Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kekesalan Brad


__ADS_3

"Charles, aku mengerti maksudmu, jangan cemas. karena aku akan menjaganya dengan baik, akan tetapi kau ingat berjanji satu hal denganku" ucap Steve


"Katakan saja"


"Berjanjilah, apapun yang kau lakukan jangan sampai kau terkorban, sekarang bukan seperti dulu lagi, sekarang adikku itu sangat membutuhkan mu, dan aku hanya percayakan dia padamu" kata Steve


"Steve, tenang saja. aku tidak akan mati, ini hanyalah sebuah pertarungan saja, sudah biasa bagiku"


"Aku tahu kehidupan Gangster tidaklah mudah, aku juga tidak bisa meminta mu meninggalkan dunia mu demi adikku, dan aku hanya memintamu untuk tetap hidup demi adikku, Flower sudah banyak menderita selama ini, jadi aku tidak ingin melihat dia menderita lagi" kata Steve


"Di dunia ini hanya Flower yang paling penting bagiku, aku tidak ingin melihat dia terluka lagi, jika dia bersama mu dan paman aku akan lebih tenang mengurus hal lain, kau juga tahu jika Brad masih memiliki pengikut yang tersembunyi, selama ini dia menyembunyikan mereka dengan baik, sehingga aku tidak bisa mengetahui di mana tempat persembunyian mereka, karena aku sudah memahaminya oleh karena itu aku tidak mau Flower menjadi incarannya" ucap Charles


"Aku mengerti kebimbanganmu, bertenanglah urus masalahmu, asal kau berjanji jangan mengecewakan ku saja, dan selalu ingat gadis itu sedang menunggumu"


"Aku tahu" jawab Charles dengan senyum dan meneguk minumannya


Kumpulan Red Lion


Seseorang yang telah mendatangi kumpulan Red Lion dengan membawakan berita buruk kepada Brad, sehingga membuat bos besar Brad Lion itu marah besar


PRAK....


Bunyi hentakan meja di lakukan oleh Brad yang sedang marah besar


"Kurang ajar! apakah sudah tertangkap pelakunya?" tanya Brad dengan penuh emosi


"Belum, Tuan besar. saat itu tidak ada yang tahu atau melihat siapa yang melakukannya" jawab pria itu yang juga anggota Brad yang mengurus bagian pemasukan barang


"Tuan besar, kelihatannya ini adalah bagian dari rencana seseorang, akan tetapi siapa pelakunya?" ujar Ricky yang sedang berdiri di samping bosnya itu


"Jika tahu maka bukan musuh lagi, yang melakukannya pasti adalah musuhku, jawab Brad dengan penuh kebencian


"Satu kapal itu muatannya tidak sedikit, kerugian ini akan mencapai milyar dollar" ujar Ricky

__ADS_1


"Hanya dalam satu malam uang ku lenyap dalam ledakkan itu, kejadian di tengah laut tidak ada yang bisa mengetahui siapa pelakunya, orang ini sudah berencanakannya dengan baik" ujar Brad


"Tuan besar, apakah ada yang mencurigakan? apakah orang luar ataupun orang dalam?" tanya Ricky dengan penasaran


"Tidak ada! mereka semua tidak mungkin ingin menantangku" jawab Brad


"Lalu, bagaimana dengan Charles? apakah mungkin dia yang melakukannya?" tanya Ricky lagi


"Dia walau sangat emosi, dan sulit di atur akan tetapi dia tidak ada alasan untuk menantangku, selama ini belum ada tanda-tanda dia ingin memberontak" jelas Brad


"Tuan besar, belakangan ini Farlos tidak memperlihatkan diri, ke mana dia pergi?"


"Bocah tidak berguna ini jika tidak ke pelabuhan maka dia pasti berada di pub untuk bersenang-senang"


"Apakah mungkin dia akan membelot Anda?"


"Dia tidak memiliki alasan untuk melawanku, dia juga tidak memiliki keberanian untuk menantangku" jelas Brad


"Apakah ini karena persaingan bisnis? banyak kumpulan mafia lain juga menjalankan bisnis yang sama dengan kita, apa mungkin salah satu dari mereka?"


