
"Jika saja mamaku masih hidup dia pasti bahagia, karena bisa bertemu kembali dengan papaku, dan aku juga yakin jika mamaku melihatmu dia pasti gembira" kata Flower dengan senyum
"Apa Flower bahagia bersamaku?" tanya Charles dengan menyentuh wajahnya Flower
"Iya, apa kamu akan bersamaku untuk selamanya dan tidak akan menyesal?" tanya Flower
"Flower Austin adalah boneka milikku selamanya, kau adalah boneka kesayangan milik Charles Robertson" ucap Charles dengan senyum dan mencium bibirnya Flower
Di sisi lain pria yang sedang mengamati Charles dan Flower tadi sedang berada di kamar seorang wanita yang tak lain adalah Coco, pria itu adalah Farlos yang selama ini ingin mengincar Flower
"Tidak ku sangka gadis itu bisa berada di sini, lumayan juga malam ini aku bisa mencicipinya, apakah dua bocah brengs*k itu menjaganya? jika mereka ada di sini maka rencanaku pasti akan gagal lagi" batin Farlos
"Aku harus mencari cara untuk membawanya pergi dari sini, jika di rumah sakit aku tidak bisa melakukannya lebih lama, dia sudah membuatku kelaparan selama ini. Flower Clisten, hanya tinggal selangkah kau akan menjadi santapanku" gumam Farlos
"Wanita ini sudah menjadi memuaskanku selama ini, sekarang aku akan mengincar Flower, karena wanita ini sudah mengandung anakku maka dia akan tetap tinggal di rumahku, karena ini kesempatanku memiliki seorang anak, usia ku juga sudah hampir 40 tahun, selama ini aku sering membuang benih ke semua rahim wanita, tapi hanya tiga wanita yang mengandung anakku, dua wanita bodoh itu sudah keguguran, dan sekarang hanya wanita di depan mataku ini yang masih mengandung anakku, tentu saja aku tidak boleh gegabah demi keturananku ini. Flower Clisten juga akan mengandung anakku suatu saat nanti" gumam Farlos yang sedang melihat ke arah Coco yang sedang berbaring di ranjang
Setelah beberapa menit kemudian Flower telah ketiduran, sementara Charles sedang duduk di kursi samping ranjangnya dengan menatap senyum ke arah pujaannya yang sedang tertidur pulas
Sore hari
Vic, Steve bersama Cole dan Harry kembali ke rumah sakit untuk menjumpai Flower dan Charles, setelah membuat tuntutan terhadap Mark, Mona dan Fannie
"Mereka akan melakukan penyelidikan, dan setelah semua bukti terkumpul mereka akan mengadakan persidangan, aku berharap mereka bertiga masuk neraka" ucap Steve
"Negara ini ada hukum, jadi walau Mark lolos dari semua perbuatannya selama 10 tahun, pada akhirnya dia harus di hadapi ujian berat ini, dia akan di hukum mati" jelas Vic
"Ini sangat pantas untuk mereka, apapun hukuman yang di terima oleh dua wanita itu, mereka tetap akan mendapat penyiksaan yang tiada akhir di dalam penjara nanti" ucap Charles
"Charles, apa rencanamu?" tanya Steve
"Apa yang mereka lakukan pada Flower akan ku balas semuanya, aku mendengar info jika dua wanita itu baru keguguran, janin dalam kandungan adalah milik Farlos" jawab Charles
__ADS_1
"Dua wanita itu mengandung anak dari Farlos?" tanya Steve dengan penasaran
"Aku tidak menyangka bisa terjadi hal seperti ini" ucap Flower yang sedang duduk bersandar
"Farlos memang sudah di kenal sangat menyukai menyentuh wanita manapun, jadi sudah tidak heran jika dua wanita itu di hamilinya" ujar Steve
Tidak lama kemudian nada dering masuk ke handphone milik Charles
"Permisi, aku keluar menjawab panggilan dulu" ucap Charles yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar
