Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower histeris


__ADS_3

"Flower, letakkan senjatamu dulu!" pinta Charles yang sedang berusaha menenangkan pujaannya.


"Tuan Bared, saya adalah Vic Austin, saya ingin tahu apa sebabnya Anda membawa dia pergi?"


"Tuan Austin, dia adalah orang yang telah membunuh adik saya,oleh karena itu saya ingin membalas dendam terhadapnya," jawab Bared.


"Aku tidak peduli dengan semua itu! nyawa dia adalah milikku, jika Anda ingin membawanya pergi maka aku tidak akan menginzinkan," kecam Flower dengan tegas.


"Tuan Bared, kita semua di sini berharap kematian pria ini, akan tetapi dia akan di jatuhi hukuman mati. lalu untuk apa Anda harus bertindak sendiri?" tanya Charles.


"Karena dendamku sudah lama terpendam, sehingga ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri," jawab Bared.


"Aku juga memiliki dendam dengannya selama ini, dan aku ingin dia mati di tanganku!" bentak Flower yang ingin melangkah menghampiri mobil Bared dengan berniat ingin menarik pria itu keluar akan tetapi langkahnya di hentikan Steven yang sedang menodong senjata ke arah Flower.


Charles yang melihat Steven sedang menodong senjatanya, ia langsung mengeluarkan pistolnya ke arah pengawal sahabatnya itu.


"Letakan senjatamu sebelum kepalamu di tembus oleh peluruku!"kecam Charles yang berdiri di depan Flower dan berhadapan dengan Steven.


Cole dan Harry yang melihat Mark berada di dalam mobil mereka pun langsung menghampiri mobil itu dan menarik Mark keluar dengan kasar.


"Jangan melawan! jika tidak, aku tembak kepalamu!" bentak Harry yang sedang menahan Mark.


"Steven, turunkan senjatamu! jangan bersikap tidak sopan!" perintah Bared.


Atas perintah bosnya Steven menurunkan senjatanya begitu pula dengan Charles.


"Charles, aku tidak menyangka hanya karena seorang baj*ngan ini kita semua bisa berkumpul di sini," ucap Bared yang sambil melihat semua orang yang ada di sana.


"Kalau bukan karenamu yang membawanya lari tidak mungkin kita semua berada di sini hari ini!" bentak Flower yang sedang menodong ke arah Bared.


"Flower, turunkan senjatamu dulu! mungkin semua ini ada kesalahpahaman!" ujar Steve.

__ADS_1


"Flower, jangan emosi! jika ada masalah bisa di bawa berbincang!" bujuk Vic yang berusaha menenangkan emosi putrinya.


Flower yang merasa kesal melihat ke arah Mark langsung menghampirinya dan memukul kepala pria itu dengan senjatanya.


BRUK...


"Aaarghh..." pekik Mark yang kesakitan dan mengeluarkan darah di kepalanya.


"Kau adalah binatang! terlalu mudah bagimu kalau mati begitu saja. bagaimana caranya kau menyiksa mamaku di saat itu!" bentak Flower yang melayangkan pukulan ke wajah pria itu.


BRUK...


"Aarghh...." jerit Mark yang menahan sakit pada wajahnya, akibat pukulan yang keras wajah Mark menjadi merah dan bengkak


Mark yang di pukul hanya bisa menangis dengan penuh penyesalan, dan kemudian dia berlutut di hadapan gadis yang selama ini mendapat siksaan darinya.


"Maafkan aku...aku sudah salah...ini salahku...maafkan aku!" ucap Mark yang berkali-kali membentur kepalanya ke aspal..tangisan Mark pecah di saat ia berada di hadapan gadis itu.


"Maaf...maaf...maafkan aku!" ucap Mark sambil menunduk dan menangis dengan penuh penyesalan.


