Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Lamaran Stallone Di Tolak


__ADS_3

Keesokan harinya.


Jesse yang telah pingsan seharian akhirnya telah sadar. saat ia membuka matanya ia melihat sekeliling dan berusaha mengingat semula dengan apa yang telah terjadi.


"Sekumpulan pria baji.ngan! aku tidak akan tinggal diam dan aku akan meminta bantuan Andrew untuk membalas dendam," ketus Jesse yang berusaha untuk bangkit sambil menahan sakit di bagian intinya yang baru di jahit.


"Sakit sekali! ini sangat tidak pantas! aku di hina oleh mereka dan gilir oleh mereka, suara tawa mereka sangat menjijikan. tubuh mereka juga menjijikan, seharusnya aku meminta Andrew untuk kebi.ri mereka semua," ketus Jesse yang sedang turun dari ranjangnya.


Di sisi lain Charles sedang bersama dengan Cole dan Harry di kamar sebelah, sementara Flower sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil membolak balikan majalahnya.


Stallone yang sedang berjalan menuju ke kamar Flower melewati kamar Jesse. wanita itu yang kebetulan membuka pintunya ia melihat pria yang telah menganiayai nya melewatinya begitu saja dan berjalan ke arah lain. karena merasa penasaran Jesse pun mengikuti dengan perlahan dari belakang.


"Dia mau kemana? kenapa dia bisa di sini?" batin Jesse.


Stallone melangkah masuk ke salah satu kamar VIP yang di jaga oleh beberapa anggota Charles di luar pintu.


"Itu adalah kamar Flower, kenapa dia ke sana? apa dia jatuh cinta pada wanita itu? dan karena wanita itu dia menolakku?" gumam Jesse dengan merasa kesal.


"Flower..." sapa Stallone yang melangkah masuk menghampiri Flower yang sedang duduk di ranjang.


"Stallone... kenapa kamu bisa ada di sini, apa ingin menemui Charles?" tanya Flower dengan ramah.


"Aku tidak ingin menemuinya! aku hanya datang untuk melihatmu saja. memang kemana dia, kenapa tidak menemanimu?" tanya Stallone yang duduk di kursi.


"Tidak mudah juga untuk masuk menemuimu, anggotanya yang berada di luar mengeledah tubuhku, setelah mendapati aku tidak membawa senjata mereka baru menginzinkan aku masuk," kata Stallone.


"Dia sedang bersama Cole dan Harry di kamar sebelah! iya, ini adalah perintah Charles demi keselamatanku!" jawab Flower dengan senyum.


"Flower, apa bisa kamu beritahu aku kenapa kau mencintainya?"


"Ha...kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Apa yang membuatmu mencintainya?" tanya Stallone yang merasa penasaran.


"Dia membuat ku merasa nyaman!" jawab Flower dengan cepat.


"Nyaman? hanya itu?"


"Selain nyaman aku juga merasa aman!"


"Dia adalah gangster yang akan selalu di incar oleh musuhnya, bagaimana kau bisa merasa aman?"


"Seorang wanita yang merasa aman terhadap pasangannya bukan dari profesinya, akan tetapi dari cara dia melayani kita, dia baik dan membuatku merasa aman karena dia bukan tipe yang akan bermain hati wanita," jelas Flower.


"Hanya itu?"


"Iya, mencintai tidak butuh alasan. asalkan kita merasa aman dan nyaman maka ini sudah cukup!" jawab Flower dengan senyum.


"Kalau saja aku melamarmu apa kau akan setuju?" tanya Stallone.


"Tidak setuju!"


"Kenapa tidak setuju? aku juga bisa menjaga hatimu!"


"Karena kau bukan dia! jadi, perasaan ini berbeda!"


"Aku ingin menikahimu, apa kau tidak akan mempertimbangkan lagi?" tanya Stallone


"Aku tidak akan memikirkan itu!" jawab Flower dengan singkat.


"Apa aku tidak memiliki kesempatan?"


"Tidak!"


"Apa kamu yakin jika Charles hanya akan mencintaimu dan selalu setia?"


"Aku yakin dan percaya padanya!"


"Bagaimana kalau suatu saat nanti dia berpaling ke wanita lain?"


"Aku akan pergi dan menjalani kehidupan ku sendiri."


"Apa kau tidak ingin merebutnya kembali dan memilih pergi?"


