
"Flower Clisten, kenapa malam ini perasaan ku tiba-tiba saja hancur, tidak tahu kenapa aku ingin menangis, apa kau masih hidup? atau sudah meninggal? dan kenapa kau pergi tanpa pamit denganku, aku mencari mu selama tiga tahun hanya demi ingin mengetahui kebenarannya, sudah tiga tahun bukan jangka waktu yang pendek, walau tidak tahu masih ada harapan atau tidak untuk bertemu kembali denganmu aku tetap tidak putus asa mencarimu, kau mengatakan padaku jika kau tidak memiliki keluarga di london, jadi kemana kau selama ini? apa kau masih di london atau sudah pergi ke negara lain?" kata Charles dengan sambil menghabiskan minumannya
Cole yang mendapati bosnya sedang patah hati lalu dirinya pun menghampiri Charles
"Bos, jangan minum lagi, terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan mu" ujar Cole dengan sopan
"Aku sangat bodoh karena berharap pada sesuatu yang tidak mungkin" kata Charles yang sedang meneguk minumannya
"Ini bukan salah Bos" ujar Cole dengan sopan
"Aku adalah Charles Robertson tapi di kalahkan oleh seorang wanita, di saat itu kami baru bersama selama 2 bulan, karena kepolosannya menarik perhatianku, sehingga aku ingin menjadikan dia sebagai wanita ku, tapi apa yang dia lakukan padaku, pergi sesuka hati tanpa pamit dan tanpa alasan apapun" jelas Charles dengan merasa kecewa
"Ini karena kesetiaan"
"Kesetiaan? hanya bersama dua bulan saja sudah membuatku mencarinya selama tiga tahun, mungkin ini adalah kebodohanku"
"Bos, kita bisa hentikan saja"
"Tidak mungkin, sesuatu yang sudah ku lakukan tidak mungkin aku hentikan begitu saja" jawab Charles dengan keputusasaan
Di sisi lain Flower di larikan langsung ke rumah sakit, pria yang menyelamatkan dirinya sedang menunggu di depan ruang perawatan
"Aneh! malam-malam begini kenapa bisa ada seorang gadis di sana?" tanya supirnya yang berdiri di hadapan bosnya
"Bisa jadi ada yang ingin mencelakainya" jawab atasannya itu
"Siapa yang begitu jahat pada seorang gadis muda seperti ini, di jalan sana sepi dan gelap, ini sama saja ingin gadis itu mati"
"Mudah-mudahan saja dia tidak apa-apa"
Setelah beberapa menit kemudian dokter yang menangani Flower melangkah keluar dari ruang rawat itu
"Siapa pihak keluarga pasien?" tanya dokter
"Tadi saya menemukan nona itu jalan. Dokter, bagaimana dengan kondisinya?"
__ADS_1
"Pasien terluka cukup parah, untung saja cepat di bawa ke sini, tubuhnya terdapat banyak luka pukulan dan semua itu akan meninggalkan bekas, selain itu bagian perut pasien juga sepertinya menerima beberapa hantaman kuat sehingga membuatnya terluka dalam jika terlambat makanya nyawanya tidak bisa di selamatkan"
"Lalu, selain itu apakah masih ada luka lain?"
"Kondisinya tidak bagus, pasien ini sangat tertekan, saya sangat khawatir jika kekerasan fisik yang dia alami akan mempergaruhi hidupnya, kelihatannya dia sudah mengalaminya dalam jangka waktu yang sudah lama"
"Apa yang akan terjadi padanya?"
"Dia sangat traumatis, ini akan mempengaruhi hidupnya, dan harus di jaga dengan baik, jika saja dia ketakutan lagi maka dia hanya bisa di rawat di rumah sakit jiwa" jelas Dokter dengan mengeleng geleng kepalanya
"Jadi untuk saat ini tindakan apa yang harus di lakukan?"
