Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Liza sadar dari koma


__ADS_3

"Dia tahu aku berada di london, oleh sebab itu dia ingin menyerangku," jawab Stallone.


"Bos, berarti dia memang sudah berencanakan dari awal untuk mengincar Anda," ujar Chan.


"Bos, apa rencana kita untuk melawannya? anggota kita yang di sini tidak sebanyak mereka. dan jika ingin anggota kita berangkat, mereka bisa lewat udara dan laut serta darat. mereka bisa pisah jalan agar tidak menarik perhatian," kata Boran.


"Aku tidak ingin mereka mengambil resiko hanya karena aku, anggota Fernando ada di mana-mana dan mereka pasti sedang mengintai semua anggota kita," jelas Stallone.


"Chan, hubungi Cason untuk menjemput kita lewat udara dengan mengunakan helikopter! aku berharap dengan cara ini kita akan berhasil meninggalkan london," perintah Stallone


"Baik Bos, segera saya lakukan!" jawab Chan.


Keesokan harinya.


Rumah sakit.


Flower, Charles bersama Cole dan Harry menuju ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa Liza telah sadar.


"Selamat untukmu, Liza. akhirnya kamu sadar,"ucap Winz dengan senyum.


"Dokter Winz, kata Stone Anda berusaha menyelamatkan ku di saat aku berhenti bernafas. terima kasih!" ucap Winz yang masih dalam kondisi lemah.


"Ini sudah bagian dari tanggung jawabku. jadi jangan sungkan. ini adalah keajaiban untukmu. kau beruntung karena mereka sering menemanimu dan selalu memberi dukungan untukmu. kalian seperti satu keluarga," jawab Winz dengan senyum.


"Aku beruntung karena ada mereka,"kata Liza dengan senyum.


"Liza, bos dan nona Flower datang setiap hari. dan sekarang mereka sudah di dalam perjalanan," ujar Stone.


Tidak lama kemudian Flower dan lainnya tiba dan melangkah masuk ke dalam kamar Liza.


"Kak Liza,"sapa Flower menghampiri Liza yang sedang duduk di ranjang.


"Flower, Bos," sapaan Liza dengan senyum.


"Liza, bagaimana denganmu?" tanya Charles.


"Bos, aku sudah baikkan, maaf, telah membuat kalian khawatir," ucap Liza.


"Liza, ini adalah berita baik, kau sudah sadar, Curry juga sudah hampir sembuh. dan yang paling bahagianya adalah bos dan nona Flower sudah mau menikah," kata Harry.


"Bos, Flower, apa benar kalian mau menikah?" tanya Liza dengan merasa gembira.

__ADS_1


"Benar Liza, sekarang aku sudah memesan hotel untuk acara bulan depan dan sedang menunggu gaun pengantin," jawab Charles dengan senyum.


"Wah...selamat untuk Bos dan Flower," ucap Liza dengan senyum.


"Kak Liza, harus cepat sembuh agar bisa hadiri acara pesta kami. aku ingin kak Liza dan kakak Cole menjadi pengiring ku dan Charles!" jawab Flower dengan senyum.


"Kak Cole?" tanya Liza dengan merasa heran


"Liza, si kepala batu ini adalah putra tuan Bared dan dia adalah kakak sepupu nona Flower," jelas Harry.


"Ternyata begitu! tidak menyangka di saat aku sedang koma terjadi banyak hal," jawab Liza.


"Flower, kenapa aku menjadi pengiring pengantin? aku rasa aku tidak cocok sama sekali," kata Cole.


"Hahahaha...si kepala batu ini selain bertarung dan main tembak dia mana bisa menjadi pengiring pengantin," ujar Yona dengan tertawa.


"Wajahnya yang kaku dan tidak pernah senyum akan terasa aneh jika menjadi pengiring pengantin bos," kata Harry dengan mengusik temannya itu


"Hahahahahah...." suara tawa bahagia yang memenuhi ruangan kamar itu.


Mereka tertawa karena merasa lucu sementara Cole hanya terdiam tidak bersuara.


