Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Ingatan kembali


__ADS_3

Flower yang baru sadar merasakan sakit di kepalanya akibat baru terkena benturan kuat saat di tabrak kemarin


"Apa yang sudah terjadi, kenapa aku bisa berada di sini?" gumam Flower yang bangkit dan duduk bersandar di ranjang


Flower berusaha mengingat semua kejadian yang menimpa dirinya, rasa kecewa di raut wajahnya saat mengingat semula tentang Charles


"Kenapa aku masih hidup? seharusnya aku sudah bersama mama. tidak bisa, aku harus menemuinya. Mark Clisten, walau kau adalah papaku tapi aku tidak akan lupa apa yang sudah kau lakukan pada mama ku" gumam Flower


Tidak lama kemudian Charles kembali ke kamar tempat Flower di rawat


"Flower" ucap Charles yang langsung menghampiri Flower


"Flower, akhirnya kau sudah sadar" kata Charles dengan memeluk Flower dengan erat


Sementara Flower hanya diam tanpa reaksi karena merasa sakit di hatinya


"Flower, maafkan aku. ini tidak seperti yang kau lihat, aku tahu kau sudah melihat rekaman itu, aku dan wanita itu tidak melakukan apapun" ucap Charles dengan melepaskan pelukannya


"Percayalah padaku, aku salah mengenalnya aku mengira jika dia adalah dirimu, aku bisa menjelaskan semua ini nanti" kata Charles dengan berusaha membujuk Flower


"Apa kamu merasa simpati padaku? aku tidak butuh semua itu, Charles. kau bisa pergi jika kau mau, kau bisa bersama siapa saja yang kau suka, aku hanya sekadar singgah ke kehidupanmu untuk sesaat, aku juga tidak menyalahkanmu jika kau sudah melakukannya, karena kau ada hak untuk bersama siapapun, sedangkan aku bukan siapa-siapa bagi dirimu" ucap Flower dengan merasa kecewa


"Aku bukan merasa simpati padamu, Flower. aku mencintaimu dan ini adalah kenyataan, Steve bisa membuktikan semuanya" jelas Charles


"Charles, bisakah kau membiarkan ku pergi?"


"Pergi?"


"Iya! biarkan aku hidup sendiri, ke manapun yang ku inginkan, aku bukan wanita yang tidak sadar diri, aku bisa ukur baju ku sendiri. oleh karena itu aku sangat sadar diri jika kau masih bisa mencintai orang lain yang lebih layak untukmu"


"Ini tidak mungkin, Flower." ucap Charles dengan memeluk Flower dengan erat


Klek

__ADS_1


Steve datang bersama dengan Sania yang sebelumnnya menjadi korban siksaan Charles


"Flower, kau sudah sadar" sapa Steve yang melangkah masuk


"Kakak Steve" balas sapaan Flower yang melepaskan pelukannya


"Flower, apa kamu baik-baik saja?" tanya Steve dengan senyum dan membawakan makanan


"Aku sudah baikkan" jawab Flower dengan senyum


"Aku datang bersama papaku, dia bertemu dengan temannya di luar maka mereka sedang berbicara, dan ini adalah salah karyawan ku yang bekerja di pub, aku ingin memperkenalkan dia padamu" ucap Steve yang menunjukan ke arah Sania yang dalam kondisi di balut perban


"Flower, apa kamu mengenalnya?" tanya Steve yang menatap ke arah Flower


"Tidak!" jawab Flower yang menatap ke arah Sania


"Flower, dia adalah wanita yang ada di rekaman itu, di saat itu aku minum terlalu banyak dan aku mabuk, aku mengira dia adalah dirimu, dan aku melakukan hal yang tidak seharusnya terhadap dirinya, di saat aku membuka mata dan melihatnya dengan jelas aku baru tahu jika dia bukan dirimu" jelas Charles dengan berusaha mendapatkan kepercayaan gadis pujaannya itu


"Charles, di rekaman itu sangat jelas jika kau melepaskan pakaiannya sehingga tanpa sehelai benang di tubuhnya, apa aku harus percaya jika kau menolak di saat dia sudah tanpa pakaian yang membalut tubuhnya?" ucap Flower yang masih merasa kecewa


"Nona, semua ini salahku" ucap Sania


"Di saat itu tuan Charles sudah mabuk, dia menganggap aku adalah dirimu dan memanggilku dengan nama Flower, dan saat kami di ruangan itu tuan memang melepaskan pakaianku tapi dia masih mengira jika aku adalah kamu, dan setelah dia sadar aku adalah orang lain aku di pukul olehnya dengan mengunakan tali pinggang, sehingga meninggalkan luka di seluruh tubuhku" jelas Sania dengan menangis