"Usahakan membujuk dan membantu pasien, biasa dalam kondisi seperti ini dia akan ketakutan terhadap siapapun, jangan sampai terjadi lagi kekerasan pada dirinya, jika tidak maka ini akan menghancurkan hidupnya, jika seseorang terlalu sering hidup dalam ketakutan dan tertekan maka orang itu tidak akan bisa menghadapinya, dan pada akhirnya dia akan menjadi tidak waras, jika sampai hal ini terjadi maka akan sangat sulit untuk menyembuhkannya" jelas dokter
"Dan untuk pasien ini kondisinya sudah terlalu berat, usahakan untuk membantunya bangkit semula, dia butuh dukungan dalam hidupnya, agar tidak semakin dalam luka dihatinya" jelas Dokter itu
"Terima kasih Dokter" ucap pria itu
"Sama-sama" jawab Dokter itu yang kemudian melangkah pergi
"Seorang gadis muda harus mengalami pengalaman pahit, sangat kasihan"
"Lalu apa rencana Bos? kita tidak mengenalnya dan tidak tahu keluarganya di mana"
"Begini saja kita rawat saja dia sampai sembuh, nanti jika dia sudah sadar aku akan bertanya padanya, jika dia tidak memiliki sesiapapun maka kita akan berikan dia pekerjaan dan tempat tinggal, aku berharap dengan begini kita bisa membantunya"
"Baik Bos, kita tidak mengenalnya kenapa ingin membantunya?"
"Membantu adalah suatu hal yang baik, ini menyangkut nyawa manusia dan masa depannya" jawab atasannya itu dengan senyum
Tidak lama kemudian bunyi nada panggilan masuk ke handphone milik pria yang menyelamatkan Flower tadi
"Hallo, aneh saja tengah malam ini kau menghubungiku" kata pria itu yang menjawab panggilannya
"Tidak aneh jika bagiku, kelihatannya kau tidak berada di bar" ucap pria yang di seberang sana
__ADS_1
"Kenapa kau bisa tahu?"
"Selama hidupmu hanya bekerja disana, bagaimana mungkin aku tidak tahu, setiap bicara denganmu pasti ada suara musik yang bisa merusak gendang telingaku"
"Hahahaha...kau benar, aku sekarang ada dirumah sakit"
"Apa kau mengidap penyakit HIV sehingga harus tinggal di sana?"
"Kau gila, aku sehat-sehat saja"
"Lalu untuk apa kau disana?"
"Dalam perjalanan pulang tadi aku menemukan seorang gadis yang tidak sadarkan di dekat hutan sana, lalu aku membawanya ke rumah sakit"
"Jika gadis itu cantik maka kau bisa menjadikannya sebagai istrimu, dan jika dia jelek maka kau bisa jadikan dia sebagai pelayan di bar, untuk melayani para tamu"
"Charles Robertson, kenapa semua ucapanmu begitu tidak enak didengar? dia seperti korban kekerasan sehingga meninggalkan banyak luka di tubuhnya, dan selain itu kondisi mentalnya juga sudah mulai terganggu, seharusnya kau kasihan padanya bukan malah mengatakan yang tidak-tidak"
"Steve, aneh saja kau bisa perhatian padanya, kau tidak mengenalnya untuk apa kau marah?"
"Aku hanya merasa simpati padanya. sudahlah, bicara denganmu hanya membuang waktuku saja, apa kau sedang mabuk ya?"
"Tidak!"
"Aku tidak yakin, mendengar suara mu sepertinya kau sudah menghabiskan 5 botol minuman"
"Aku tidak begitu mudah untuk mabuk, percaya atau tidak aku masih sanggup berjalan ke rumah sakit untuk menemuimu"
"Tidak perlu! tidak perlu, bagus dirimu istirahat saja sana"
Setelah beberapa menit kemudian mereka pun memutuskan panggilannya
Pria yang menyelamatkan Flower yang tidak lain adalah Steve pemilik bar dan juga sahabat dari Charles Robertson.
Steve lalu melangkah masuk ke kamar melihat kondisi gadis yang dia selamatkan itu yang sedang berbaring tidak berdaya di atas ranjang
__ADS_1
"Gadis yang masih muda dan memiliki paras yang rupawan tapi nasibnya yang tragis, apa yang terjadi padanya?" gumam Steve