
"Kenapa, kau takut? kau hanyalah seorang wanita lemah yang tahunya bergantung pada pria, kau sangat tidak berguna," ketus Jesse dengan menghina dan mendekatkan pisaunya ke leher Flower
"Aku bergantung pada calon suamiku sendiri dan itu salah sama sekali, dan dia mencintaiku oleh karena itu dia ingin aku bergantung padanya, sedangkan dirimu tidak ada tempat bergantung sehingga nekad melakukan kesalahan dan melukai orang lain. lebih baik kau mengukur baju sendiri!" ketus Flower.
Jesse mendekatkan pisau ke leher Flower sehingga melukainya dan mengeluarkan darah.
"Aku tidak bergantung pada pria karena aku adalah wanita kuat, tidak seperti dirimu yang lemah tidak berdaya sehingga harus menyusahkan calon suamimu itu," ketus Jesse.
"Kau sangat pintar dengan merekayasa cerita di depanku untuk mengadu domba Stallone dan Charles, apa kau mengira dengan semua ceritamu itu aku akan terpedaya olehmu?" ujar Flower.
"Kau tidak bodoh juga! benar semua katamu, Stallone tidak memperkosaku, tapi akulah yang menjebaknya dan dia menghancurkanku dengan menyerahkanku kepada delapan pria, hari ini niatku ke sini ingin melakukan hal yang sama agar Stallone merasa sakit hati karena wanita yang dia cintai di gilir oleh delapan pria."
"Di sini adalah rumah sakit, dan di luar ada anggota Charles apa kau mengira akan berhasil keluar dari kamar ini?"
"Aku ada cara ku tersendiri," jawab Jesse yang mengangkat tangannya dengan berniat memukul kepala Flower akan tetapi niatnya tidak berhasil.
"Kau ingin membuatku pingsan?" tanya Flower yang sedang menahan pergelangan tangan Jesse.
"Lepaskan!" bentak Jesse yang ingin melepaskan gengaman Flower yang sedang memegang pergelangan tangannya dengan erat.
"Stallone berniat baik ingin membantumu dan kau menjebaknya, dari awal Charles sudah tahu kalau kau adalah siluman rubah yang memasang muka kasihan agar mendapat simpati orang lain. dan hari ini kau ingin memperalatkan ku untuk menghasut Charles melawan Stallone. kau sudah salah orang, Jesse. Charles tidak begitu mudah percaya dengan seseorang. di saat kau ingin bunuh diri di situ kau sudah berniat membohongi kami semua," bentak Flower dengan kesal dan memutar pergelangan tangan Jesse dengan kuat.
Krek...
"Aarrghh...." teriakan Jesse yang merasa kesakitan sehingga senjata tajamnya terjatuh, pergelangan tangannya patah sehingga membuatnya mengerang kesakitan.
"Aku akan mencari Andrew untuk membalasmu," teriak Jesse yang terduduk di lantai sambil menahan sakit.
"Jika Andrew peduli padamu untuk apa kau mencariku? kelihatannya semua orang di sisimu sudah tidak peduli padamu kan? sehingga kau datang mencariku demi ingin membalas Stallone," kata Flower yang mendekati Jesse.
"Jangan mendekat!" teriak Jesse yang mengeser posisi duduknya.
"Pisau mu ini cukup tajam, andaikan aku memotong telingamu pasti sangat menyenangkan," kecam Flower dengan sengaja menakuti wanita itu yang sedang kesakitan.
"Atau...aku potong jarimu," lanjut Flower yang mendekatkan pisau kepada Jesse
"Pergi!" teriak Jesse.
"Di sini adalah kamarku, seharusnya kau yang pergi, akan tetapi jika kau mau pergi juga sudah tidak bisa," balas Flower.
"Apa maksud mu?" tanya Jesse yang merasa cemas.
"Karena aku tidak akan melepaskan mu!" jawab Flower.
"Kalau kau bunuh aku kau pasti akan di penjara," kecam Jesse.
"Aku tidak sebodoh itu harus membunuhmu di kamarku."
"Apa yang akan kau lakukan? kau tidak ada nyali untuk membunuh orang, walau calon suamimu adalah gangster tapi kau tetap tidak punya keberanian untuk membunuh seseorang," kata Jesse dengan mengejek.
Flower mendorong Jesse hingga terbaring ke lantai dan kemudian menancap pisau ke lantai dan mengenai wajah wanita itu.