"Flower, bagaimana denganmu?" tanya Vic dengan senyum
"Pa, aku baik-baik saja, aku juga baru bangun" jawab Flower dengan senyum
"Charles, menjaga mu dengan baik. papa merasa senang karena calon suami mu adalah sahabat kakakmu, mereka sudah lama saling kenal, jadi papa dan kakak mu tidak meragukan Charles lagi" ujar Vic
"Papa, benar! hanya saja ini baru awal kami mulai sebuah hubungan, tidak tahu bagaimana untuk ke depannya" jawab Flower
"Flower, sejujurnya Charles sangat mencintaimu, hubungan antara kalian berdua aku sudah tahu dari awal, selama tiga tahun ini dia tidak pernah berhenti mencarimu, aku sangat memahami sifatnya, banyak wanita yang ingin mendekatinya tapi asal kau tahu mulutnya itu lebih tajam dari pisau belati, dan selalu saja menyakiti hati wanita, dan Fannie adalah salah satunya, kakak berani menjamin jika Charles adalah pria yang setia, dan kakak juga berani mengatakan jika dia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, kau sudah lihatkan Sania? dia menjadi korban Charles, jadi dia hanya bisa luluh di saat berhadapan denganmu, jangan pernah meragukan dia, Flower" kata Steve dengan panjang lebar
Sementara di luar kamar, Charles baru mengakhiri panggilannya
"Cole, lakukan sesuatu" perintah Charles
"Perintahkan, Bos" jawab serentak Cole
"Kapal milik Brad sudah berada dalam perjalanan menuju ke pelabuhan, aku ingin kau mengutuskan anggota yang tidak di kenal untuk meledakkan kapal itu, muatan kapal itu tidak sedikit, jika kita berhasil maka orang tua itu akan mengalami banyak kerugian" kata Charles
"Jika kita berhasil maka dia pasti bisa mati langsung" ujar Harry
" Bos, kapan kita beraksi?" tanya Cole
__ADS_1
"Lakukan besok malam, mulai berangkat malam ini, lakukan selagi kapalnya masih berada di tengah lautan" jawab Charles
"Baik Bos, segera aku lakukan" ucap Cole dengan menunduk dan melangkah pergi
"Bos, bagaimana bisa tahu jika si tua itu ada masuk barang? selama ini dia tidak pernah memberitahu siapapun" tanya Harry
"Ada anggota yang memberi info kepadaku, setiap ada pemasukan barang aku ingin mengagalkan pemasukannya, dengan cara belakang aku ingin menghabisinya"
"Dan kemudian dia pasti akan terkena Stroke" ujar Harry
"Sebanyak apapun uangnya, cepat atau lambat akan habis juga jika kapalnya di tenggelamkan atau di ledakkan" ujar Charles
Sesaat kemudian nada dering masuk ke handphone milik Charles
"Charles, malam ini berkumpul di sini" ucap Brad yang dari seberang sana
"Baik Tuan besar" jawab Charles yang tidak lama kemudian memutuskan panggilannya
"Ada apa, Bos?" tanya Harry
"Pria tua itu menyuruhku berkumpul" jawab Charles yang memasukan handphonenya ke dalam saku bajunya
"Aku akan ikut denganmu" ujar Harry
"Tidak! Cole tidak ada di sini, jadi kau harus melindungi Flower di sini, jangan sampai terjadi apa-apa pada dirinya"
"Bos, apakah khawatir jika ada yang melukai nona? Mark dan dua wanita itu sudah di tangkap jadi mereka tidak mungkin bisa muncul di sini, sedangkan Farlos tidak tahu jika nona berada di sini"
"Ini hanya untuk lebih waspada saja, di saat aku tidak ada kau harus melindungi Flower dengan baik"
"Baik Bos" jawab Harry
__ADS_1
Malam hari
Di malam itu tinggal Harry seorang diri yang berjaga di luar pintu, sedangkan Flower telah ketiduran setelah minum obat dari dokter, Vic dan Steve telah kembali ke rumah mereka, sementara Charles harus hadir di kumpulan Red Lion