
"Ini bukan masalah lemah ataupun kuat, Ruby. tapi mengenai hati. di saat mencintai perasaan ini tidak bisa di elakkan, beginilah di saat kau mencintai seseorang, bos mencintai Flower apa adanya, jadi kita jangan pernah melukai gadis itu, karena jika tidak kau yang akan rugi" ujar Liza
"Aku tidak percaya jika gadis itu tidak ada kecacatan" ujar Ruby
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah jika dia memiliki kecacatan maka aku yakin bos pasti akan meninggalkan dia" jawab Ruby dengan berharap
"Ini bukan urusanmu lagi, jangan ikut campur dalam urusan mereka, tidak ada baiknya"
"Aku tidak percaya jika bos tidak bosan dengannya jika dia selalu lemah, bos pasti akan merasa lelah karena harus melakukan banyak hal"
"Ruby, walaupun suatu saat mereka berpisah bos juga tidak akan bersamamu" kata Liza
Selama beberapa hari tinggal di spanyol Charles menemani Flower berjalan-jalan dengan di temani oleh Cole dan Harry
Setiap hari Charles berusaha membuat hati pujaannya terhibur, demi ingin Flower melupakan masa kelamnya dan kondisinya yang traumatis
Saat mereka sedang makan siang di salah satu restoran mewah itu, di luar restoran ada seorang pria yang sedang mengamati mereka. pria paruh baya dengan penampilan tertutup menatap ke arah Charles selama beberapa menit
"Apakah dia adalah Charles Robertson? kenapa dia bisa berada di sini? dia seharusnya berada di London, apakah orang tua itu masih hidup?" batin pria paruh baya itu, tidak lama kemudian ia pun berjalan pergi meninggalkan tempat itu
"Cole, ikuti dia" perintah Charles yang sadar di amati dari tadi
"Baik Bos" jawab Cole pergi menyusul langkah pria paruh baya itu
"Charles, ada apa, kenapa Cole tidak makan dulu?" tanya Flower
"Ada sesuatu yang harus dia kerjakan" jawab Charles dengan menyumpit lauk dan menyuapi Flower
"Bagaimana rasanya, apa kamu menyukainya?" tanya Charles dengan senyum
"Enak" jawab Flower dengan senyum gembira
"Kalau begitu makan yang banyak ya" ujar Charles
"Iya"
__ADS_1
Di sisi lain Cole sedang berjalan dengan perlahan ikuti langkah pria paruh baya itu, dengan jarak yang cukup jauh sekitar puluhan meter
"Siapa orang tua itu? kakinya pincang, dia pasti mengenal bos jika tidak mana mungkin dia melihat bos begitu lama dari luar" batin Cole
"Nasib ku juga tidak lebih baik setelah kejadian itu, sejumlah uang yang dia berikan padaku sudah ku habiskan buat berjudi dan minum minuman keras, dan hidupku sekarang melarat" batinnya yang sambil berjalan dengan pincang
Setelah selesai makan siang Charles masih berjalan bersama Flower di tepi jalan besar itu, sambil melihat setiap toko-toko yang menjual pernak-pernik yang unik, dan kemudian merekapun masuk ke salah satu toko tersebut, semua pajangan yang ada di dalam toko itu terdiri dari aksesoris unik dari lampu warna-warni, boneka-boneka pasangan, serta bola cristal lainnya
Saat Charles sedang mengamati boneka pasangan yang unik, dan di saat yang sama Flower menghampiri sebuah pajangan yang menarik perhatiannya, senyum di wajah Flower karena sangat menyukai sebuah pajangan yang ada di depan matanya
"Cantik sekali" kata Flower dengan tersenyum
"Seindah apapun tetap bukan milikku, alangkah senangnya jika aku ada uang, aku bisa membelinya, aku bahkan tidak memiliki 1 euro pun" batin Flower
Charles mencari keberadaan Flower yang sedang berdiri di salah satu depan lemari pajangan pernak pernik itu
"Ternyata dia di sana" gumam Charles yang tersenyum dan melangkah menghampiri pujaannya itu
"Kenapa dia diam saja, apa ada yang dia sukai?" batin Charles
"Flower" suara panggilan Charles yang mendekati pujaannya
"Charles" sahut Flower yang langsung sadar dan menatap ke arah Charles
"Kenapa, Flower terdiam saja dari tadi, apa ada yang kamu suka?" tanya Charles dengan senyum
"Tidak ada! apa kita sudah bisa pulang?"