"Kak Liza, walau kakak Cole sangat dingin sebenarnya dia sangat perhatian padamu," kata Flower dengan terus terang.


"Perhatian padaku? Flower, jangan bercanda! manusia seperti dia tidak punya perasaan. jadi mana mungkin dia bisa perhatian padaku," ujar Liza dengan mengejek.


"Betul apa yang kau katakan, kau bukan anak kecil untuk apa aku perhatian padamu. lagi pula kau tidak berbeda dengan manusia kepala batu juga, karena terlalu keras kepala," jawab Cole yang tidak mau kalah.


"Aku menyadari satu hal!" ucap Flower.


"Apa itu?" tanya Cole dan Liza dengan serentak.


"Kalian sama-sama kepala batu dan kalau kalian menjadi pasangan maka kalian sangat serasi," jawab Flower.


"Siapa yang mau bersamanya!" ketus Cole dan Liza dengan serentak.


"Andaikan kalau kalian memiliki anak apakah akan seperti kalian begitu keras kepala?" ujar Flower.


"Siapa yang mau memiliki anak dengan dia!" jawab Cole dan Liza saling menatap kesal.


"Kalian sangat kompak sekali," ucap Stone dengan seraya bercanda.

__ADS_1


"Jangan sembarangan! kami tidak kompak dan tidak akan kompak sampai kapanpun," balas Cole dan Liza dengan serentak.


"Iya...iya...kalian jangan serius begini!" ujar Stone yang ingin meredakan emosi mereka berdua.


"Charles, lihatlah mereka berdua sangat kompak, bagaimana kalau nikahkan saja mereka berdua!" ucap Flower dengan menatap ke arah Charles yang berdiri di belakangnya.


"Ini usul yang bagus, bisa di pertimbangkan," jawab Charles dengan senyum.


"Siapa yang mau menikah dengan dia?" tanya Liza dengan kesal


"Aku tidak mau menikahinya," kata Cole.


"Tapi paman Bared ingin kalian menikah, sementara aku dan Charles juga punya pikiran yang sama ingin kalian menjadi suami istri," kata Flower.


"Di dunia ini walau tidak ada pria lain aku juga tidak mau menikah dengannya."


"Di dunia ini walau tidak ada wanita lain aku juga tidak mau menikah dengannya."


Jawab mereka berdua dengan serentak.


"Sudahlah! kalian jangan bertengkar lagi! seperti anak kecil saja," kata Winz dengan seraya bercanda


"Ini namanya cinta yang terpendam, tapi saling tidak mengakui!" ucap Harry dengan seraya bercanda.


"Ada apa dengan kalian hari ini? kenapa bercanda terus?" tanya Liza dengan kesal dan merasa malu.


"Liza, jangan marah! kami hanya merasa gembira saja karena kamu sudah sadar," jawab Yona dengan tertawa.


"Aku ingin keluar sebentar!" ujar Cole yang melangkah ke arah pintu.


"Sebentar! tunggu aku!" pinta Harry yang ikuti langkah temannya itu.


"Kak Liza, jangan marah padanya! kakak Cole memang sangat dingin. tapi dia perhatian juga denganmu. coba saja kakak lihat gelang yang di tanganmu itu!" ucap Flower


"Apakah gelang ini miliknya? saat aku sadar gelang ini ada di genggaman ku," tanya Liza.


"Benar! ini memang gelang dari dia, sebenarnya dia juga sangat khawatir denganmu. Kakak Liza, walau kalian tidak menjadi pasangan kalian masih bisa menjadi teman baik. jangan saling membenci!" jawab Flower.


"Liza, kau juga sudah lama kenal dengannya, walau dia keras tapi dia memiliki sisi lembut. dan aku juga yakin dengan satu hal, dia telah menaruh perasaan padamu. hanya saja sikap seperti dia masih belum sadar dengan perasaan sendiri," jelas Charles.


"Kak Liza, jangan membenci kakak Cole ya! dia sebenarnya adalah pria yang baik. hanya saja sikapnya sangat dingin dan keras tapi bukan berarti dia jahat," bujuk Flower.

__ADS_1


__ADS_2