Bruk...
"Aarrgghh..." jerit Jesse yang merasa kaget dengan aksi Flower dan wajahnya yang tergores oleh pisau.
"Apa kau takut? aku belum membunuhmu saja kau sudah begitu takut, tapi masih berani kau datang dengan berniat melukaiku, aku beritahu padamu kau tidak akan bisa lari. karena sebentar lagi Charles dan Harry akan kembali," kecam Flower.
"Biarkan aku pergi!" pinta Jesse yang berbaring kesakitan.
"Tidak bisa! karena kau sangat licik aku harus menunggu Charles datang," jawab Flower.
"Kasihani aku! aku sudah terluka dan sudah hancur, walau kau membunuhku juga tidak berguna!"
"Walau aku melepaskanmu kau juga tidak bisa pergi dari sini, dua anggota Charles sedang berdiri di luar. mereka akan merasa curiga jika saja kau pergi dalam kondisi terluka," jawab Flower.
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Jesse yang wajahnya memucat.
"Rencanaku adalah menyerahkanmu kepada calon suamiku!" jawab Flower dengan senyum.
Mendengar jawab dari Flower, Jesse merasa cemas karena mengingat sifat Charles yang begitu kasar terhadap dirinya, lalu dia memohon dengan berkata," Tidak! jangan melakukan itu, biarkan aku pergi!"
"Aku harus bertanya pada calon suamiku dulu, jika dia melepaskanmu maka ini adalah keberuntunganmu," jawab Flower.
Tidak lama kemudian Charles dan Harry melangkah masuk ke kamar.
Klek.
"Flower...." panggil Charles yang melangkah masuk.
"Charles!" sahut Flower yang berdiri.
"Kenapa dia bisa ada di sini. Nona? apa kamu baik-baik saja?" tanya Harry.
"Aku baik-baik saja! dia datang ingin melukaiku," jawab Flower.
Charles yang melihat leher pujaannya yang terluka ia pun langsung mengeluarkan sapu tangan dari saku dan lap darah yang keluar dari luka tersebut.
"Apakah sakit?" tanya Charles dengan khawatir.
"Hanya luka kecil!'
"Ini tidak bisa di anggap luka kecil!" ujar Charles yang sedang memerhatikan luka pujaannya.
__ADS_1
"Hei...wanita, apakah kau ingin melukai nona kami?" bentak Harry dengan ketus.
"Ti-tidak seperti itu," jawab Jesse yang sedang ketakutan.
"Harry, panggil dokter Winz untuk periksa luka ini!" perintah Charles.
"Dan panggil mereka masuk untuk membawa wanita ini ke lantai atas!" perintah Charles.
"Baik Bos," jawab Harry.
"Jangan menyakitiku, Tuan Charles!" pinta Jesse sambil menangis.
"Tapi kau sudah salah masuk kamar," ketus Charles yang menatap tajam ke arah wanita itu.
Sesaat kemudian dua anggota Charles melangkah masuk ke kamar.
"Bos, silakan perintah!" ucap dua anggotanya dengan serentak.
"Bawa si rubah ini ke lantai atas!" perintah Charles.
"Baik Bos," jawab mereka dengan serentak dan menarik Jesse dengan kasar.
"Jangan membawaku pergi! tolong jangan sakiti aku! jika Andrew mengetahuinya maka dia pasti ambil tindakan dan tidak akan tinggal diam," teriak Jesse yang berusaha meronta.
Dua anggota itu lalu menarik Jesse meninggalkan kamar dan menuju ke lantai paling atas di rumah sakit itu.
"Charles, apa yang ingin kamu lakukan padanya?" tanya Flower.
"Menghukumnya! dia sudah seharusnya mendapatkan balasan, dia sudah melukaimu dan dia cari mati," jawab Charles.
"Bagaimana dengan lukamu, sangat sakit?"tanya Charles.
"Ini hanya luka luaran saja, jadi bukan masalah besar," jawab Flower.
Sementara di atas gedung rumah sakit itu Andrew dan Stallone sedang saling bertatapan dengan serius.
"Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu di sini, apakah kamu datang untuk si wanita tidak malu itu?" tanya Stallone dengan senyum.
"Kau menyebabkan dia masuk rumah sakit, apa niatmu yang sebenarnya?" tanya Andrew.
