Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Gagal rencana Andrew


__ADS_3

"Kalian ingin membawaku pergi dengan cara ini, sangat kekanakan!" ketus Bared.


"Anda tidak ada pilihan selain ikut kami pergi," jawab salah satu pria yang sedang menodong pistol ke arah Bared.


"Jika aku menolak?" tanya Bared dengan tatapan tajam.


"Anda hanya akan mati di sini!"


"Kalian hanya tahu mengunakan cara ini untuk melawan kami," ketus Steven.


"Tuan Bared, kalian sudah jatuh ke tangan kami. jadi, lebih baik kalian menurut saja."


"Walau aku harus mati aku juga tidak akan ikut kalian pergi!" tegas Bared.


"Kalau begitu maka kami hanya akan melepaskan tembakan," kecam pria itu.


Di saat suasana tegang dan masing-masing bersiap ingin melepaskan tembakan tiba-tiba saja terdengar tembakan dari arah lain.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan yang di lakukan oleh Cole yang sedang sambil menyetir, ia muncul dari belakang sekelompok pria bersenjata itu.


"Aarrggh...."


"Aarrggh...."


"Aarrggh...."


"Aarrggh...."


Jeritan serentak mereka yang tertembak dan tumbang satu-persatu.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan beruntun di lakukan oleh Cole yang menembus mereka semua, Cole menginjak gas dengan kecepatan tinggi sehingga menabrak mereka yang tidak sempat menyelamatkan diri.


BRUK...BRUK...BRUK...BRUK...BRUK...


"Aaarghh...." teriakan serentak mereka yang di tembus oleh peluru dan di tabrak sehingga terhempas ke aspal.


Tidak butuh waktu yang lama Cole berhasil membunuh mereka semua sehingga tewas tak tersisa.


Cole menghentikan mobilnya di saat dirinya berhasil membunuh lawan-lawanya itu. kemudian ia turun dari mobil dan menghampiri Bared.


"Tuan Bared, Anda tidak apa-apa?" tanya Cole dengan hormat.


"Aku tidak apa-apa. Cole, dirimu sangat luar biasa," jawab Bared dengan senyum.


"Dan kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Bared.


"Bos memerintahkan ku untuk melindungi Anda!" jawab Cole dengan sopan.


"Anak muda yang luar biasa, bos mu sangat tangguh dan memiliki pengawal yang tangguh. aku merasa iri dengan bos kalian itu," ucap Bared dengan senyum.


"Tuan Bared, izinkan aku untuk melindungi Anda," kata Cole.


"Ini adalah perintah Charles tentu saja aku tidak akan menolak, dan dengan senang hati aku menerima mu di sisi ku," jawab Bared


"Terima kasih, Tuan," ucap Cole.


"Tuan Bared, ingin pergi ke mana?" tanya Cole


"Aku ingin pulang!" jawab Bared.


"Baiklah, aku akan menemani Anda!" jawab Cole dengan hormat.


Sore hari.


Charles mengambil laporan hasil pemeriksaan kesehatan Flower.


"Jangan khawatir! pujaanmu sehat-sehat saja!" ucap Winz dengan seraya bercanda.


Charles tersenyum karena merasa puas dengan hasil laporan tersebut.


"Lihatlah dirimu sekarang, hanya dengan melihat hasilnya saja sudah membuat mu bahagia," usik Winz dengan sengaja.


"Kau tahu kalau kesehatannya sangat penting bagiku, oleh karena itu aku ingin rutin melakukan pemeriksaan kesehatannya," kata Charles.


"Iya aku mengerti maksudmu, kau begitu merawatnya, dari segi makanan dan minuman saja kau tidak izinkan dia makan yang di berikan dari rumah sakit," jawab Winz.


"Makanan rumah sakit sangat tidak enak, aku ingin memasak sendiri agar lebih bersih, walau makanan di masak oleh pihak rumah sakit bukan berarti mereka mengolahnya dengan bersih," jelas Charles.


"Kau ini...benar-benar menjadi agak cerewet setelah menjadi calon suami orang," ujar Winz.


