Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pilihanku


__ADS_3

"Charles, hubunganmu dengan Flower sangat baik, apakah kamu sudah tetapkan pilihanmu?" tanya Vic.


"Paman, Flower adalah pilihanku," jawab Charles dengan senyum.


"Ini adalah berita baik, akhirnya kamu memiliki pasangan juga," jawab Vic.


"Pa, dia sangat tertarik dengan Flower, selama ini tidak ada wanita yang bisa menghampirinya. hanya dengan mulutnya saja dia sudah bisa membunuh 7 wanita," ujar Steve dengan tertawa.


"Tindakan Charles tidak salah, kita harus bisa menilai seseorang dengan teliti, untuk menjadikan istri kita, kita harus memilih yang baik dan setia. kalau kamu sudah msmilih Flower jagalah dia dengan baik. jangan mengecewakan dia. kalau tidak, dirimu akan merasa menyesal seumur hidup," ucap Vic pada Charles.


"Paman, aku akan selalu menjaga hati dan perasaannya dengan baik," ucap Charles.


Sesaat kemudian Flower memasuki kamar Vic.


"Charles, Paman, Kak Steve, tadi aku bertengkar dengan bibi Julia," ucap Flower dengan merasa bersalah terhadap Vic dan Steve.


"Apakah dia melukaimu?" tanya Vic pada Flower.


"Flower, apa yang dia lakukan padamu?" tanya Charles.


"Dia menghinaku, karena aku merasa kesal, aku membentak dan mendorongnya" jawab Flower.


"Flower, apakah mamaku melukaimu?" tanya Steve.


"Tidak, aku baik-baik saja, mungkin saja bibi Julia yang terluka" jawab Flower.


"Dia pasti mencari masalah lagi denganmu, dia sangat suka menimbulkan masalah," ujar Vic yang menarik nafas.

__ADS_1


"Flower, aku mewakili mamaku meminta maaf denganmu, karena sikapnya yang selalu saja ingin ribut denganmu, ucap Steve yang merasa bersalah.


"Kak Steve, jangan minta maaf denganku! aku juga tidak apa-apa." kata Flower.


"Flower, betul kata Steve, Julia selalu saja tidak mau kalah. dan suka menaruh dendam. dia pasti dendam denganmu," ucap Vic


Tidak lama kemudian Julia melangkah masuk ke kamar suaminya


Klek


"Vic, kamu sudah bangun," sapa Julia yang menghampiri suaminya.


"Steve, kamu masih di sini?" sapa Julia dengan senyum.


Steve tidak menyahut saat ibunya sedang menyapanya.


Charles yang melihat wanita itu ia menahan emosi demi Vic dan juga sahabatnya, Steve.


Julia yang melihat Flower ia merasa kesal dan memberitahu kejadian tadi.


"Vic, Steve, wanita ini tadi melukaiku, lihatlah aku tidak bohong, tanganku terluka, dia juga mendorongku," ujar Julia.


"Kenapa Flower melukaimu, apa yang sudah terjadi?" tanya Vic.


"Dia menabrakku, dan sengaja membuang makanan yang ku bawa untukmu, aku masih tidak tega memarahinya tapi dia malah menjambak rambutku," jelas Julia.


"Apakah merekayasa cerita adalah keahlianmu?" bentak Flower.

__ADS_1


"Kamu sangat tidak sopan dengan orang yang lebih tua darimu, apakah orang tuamu tidak mendidikmu dengan baik!" ketus Julia.


"Jangan melibatkan orang tuaku," bentak Flower dengan kesal.


"Jangan melibatkan orang tuaku, dirimu tidak bisa dibandingkan dengan mamaku," bentak Flower.


"Kau berani sekali," bentak Julia


"Steve, Vic, kalian lihatlah wanita ini" ujar Julia dengan menatap ke arah Vic dan Steve yang bersikap cuek


"Charles, seharusnya kau meninggalkan wanita ini, karena dia tidak waras," ujar Julia.


"Diam! Flower baik-baik saja, dan tidak seperti dirimu yang lebih gila dan tidak waras," bentak Charles.


"Di sini adalah rumah sakit, jangan membuat keributan di sini," ketus Steve pada ibunya.


"Steve, mamamu dibentak oleh wanita ini, kenapa kau diam saja," bentak Julia.


"Apa yang harus ku lakukan, Ma. setiap ucapan yang kau lontarkan sangat keterlaluan," ucap Steve.


"Bibi, lebih baik jaga mulutmu! aku bisa saja mengambil nyawamu kapan saja, kalau kau menindas Flower lagi aku tidak akan berdiam terus. selama ini aku bersabar karena paman dan Steve. ingat, tidak akan ada untuk lain kali," kecam Charles dengan tegas.


"Tolong jaga sikapmu, tidak ada manfaatnya bagimu kalau kau mengajak ribut terus. lagi pula Flower sudah ku anggap seperti putriku sendiri. apa kamu tahu aku sudah muak dengan sikapmu," kata Vic.


"Vic, kenapa kau sering membela orang luar? apakah wanita pengoda ini mengodamu," ketus Julia dengan kesal.


"Aku sudah menghubungi Jerry untuk mengurus surat penceraian kita, aku tidak akan mengecewakanmu. mengenai harta aku membagimu dengan adil," ujar Vic.

__ADS_1


"Kau ingin menceraikanku?" tanya Julia dengan tidak percaya.


"Aku hanya ingin tenang di sisa hidupku, kita sudah tua dan sudah saatnya kita menjalani hidup kita dengan tenang," ucap Vic.


__ADS_2