"Niatku? memang aku ada niat apa dengan wanita itu? dia bahkan tidak secantik para wanita ku, apa lagi soal ranjang dia kalah jauh dari wanita bayaranku, sangat...sangat tidak memuaskan," kata Stallone dengan sengaja.
"Kau melakukan dengan paksaan!"
"Untuk apa aku memaksa dia, dia bukan tipe yang ku suka. dan bahkan aku tidak menikmati sama sekali." jawab Stallone.
"Lalu, untuk apa kau menyerahkan dia kepada pria lainnya?" tanya Andrew.
"Karena dia menjebakku seperti menjebakmu dulu, aku hanya membalas semua perbuatannya padaku. aku bukan dirimu yang begitu mulia masih menerimanya karena merasa bersalah. aku hanya akan langsung membalasnya jika ada yang menyinggungku," jawab Stallone dengan tatapan serius.
"Tuan Andrew, apakah kau ingin menyelamatkan dia?"
"Aku tidak berminat ikut campur urusan orang lain," jawab Andrew yang menatap ke arah lain.
"Suatu tindakan yang bijak!" ucap Stallone.
"Cepat jalan!" bentak suara anggota Charles yang terdengar oleh Stallone dan Andrew.
"Lepaskan aku! aku mohon!" tangisan Jesse yang di bawa ke tempat yang di mana Stallone dan Andrew sedang berdiri di sana.
Stallone dan Andrew sama-sama memandang ke arah suara itu berada.
"Jalan!" perintah anggota Charles yang sedang menarik Jesse.
"Aarrgghh...sakit!" erang Jesse yang sedang kesakitan.
Jesse yang melihat Andrew dan Stallone di sana, ia pun berteriak nama mantannya dengan berkata," Andrew, selamatkan aku! tolong aku!"
Charles mengikuti dua anggotanya, tidak tahu apa yang ingin dia lakukan terhadap wanita itu.
"Charles Robertson, ada apa dengan semua ini?" tanya Stallone dengan heran.
"Wanita ini masuk ke kamar istriku dan melukainya, oleh karena itu aku hanya ingin membalasnya," jawab Charles.
Andrew hanya terdiam di saat mendengar jawaban dari Charles, dirinya memang tidak ingin ikut campur dengan masalah yang di timbulkan oleh wanita itu lagi.
"Kau memang wanita yang tidak tahu malu, kenapa kau selalu saja ingin melukai orang," bentak Stallone yang menunjukkan ke arah Jesse
"Itu tidak benar! Flower berbohong. aku hanya meminta bantuan dia untuk mencari tempat tinggal untukku, akan tetapi dia mendorongku dan mematahkan pergelangan tanganku. aku tidak mungkin melukai dia," jawab Jesse dengan menyangkal.
"Andrew, tolong selamatkan aku! aku tidak melukai siapapun, Flower merasa cemburu padaku karena aku ingin meminta bantuan dengan tuan Charles untuk mencari tempat tinggal untukku. aku tidak mau tinggal terlalu lama di rumah sakit karena biayanya sangat mahal. aku juga tidak ingin lagi membebani mu, Andrew. niatku hanya meminta tolong saja, aku tidak menyangka Flower marah sehingga tega mematahkan tanganku," tangisan Jesse.
"Apa kau sudah puas berpura-pura? kau mengunakan pisau untuk melukai istriku dan kau malah berkata dia cemburu denganmu. apa kau mengira dirimu itu sangat hebat sehingga istriku cemburu denganmu!" ketus Charles.
"Tanpa kau sadari kau masuk ke sarang harimau," ucap Stallone
"Ikat tangannya!" perintah Charles.
"Lepaskan aku!" teriak Jesse sambil meronta.
Dua anggota Charles mengikat ke dua tangan Jesse pada tiang yang ada di pinggir loteng tersebut.
"Aarrrghhh...." teriak Jesse yang ketakutan dan kesakitan pada tangannya.
__ADS_1
"Lepaskan aku! tolong! aku tidak mau mati!" tangisan jesse yang ketakutan sehingga gemetaran.
Jesse di ikat di tiang tersebut, mereka berada di atas loteng lantai lima. tidak tahu apa niat Charles melakukan hal tersebut.
"Sumbat mulutnya agar tidak bising!" perintah Charles.
Salah satu anggota Charles menyumbat mulut wanita itu sehingga tidak bisa berteriak lagi.
