Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Boneka tidak berguna


__ADS_3

"Apa maksud ku? kau butuh tempat bergantung bersama anakmu oleh sebab itu kau ikut denganku, dan di saat itu istriku juga baru meninggal satu bulan, dan aku butuh kebutuhan biologis oleh karena itu aku terpesona dengan tubuhmu makanya aku menerima mu apa adanya, tapi selama ini kalian sudah menikmati kehidupan yang mewah" teriak Mark dengan nada tinggi


"Aku tidak menyangka perkataan seperti ini kau bisa mengatakannya, kau adalah pria yang tidak punya hati" ketus Mona dengan kesal


"Aku tidak akan melakukan hal bodoh untuk anakmu itu, jangan berharap aku akan memberikan sahamku hanya karena melindungi anak maling itu" kata Mark dengan nada tinggi


"Jika kau tidak melakukannya maka dia pasti akan hancur hidupnya, kau juga tidak mau kan masalah ini tersebar? jika tersebar maka namamu juga akan hancur" teriakan Mona dengan histeris


"Namaku hancur? dia bukan anak kandungku kenapa aku harus merasa hancur?"


"Semua orang tahu dia anakmu, kalian sering tampil di semua perjamuan, bahkan mereka juga mengatakan jika Fannie adalah berlian bagi keluarga Clisten'


"Pei....berlian Clisten? hahahahah....apa dia masih berharga di mata orang? sudah tidak lagi, dia sudah menjadi kaleng kosong yang tidak berharga" ketus Mark dengan ngehina dan kemudian melangkah masuk ke kamarnya


"Tidak bisa, ini tidak boleh terjadi" gumam Mona yang merasa sedih hingga terduduk di lantai ruangan itu sambil menangis karena merasa hancur dan sakit hati


"Kenapa semua ini harus terjadi pada Fannie? dia adalah gadis paling mulia dan hati yang baik, kenapa dia harus mengalami kejadian ini, seharusnya anak sampah itu yang mengalaminya hari ini jika bukan karena Charles Robertson bawa dia pergi maka putriku tidak akan menjadi korban, dan kami tidak akan di ancam, seharusnya anak itu yang harus menanggung penderitaan ini, jika dia yang mengalaminya maka kami tidak perlu takut dan cukup buang dia saja ke tempat lain" ketus Mona yang merasa dendam


Sementara Fannie yang menangis dengan penuh rasa hancur telah mendengar semua ucapan ayah tirinya itu, dirinya hanya bisa menangis semalaman di dalam kamarnya


Villa Farlos


"Hahahahaah...sangat menyenangkan, sekali bertindak aku mendapatkan dua keuntungan, aku menikmati tubuh wanita itu di hadapan keluarganya, ini akan menjadi mimpi buruk bagi mereka" kata Farlos yang tertawa sambil menonton rekaman tadi siang


"Fannie Clisten, aku sudah membuang jutaan benihku di dalam rahim mu, aku sangat senang melihat mu kesakitan dan menangis, menyiksa memang hobiku, keluarga Clisten akan begitu mudah jatuh ke tanganku" kata Farlos dengan merasa senang


"Bos, hanya saja putri bungsu mereka sudah menjadi wanita Charles, apakah keluarga Clisten akan meminta bantuan Charles?" ujar anak buahnya


"Tidak mungkin! kelihatannya Charles hanya bermain dengan gadis itu jadi tidak mungkin jika dia akan ikut campur, dia bukan pria bodoh yang akan mengurus masalah orang" jawab Farlos dengan yakin


Keesokan harinya


Villa Robertson


Jam dinding menunjukan pukul 6 pagi


"Gawat, sudah jam 6 pagi, aku pasti kena pukul lagi, kenapa aku bisa ketiduran begitu lama" gumam Flower yang terbangun dan langsung berlari menuju ke kamar mandi

__ADS_1


Flower langsung mandi dan mencuci mukanya setelah itu dia pun langsung keluar dari kamarnya, Flower yang sedang berlari dengan cepat berniat menuju ke dapur, akan tetapi dirinya tanpa sengaja menabrak Charles yang sedang melangkah keluar dari kamarnya


Brugh..


