Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Charles Mendatangi Markas Fernando


__ADS_3

"Charles, kenapa hanya satu saja?" tanya Flower dengan penasaran.


"Bagi gangster tidak akan mengunakan rompi anti peluru, walaupun memilikinya aku hanya menyimpannya selama ini," jelas Charles.


"Apa kamu biasa memberitahu ku sebabnya, kenapa kalian tidak memakainya?"


"Kami adalah gangster yang tidak takut mati, kami semuanya bisa berkumpul karena sudah saling membantu dan melindungi. selain itu kami juga sudah bersumpah pada langit dan bumi. untuk tetap setia terhadap kumpulan. selain itu kami juga tidak boleh takut mati. walau lawan sangat berat dan sulit, kami tetap harus menghadapinya tanpa rompi anti peluru," jelas Charles.


"Lalu, rompi ini kamu dapat dari mana? sedangkan kamu tidak pernah mengunakannya," tanya Flower.


"Ini adalah pemberian dari pamanmu, lima tahun yang lalu dia menghadiahkannya padaku. dan mulai hari ini kau harus memakainya setiap ikut aku!" jawab Charles.


"Apa aku perlu? bukankah ini agak segan aku dengan anggota lainnya?" tanya Flower.


"Kamu adalah istriku bukan anggotaku, jadi kamu wajar memakainya," jawab Charles dengan senyum dan mengecup dahi calon istrinya.


Markas Fernando.


Tempat kurungan Cole dan temannya.


"Curry, Yona, kalian sudah terluka. jangan banyak bergerak dulu," kata Liza yang menuangkan serbuk berwarna putih ke luka Curry dan Yona.


"Curry, demi melindungi Steve kamu sampai terluka," ucap Steve dengan merasa bersalah.


" Tuan Austin, ini adalah tanggung jawab kami, kami melakukan atas perintah bos," jawab Curry.


"Kalian sangat bertanggung jawab, aku sangat kagum pada kalian semua," kata Vic.


"Cole, kita di kurung di sini, apakah Charles sudah tahu?" tanya Steve.


"Sudah tahu dan aku yakin dia pasti sudah dalam perjalanan," jawab Cole.


"Lalu, bagaimana kita bisa keluar dari sini? karena mereka menguncinya dari luar," tanya Steve.


"Aku memiliki alat untuk membuka pintu ini, kurungan ini hanyalah drama semata. kita menunggu bos datang kita baru bergerak," jelas Cole.


"Cole, maksud mu adalah semua ini sudah di rencana dari awal?" tanya Vic.


"Saat Stone menghubungi ku, bos ingin aku mencari cara agar bisa mengetahui markasnya, dengan begini maka kita bisa menyerang habis-habisan,"jelas Cole.


"Liza, Curry, Yona, kalau kita sudah keluar, kalian cepat membawa mereka pergi meninggalkan tempat ini!" perintah Cole.

__ADS_1


"Baiklah, kami akan melakukannya!" jawab Liza, Yona, dan Curry.


Sekumpulan anggota Charles menuju ke tempat tujuan mereka. perlengkapan untuk melawan musuh telah di sediakan, masing-masing memiliki bom, dan pistol. karena jumlah lawan yang cukup besar kumpulan Black Dragon mengunakan bahan peledak agar tidak membuang waktu dan mengorbankan anggotanya sia-sia.


"Bos, tidak tahu apa reaksi botak itu kalau melihat kita sedang menuju ke tempat dia," kata Harry yang sedang menyetir.


"Lakukan sesuai rencana kita! kita pastikan keselamatan Steve dan paman Vic, dan bawa mereka pergi!" perintah Charles yang duduk bersama dengan Flower di belakang.


"Siap Bos," jawab Harry.


"Flower, setelah menemukan papa dan kakakmu segera bawa mereka pergi meninggalkan tempat itu. dan ikuti Liza dan Curry!" perintah Charles.


"Aku mengerti! tapi bagaimana denganmu?"


"Aku harus membunuh Fernando dan pastikan di mati di hadapanku," jawab Charles dengan sambil memegang tangan pujaannya.


"Berhati-hatilah saat berhadapan dengannya!" kata Flower.


"Baik, jangan khawatir," jawab Charles.


