Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower di bawa oleh Farlos


__ADS_3

Perkumpulan Red Lion


"Malam ini aku ingin kalian berkumpul di sini, karena aku sedang berduka dengan kematian Wilker, Wilker sudah lama bersama kita, aku tidak menyangka dia bisa pergi begitu saja, aku telah kehilangan seorang saudaraku, dia sudah seperti saudaraku sendiri, kami dari masa muda bersama hingga sekarang, dan akhirnya dia pergi begitu saja, bahkan untuk melihatnya untuk terakhir kali saja aku tidak memiliki kesempatan sama sekali" ucap Brad dengan berpura-pura sedih


"Kematiannya sangat mendadak, sehingga kami tidak sempat berkunjung ke pemakamannya, pihak keluarga sangat cepat mengkeramasinya, dan ini adalah satu penyesalan bagi ku karena tidak bisa hadir" kata salah satu tetua kumpulan


"Tuan besar, apakah paman Wilker meninggal karena serangan jantung? selama ini tidak pernah mendengar jika jantungnya ada masalah" tanya Charles yang berpura-pura


Tidak tahu juga, mungkin karena faktor usia, semasa muda dia selalu minum minuman keras, merokok dan tidak tidur di saat menjaga markas" jawab Brad


"Kenapa aku tidak melihat Farlos, apakah dia tidak di hubungi atau dia sedang melakukan hubungan dengan wanita sehingga tidak bisa datang?" kata Charles dengan sengaja


"Charles, jangan selalu saja berprasangka buruk pada kakakmu sendiri, bagaimanapun dia adalah kakakmu yang sama-sama membesar denganmu di sini" ujar Tom


"Itu hanya menurut orang bodoh seperti kalian saja, bagiku dia hanyalah seekor semut yang selalu mencari sarang di mana-mana" ketus Charles dengan terus terang


"Kau...?" ucap Tom yang di hentikan oleh Brad


"Sudah! sudah, kalian jangan setiap kali bertemu setiap kali berdebat, bagaimanapun kita adalah satu keluarga besar, saling menghormati dan saling menghargai, kita sudah kehilangan satu saudara kita, kita juga masih sedang berduka, jadi jangan berdebat lagi" kata Brad


"Tuan besar, aku tidak bermaksud ingin berdebat dengan Charles, Anda juga mendengar apa jawaban dia, dia tidak menghormatiku sebagai tetuanya" ujar Tom dengan merasa tidak puas


"Paman Tom, kau sudah salah menilai ku, aku tentu saja akan menghormatimu, bahkan hingga akhir hayatmu aku juga akan mengantar kepergianmu jika kamu sudah menyusul paman Wilker" kata Charles dengan terus terang


PRAK...


Hentakan meja di lakukan oleh Tom yang merasa kesal


"Charles, jaga mulut jangan bicara sembarangan" bentak Tom dengan emosi


"Charles, jaga bicaraan mu. jangan keterlaluan" bentak Figo yang merasa kesal

__ADS_1


"Hahahahahahahaha" suara tertawa Charles yang memenuhi satu ruangan itu


"Kenapa kau tertawa?" tanya Tom dengan nada tinggi


"Hahahahahahaha, tidak perlu marah. ini adalah mulutku dan aku punya hak mau mengatakan apapun yang mau ku katakan" kata Charles dengan tertawa senang


"Kau bersama Farlos dan Ricky hidup bersama dari kecil, tapi kenapa kau tidak bisa bersikap sopan seperti mereka" bentak Tom


"Paman Tom, aku sangat menghormati para tetua, tapi jika terhadap kalian berdua aku benar-benar tidak sanggup melakukannya" balas Charles dengan sengaja


"Apakah kau tidak bisa seperti Farlos dan Ricky yang bisa menghormati para tetua?" tanya Figo dengan kesal


"Kalau begitu maka biarkan mereka mengantikan posisiku di sini, aku juga tidak masalah" ujar Charles dengan senyum sinis


"Tuan besar, lihatlah bocah ini sangat tidak tahu sopan santun" ujar Tom yang menunjukkan ke arah Charles