"Tidak akan! kalau hati sudah tidak berada di sini bagaimanapun aku berusaha juga tidak akan mendapatkan hatinya kembali," jawab Flower.


"Apa kau tahu aku menyukaimu?" tanya Stallone.


"Kenapa menyukaiku?"


"Tidak tahu! aku hanya suka padamu dan ingin menikah denganmu!" jawab Stallone.


"Seberapa suka kamu padaku?"

__ADS_1


"Sangat suka!"


"Apa kamu menyukai wanita lain juga?"


"Aku dan mereka hanya sekadar saling membutuhkan, jika kita menikah maka aku tidak akan lagi berhubungan dengan wanita lain," jelas Stallone.


"Aku tahu kamu menyukaiku akan tetapi perasaanmu padaku berbeda dengan perasaan Charles terhadapku!" kata Flower.


"Apa maksudmu, dan dari sisi mana yang berbeda?"


"Charles selama ini tidak menyukai siapapun dan hanya dekat denganku, oleh karena itu aku bisa merasakan rasa cintanya padaku, sementara dirimu aku tidak merasakannya. rasa sukamu itu hanya sekadar suka antara lawan jenis dan bukan rasa suka untuk selamanya," jelas Flower.


"Aku bisa menyukaimu selamanya!" ucap Stallone yang berusaha ingin merayu gadis yang di hadapannya itu.


"Kau tidak akan sanggup melakukannya! karena selama hidupmu kau sering bersama dengan para wanita cantik, selama ini kau mencari mereka hanya karena saling membutuhkan dan kau akan melakukan hingga kau tua," jelas Flower


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Kamu menyukaiku seperti kamu menyukai wanita-wanita yang pernah bersama mu, kamu sendiri tidak tahu kalau menyukai dan mencintai adalah hal yang berbeda. menyukai itu kau akan menyukai semua yang ada di hadapanmu, seperti wanita yang pernah bersamamu. kau menyukai mereka karena mereka akan melayanimu sehingga kau merasa puas. itu bukan cinta sama sekali. kau bisa bergonta ganti wanita setelah rasa sukamu sudah pudar ataupun bosan." jelas Flower.


"Tapi perasaanku padamu adalah suatu kepastian, sehingga aku ingin menikahimu. selama ini aku belum pernah merasakan ini!"


"Aku merasa tidak aman jika menjadi pasanganmu," jawab Flower yang berterus terang


"Kenapa, apa karena kau sudah memiliki Charles?"


"Bukan! masalahnya ada pada dirimu sendiri! apa kamu tahu apa yang paling di takutkan oleh seorang wanita?"


"Tidak tahu!"


"Yang paling di takutkan adalah pria yang dia cintai suka bermain wanita, andaikan aku adalah wanita yang suka bermain dengan beberapa pria apakah kau masih merasa aman denganku? dan masih menyukaiku?"


"Stallone, perasaan mu padaku hanyalah suka semata dan bukan cinta. kau menyukai semua wanita dan ingin mendapatkan mereka. akan tetapi tidak semua yang kau suka bisa kau dapatkan. karena aku sudah mencintai seorang pria yang setia padaku," jelas Flower


"Dan aku juga yakin satu hal!" ucap Flower.


"Yakin satu hal apa?"


"Kau adalah pria yang mudah termakan dengan rayuan wanita, karena keinginanmu yang suka bermain tidak bisa di ubah. jadi, walau kau menyukai ku kau tetap akan melakukan hubungan dengan wanita lain untuk memenuhi kebutuhanmu, tipe mu hanya membuatku takut padamu jika aku memilih bersamamu," jelas Flower


"Kelihatannya aku kalah dengan buruk!"ucap Stallone dengan menunduk.


"Apa maksudmu?"tanya Flower dengan heran.


"Apa kau tidak pernah menaruh perasaan pada siapapun selama ini?"


"Aku menyukai mereka karena penampilannya yang sangat mengoda, sejujurnya aku tidak tahu apa itu cinta!"


"Kalau saja ada seorang wanita yang bisa membuatmu rindu setiap saat dan juga membuatmu khawatir maka dia adalah cintamu," jelas Flower.


"Aku baru sadar ternyata ini adalah cinta," jawab Stallone dengan senyum paksa.


