Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Rencana Fernando


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Antonio yang baru pulang melangkah dengan cepat menuju ke dalam rumah untuk menjumpai bosnya.


"Bos...Bos...Bos," suara panggilan Antonio yang terburu-buru.


"Ada apa denganmu?" tanya Fernando yang sedang menikmati wine favoritnya.


"Anggota kita yang di kamboja melihat kemunculan Stallone di sana," jawab Antonio.


PRAK...


"Apa, kenapa dia bisa muncul di sana? dan kenapa kau bisa tidak tahu?" tanya Fernando dengan penuh emosi dan menghentakkan meja.


"Bos, tidak ada kabar sama sekali. selama ini bandara, pelabuhan, terminal dan seluruh jalan keluar masuk kota di jaga dengan ketat. kalau dia lewat jalur itu kita bisa mengetahuinya," jawab Antonio.


"Aku sudah mengejarnya dan mencari dengan susah payah tapi bisa saja dia lolos dengan begitu mudah," bentak Fernando.


"Bos, semua kumpulan di kamboja tidak ada yang ikut campur, tapi kenapa dia bisa lolos dari sini? sementara anggota dia di kamboja di awasi dengan begitu ketat. mereka tidak mungkin bisa lolos kalau ingin datang menjemputnya."


"Ini sangat aneh, apakah dia mendapat bantuan dari kumpulan lain?" ketus Fernando.


"Kecuali dia mendapat bantuan dari london maka dia bisa lolos, apakah di london ada yang membantunya?"ujar Antonio dengan penasaran.


"Kalau ada, siapa orangnya?" tanya Fernando.


"Apakah ada hubungan dengan Charles Robertson?" tanya Antonio.


"Selidiki semuanya sampai tuntas!" perintah Fernando.


"Baik Bos," jawab Antonio.


"Perintahkan anggota kita untuk mengikutinya dan menyerangnya! aku ingin nyawanya!" perintah Fernando.


"Siap Bos, hanya saja apakah kita akan kembali ke kamboja?"


"Urusan ku dengan Charles Robertson belum selesai, aku ingin bertarung dan mengalahkan dia. aku baru merasa puas dan kembali ke kamboja," jawab Fernando.


"Mengenai dia, sepertinya dia akan menikah!"


"Apa, menikah?" tanya Fernando dengan penasaran.


"Benar, beberapa hari ini dia dan anggotanya sedang sibuk di sebuah hotel mewah. saat aku bertanya pada manager sana, dia mengatakan kalau

__ADS_1


Charles Robertson akan menikah dalam waktu terdekat," jawab Fernando.


"Hahahahahaha....ternyata karena ini dia ingin menolak tantanganku, seorang Charles Robertson mau menikah ini adalah lelucon. selama ini dia di kenal dengan keangkuhannya. dan kini dia ingin menikah. bukankah sangat lucu," ujar Fernando dengan tertawa


"Bos, apa tindakan kita selanjutnya?"tanya Antonio.


"Dia menolak ku karena ingin menikah, dia meremehkan ku sama sekali. kalau karena ingin menikah maka jangan salahkan aku yang akan mengagalkan rencananya," ketus Fernando.


"Bos, apa yang harus kita lakukan?"


"Yang kita lakukan adalah sesuatu yang mengejutkan baginya," jawab Fernando sambil meneguk minumannya.


Hotel tempat pesta.


Charles membawa Flower ke hotel untuk melihat dekorasi untuk pesta pernikahan mereka dengan di temani oleh Cole dan Harry.


"Flower, apa kamu menyukai warnanya?" tanya Charles dengan mengandeng tangan calon istrinya itu.


"Dekorasi bunganya berwarna ungu sangat indah, aku menyukainya. tapi Charles bukankah ini terlalu mewah?"


"Untuk menikahimu harus mewah. kau layak mendapatkannya," jawab Charles dengan senyum.


"Terima kasih karena sudah memberikan kado yang indah ini untukku," ucap Flower dengan senyum.


"Selama ini kumpulan kita belum pernah mengadakan acara pesta, ini baru pertama kalinya," ujar Harry dengan tertawa.


"Kenapa kau gembira? yang menikah bukan dirimu,"kata Cole dengan seraya bercanda.