"Iya! Tuan besar"


"Utuskan anggota kita secara diam-diam untuk awasi semua orang-orang dari Red Lion, dan selain itu selidiki lagi siapa pelaku yang meledakkan kapal ku" perintah Brad


"Baik, Tuan besar" jawab Ricky dengan menunduk


Malam hari


Flower membolak balikkan badannya karena tidak bisa tidur nyenyak di malam itu, lalu ia pun bangkit dan duduk bersandar di kasurnya


"Aku tidak bisa tidur, sudah terbiasa tidur bersamanya, tidak tahu apa dia sudah tidur" gumam Flower


Flower yang memegang handphonenya berniat ingin menekan nomor panggilan akan tetapi ia mengurungkan niatnya

__ADS_1


"Sudah pukul 01.00, dia pasti sudah tidur. tidak mungkin aku membangunkan dia" gumam Flower


Di sisi lain Charles yang sedang berada di ruangan kerjanya sedang duduk bersandar di kursi besarnya sambil meneguk minuman keras


"Sudah dua botol masih saja aku tidak bisa memejamkan mata, aku mulai menyesal membawa Flower ke rumah Steve, gadis ini apakah sudah tidur? tanpa dia aku tidak bisa memejamkan mataku, aku harus membiasakan diri untuk tidur tanpanya" gumam Charles yang sambil meneguk minumannya


"Charles, Charles, tidak biasanya kau bisa begini, selama hidupmu memang tanpa wanita sebelum kau bertemu dengan boneka itu, tapi kenapa baru satu malam saja kau sudah tidak bisa memejamkan matamu, jika bukan karena dendam ku yang harus ku balas aku pasti sudah membawanya pulang besok" gumam Charles


Keesokan harinya


Rumah sakit


"Nona, kondisi tubuh Anda masih lemah, Anda harus banyak istirahat, dan jangan banyak bergerak" kata Dokter yang sedang merawat Coco


"Aku ingin keluar dari rumah sakit, aku masih ada urusan penting" ujar Coco yang berusaha turun dari ranjang


"Nona, tapi..?" kata Dokter itu yang terhenti


"Jangan melarangku, aku sudah tidak apa-apa" ucap Coco yang berjalan keluar dari kamarnya


"Aku ingin menjumpai Charles, aku tidak menyangka dia begitu tega padaku, dia bahkan tidak peduli jika aku berada di tangan pria bejat itu, dan kemarin dia juga tidak peduli di saat aku sedang kesakitan, jika dia tidak membiarkan ku maka aku tidak akan di perk*sa berkali-kali oleh si bejat itu" batin Coco


"Aku masih perawan di saat itu, tapi keperawananku di renggut begitu saja, jika saja di saat itu Charles datang menyelamatkanku maka ini semua tidak akan terjadi padaku, aku di paksa melayaninya dari siang hingga sore, dan malam hingga tengah malam, dan aku sampai hamil anaknya, ini semua karena Charles, dia memiliki dendam dengan Charles dan mengunakan ku untuk menjadi pelampiasannya, seharusnya Flower itulah yang harus menerima nasib ini" gumam Coco yang sedang merasa kesal


Villa Robertson


Cole baru kembali ke kediaman bosnya


"Hahahahahahaah, aku yakin sekali jika si tua itu pasti merasa sangat sakit hati" ucap Charles dengan tertawa


"Muatan yang meledak itu cukup menghabiskan 30 persen hartanya, tentu saja tadi malam dia tidak akan bisa tidur" ujar Cole dengan senyum


"Ini baru langkah pertama, dan untuk seterusnya aku ingin mengunakan cara yang sama, sedikit demi sedikit lama-lama harta dia akan habis tenggelam di lautan sana" ucap Cole

__ADS_1


"Bos, untuk selanjutnya apa tindakan kita?"


"Selidiki lagi di mana tempat persembunyian para pengikutnya, mereka sangat gesit. tapi bukan berarti kita tidak bisa mendapatkan posisi mereka" jawab Charles


__ADS_2