"Hargai wanita yang mencintaimu, dan jika ada seorang wanita yang rela melahirkan untukmu maka hargailah dia. karena dia rela merasakan sakit dan derita demi darah dagingmu," ucap Flower.


Stallone tertegun saat mendengar perkataan Flower karena dia baru mengingat dulu ada seorang wanita yang telah hamil anaknya dan kemudian wanita itu di antar ke kamboja.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Flower yang melihat pria itu terdiam tanpa berkata-kata.


"Hah...ah...aku baik-baik saja! aku teringat ada hal yang ingin ku lakukan," jawab Stallone yang bangkit dari tempat duduknya.


Tidak lama kemudian Stallone meninggalkan kamar Flower, saat di luar ia terdiam sambil berjalan ke arah lain sambil memikirkan sesuatu.


"Jatuh harga diriku hari ini, ini pertama kali aku di tolak oleh seorang wanita, aku bukannya tidak tahu mencintai. hanya saja kau yang tidak merasakannya, rindu dan khawatir semua ini ku rasakan hanya untukmu. hanya kamu saja yang tidak percaya perasaanku padamu," gumam Stallone.


"Aku baru sadar ternyata cinta di tolak ini sangat menyakitkan dari pada kalah di pertandingan itu, kenapa aku kalah dari dia lagi," batin Stallone.


"Flower mengatakan jika ada wanita yang hamil anakku maka dia mencintaiku, apakah benar? dan tidak mungkin jugakan aku harus bersama dia?" batin Stallone


Stallone mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor tujuan.


"Hallo Bos," sahut seseorang yang di seberang sana.


"Bagaimana dengan wanita itu, apa dia baik-baik saja?" tanya Stallone.


"Semalam kami membawanya menjumpai dokter, semuanya normal, Bos!"


"Apakah Rina ada buat keributan di sana?"


"Namanya Lina Bos, bukan Rina. dia menurut selama ini. hanya saja dia ingin bertemu dengan Anda,"


"Urusanku di sini belum selesai, dalam waktu dekat ini aku belum bisa pulang!"


"Baik Bos,"

__ADS_1


Tidak lama kemudian Stallone memutuskan panggilannya.


"Lucy belum sadar! tidak tahu gadis itu bisa melewati masa sulit ini atau tidak! andaikan dia meninggal ini semua salahku. Jesse wanita ini harus ku berikan pelajaran," gumam Stallone.


"Hai...Stallone..." sapa seorang wanita yang tiba-tiba muncul.


"Sandy...kenapa kau bisa ada di sini?" sapa Stallone.


"Namaku Candy bukan Sandy!"jawab wanita itu dengan senyum.


"Bukankah kau sudah menikah dan tinggal di kamboja dan kenapa bisa muncul di sini?"


"Aku sekarang adalah janda kesepian, kami sudah cerai dan aku bisa melihatmu lagi."


"Ternyata kau sudah bercerai! aku masih ada urusan, aku pergi dulu!"


"Tunggu! Stallone, apa kau masih ingin mencobanya?" tanya Candy dengan menyentuh dada pria itu.


Stallone yang sudah mengerti dengan ajakan wanita itu ia pun membawa wanita itu pergi ke sebuah tempat untuk melakukan kesenangan mereka.


"Bos, Stone mengatakan jika mereka adalah kumpulan Brad," kata Harry.


"Kapan kita akan melakukan penyerangan?" tanya Cole yang sedang berdiri bersama Harry.


"Kita sudah tahu lokasi mereka, dan sampaikan perintah agar anggota kita bersiap!" perintah Charles.


"Siap Bos," jawab Cole dan Harry dengan serentak.


"Apakah tuan Bared belakangan ini aman?" tanya Charles.


"Aman saja! kemana pun dia pergi ada yang mengawalnya!" jawab Harry


"Berapa yang mengawalnya?" tanya Charles.


"Tiga pengawal andalan!" jawab Harry .


"Cole, aku ingin kau melindunginya! walau dia sudah di lindungi tiga pengawal aku masih merasa tidak tenang. Andai saja Andrew mengambil kesempatan menyerangnya lagi, ini akan sangat membahayakan dia. Bared adalah paman Flower aku tidak mau terjadi sesuatu padanya. jika tidak, maka Flower pasti akan merasa sedih," jelas Charles.


