
Pesta meriah di jaga ketat oleh anggota Black Dragon dan juga anggota Bared. setiap sisi di jaga ketat dari luar hingga setiap lantai hotel mewah itu, tamu berdatangan di sambut oleh Charles yang berpenampilan tampan dan bak pangeran. sementara Flower tampil sangat anggun dengan gaun pengantin yang elegan. senyum bahagia terlihat jelas di wajahnya.
Tamu undangan bersulang dengan pengantin pria dan wanita. sementara Winz, Curry, Liza dan Yona tampil sangat cantik dan ikut menyambut para tamu yang masih berdatangan. Cole, Harry, Steve dan Stone tampil dengan begitu tampan dan melayani semua para tamu-tamu yang memeriahkan acara itu.
Bared dan Vic saling bersulang dengan senyum bahagia. selama acara berlangsung mereka berdua berbincang-bincang bersama teman lainnya yang hadir di pesta itu.
Tidak lama kemudian Julia datang ke acara itu dengan mengenakan gaun berwarna hijau panjang elegan..
Saat Charles dan Flower melihat kehadiran wanita itu mereka menyambutnya dengan ramah.
"Ma,"sambut Flower yang memeluk Julia, begitu pula Julia yang memeluk putrinya itu dengan senyum bahagia.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga kalian bahagia selalu. dan bersama untuk selamanya," ucap Julia dengan senyum.
"Terima kasih karena sudah hadir," ucap Charles dengan ramah.
"Charles, maafkan bibi karena sudah menyinggungmu di saat itu," ucap Julia.
"Bibi, semua sudah berlalu, jangan di pikirkan lagi!" jawab Charles.
"Terima kasih," ucap Julia.
"Julia, kamu sudah datang," sapa Vic yang menghampiri mantan istrinya itu.
"Vic, pernikahan penting ini mana mungkin aku tidak datang. aku ingin melihat putriku mengenakan gaun pengantin," jawab Julia dengan tertawa.
"Bagaimana dengan putri kecilku ini? bukankah sangat cantik dan manis?" tanya Vic dengan senyum.
"Iya, Flower bahkan lebih cantik dariku saat aku menjadi pengantin dulu," jawab Julia dengan tertawa.
"Tentu saja adikku ini lebih cantik, seorang gadis yang baik adalah wanita tercantik di dunia," ujar Steve dengan melangkah menghampiri orang tuanya dan juga Flower dan Charles.
"Keponakan ku ini akan selalu bahagia dan selalu cantik," kata Bared dengan senyum yang juga menghampiri pengantin.
"Kakak, Paman, jangan memujiku lagi!" kata Flower yang merasa canggung.
"Flower, kau sangat pemalu," ucap Bared dengan tertawa.
"Paman."
"Iya...iya...paman tidak mengusikmu lagi, hahahahaha," ucap Bared dengan tertawa.
"Kakak, mana calon kakak iparku?" tanya Flower yang masih ingat dengan ucapan kakaknya.
"Steve, sudah saatnya kamu perkenalkan calon yang kamu pilih itu!" kata Steve.
"Steve, apa benar kamu sudah memiliki calon istri?" tanya Julia dengan penasaran.
"Iya, Ma. dan mungkin saja bulan depan kami akan menikah," jawab Steve dengan senyum.
"Kau sangat hebat sekali, kami semua belum mengetahui siapa kekasihmu dan sekarang kau mengatakan bulan depan ingin menikah," kata Charles dengan bercanda.
"Kakak, siapa kakak iparku? sehingga kakak begitu cepat ingin menikahinya," tanya Flower dengan penasaran.
__ADS_1
"Karena merasa cocok maka kakak pun tidak ingin membuang waktu lagi, jika sudah saatnya menikah maka harus segera di lakukan, agar tidak terlepas di suatu hari," jawab Steve.
"Kalau begitu siapa calon menantuku? cepat kenalkan pada kami!" kata Vic.
"Jangan menunda lagi kami sedang menunggumu!" ujar Bared.
"Baiklah, sebentar!" jawab Steve yang melangkah pergi.
"Aku penasaran siapa yang akan menjadi pilihan kakak antara Winz dan Curry," kata Flower dengan penasaran.
"Mungkin saja Curry," jawab Vic.
"Kenapa Curry?" tanya Bared.
"Karena Steve pernah mengatakan jika dia dan Winz tidak mungkin, mungkin karena sudah lama kenal jadi sudah terbiasa," jelas Vic.
"Mungkin juga kak Curry menjadi piihan kakak. karena sebelumnya kak Curry demi menyelamatkan kakak dia tertembak," ujar Flower.
"Mungkin saja di saat itu sudah tumbuh benih-benih cinta di antara mereka," ujar Bared dengan tertawa.
"Charles, bagaimana menurutmu, siapa yang di pilih kakak?" tanya Flower yang menatap ke arah suaminya itu.