Di sisi lain terdapat kumpulan lain yang juga menuju ke markas Fernando. jumlah anggota yang di miliki kumpulan itu sekitar seratus orang.


"Fernando, demi dendam kau sudah melakukan kesalahan besar," ketus Stallone yang sambil memeriksa pistolnya.


"Bos, jumlah anggota kita masih kalah. apakah Anda yakin menyerangnya?" tanya Chan yang sedang menyertir.


"Charles Robertson juga sudah di perjalanan. dia membawa anggotanya yang jumlahnya tidak sedikit," jawab Stallone.


"Bos, kenapa memilih kembali ke sini?


karena kumpulan Charles Robertson pasti tidak akan kalah dari mereka," ujar Guty.


"Aku tahu kalau tanpa kita Charles Robertson juga pasti menang, hanya saja aku tidak bisa tidur dengan tenang. semua masalah terjadi karena aku. jadi mana mungkin aku bisa hidup tanpa beban," ujar Stallone.


"Tidak peduli aku hidup atau mati, yang penting adalah aku ingin dia mati, dan aku baru bisa tenang pulang ke kamboja."


Markas Fernando


"Kirim surat ke Charles dan katakan padanya, keluarga calon istrinya dan anggotanya ada di tanganku!" perintah Fernando.


"Baik Bos," jawab anggotanya.

__ADS_1


Fernando tidak menyadari bahwa dua musuhnya sedang dalam perjalanan menuju ke markasnya. membawa anggota Charles ke markasnya sama saja ia sedang menghancurkan markasnya sendiri. bagaimana tidak, markas adalah tempat utama bagi setiap kumpulan gangster. semua anggota berkumpul di sana. selain itu kumpulan seperti Black Dragon bisa saja menghancurkan sarang Fernando karena Black Dragon juga memiliki anggota yang tidak kalah jumlahnya.


Setelah setengah jam kemudian Charles tiba di depan markasnya. di saat itu tidak semua anggota yang tiba bersamanya, sebagian anggotanya menyerang dari belakang. saat tiba Charles bersama Flower dan Harry turun dari mobilnya. serta beberapa mobil anak buahnya.


Anggota Fernando yang melihat kumpulan lain yang tiba di sana, mereka mengeluarkan senjata dan menodong ke arah mereka.


"Siapa kalian? berani sekali datang tanpa di undang!" bentak anggota Fernando.


"Sampaikan ke Fernando bahwa Charles Robertson sudah berada di sini!" jawab Charles.


"Charles Robertson?" tanya anggota Fernando yang merasa tidak percaya karena musuh besar bosnya itu berada di depan mata.


"Cepat pergi! kenapa masih saja berdiri macam orang bodoh di sini!" perintah Harry yang dengan nada tinggi.


Anggota Fernando berjalan masuk ke markas untuk melapor.


"Bos...bos....," teriak anggotanya sambil berlari ke arah bosnya yang sedang duduk dengan santai.


"Ada apa dengan mu? seperti di kejar hantu," bentak Fernado kesal.


"Bos, dia...dia....sudah di depan," jawab anggotanya yang merasa cemas.


"Siapa yang berada di depan?" tanya Fernando.


"Charles Robertson, Bos."


"Apa, Charles Robertson? mana mungkin dia bisa mengetahui markas kita? dia datang dengan siapa?" tanya Fernado dengan cemas.


"Dengan puluhan anggotanya."


"Apa kamu yakin hanya dengan puluhan anggota?" tanya Fernando yang ingin memastikan.


"Benar, hanya itu.'


"Tidak apa-apa, dia datang bukan untuk menyerang. sebagai bos gengster hanya di temani oleh puluhan anggota, itu hanya mengawalnya bukan ingin menyerang."


"Tapi kenapa dia bisa mengetahui markas kita di sini?"


"Ini di london, jadi sudah tidak heran seorang Charles Robertson bisa mengetahuinya. andaikan dia ingin menyerang maka anggota yang di bawanya bukan hanya puluhan tapi adalah ratusan. baik juga dia sudah muncul. aku juga sedang penasarannya dengannya," ujar Fernando.


Fernando melangkah keluar untuk bertemu dengan musuh besarnya itu. hanya karena Charles Robertson yang selama ini menolak tantangan Fernando, kini mereka menjadi musuh walau sebelumnya mereka saling tidak kenal.

__ADS_1


__ADS_2