"Aaargghhhh" jeritan Flower yang di kagetkan oleh Charles


"Ma...maaf" ucap Flower


"Apa setiap berjalan kau tidak mengunakan mata? dasar boneka tidak berguna" bentak Charles


"Aku tidak sengaja, aku akan langsung ke dapur menyiapkan sarapan" ujar Flower dengan menunduk dan kemudian langsung berjalan ke arah dapur


"Tatapannya sangat menakutkan sama seperti papaku, setiap menatap begini pasti akan memukul ku" batin Flower


"Nona, sarapan dulu baru lanjutkan kerja" kata pelayan rumah tangga


"Sarapan? apakah tuan yang menyuruh?" tanya Flower


"Benar, kita semua sarapan dulu setelah itu baru bekerja"


"Baiklah terima kasih" ucap Flower dengan sopan


Setelah siapkan sarapan maka dirinya pun melanjutkan pekerjaannya


Di hari itu Flower membersihkan seluruh ruangan yang ada di dalam rumah itu, tangannya yang sudah pecah-pecah membuatnya harus menahan sakit dan perih, karena dirinya tidak berani untuk berhenti bergerak, semua pekerjaan yang di berikan oleh Charles di kerjakan sendiri oleh dirinya


"Bos, beberapa hari ini pelabuhan kita ada yang sengaja menganggu, setiap datang pasti ingin pungut biaya keamanan" ujar Cole


"Ini gila, pelabuhan itu adalah wilayah kita kenapa pula ada yang berani meminta uang dengan kita, apa dia tidak tahu jika wilayah itu milik siapa?" ucap Harry


"Berikan pelajaran kepada mereka yang datang ingin membuat masalah" perintah Charles


"Baik Bos" jawab serentak Cole dan Harry


"Suruh boneka tidak berguna itu buatkan aku secangkir kopi" perintah Charles


"Boneka?" ucap Harry dengan heran

__ADS_1


"Apa kau lupa siapa boneka yang ku beli kemarin?" tanya Charles dengan kesal menatap ke arah Harry


"Ingat, aku pergi sekarang juga" jawab Harry yang langsung melangkah keluar


"Sakit sekali tanganku, apa masih bisa mencuci pakaian nanti? bahkan mau mengenggam sesuatu saja tidak bisa, pecahnya semakin parah" gumam Flower yang sedang tiup luka-luka di tangannya


Tidak lama kemudian Harry datang menjumpai Flower yang sedang di salah satu ruangan besar


"Nona, bos ingin kamu buatkan secangkir kopi untuknya" kata Harry


"Iya" jawab Flower dengan menurut


Dengan perintah Harry, Flower pun memasak air dan membuatkan secangkir kopi untuk majikannya itu dan dia pun langsung membawakan ke ruangan kerja majikannya, di saat kedua tangannya memegang cangkir itu tangannya sedang gemetaran karena merasa sakit


"Tuan, minumannya sudah siap" ucap Flower yang berjalan menghampiri meja kerja Charles


"Hm..pegang dulu, jangan taroh di meja" jawab Charles yang sedang fokus pada dokumennya


"Mejanya di penuhi oleh dokumen, tidak ada tempat untuk menaroh minuman ini, tanganku sakit sekali" batin Flower


"Tuan, apa bisa aku menarohnya ke meja? tanganku sakit" tanya Flower dengan tangannya yang gemetaran


"Jangan bersikap manja nona besar, jangan lupa di sini adalah rumah ku, selamanya kau adalah boneka dan aku adalah majikanmu, jika aku ingin kau pegang maka kau tidak boleh menarohkan di meja" kata Charles sambil membaca dokumennya


"Apa kau sudah mengerti dengan ucapanku?" tanya Charles yang tanpa menoleh ke arah Flower yang berdiri di samping mejanya


"Iya" jawab Flower dengan menurut


"Aku harus menahannya, jika tidak pasti kena marah lagi, tapi tangan ku tidak bisa menyentuh apapun lagi, karena lukanya semakin besar, jari-jari ku juga sudah pecah semuanya" batin Flower


Karena tidak bisa menahannya maka tangan Flower pun terlepas dari pegangan cangkir itu


Prang..


Pecahan cangkir hingga berkeping-keping di lantai


Charles yang mendengar pecahan itu langsung menoleh ke arah Flower dengan tatapan aura membunuh

__ADS_1


"Maaf Tuan, aku bukan sengaja, aku hanya..?" ucap Flower yang terhenti karena Charles yang berdiri dan menghampirinya


__ADS_2