan seperti itu? aku sangat puas dengan hidupku sekarang."
"Kau bukan yang dulu lagi, Cole. sekarang kau sudah bersatu kembali dengan ayahmu. dan suatu saat jika ayahmu pensiun kau pasti akan meneruskan posisinya sebagai ketua di kumpulannya. tidak mungkinkan di saat kau pensiun nanti tidak ada yang meneruskan posisimu," kata Harry.
"Aku tidak memikirkan untuk mengantikan posisinya, karena aku sudah terbiasa berada di samping bos," jawab Cole.
"Aku mengerti perasaan mu, sekian lama kau ikut dengan bos tentu tidak ingin berpisah. tapi setelah di pikirkan bos sudah menjadi adik iparmu. ini sangat mengejutkan. dan dari awal ini semua memang sudah di atur oleh yang di atas," ucap Harry.
"Setelah di pikir ulang memang banyak kejadian yang membuat kita semua berkumpul dan menjadi sebuah keluarga. aku menjadi anggota bos, pertemuan bos dan ayahku yang awalnya adalah sahabat, dan siapa sangka dia adalah ayah kandungku. tuan Steve juga sahabat bos, sementara Flower adalah kekasihnya, siapa yang bisa menebak jika tuan Steve dan Flower adalah adik-kakak," kata Cole.
"Mari kita masuk!" ajak Cole yang beranjak dari tempat duduknya.
"Cole, ubahlah sikapmu itu! jangan terlalu keras dengan Liza! semua orang merasa kalian sangat serasi. kalaupun kau tidak menyukainya jangan terlalu keras dengan dia," ujar Harry yang berjalan bersama Cole menuju ke dalam rumah sakit.
"Charles, aku ingin bertanya sesuatu!" kata Flower yang sedang duduk bersama dengan Charles.
"Apakah kakakku selama ini belum pernah pacaran?" tanya Flower dengan penasaran.
"Tidak pernah! kenapa bertanya seperti itu?" tanya Charles dengan senyum.
"Aku hanya ingin dia cepat menikah agar papa merasa bahagia."
"Apa kamu ada calon untuk kakakmu?"
"Apakah hubungan kakakku dan Winz hanya sebatas teman?"
"Iya, mereka tidak mungkin bisa bersama," jawab Charles dengan senyum.
__ADS_1
"Kenapa, apa Winz sudah memiliki teman pria?"
"Tidak ada, mereka berdua sangat akrab dan seperti saudara, jadi mereka tidak mungkin bersama. dan apa alasannya hanya mereka yang tahu," jawab Charles.
"Winz sangat cantik dan pintar, sayang sekali," ucap Flower.
"Kamu sangat berharap Winz dan Liza bisa menjadi kakak iparmu, akan tetapi jangan terlalu berharap, karena semua ini tergantung jodoh mereka," kata Charles.
"Aku sangat kenal dengan mereka sehingga sangat berharap mereka akan menjadi bagian dari keluarga kita," jawab Flower.
"Jangan di pikirkan lagi! biarlah takdir yang menentukan, dan kau hanya perlu menjadi pengantin ku saja," kata Charles dengan mengecup dahi pujaannya.
Mansion Fernando.
"Bos, anggota kita sudah berada di bandara, pelabuhan, terminal untuk menangkap jika sasaran kita muncul," kata anggotanya dengan berdiri di hadapan Fernando
"Hm...jangan sampai aku mendapatkan kelemahannya, jika tidak maka dia pasti akan mati di tanganku," ujar Fernando yang sedang menatap selembar foto.
"Perintah anggota untuk mencari keberadaannya! dia pasti tinggal di hotel. dan selidiki semua hotel yang ada di london!" perintah Fernando
"Baik Bos,"
Fernando menatap selembar foto seorang wanita cantik. wanita itu yang tak lain adalah adiknya sendiri.
"Lucia, kakak akan membalas dendam untukmu. kakak akan membuat pria itu mati dengan mengenaskan. ke mana pun dia pergi kakak tidak akan membiarkan di lolos," ucapnya dengan penuh dendam.
Flasback...
Tiga tahun yang lalu.
Di sebuah hotel.
Terdapat seorang pria yang sedang meniduri seorang wanita yang tidak sadarkan diri. pria itu dengan na*su melakukan hubungan dengan wanita itu yang sudah tanpa sehelai benang. pria yang sedang melakukan pergerakan tanpa berhenti yang tak lain adalah Stallone, sementara wanita tersebut adalah Lucia, adik perempuan Fernando.
Di malam itu Lucia sedang mabuk sehingga tidak sadarkan diri, sementara Stallone masih keadaan sadar dan melakukan hubungan di saat Lucia tidak tahu apa-apa.
"Lucia nama yang bagus. jangan salahkan aku karena kau dulu yang mengejarku. aku mengira kau adalah wanita hiburan di sini. ternyata kau masih perawan. malam ini sangat menyenangkan bagiku," ucap Stallone yang sedang melakukan pergerakan maju mundur sambil menekan pinggang Lucia.
Stallone melakukan selama dua jam dan menikmati tubuh wanita itu, tidak lama kemudian akhirnya Lucia membuka matanya. ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian intinya. dan kemudian ia pun melihat seorang pria yang dia kenal sedang melakukan gesekan tanpa berhenti di va.ginanya.
__ADS_1