"Charles Robertson, apa yang kau ingin lakukan? jika di lihat orang lain ini bisa menjadi kasus pembunuhan," ujar Stallone.
"Posisi kita di belakang, kau lihat saja ke bawah di sana tidak ada seorang pun. jadi, walau dia mati juga tidak ada yang tahu," kata Charles.
"Ini namanya menyiksa secara perlahan, aku tidak berani membayangkan jika dia jatuh pasti tulangnya patah semua dan tewas," ujar Stallone yang melihat ke bawah.
"Lempar dia!" perintah Charles kepada anak buahnya.
"Em....em...em..." jeritan Jesse yang sedang ketakutan.
Dua anggota Charles mengangkat tubuh wanita itu menurunkan ke bawah sehingga bergantungan di sana dengan tangannya yang di ikat di tiang. bergelantungan dari tingkat lima membuat Jesse ketakutan dan meronta sambil mengerang.
"Em...em...em..." jeritan Jesse yang ketakutan dan merasa sakit pada pergelangan tangannya yang sudah patah.
"Jangan terlalu banyak bergerak! ikatan mereka tidak kuat, jika longgar ikatannya maka kau akan jatuh ke bawah, tulang mu patah dan kepalamu bocor serta otakmu akan melompat keluar dari kepala mu, jika kau diam saja maka hidupmu akan lebih lama," kecam Charles.
"Kalian sudah boleh pergi!" perintah Charles.
"Baik Bos," jawab dua anggota dengan serentak.
"Ini tidak betul! aku sudah merencanakan ingin memalukan dia, sehingga aku merekam semua kejadian itu agar dia hidup dalam penderitaan. dan kau malah mengunakan cara ini untuk menghabisi nyawanya. bukankah usahaku sia-sia saja," ucap Stallone.
"Apa kau ingin melepaskan dia? coba saja jika kau ingin melakukannya, aku tidak mau bermain dengan semua itu, dia melukai istriku dan aku tidak akan melepaskan dia. aku ingin dia ketakutan dan kemudian mati," kata Charles dengan tegas
"Em...em...em..." jerit Jesse yang ketakutan sambil menahan sakit. dirinya menangis dengan ingin meminta tolong. posisinya yang di lantai lima dan bergelantungan di sana dan tidak bisa menginjak sesuatu di kakinya, membuatnya tidak berdaya dan tidak berani banyak bergerak.
"Charles Robertson, aku tidak menyangka kita bertemu untuk ke dua kali dalam situasi seperti ini!" ucap Andrew.
"Andrew, dia adalah mantan mu, bukan?" tanya Charles.
"Itu benar! akan tetapi aku tidak akan ikut campur, karena aku tahu apa yang telah dia lakukan. dia ingin memprovokasi kita agar kita saling membunuh. walau kita bukan teman akan tetapi aku tidak akan termakan hasutan wanita!" kata Andrew.
"Setidaknya pikiranmu masih normal," ketus Stallone.
"Aku juga tidak sungkan untuk mengambil nyawa wanita ini, dia telah melakukan kesalahan besar. dan harus menerima pembalasan dariku," jawab Charles yang menatap ke arah Andrew.
"Siapa yang tidak tahu jika seorang bos gangster Charles Robertson sangat menyayangi wanitanya. Jesse sudah masuk ke tempat yang salah," ujar Andrew.
"Hei....apa kita biarkan dia begitu saja?" tanya Stallone dengan melihat ke arah Charles.
"Apa kau ingin membawanya ke kamboja dan menikahi dia?"tanya Charles.
"Tentu saja tidak! andaikan di dunia ini tidak ada wanita lagi aku juga tidak mau bersamanya!" jawab Stallone dengan ketus.
"Biarkan saja dia di sini! jika ikatannya kuat maka dia akan hidup berhari-hari, asalkan dia bisa tahan panas terik matahari. dan jika dia meronta terus maka dia akan lebih cepat jatuh ke bawah," jelas Charles.
"Em...em...em..." jerit Jesse yang mulutnya di sumbat, ia menangis ketakutan dan pucat di wajahnya.
"Kau takut mati ya? kau lihat ini ya! aku akan share rekamanmu ke internet dan biarkan jutaan orang yang melihatnya," ucap Stallone yang menunjukan kepada Jesse yang sedang bergelantungn di sana.
