Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Stallone Di Siksa


__ADS_3

"Minta bos untuk mempersatukan mereka," jawab Curry.


"Apa kau yakin? bagaimana kalau mereka menolaknya?" tanya Harry.


"Kalau mereka sama-sama suka pasti tidak akan menolak," jawab Curry.


Markas Black Dragon.


"Cole, apakah tuan Bared akan kembali ke london? penikahan bos dan nona Flower sudah dekat?" tanya Harry yang menghampiri temannya itu yang sedang duduk di halaman.


"Papaku akan datang lusa, sebelum pesta pernikahan," jawab Cole.


"Akhirnya kita semua bisa hidup dengan tenang, bagus sekali," ujar Harry.


"Musuh kita tidak akan habis, lihat saja. karena kita adalah gangster. ke mana pun kita pergi pasti ada pertarungan dan pembunuhan," kata Cole.


"Itu sudah biasa tidak heran lagi, aku suka dengan kehidupan ini. bebas dan bisa menghajar orang terus," ujar Harry.


"Bagaimana dengan Yona? apakah kalian ada kemungkinan bersama?" tanya Cole.


"Aku tidak mau bersama dia, aku tidak suka di atur, setelah menikah pasti kehidupanku tidak akan bebas lagi," jawab Harry.


"Kalian dari dunia gengster, setelah kalian menikah tetap bisa juga ikut dengan bos," kata Cole.


"Tetap saja tidak bisa bebas, aku lebih suka sendiri. ikut bos kita ke mana-mana," ucap Harry.


"Stone sangat beruntung," ujar Harry.


"Ada apa dengan dia?" tanya Cole.


"Dia mulai mengejar Liza, kelihatannya dia sangat serius dan aku merasa mereka serasi juga," jawab Harry dengan sengaja.


"Iya, tentu saja sangat serasi, yang satu sangat kasar dan yang satu sifatnya sangat buruk," jawab Cole yang sedang menahan emosi.


"Apa dia merasa cemburu? dasar kepala batu, suka tapi masih saja suka berpura-pura," batin Harry.


"Tapi kalau saja mereka bisa bersama maka akan ada pesta lagi, ini sangat di nantikan," ujar Harry dengan sengaja.


Cole yang merasa kesal ia pun memilih pergi meninggalkan temannya di sana.


"Hei...sebentar, kau mau ke mana? aku belum habis bicara denganmu, aku hanya ingin mengatakan andaikan Stone dan Liza memiliki anak maka kita boleh jadikan anaknya sebagai anak angkat kita," ujar Harry.


"Aku tidak butuh anak angkat," ketus Cole.


"Kenapa tidak butuh? kita tidak mau menikah maka memiliki anak angkat juga tidak salah, lagi pula Stone dan Liza adalah sahabat kita," kata Harry yang merangkul pundak sahabatnya itu.


"Aku tidak butuh," ketus Cole dengan menepis tangan sahabatnya itu


"Jangan begitu! kita sudah bisa mencari nama untuk anak angkat kita," kata Harry.


"Itu tidak ada urusan denganku," ujar Cole yang sambil berjalan pergi.


"Itu urusan kita juga, bagaimana kalau anak perempuannya di beri nama Stoneli dan anak laki-laki Stoneza?"


"Nama yang aneh!" ketus Cole.


"Tidak aneh juga, itu adalah nama dari Stone dan Liza. kecuali kalau Liza menikah dengan mu maka nama anak kalian beda lagi," kata Harry.


Rumah sakit.


Stallone yang terluka saat bertarung dengan Fernando ia mendatangi rumah sakit untuk mengobati lukanya. saat itu Winz sedang mengoles luka bengkak pada wajah pria kamboja itu.

__ADS_1


"Dokter, setelah di perhatikan ternyata kamu cantik juga, sebelumnya aku tidak memerhatikan mu," ucap Stallone yang melihat Winz tanpa berkedip.


"Terima kasih atas pujian mu," ucap Winz.


"Silakan berbaring, saya ingin menyuntik," kata Winz yang mengambil jarum yang sudah dia sediakan itu.


"Suntik? apa bisa jangan suntik?" tanya Stallone yang cemas melihat jarum itu.


"Tuan Stallone, Anda adalah bos gangster, sedangkan dengan pistol dan pisau saja tidak takut, masa hanya dengan jarum kecil ini Anda merasa takut," kata Winz dengan sengaja.


"Tidak takut, aku tidak takut, siapa yang mengatakan aku takut," jawab Stallone yang berbaring.


Winz bersiap ingin menyuntik bagian pinggang pria itu yang sedang merasa cemas.


"Dokter, bagaimana kalau kita makan siang bersama!" ajak Stallone.


Winz yang sudah paham dengan sifat pria itu. ia pun langsung menusuk jarum dengan kuat ke pinggang Stallone


"Aaarrgghh....."teriakan Stallone menembus keluar ruangan itu.


"Kenapa sakit sekali?" teriak Stallone dengan nada tinggi.