"Charles, kurangi kata-kata yang tidak baik, jangan melawan dengan para tetua, mereka adalah seniormu" kata Brad dengan menatap ke arah Charles


"Jika tidak ada urusan lain maka aku pergi dulu" kata Charles yang bangkit dari tempat duduknya, sesaat kemudian Charles meninggalkan kumpulan itu


"Bocah ini memang sangat kurang ajar" ketus Tom dengan kesal


"Jika kalian sudah tahu sifatnya begitu keras, maka jangan lagi menyinggungnya, anak ini unggul dalam segala hal, dan mulutnya itu juga mampu membunuh kalian, jadi kurangilah berdebat dengannya" ucap Brad yang menatap ke arah Tom dan Figo


Rumah sakit tempat Flower di rawat


Di malam itu Harry bersendirian menjaga di luar kamar Flower, ia duduk dengan fokus membaca koran, tanpa ia sadari Farlos yang berniat jahat telah menyediakan sesuatu untuk bisa mengalahkan dirinya


"Kalian cepat lempar bom asap, biar bocah itu pingsan" perintah Farlos dengan suara rendah


Anggotanya mengikuti perintah bosnya dan membawakan beberapa bom asap dan melempar ke arah Harry yang sedang duduk di kursi depan kamar

__ADS_1


Harry yang menyadari bom asap di dekatnya langsung menutupi hidungnya, akan tetapi karena asap yang tebal akhirnya ia pun tumbang ke lantai dan tidak sadarkan diri


Bruk...


Hentakan tubuh Harry yang tumbang karena terhirup asap tersebut


"Cepat sembunyikan bocah itu" perintah Farlos yang melangkah cepat menuju ke kamar Flower, sementara anggotanya menarik Harry entah kemana untuk di sembunyikan


Klek


Farlos menginjak masuk ke kamar Flower yang sedang tidur, karena efek obat tidur Flower tidak mendengarkan suara buka pintu dari seorang pria yang sedang berniat jahat pada dirinya


"Cantik sekali, walau hanya mengenakan baju pasien dia tetap menawan. Charles, wanita mu sudah jatuh ke tanganku, aku ingin melihat apakah kau masih mau gadis ini jika sudah ku cicipi" gumam Farlos dengan senyum jahat


Farlos lalu mengendong Flower keluar dari kamarnya


Di sisi lain Coco membuka matanya dan mendapati jika dirinya sedang berada di rumah sakit, lalu dirinya bangkit dan duduk di ranjangnya


"Kenapa aku bisa ada di sini?" gumam Coco


"Aku bisa keluar dari sini dan menjauh dari si brengs*k itu" gumam Coco yang berusaha turun dari ranjangnya, karena kondisinya yang masih lemah maka sulit bagi dirinya untuk bergerak cepat


Saat Coco melangkah keluar sambil memerhatikan apakah anggota Farlos berada di sekitaran sana, setelah dirinya melihat tidak ada sesiapapun, ia langsung melangkah masuk ke salah satu ruangan yang terdapat jarum suntik dan obat botol kecil lainnya, Coco memasukkan jarum ke salah satu botol kecil itu setelah ia membaca efek obat tersebut, setelah jarum suntikan telah di penuhi oleh obat cair bening ia langsung meninggalkan ruangan tersebut


"Siapa saja yang menghalangku jika di suntik obat ini dia pasti tidak bertenaga lagi" gumam Coco


Farlos membawa Flower ke salah satu ruangan operasi, dan kemudian dia menidurkan Flower di atas ranjang operasi itu, sementara dirinya yang sudah tidak bisa menahan hasratnya langsung melepaskan jas dan kemejanya


Sesaat kemudian Flower membuka membuka matanya, dan melihat langit-langit dan mendapati jika dirinya berada di ruangan lain, lalu pandangannya mengarah ke pria yang sedang melepaskan baju hingga menampakkan tubuh pria itu


"Aaaarrrrgghhhhh" teriakan Flower yang langsung turun dari ranjang

__ADS_1


__ADS_2