
Farlos melepaskan dasi dan mengikat kedua tangan Fannie ke belakang
"Lepaskan aku" teriak Fannie yang sedang ketakutan
"Lepaskan putriku jangan menyakitinya, kau bisa meminta apa saja" pinta Mona dengan menangis
"Farlos, jangan macam-macam di rumah ku" bentak Mark dengan nada kesal dan sedang berdiri sambil di tahan oleh anggota Farlos
Bruk...bruk...
Pukulan di lakukan oleh anggota Farlos mengenai kepala Mark
"Aaaargghhh" jeritan Mark yang kesakitan hingga lutut kirinya menginjak lantai
"Berani sekali kau membentak bos kami" bentak anggotanya yang menjambak rambut Mark
"Mark" teriak Mona yang melihat suaminya menerima pukulan di kepalanya
"Kalian bisa meminta apa saja asal jangam melukai kami" pinta Mona yang ketakutan
"Maaaa....tolong aku" teriak Fannie yang ketakutan yang dalam kondisi terikat
"Farlos, apa yang mau kau lakukan? aku bisa berikan apapun yang kau mau, asal jangan menyentuh anakku" teriak Mona dengan histeris
"Aku ingin melakukan pertunjukan di depan kalian" ujar Farlos yang melepaskan rok yang di kenakan oleh Fannie sehingga menampakan pakaian dalamnya
"Tidaaaaak, Maaaaa...tolong aku" teriak Fannie yang menangis ketakutan yang di baringkan di atas meja tamu
"Jangaaaaan melakukannya Farlos" teriak Mona dengan menangis histeris
Farlos mengabaikan teriakan Mona dengan melanjutkan aksinya, sementara Fannie berteriak dan berusaha meronta akan tetapi dirinya tidak berdaya
"Jangaaaaan" teriakan Fannie yang menangis
Farlos melepaskan pakaian dalam yang dikenakan Fannie sehingga menampakan bagian intinya dan kemudian Farlos menyumbat mulut Fannie yang berteriak tanpa berhenti dengan mengunakan pakaian dalam Fannie sendiri
"Em....em....em.." jeritan Fannie yang mengeluarkan air matanya
"Jangan melakukannyaaaaaa" teriak Mona yang tangannya di tahan oleh anggota Farlos
"Rekam wajahnya wanita ini dan bagian sininya,biar semua orang bisa melihat betapa dia menikmati hentakanku" perintah Farlos yang kepada anggota yang sedang merekam
Farlos lalu membuka celananya dan langsung melakukan aksinya terhadap Fannie dengan kasar
"Em..em.." jeritan Fannie yang sakit dan merasa hancur
"Tidaaaaaak" teriak Mona yang merasa hancur di hatinya karena melihat dengan matanya sendiri putri yang dia banggakan selama ini mendapatkan penghinaan seperti ini
__ADS_1
Mark yang merasa malu dan kesal tidak ingin melihat kejadian yang ada didepan matanya itu sambil memejamkan matanya, di saat dirinya memejamkan matanya dia di tendang di bagian perutnya
Bruk...bruk....bruk...
Tendangan demi tendangan di lakukan oleh anggota Farlos
"Aaarhhhh" jeritan Mark yang kesakitan
"Lihat dan buka matamu" bentak Anggota yang menjambak rambut Mark dengan memaksanya melihat dengan membuka mata lebar-lebar
Mona menangis tanpa berhenti dan tidak sanggup untuk melihat
"Aaaaarrrgggghhh" jeritan Mona yang di jambak rambutnya dengan memaksa melihat ke arah putrinya yang sedang di kuasai oleh Farlos
"Bagaimana, apakah nikmat?" bentak Farlos dengan melakukan aksinya tanpa berhenti
"Em...em....em." jeritan Fannie yang menangis histeris dan kesakitan dan harus menanggung malu
Di siang itu keluarga Clisten tidak berkutik sama sekali, Farlos yang dikenal sangat suka pada wanita dan memeras, dia mengunakan cara mengancam untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, Mark dan Mona di tahan dan di paksa melihat kejadian yang memalukan itu, sementara Fannie hanya bisa pasrah atas perlakuan pria yang dikenal sangat bej*t terhadap semua wanita
Farlos mendapatkan kepuasan setelah menyiksa Fannie selama dua jam.
"Fannie Clisten wanita yang di kenal sangat jual mahal dan selalu saja menganggap dirimu itu sangat berharga, lihatlah dirimu sekarang mirip apa? jika kejadian ini di sebarkan aku yakin nama keluarga kalian pasti akan semakin terkenal" kata Farlos yang menghentikan aksinya dan mengenakan kembali celananya, sementara Fannie masih tanpa penutup di bagian bawah tubuhnya
"Tuan Clisten, jangan main ulah dengan ku jika kalian tidak mau nama keluarga kalian menjadi lebih terpuruk, aku ingin menjadi pemegang saham utama di perusahaanmu" kecam Farlos
Bruk..