Flower yang berada di kamar sedang menyantap kue dengan begitu lahap.


"Nona, tadi...sepertinya nona sudah makan nasi, apakah lapar lagi ya?" tanya Harry yang sedang melihat Flower yang sudah menghabiskan sebagian kue yang di beli Charles tadi.

__ADS_1


"Iya, belakangan ini selera ku kuat dan mudah lapar, kalau makan begini terus aku akan menjadi gemuk," jawab Flower sambil meneguk air putih.


"Makan saja kalau merasa lapar, Nona. jangan memikirkan masalah gemuk," kata Harry.


"Nanti kalau aku gemuk Charles tidak mau melihatku lagi dan dia pasti merasa bosan," jawab Flower.


"Tidak mungkin, Nona. bos bukan tipe yang tidak setia. dia akan selalu setia terhadap nona walau gemuk dia pasti juga menyukai nona," kata Harry dengan tertawa.


"Harry, kamu sangat pintar bicara, apa kamu belum memiliki seorang kekasih?" tanya Flower.


"Kami tidak akan menikah, karena hidup kami hanya untuk bos saja."


"Kenapa, setelah kalian menikah juga bisa ikut dengan Charles."


"Benar! hanya saja setiap pria yang sudah menikah tidak bebas lagi, selama kami ikut dengan bos kami sering berada di luar negeri selama beberapa minggu. jadi, kami tidak memikirkan urusan pernikahan."


"Bukankah sangat sayang sekali jika kalian tidak menikah? padahal di markas ada kakak Liza, kakak Yona dan kakak Curry, aku mengira kalian bisa saling tertarik."


"Mereka memang cantik, Nona. akan tetapi tidak sesuai di jadikan istri."


"Kenapa tidak sesuai? bukankah menikahi wanita cantik adalah impian setiap pria?"


"Hah...tidak juga, karena mereka sama dengan kami. dan kami di dunia yang sama. jadi, hidup kami hanya untuk bos," jelas Harry.


"Kalian semua sangat setia, Charles sangat beruntung memiliki kalian semua," ucap Flower dengan senyum


"Kami yang beruntung sebenarnya, kami semua di selamatkan oleh bos, oleh sebab itu kami semua sudah buat keputusan untuk mengikuti bos seumur hidup," kata Harry.


"Di dunia ini paling sulit menemukan orang yang benar-benar setia, bahkan di dalam suatu hubungan juga belum tentu bisa setia, akan tetapi hubungan kalian sangat mengagumkan," ucap Flower.


"Nona, itu karena bos baik pada kami semua, dia menganggap kami sebagai keluarga sendiri. dan kami juga merasakan seperti keluarga sendiri."


"Kalian saling membantu dan saling melindungi antara satu sama lain, hubungan kalian sangat luar biasa," ujar Flower.


Klek.


"Flower..." panggil Charles yang baru melangkah masuk.


"Charles, apakah laporannya sudah keluar?" tanya Flower.


"Sudah keluar!" jawab Charles yang menghampiri pujaannya yang sedang duduk di sofa sambil menyantap kue.


"Bagaimana dengan hasilnya?"


"Hasilnya bagus semua," jawab Charles dengan senyum.


"Kan sudah ku katakan kalau aku sehat-sehat saja," ujar Flower dengan senyum.


"Aku ingin pulang!"


"Apa kamu tidak suka di sini?"


"Siapa yang suka tinggal di rumah sakit!"


"Baiklah, nanti kita pulang, apa enak kuenya?"


"Enak sekali! kamu beli di mana? aku hampir menghabiskan kue ini," kata Flower.


"Hahahaha...kalau suka makan saja yang banyak," ujar Charles dengan senyum.


"Apa bisa besok beli lagi kuenya! aku rasa malam ini kuenya pasti habis ku makan!"


"Bisa! besok Harry akan membelinya lagi," jawab Charles.


"Aku sudah banyak makan hari ini, aku pasti gemuk."


"Tidak masalah kalau kau gemuk, asal sehat," ucap Charles dengan mencubit pipinya Flower.