"Dan karena ulah Charles, Sania harus menerima akibatnya, luka di tubuhnya ini akan meninggalkan bekas" lanjut Steve


"Mengenai ini aku akan menanggung biayanya, karena kau berani muncul hari ini maka aku tidak akan membuat perhitungan denganmu lagi" ujar Charles dengan ketus


"Maafkan aku, Tuan Charles, Nona Flower, ini semua salahku sehingga menyebabkan kalian hampir terpisah dan membuat nona salah paham" ucap Sania dengan merasa bersalah


"Flower, aku bisa buktikan jika Charles tidak bersalah, aku memasang cctv di setiap ruangan karaoke, dan aku bisa menunjukkan untukmu" ujar Steve yang membuka rekaman ulang di handphonenya itu dan kemudian menunjukan ke Flower


Flower melihat isi rekaman jika Charles tidak melakukan hubungan dengan Sania melainkan menyiksanya di saat menyadari jika wanita itu bukan dirinya.

__ADS_1


"Flower, aku merasa bersalah padamu, aku berjanji padamu lain kali aku tidak akan lagi minum di luar, ataupun mabuk. kejadian yang menimpa dirimu ini semua karena salahku, berikan aku kesempatan untuk menebusnya" ujar Charles dengan mengeluarkan air mata


Flower yang mendengar ucapan Charles hanya diam tanpa menjawab sepatah kata, lalu dia menyadari jika jari manisnya di lingkari sebuah cincin permata


"Cincin ini..?" ucap Flower yang melihat jari manisnya itu


"Cincin ini adalah untuk melamarmu, menikahlah denganku" ucap Charles dengan berharap


"Aku berbeda dengan wanita lain, aku bukan wanita yang memiliki kesempurnaan dan aku hanya memiliki kecacatan di seluruh tubuhku, selain itu aku juga tidak memiliki keluarga yang mencintaiku, aku hanyalah anak yang di buang oleh ayah sendiri, dan aku adalah wanita yang memiliki bekas luka yang memenuhi tubuhku, apa kau tidak menyesal jika harus menikahi ku?" ujar Flower


"Steve, aku ingin kau melakukan satu hal untukku" ucap Charles yang sedang menatap ke arah Flower dengan mata berkaca kaca


"Apa itu, katakan saja?" tanya Steve


"Jadi saksi ku, hari ini aku ingin melamar pujaanku di hadapan mu, dengan janjiku adalah tidak akan mengkhianatinya dan akan selalu mencintai dan melindunginya" ucap Charles dengan menatap ke arah Flower


"Menikahlah denganku, Flower. berikan aku sebuah keluarga, aku tidak sabar untuk mendirikan sebuah keluarga bersamamu" ucap Charles


"Apa suatu saat kau tidak menyesal harus hidup bersamaku yang cacat ini?" tanya Flower dengan tidak yakin


"Kau tidak cacat sama sekali, dan kau harus tahu kau adalah boneka kesayanganku untuk selamanya" kata Charles dengan menyentuh wajah Flower


"Flower, aku bisa menjadi saksi Charles, jika dia berani menindas mu maka di saat itu aku akan memberi pelajaran padanya, dan aku akan membawamu pergi jauh darinya" ucap Steve dengan senyum


"Paman juga akan menjadi saksinya, jika saja Charles berani mengingkar janjinya maka di saat itu paman akan membantu Steve untuk membawamu pergi jauh darinya agar dia menyesal seumur hidup" kata Vic yang baru melangkah masuk ke kamar itu


"Paman..?" ucap Flower yang menatap ke arah Vic yang sedang berjalan menghampirinya


"Flower, paman dan Steve menjadi saksiku, mereka sudah mendengar janjiku, selama hidupku hanya ingin dirimu menjadi pedamping hidupku. Flower, apa kamu menerima lamaranku?"


"Charles, aku tidak menyangka selama tiga tahun aku telah melupakanmu, dan aku baru sadar ternyata hubungan kita sudah di mulai di saat tiga tahun yang lalu" ujar Flower


"Flower, apa kau sudah ingat semuanya?" tanya Charles

__ADS_1


"Aku sudah ingat semuanya, bahkan kejadian di saat aku berusia 14 tahun aku juga sudah ingat dengan jelas" jawab Flower dengan mengeluarkan air mata sambil mengepal telapak tangannya dengan rasa dendam yang membara


__ADS_2