"Cole, kau salah! walau bukan aku, aku tetap merasa gembira karena bisa menikmati pesta ini juga. apa lagi bos dan nona akan menikah tentu saja aku merasa gembira," jawab Harry.


" Flower, mari kita melihat sekeliling!" ajak Charles dengan merangkul pinggang calon istrinya.


"Cole, apa kau tidak merasa iri?" tanya Harry dengan nada pelan.


"Kenapa harus iri?"


"Lihat saja bos kita selalu saja di temani oleh nona, dan sekarang mereka sudah mau menikah, aku juga merasa sangat ingin mulai suatu hubungan dengan seorang wanita, tapi aku hanyalah seorang anggota mana mungkin ada wanita akan menyukaiku," kata Harry


"Kita ini hanya akan hidup untuk bos dan diri sendiri. jadi tidak mungkin akan ada pernikahan!"


"Kau aneh, kau bukannya tidak memiliki wanita yang sesuai untukmu. hanya kau saja yang jual mahal, dan aku yakin kau akan menyesal," kata Harry.


"Selama hidupku baik-baik saja dan tanpa pasangan aku juga bisa hidup dengan baik, jadi kau khawatir saja dengan dirimu sendiri!" jawab Cole yang melangkah pergi mennyusul bosnya.

__ADS_1


"Dasar kepala batu," ucap Harry yang ikuti langkah temannya itu.


"Hei...tunggu aku!" panggil Harry yang ikut dari belakang temannya.


Pernikahan hanya tinggal hitungan hari, semua persiapan yang di perlukan hampir selesai, dari dekorasi dan kartu undangan telah di kirim kepada tamu yang akan hadir.


Makan siang bersama.


Charles, Flower berkumpul dengan Vic, Steve, Bared dan Cole. mereka makan di salah satu restoran mewah


"Bagaimana dengan persiapan pesta pernikahan, apa semua sudah lengkap?" tanya Vic.


"Pa, hampir lengkap semuanya, hanya bagian dari rekorasi saja yang masih belum," jawab Flower.


"Charles, kau yang tidak berpengalaman dengan hal ini. tidak menyangka kau bisa melakukannya dengan baik. ini adalah kejutan," kata Steve dengan bercanda.


"Semua ini kita tinggal mencari resigner saja untuk melakukannya. dan bagian hotel kita tinggal memesan hidangan untuk pesta nanti. jadi tidak sulit," jawab Charles.


"Selamat untukmu, Charles. akhirnya kau akan melepas masa lajangmu!" ucap Steve yang sambil menyulang dengan sahabatnya.


"Cheers!"


"Charles, ada yang ingin ku katakan. sebelum kalian menikah paman ingin Flower tinggal di rumah untuk beberapa hari. dan saat pernikahan kalian menjemputnya dari rumahku!" kata Vic.


"Baiklah, Paman. kalau begitu Flower akan tinggal di rumah paman mulai besok," jawab Charles dengan senyum.


"Charles, Flower, paman juga ingin ucapkan selamat untuk kalian berdua. paman berharap kalian bahagia dan selalu bersama," ucap Bared dengab sambil bersulang


"Terima kasih, paman," ucap Charles dan Flower dengan serentak.


"Aku sangat bahagia sekali, putri kecilku sudah mau menikah, ini adalah hal yang paling mengembirakan bagiku," ucap Vic dengan merasa bahagia di raut wajahnya.


Charles makan bersama mereka selama dua jam lamanya dan akhirnya mereka sama-sama kembali ke rumah masing-masing.


Mansion Charles.


Setelah sampai di depan rumah Charles mengendong Flower berjalan menuju ke kamarnya.


Saat melangkah masuk ke kamar Charles menidurkan Flower ke atas kasur dan langsung mencium bibir Calon istrinya.


" Charles, ini masih siang!" kata Flower yang melepaskan ciumannya.


"Tidak apa-apa," jawab Charles dengan melanjutkan ciumannya.

__ADS_1


Tangan Charles mulai memainkan jarinya ke area kewanita.an calon istrinya itu. ia bermain cukup lama dan sambil ******* bibirnya pujaannya itu.


__ADS_2