"Tapi kalau aku gemuk pasti jelek sekali, aku tidak mau!"


"Hahahaha...bonekaku ini walau gemuk juga tetap manis," ucap Charles mencium pipi pujaannya.


"Jangan bercanda! setiap anak gadis pasti tidak mau gemuk."


"Tapi aku tetap suka kalau kau gemuk, jadi makan saja apa yang kamu suka, selagi makanan yang kamu makan itu sehat."


"Charles, apakah aku cacingan?" tanya Flower dengan khawatir.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Charles dengan tertawa.


"Seleraku tiba-tiba berubah, pagi hingga sore sudah makan berapa kali, dan ini juga makan kue lagi," jawab Flower.


"Mungkin karena kuenya sesuai dengan selera mu, oleh karena itu kamu makan sampai habis."


"Aku hanya khawatir kalau cacingan."


"Tidak mungkin! habiskan saja!" ujar Charles dengan mengelus kepala pujaannya.


Mansion Andrew.


"Gagal? yang di utuskan jumlahnya tidak sedikit, kenapa bisa gagal?" tanya Andrew yang sedang duduk di balkon.

__ADS_1


"Bos, rencana kita hampir berhasil, akan tetapi pengawal andalan Charles Robertson muncul di sana," jawab Ekin yang berdiri di samping bosnya itu.


"Siapa?"


"Cole."


"Bocah itu di kirim oleh Charles untuk melindungi Bared?"


"Mungkin saja, jika tidak mana mungkin dia bisa muncul di sana."


"Charles mengutuskan pengawalnya yang paling tangguh untuk melindungi Bared, si tua itu sangat beruntung sekali," ujar Andrew.


"Bos, apa yang harus kita lakukan? mereka hanya akan mengagalkan rencana kita."


"Kita tidak bisa melakukan penyerangan di saat sisinya ada anggota yang menjaganya, kecuali jika kita mengirim banyak anggota. akan tetapi kita harus sering menunggu kesempatan di saat dia di luar."


"Akan tetapi kita tidak akan tahu kapan dia akan keluar lagi," ujar Ekin


"Bersabar saja, dia mendapat dukungan kuat dari Charles," jawab Andrew.


"Baik Bos," jawab Ekin.


Malam hari.


Tempat tinggal Bared.


Bared sedang duduk di halaman yang di samping rumah. sambil memandang bulan purnama yang menerangi halamannya itu, ia mengingat masa lalu di saat dirinya masih muda, memiliki seorang istri yang sangat mencintainya, akan tetapi usia pernikahan mereka hanya bertahan selama beberapa tahun hingga akhirnya istrinya memilih pergi dengan membawa putra semata wayangnya.


"Sudah begitu lama tidak tahu kemana mereka pergi, Cool, kamu pasti sudah dewasa dan di mana dirimu sekarang?" ucap Bared yang sedang memandang bulan yang terang di malam itu.


Cole yang berjalan di halaman melihat Bared yang sedang duduk kursi halaman itu ia pun melangkah menghampirinya.


"Tuan Bared, sudah malam kenapa belum istirahat?" tanya Cole dengan sopan.


"Cole, duduklah! temani aku melihat bulan purnama," kata Bared dengan bercanda.


"Apakah Anda sedang memikirkan sesuatu?" tanya Cole yang sedang duduk bersama.


"Aku hanya mengingat masa lalu, kenangan yang tidak bisa di lupakan," jawab Bared.


"Apakah Anda merindukan keluarga?"


"Nasibku tidak sebaik Charles yang memiliki seorang gadis yang sangat mencintainya, dan bisa di katakan nasibku tidak ada bedanya dengan Ella, kami sama-sama dikhianati oleh pasangan kami. dan yang sisa hanyalah penyesalan, putri Ella harus berpisah dengan ayah kandungnya selama dua puluh empat tahun. sementara aku juga sudah tidak melihat putraku selama dua puluh tahun lebih," ucap Andrew.


"Tuan tidak mencari mereka?"