"Bos, nona masih di sini, seharusnya aku melindungi nona. karena Andrew sudah muncul di sini. aku hanya khawatir jika dia bertindak sembarangan!" kata Cole.


"Aku akan menemaninya! sebelum hasil laporannya keluar Flower masih harus tinggal di sini, jangan cemas. aku akan menjaganya di sini," kata Charles.


"Baik Bos," jawab Cole.


Setelah beberapa saat kemudian Charles kembali ke kamar menemani pujaan hatinya.


"Harry, di saat aku tidak berada di sini lindungi nona dengan baik! keselamatan dia sangat penting!" kata Cole yang sedang menepuk pundak Harry yang sedang berdiri bersamanya di luar kamar Flower.


"Kau tenang saja! aku tahu apa yang harus ku lakukan!" jawab Harry.


"Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu! kita tidak tahu apakah anggota Brad ada di sini atau tidak, oleh karena itu kita harus selalu waspada," ucap Cole.


"Cole, kenapa aku merasa kau sepertinya sangat khawatir dengan nona? padahal ada bos yang bersamanya," tanya Harry dengan penasaran.


"Nona adalah calon istri bos kita, lagi pula menjaga keselamatan dia adalah bagian dari tanggung jawab kita," jawab Cole.


"Aku hanya merasa kau sangat perhatian padanya," ujar Harry dengan seraya bercanda.


"Aku hanya merasa dia seperti adikku. apa lagi dia sudah banyak menderita. oleh karena itu jangan sampai terulang lagi, jika jatuh ke tangan musuh ini akan sangat menakutkan, kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi," jelas Cole.


"Iya, aku mengerti maksudmu," jawab Harry.


Andrew yang mendapat panggilan dari pihak rumah sakit ia pun langsung mendatangi dan menjumpai dokter Winz.


"Dokter, apakah dia bisa melewatinya?" tanya Andrew yang duduk berhadapan dengan Winz.


"Pasien mengalami tekanan, semua wanita yang mengalami kejadian ini pasti akan tertekan dan bahkan putus asa dalam hidupnya. saya hanya khawatir jika pasien sadar dia tidak bisa menerima kenyataan ini dan melakukan hal yang bodoh," jelas Winz.


"Aku juga tidak berdaya dan tidak sangka bisa terjadi hal seperti ini. Dokter, lakukan sesuatu agar dia bisa tenang. aku tidak berharap dia melakukan hal yang bodoh," kata Andrew.


"Kami akan melakukan yang terbaik! akan tetapi kondisinya harus bergantung pada dirinya dan juga dukungan dari orang terdekat, obat dari dokter hanya bisa membuatnya tertidur akan tetapi jika masalah perasaan ini tergantung pada orang di sisinya," jawab Winz.


"Aku mengerti! terima kasih!" ucap Andrew yang bangkit dari tempat duduknya.


Andrew berjalan dengan raut wajah yang tidak gembira, dirinya yang tidak ingin berhubungan dengan wanita itu lagi, kini ia harus menanggung semua biaya serta merawat mantan kekasihnya itu.


Setelah lima belas menit kemudian.


Jesse yang ingin memperalatkan mantan kekasihnya ia berlutut sambil menangis dan berkata, " Andrew, aku mohon padamu tolong aku hukum mereka, diriku sudah kotor di nodai mereka, ini tidak adil bagiku. aku hancur karena ulahnya, dan selain itu Stallone yang menyerahkanku pada mereka, aku telah masuk perangkapnya. dia mengodaku dan memperkosaku dan setelah dia puas dia malah serahkan aku kepada delapan pria hidung belang itu. aku mohon padamu, Andrew. hanya kamu yang bisa membantuku untuk membalas dendam."


"Katakan padaku awal kejadiannya?" tanya Andrew yang menjaga jarak dari wanita itu.


"Dia merasa kasihan padaku dan membawaku pulang, siapa tahu saat aku sedang tidur dia tiba-tiba masuk ke kamarku dan memaksaku melayaninya. dia sambil tertawa senang saat meniduri ku. setelah dia puas dia membawaku pergi ke rumah pria hidung belang itu. dan dia juga melihat tubuhku di gilir mereka semua. aku malu, aku hancur dan juga jijik. aku hanya ingin bersamamu dan aku sudah kotor dan tidak layak lagi untukmu!" tangisan Jesse dengan terisak.

__ADS_1


__ADS_2