"Jika kata maaf bisa mengembalikan mamaku maka aku akan memaafkanmu, tidak cukup kau melakukan kekerasan padanya. kau juga melecehkan dia di saat dia sekarat, dan setelah itu kau mengunci kami di gudang dan membakar kami, demi ingin menyelamatkan ku. mama rela berkorban. Jika di saat itu dia memilih keluar maka dia pasti akan selamat. akan tetapi dia memilih mengeluarkan ku dengan sisa tenaga yang dia miliki. dia mendapat pukulan keras darimu sehingga dia tidak bertenaga lagi. dan kau begitu santai membiarkan istri yang kau nikahi itu tewas dalam kebakaran. kau adalah bajing*n!" teriak Flower yang sambil memukul kepala Mark dengan senjatanya.


BRUK...


"Aarghh..." jerit Mark yang terkapar ke jalan akibat pukulan yang keras.


Vic mengeluarkan air matanya saat mendengar tangisan putrinya itu.


"Mark Clisten, apa salah mamaku padamu? dia menjadi istri yang baik dan tidak menuntut apapun denganmu, dia adalah nyonya besar di rumah itu. tapi apa, dia hidup seperti pembantu di dalam rumah mewah itu. sedangkan Mona yang kau bawa pulang itu hidup dengan serba mewah, kau tidak puas menyiksa dan membunuh mamaku, setelah Mona menginjak masuk ke rumah kita kau mengurungku dan menganggapku sebagai hinaan dan anak sampah. kau tidak pantas mati dengan begitu mudah!" bentak Flower yang histeris dan sambil menendang tubuh Mark berkali-kali.


BRUGH....BRUGH....BRUGH....BRUGH.

__ADS_1


Tendangan secara bertubi-tubi yang di lakukan oleh Flower


"Argghh...!" jerit Mark yang sedang kesakitan.


"Di saat itu kau juga dengan cara ini menyakitinya," bentak Flower yang sambil menendang perut Mark tanpa berhenti.


BRUGH....BRUGH....BRUGH....BRUGH.


"Argghh...!" jeritan Mark yang hanya bisa pasrah karena mengingat kesalahan masa lalu.


"Dengan ini juga caranya kau menyakitiku, dan di saat aku sekarat kau dan istri mu yang tidak tahu malu itu membuangku ke hutan," bentak Flower yang masih belum berhenti menendang Mark yang sedang terkapar.


BRUGH....BRUGH....BRUGH....BRUGH.


Tidak lama kemudian Stallone tiba di tempat itu, ia yang melihat begitu ramai di sana, ia pun keluar dari mobilnya sambil melihat apa yang sedang terjadi.


"Apa kau merasa nyaman saat menerima kekerasan ini? di saat kau melakukanya pada kami kau sangat senang dan berubah menjadi iblis, apakah hatimu itu terbuat dari hati binatang? sehingga kau membunuh istri sendiri dan mencintai wanita lain?" teriak Flower dengan histeris.


Cole, Harry dan Steve yang melihat kejadian itu dengan mata berkaca-kaca.


Semua anggota Black Dragon yang berada di sana melihat kejadian itu, mereka semua telah mengetahui masa lalu yang di jalani Flower dari sejak kecil. tangisan Flower menyayat hati mereka semua.


"Maaf...maafkan aku. aku menyakiti Ella dan kamu, ini salahku telah mengabaikan kalian!" tangisan Mark yang sedang terkapar di jalan.


Bared yang mendengar nama adiknya itu membulatkan mata besarnya.


"Maaf tidak berguna sama sekali! mama ku sudah meninggal dengan tidak wajar, aku bahkan tidak memberikan pemakaman yang layak untuknya, di saat aku sadar semua sudah berakhir, kau menyuruh anggotamu membuang sisa-sisa tulangnya, kau bajing*n," tangisan Flower dengan histeris.


"Ella...apakah gadis ini adalah putri Ella? dia mengatakan mamanya," batin Bared.


"Flower....!" ucap Vic yang ingin menghentikan putrinya akan tetapi ia di halang oleh Steve.

__ADS_1


"Pa, biarkan adik meluahkan semuanya, agar di lain hari dia tidak ada tekanan lagi," ujar Steve.


__ADS_2