"Menurutku adalah Winz," jawab Charles dengan yakin.
"Bukankah kakak pernah mengatakan mereka hanya teman dan tidak lebih dari itu?"
"Karena sudah lama berteman jadi sudah saling memahami sifat masing-masing," jawab Charles.
"Charles, kenapa kamu bisa begitu yakin?" tanya Vic
"Mungkin saja Steve akan memilih Winz," kata Vic dengan senyum.
"Siapapun yang menjadi menantu keluarga kita juga tidak apa-apa, asal anak kita bahagia," ucap Julia.
Tidak lama kemudian Steve mengandeng seorang wanita cantik yang sudah menjadi pilihannya.
"Mari ku kenalkan, nona ini adalah wanita yang akan ku nikahi bulan depan," ucap Steve dengan senyum.
Semua yang melihat pasangan yang di pilih oleh Steve tersenyum bahagia.
"Kalian berdua sangat pintar menyembuyikannya dariku," ucap Charles yang menatap ke arah Steve dan wanita pilihan Steve yang tak lain adalah Winz.
"Sahabatku, kami baru mulai beberapa hari yang lalu, ini tidak termasuk menyembunyikan darimu," ujar Steve dengan seraya bercanda.
"Hahahahaha...bagus...bagus...berita baik...Steve dan Winz akhirnya bersatu setelah lama berkenalan," kata Bared dengan tertawa.
"Winz, maafkan bibi yang pernah kasar padamu," ucap Julia yang menghampiri pasangan dari putranya itu.
"Bibi, di saat itu aku juga kasar padamu, aku berharap bibi tidak menyimpannya dalam hati," ujar Winz.
"Ini semua salah bibi dulu, yang suka menghina, kamu tidak salah. sekarang kita sudah menjadi satu keluarga. dan berbahagialah bersama Steve," kata Julia.
"Winz, terima kasih karena sudah menerima putra paman ini, selama ini dia tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun. dan kamu berhasil membuka pintu hatinya," ucap Vic dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Paman, jangan berkata demikian, Steve juga selalu membantuku," ujar Winz.
"Kakak ipar, kalau begitu maka tolong menjaga kakak ku ini ya," kata Flower dengan senyum.
"Flower, aku belum menikah dengannya, jangan memanggilku kakak ipar!' ucap Winz yang merasa segan.
"Dua sahabat menjadi kakak ku dan juga kakak iparku. ini memang tidak ku sangka. padahal usiaku lebih tua dari kalian," kata Charles.
"Hahahahaaha...bukankah Cole yang lebih muda darimu juga menjadi kakak sepupumu," kata Steve dengan tertawa.
"Benar sekali," jawab Charles.
"Hei...Charles Robertson," sapa Stallone yang datang bersama dengan Lina.
"Playboy kamboja, akhirnya kau datang juga," sambut Charles dengan bercanda.
"Jangan memanggilku playboy kamboja! aku sudah bukan yang dulu lagi," jawab Stallone.
"Lalu, siapa nona yang kau hamili ini?" tanya Charles.
"Namanya adalah Lina calon istriku," jawab Stallone.
"Calon istrimu yang ke berapa? pertama atau ke dua?" tanya Charles dengan sengaja.
"Jangan sembarang bicara lagi! aku bukan yang dulu," jawab Stallone dengan kesal.
"Karena kau sudah datang maka aku ingin menagih janjimu," kata Charles.
"Menagih janjiku? memangnya aku berjanji apa denganmu?" tanya Stallone dengan heran.
"Apa kau sudah lupa saat kau meminta bantuan dariku? syaratnya adalah kau harus menari di depan Black Dragon," jawab Charles.
"Apa kau serius? kalau aku tidak mau?" .
"Berarti kau adalah pengecut," jawab Charles dengan sengaja
"Kau sengaja ingin memalukanku," ketus Stallone.
"Kau boleh menolak tidak apa-apa," ujar Charles.
"Kau sangat membuat perhitungan, padahal kita sama-sama gengster," ketus Stallone dengan kesal.
"Aku tahu kau pasti menolak karena dirimu adalah pengecut selain ahli menghamili wanita apa lagi yang kau bisa," kata Charles.
"Kau sangat tidak masuk akal,"ketus Stallone.
"Kenapa jalan mu berbeda seperti biasa?" tanya Charles.
"Itu karena dia baru terkena suntikan untuk mematikan urat," jawab Winz dengan sengaja.
"Mematikan urat? Winz, jangan bilang kau yang...."ucap Charles yang sudah paham dengan sifat sahabatnya itu
"Dasar burung gagak walau cantik tapi sangat kejam," gumam Stallone.
__ADS_1
"Burung gagak dari mana?" tanya Flower dengan polos.
"Burung gagak yang jatuh dari langit," jawab Stallone.