"Ini adalah suntikan untuk antiobiotik,"jawab Winz.


"Dokter, kau belum menjawab ku, bagaimana kalau kita makan siang bersama!" ajak Stallone lagi.


"Aaarrgghh....."teriakan Stallone yang lagi-lagi menembus keluar ruangan itu.


"Kenapa kau menyuntikku lagi?" tanya


Stallone dengan kesal.


"Aku akan pesan makanan yang kau suka, apa kamu setuju?" tanya Stallone yang berusaha ingin berkencan dengan dokter itu.


"Aaarrgghh....."teriakan Stallone yang lagi-lagi menembus keluar ruangan itu.


"Hei...kenapa menyuntikku lagi?" teriakan Stallone dengan nada kesal.


"Ini untuk mengurangi bengkaknya," jawab Winz.


"Kau sangat perhatian sekali," kata Stallone yang sambil menahan sakit.


"Aku adalah dokter, ini adalah tanggung jawabku," jawab Winz.


"Bagaimana dengan tawaran ku? setelah makan siang bersama, kita pergi menonton!" ajak Stallone.


"Dan setelah menonton kita ke mana lagi? sepertinya tidak seru hanya makan dan menonton?" goda Winz dengan sengaja dan mendekati ke wajah pria itu


"Ke-ke mana pun kau suka," jawab Stallone yang merasa gugup.


"Apa kau tahu aku sangat suka dengan pria tegap seperti mu. sangat di sayangkan kalau kita tidak melakukan sesuatu yang lebih menegangkan," ucap Winz dengan berbisik di telinga pria itu


"Dokter Winz, kau adalah gadis yang yang istimewa, aku tidak sabar ingin melahapmu," jawab Stallone dengan mengoda.


"Apa kau ingin melahapku sekarang juga?"


"Iya, aku mau ketika kamu sudah siap," jawab Stallone.


Tangan Winz sengaja meraba-raba bagian tubuh Stallone. meraba hingga ke bagian bawah dan merasakan bagian inti pria itu telah mengeras. Stallone menikmati sentuhan dokter cantik itu dengan memeluk pinggangnya dengan erat.


"Apa kau sudah siap?" tanya Winz dengan berbisik di telinga Stallone.

__ADS_1


"Sudah, aku sudah tidak sabar ingin memiliki dokter cantik sepertimu," jawab Stallone.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone yang mengema satu lantai rumah sakit itu sehingga mengejutkan semua orang yang di sana.


"Apa yang kau lakukaaaannnn?" teriakan Stallone yang sedang menahan sakit.


"Ups, aku hanya ingin membantu mu," jawab Winz.


"Membantuku atau membunuhku?" teriakan Stallone yang melihat dua jarum suntikan yang menancap ke pusakanya itu.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone.


"Jangan berteriak terus! aku hanya membantumu saja," ucap Winz yang sedang mengerjain pasien itu.


"Cabut jarumnya cepat!" teriakan Stallone.


"Jangan khawatir! adikmu ini akan istirahat selama beberapa bulan. lagi pula selama ini dia sudah bekerja keras, jangan di paksakan terus,"kata Winz.


"Apaaaaa? selama beberapa bulan? hei...memangnya kau menaruh dendam terhadap adikku ya? sehingga kau tega melakukan ini padanya?" tanya Stallone dengan kesal.


"Aku hanya membantu untuk menjinakkan dia, aku hanya berniat baik saja," jawab Winz.


"Kau adalah dokter gila," bentak Stallone.


"Cepat cabut jarumnya," teriak Stallone.


"Senjata bos gangster asal kamboja telah di istirahatkan selama beberapa bulan. selamat untukmu," ucap Winz


"Selama otakmu, adikku sangat penting bagiku, percaya atau tidak aku akan melahapmu suatu saat nanti," bentak Stallone dengan kesal.


"Dan aku akan merasa sangat psenang hati," kata Winz sambil mencabut dua jarum itu dari pusaka pria itu.


"Lihat saja nanti, kau akan memohon padaku sehingga tidak bisa turun dari ranjang," bentak Stallone.


"Benarkah? kalau begitu maka sekarang aku yang akan membuatmu tidak bisa turun dari ranjang," kata Winz yang menusuk kembali dua jarumnya ke pusaka pria itu.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone.


"Kurang ajaaaaarrrrr...."teriakan Stallone.


"Wanita ibliisssss...."teriakan Stallone.


"Dokter gilaaaa...."teriakan Stallone.


"Aku akan menghamilimu...."teriakan Stallone.


"Apa kau menyukainya?" tanya Winz yang mencabut jarum itu.


"Suka kepalamu, kau adalah dokter gila," teriakan Stallone.


"Dan kau adalah penjahat kela.min," ucap Winz yang kembali menusuk dua jarum ke pusaka pria itu.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone.


"Dokter gilaaaaa...."teriakan Stallone.


"Aaarrrrggghh....."teriakan Stallone.


"Kurang ajaaaaarrrrr...."teriakan Stallone.

__ADS_1


__ADS_2