"Tentu saja aku mencari mereka, akan tetapi dunia ini begitu luas aku juga tidak tahu harus mencari di mana."


"Apakah tidak memiliki foto mereka?"


"Tidak! aku sama sekali tidak memiliki foto mereka," jawab Bared dengan menatap ke arah Cole.


"Cole, apakah kamu memiliki orang tua?"


"Tidak! aku bahkan tidak mengenal mereka dan sudah lupa tentang mereka," jawab Cole.


"Tanpa mereka kamu tinggal di mana dan bagaimana menjalani kehidupanmu?"


"Saat kecil aku sudah di panti asuhan, mereka memberitahuku jika mereka temukan aku di depan panti asuham itu. dan mereka tidak melihat siapa yang meninggalkanku di sana," jelas Cole.


"Apakah kamu ada mencari orang tuamu?"


"Aku tidak pernah mencari mereka, kenangan, bayangan tentang mereka dan ingatan mengenai mereka aku tidak ingat. jadi, tidak bisa menyelidikinya," jawab Cole.


"Apakah kamu membenci mereka?"


"Aku tidak memikirkan itu sama sekali, karena aku tidak mau hidup untuk masa lalu. bagiku itu sudah tidak penting," jelas Cole dengan bersikap dingin.


"Apakah kamu tidak berharap bisa bertemu semula dengan orang tua mu?"


"Tidak ada gunanya aku berharap jika mereka saja tidak menginginkanku. jadi, lebih baik aku menjalani hidup ku saja. tanpa mereka selama ini aku juga bisa hidup dengan baik," jawab Cole.


"Tidak mudah jika hidup tanpa orang tua di sisimu."


"Tidak juga! aku bukan anak manja yang mengharapkan orang tua, tanpa mereka aku bisa hidup dengan mandiri, dan akhirnya aku bertemu dengan bos, di saat aku berkelahi dengan beberapa preman, bos yang kebetulan melewati jalan itu. tanpa ragu dia datang menolongku. dan mulai dari saat itu aku mengikutnya hingga sekarang," jelas Cole.


"Charles beruntung memiliki banyak anggota yang setia, dari awal aku melihatmu aku sudah merasa kagum denganmu. jika bukan karena dirimu sudah menjadi pengikutnya maka aku sangat berharap kau bisa berada di sisiku," ujar Bared dengan senyum.


"Selama hidupku tidak pernah merasakan kebaikan seseorang, dan di saat bos muncul dia membantuku mengalahkan sekumpulan preman itu, dan di saat itulah aku merasakan kebaikan seseorang untuk pertama kalinya." ujar Cole.


"Kalian sama-sama beruntung, karena saling percaya dan setia. ini yang membuatku sebagai gangster merasa iri. apa kamu tahu, aku sendiri bahkan tidak percaya pada semua anggotaku. mataku tidak bisa menilai mereka dan aku hanya bisa bersikap selalu berwaspada terhadap mereka semua," ujar Bared.


"Apa yang di katakan Anda adalah benar, terutama kita yang hidup di dunia gangster, harus selalu berhati-hati dengan semua anggota kita, dan kita juga tidak tahu kapan kita akan di bunuh oleh musuh kita."


"Cole, tujuanku hanyalah ingin mencari putraku satu-satunya, agar di saat aku pensiun atau aku meninggal akan ada yang menganti posisiku, hanya saja aku tidak tahu apakah aku memiliki kesempatan itu atau tidak!"


"Kenapa tuan berkata seperti itu?"


"Kejadian siang tadi kau juga sudah melihatnya, kan? hari ini hanyalah keberuntunganku karena kau muncul di sana. jika lain kali aku tidak tahu apakah aku masih bisa selamat dari serangan mereka, hidup seperti kita ini memiliki musuh di mana-mana dan akan mati kapanpun. oleh karena itu aku hanya ingin bertemu dengan putraku," kata Bared.


"Cole, besok aku ingin pergi ke suatu tempat!"

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menemani Anda pergi," ucap Cole


__ADS_2