Tendangan di lakukan oleh anggota Farlos
"Aaaarrrgggghhh" jeritan Mark yang merasakan kesakitan
"Mau tidak mau kau harus berikan, jika tidak maka harga dirimu akan hancur jika rekaman hari ini masuk berita" kecam Farlos
"Kau binata*g", ketus Mona dengan menangis tanpa berhenti
Farlos menjambak rambut Mona dengan kekesalan
"Jika aku adalah binata*g maka kalian tidak ada bedanya, ingat mulai hari ini keluarga Clisten di bawah pengawasanku" gertak Farlos dengan senyum jahat
"Hei..apa kau sudah merekam semuanya?" tanya Farlos yang melihat ke arah anggotanya itu
"Sudah Bos, semua tubuh wanita ini sudah terekam", jawab anggotanya
"Bagus, mari kita pergi, hahahahahahaha" ajak Farlos dengan tertawa dan beranjak pergi dari rumah Clisten
"Mark, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mona yang mendekati Mark yang sedang kesakitan di bagian perutnya
__ADS_1
"Jangan sentuh aku, anak mu itu sangat memalukan, dasar kotor" ketus Mark yang mendorong Mona jauh darinya, setelah itu Mark berusaha bangkit dan berjalan ke arah anak tangga
"Fannieeee" teriak Mona yang menghampiri Fannie yang sedang dalam kondisi histeris
"Putriku" ucap Mona yang melepaskan ikatan di tangannya serta pak*ian dalam yang menyumbat mulut Fannie
Mona memeluk putrinya sambil menangis dengan merasa sakit akibat penghinaan yang di dapatkan oleh putrinya itu, putri semata wayang yang selama ini di bangga-banggakan menjadi pemuas naf.su pria bejat itu dan mendapat hinaan sehingga di rekam untuk di jadikan ancaman
Perjalanan pulang menuju ke Villa Robertson
Charles yang keluar dari Villa Clisten ingin menuju ke rumahnya
"Berhenti" perintah Charles
Atas perintah mendadak dari bosnya Harry hanya bisa langsung menginjak rem mobilnya
Charles yang tanpa basa basi menarik Flower kepelukannya dan langsung mencium bibirnya
"Aaargggghh...jangan" teriakan Flower yang ketakutan
Charles mengabaikan teriakan gadis itu dan lalu mendorong Flower hingga tiduran di kursi mobilnya dan mencium bibirnya dengan paksa
"Tuan, tolong jangan", jeritan Flower yang mengelak ke kiri dan ke kanan
"Tuan? kau memanggil ku tuan? apa kau sudah lupa namaku?" bentak Charles dengan kesal
"Tolong lepaskan aku, aku mohon jangan sakiti aku" pinta Flower yang masih trauma mengingat kejadian Mark yang selalu memukulnya
" Lepaskan mu? aku membeli mu seharga enam ratus ribu dollar dan kau ingin aku melepaskan mu? untuk apa aku harus membuang uang sebanyak itu hanya untuk melepaskan mu" bentak Charles yang menekan tubuh Flower
Charles mencium kiri kanan le.her Flower sehingga membuat Flower semakin ketakutan dan menangis
"Tolong jangan Tuan" pinta Flower yang berusaha meronta akan tetapi kedua tangannya di tahan oleh Charles
Cole dan Harry yang tahu apa yang ingin di lakukan oleh bosnya maka mereka pun ingin beranjak keluar dari mobil, saat mereka sama- sama membuka pintu dan satu kaki mereka sudah menginjak tanah tiba-tiba saja mereka di teriak oleh bosnya
"MASUK" perintah Charles yang sedang mencium tubuh Flower
Karena perintah dari Charles mereka hanya bisa masuk kembali ke mobil dan sama-sama menutup pintunya
Flower berteriak dan sambil menangis atas perlakuan Charles padanya
"Tolong lepaskan aku, aku mohon" teriakan Flower dengan menangis histeris
Cole dan Harry hanya bisa diam duduk sambil melihat ke arah depan sambil mendengar teriakan dan tangisan Flower
"Bos, kau ingin kami berputar di jalan selama dua jam dan hanya ini yang mau kau lakukan? kenapa tidak di rumah saja, padahal hanya lima menit sudah sampai tapi kau malah melakukannya di dalam mobil, dan lebih parahnya lagi kami di larang keluar dan duduk di dalam sini, bukankah ini sangat gila, mana ada di dunia ini di saat bos melakukan dengan wanitanya harus di dengar oleh bawahannya apalagi dalam satu mobil" batin Harry
__ADS_1