Jesse yang melihat rekaman dirinya yang di nodai di sebarkan oleh Stallone dia merasa semakin hancur, nyawanya yang sudah di ujung tanduk juga harus menanggung malu.
"Hidupmu sangat hebat sekali! kau melibatkan kami bertiga di sini. aku yakin walau kau sudah mati namamu tetap menjadi terkenal karena videomu ini. setidaknya kau meninggalkan kenangan bagi masyarakat yang bisa melihat aksimu yang begitu luar biasa, apa kau tahu di postingan itu aku mencantumkan namamu, dan judul dari video ini adalah wanita hebat melayani delapan pria sekaligus dalam sehari. dan bahkan melakukan hubungan intim sebanyak lebih dari belasan kali," kata Stallone dengan mengejek.
"Em...em...em..." jerit Jesse yang merasa hancur dan menangis serta berusaha ingin memegang tiang untuk ingin naik ke atas loteng, akan tetapi ke dua tangannya yang di ikat dan sakit membuatnya tidak berdaya.
"Apa kita biarkan dia begitu saja?" tanya Stallone.
"Biarkan saja dia! hidup lebih lama atau tidak itu tergantung pada dirinya," jawab Charles.
"Kenapa kau tidak melemparkan ke bawah saja dan kenapa harus ikat seperti ini?" tanya Stallone.
"Kalau terlalu cepat dia mati ini sangat mudah baginya, aku tidak begitu murah hati pada orang yang telah melukai boneka kesayanganku," jawab Charles yang melangkah pergi.
"Bo-boneka kesayanganmu? siapa yang kau maksud...hei? aku bertanya padamu cepat jawab, apa kau berselingkuh dengan membeli boneka s.e.k.s dan mengabaikan Flower? jika iya maka biar aku membawanya ke kamboja dan menjadi istriku!" teriak Stallone yang ikuti langkah Charles.
"Tidak salah jika dia di kenal kejam tanpa membedakan pria ataupun wanita, memang Charles Robertson," batin Andrew.
"Em....em..." erangan Jesse yang ingin meminta bantuan Andrew.
Andrew yang mendengar erangan wanita itu ia lalu memandang ke arahnya dengan berkata," Aku tahu kau ingin meminta tolong denganku, akan tetapi kau sudah melakukan kesalahan besar, apa kau tahu kenapa aku tidak percaya padamu dan memilih percaya pada mereka yang bukan temanku? karena mereka adalah bos gangster yang tidak akan berbohong."
Jesse menangis dan wajahnya pucat serta di basahi oleh keringat, ia hanya bisa pasrah karena harapan satu-satunya adalah mantan kekasihnya itu yang memilih lepas tangan dan tidak ingin menyelamatkan dirinya. tidak lama kemudian Andrew meninggalkan tempat itu. dan tinggallah Jesse yang bergelantungan di sana.
Ia berusaha sekuat tenaganya untuk ingin memegang tiang tersebut akan tetapi usahanya tetap gagal berkali-kali. tangannya yang patah membuatnya tidak mampu bertahan rasa yang sangat menyakitkan itu.
Setelah setengah jam kemudian kondisinya semakin lemah, ia meronta sehingga ikatannya semakin longgar. ia ketakutan dan sambil melihat ke bawah.
"Em...em...em...,"
"Aku tidak boleh mati! aku harus hidup, mereka semua ingin kematianku oleh sebab itu aku harus tetap hidup," batin Jesse.
Mengunakan tenaga yang tersisa dan menahan sakit untuk memegang tiang dengan satu tangan, ia berusaha ingin naik, ikatan itu pun longgar dari pergelangan tangannya, karena sudah lemah dan tidak bertenaga lagi dan hanya bisa mengandalkan satu tangan untuk memegang tiang, akhirnya dia pun terlepas pegangan pada tiang dan akhirnya jatuh ke bawah.
Bruk...
__ADS_1
Hentakan tubuhnya yang terjatuh ke bawah sana. kondisi tubuhnya tidak bisa bergerak dan mengeluarkan air mata, kepalanya mengeluarkan darah yang banyak, serta seluruh tulang-tulangnya patah, kaki kanannya dalam kondisi bengkok, ke dua tangannya juga bengkok ke belakang. tidak lama kemudian mulutnya mengeluarkan darah yang banyak. sesaat kemudian ia tewas dengan mengenaskan dan tanpa memejamkan mata.