"Flower, bagaimana jika kita membelinya?" tanya Charles yang menunjuk ke arah bola kristal itu, karena ia menyadari jika pujaannya itu sangat menyukainya
"Tidak usah! mari kita pergi" jawab Flower yang mengandeng tangan Charles dan melangkah pergi meninggalkan toko itu
Malam hari
Cole mengikuti langkah pria tua itu selama seharian hingga matahari terbenam, menuju ke sebuah rumah biasa, di saat itu Cole hanya mengamati dari jauh tanpa di sadari oleh pria itu
__ADS_1
"Dia tinggal di sini? batin Cole
Setelah mengikutinya hingga ke rumah, Cole pun langsung kembali bertemu dengan Charles
"Aku bertanya pada tetangga sana, mereka mengatakan pria itu bernama Albert, dan dia adalah kaki judi dan suka mabuk, tidak ada yang menyukainya, dia sangat penyendiri" ujar Cole yang sedang berdiri di hadapan Charles yang sedang duduk bersama Flower
"Siapa dia, apa alasan dia melihat bos, jika dia tidak kenal maka tidak mungkin dia melihat begitu lama?" kata Harry dengan penasaran
"Cole, besok kau ikuti dia, aku penasaran dengannya, pria pincang, mabuk, kaki judi" kata Charles dengan heran
"Bos, kenapa kita tidak bertanya langsung padanya?" tanya Harry yang berdiri di samping Cole
"Dia tidak akan mengatakannya, jika dia ingin mengatakannya maka dia tidak akan pergi begitu saja" jelas Charles yang sedang merangkul pundak Flower
"Benar kata Bos, dia seorang pemabuk dan kaki judi, jika saja dulu dia adalah bagian gangster ini juga tidak heran" ujar Cole
"Cole, selidiki dia sampai tahu semua tentangnya" perintah Charles
"Baik Bos" jawab Cole dengan menurut
"Bos, kenapa bos sepertinya sangat penasaran dengannya?" tanya Harry dengan penasaran
"Karena selama ini aku masih penasaran dengan satu hal" jawab Charles dengan mengenggam telapak tangan Flower
"Apakah Bos masih ingin memyelidikinya?" tanya Harry yang sudah mengerti maksud bosnya itu
"Iya, aku menyadari jika dia menyimpan rahasia yang tidak ingin di ketahui olehku, selama ini dia hanya diam dan berpura-pura tidak tahu, jadi aku ingin menyelidikinya sendiri" jelas Charles
"Tuan besar walaupun baik di depan kita tapi bukan berarti dia memang berniat baik, oleh sebab itu kita harus selalu berwaspada dengannya" ujar Cole
"Orang tua itu terlalu misterius, ini yang membuat kita mencurigainya" kata Harry
"Bukan mencurigai tapi membuat kita mengetahuinya, jika dia memiliki sebuah rahasia yang tidak ingin dia katakan tentang masa kecil bos" jelas Cole
"Ada benarnya kata Cole, anggota Red Lion sudah banyak yang meninggal, oleh karena itu yang tahu masa lalu ku hanya tuan besar, Figo dan Tom juga tidak tahu mengenai masa lalu ku" jawab Charles
"Apa Bos curiga jika pria tadi itu bisa membantu kita?" tanya Harry
__ADS_1
"Aku hanya berharap, jadi jangan mengejutkan dia, selidiki secara diam-diam" jawab Charles dengan menatap ke arah Cole
"Baik" jawab Cole