
"Anak itu tidak pantas di lahirkan karena memiliki ayah berhati iblis sepertimu!" ketus Bared dengan merasa kesal.
Di sisi lain Winz mendapat kabar dari Steve mengenai Flower.
"Apaaa? dia membawa mobil sendiri? Steve, cepat dapatkan Flower. dia tidak akan sadar apa yang sudah dia lakukan itu. kondisinya sangat tidak stabil," kata Winz yang sedang duduk di kursi ruang kerjanya.
"Baiklah aku tahu! kami semua sedang mengejar mobilnya. aku berharap bisa cepat mendapatkan dia!" jawab Steve yang sambil mengendarai mobilnya.
Sementara Charles mengendarai mobil sendiri dengan kecepatan yang tinggi, kecemasan melanda dirinya karena mengkhawatirkan kondisi calon istrinya itu.
"Flower, apa yang kau sudah lakukan! angkat handphonemu!" ucap Charles yang berkali-kali menghubungi nomor pacarnya akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
Charles lalu melihat titik keberadaan pujaannya itu.
"Ternyata benar dia ingin menghadang Bared, ini adalah jalan menuju ke pengadilan!" gumam Charles yang sambil mengendarai mobilnya.
"Gadis ini apakah dia tidak tahu mengendarai mobil dengan begitu laju sangat membahayakan?" ucap Charles dengan merasa khawatir.
Flower memperlajukan mobilnya sambil melewati beberapa mobil yang di jalan besar itu.
Sebelum simpang terdapat beberapa mobil yang berhenti di lampu merah, ia tidak berhenti dan langsung menerobos lampu merah tesebut dengan kecepatan tinggi.
"Hei...apa kau sudah gila ya....tidak tahu aturan, apa kau mengira jalan ini milik kakek moyangmu!" teriak pengendara mobil itu yang tak lain adalah Stallone.
"Heh....wanita itu tidak asing? dia adalah calon istri si breng.sek itu!" gumam Stallone
Karena merasa khawatir ia pun mengejar mobil yang di bawa oleh Flower sehingga membuatnya menerobos lampu merah.
"Ada apa dengan dia, kenapa seperti mengejar seseorang saja!" gumam Stallone yang mengejar kecepatan mobil yang di bawa Flower.
"Hai...Nona, hentikan mobilmu! ini sangat bahaya, ini adalah jalan besar jangan melakukan tindakan bodoh. cepatkan hentikan mobilmu!" teriak Stallone yang sedang mengejar mobil Flower.
Flower mengabaikan teriakan pria itu dan hanya berfokus pada depannya.
Stallone yang berusaha mengimbangkan kecepatan mobil dengan gadis itu sambil berteriak untuk membujuknya.
"Nona, cepatkan hentikan mobil mu! apakah si bocah breng.sek itu melukaimu? jika iya, kau jangan terburu-buru seperti ini, jika terjadi sesuatu padamu kau yang rugi!" teriak Stallone sambil melihat ke arah Flower.
__ADS_1
"Kenapa dia diam saja? ini sangat gila jika diketahui polisi aku pasti akan di bawa ke kantor, seorang gangster menerobos lampu merah karena mengejar seorang wanita!" ocehan Stallone.
"Nona Flower, cepat hentikan mobilmu ini sangat bahaya! sebenarnya kau tidak perlu bersedih kau masih muda dan cantik. dia yang bodoh jika dia berpaling ke wanita lain. bagaimana jika kita menikah saja, kita menikah di kamboja dan hidup bahagia di sana, setelah sepuluh tahun kemudian kita akan kembali ke sini dengan membawa anak-anak kita dan kita tunjukan ke Charles agar dia menyesal!" teriak Stallone yang berusaha membujuk Flower yang sedang fokus menyetir mobilnya.
Flower yang tertekan sama sekali tidak mendengar satu ucapan pun dari pria itu, ia hanya memikirkan ingin segera mendapatkan pria yang telah menghancurkan hidup sang ibunya dan juga dirinya. tidak lama kemudian dia melewati mobil depannya tanpa merasa ragu dan takut, sehingga membuat Stallone ketinggalan jauh.
"Hei.....berhenti!" teriak Stallone yang ingin mengejar mobil gadis itu akan tetapi ia di hadang oleh beberapa mobil lainnya sehingga jarak mobilnya ketinggalan jauh.
"Dasar mobil sia.lan!" ketus Stallone.
Setelah setengah jam kemudian.
Bared yang melewati salah satu jalan besar tiba-tiba dihentikan oleh mobil yang berlawan arah dengannya.
Mobil itu berhenti di sana sehingga membuat Steven harus menghentikan mobilnya.
"Siapa yang di depan sana?" tanya Bared yang merasa heran.
"Sepertinya seorang wanita!" jawab Steven yang sedang memerhatikan orang yang berada di dalam mobil itu.
"Flower?" ucap Bared dengan penasaran.
"Kenapa dia bisa muncul di sini?" batin Mark.
Di sisi lain Steve dan Vic sudah berada dekat dengan posisi Flower, ia mendapatkan kiriman dari Charles mengenai keberadaan adiknya itu.
"Steve, kenapa dengan Flower?" tanya Vic yang sedang duduk di samping anaknya.
"Dia sedang mengejar mobil Bared, adik pasti histeris karena mengetahui jika pembunuh itu di bawa lari!" jawab Steve yang sedang mengendarai mobilnya.
Sementara Flower yang sedang diam berdiri di sana sambil menodong senjata ke arah mobil Bared. Bared yang melihat gadis itu ia pun keluar dari mobilnya.
"Flower, ada apa denganmu? kenapa kau menodong pistol ke arahku?"tanya Bared yang berjalan menghampiri Flower.
Steven yang merasa khawatir ia langsung turun dari mobilnya dan mengeluarkan senjata menodong ke arah gadis itu.
"Turunkan senjatamu!" bentak Steven.
__ADS_1
"Jangan gegabah! dia tidak berniat membunuhku!" ucap Bared yang menurunkan tangan anak buahnya itu.
"Flower, ada apa denganmu? sepertinya terjadi sebuah kesalahpahaman di antara kita!" kata Bared.
"Serahkan dia padaku!" pinta Flower.
"Mark Clisten? kenapa kau menginginkan dia?" tanya Bared.
"Karena dia harus mati di tanganku," jawab Flower dengan tegas.
"Aku tidak menyangka manusia seperti dia banyak yang inginkan kematian dia, akan tetapi mengenai ini aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu!" jawab Bared.
"Jika aku berserikeras ingin mengambil nyawanya hari ini, apakah Anda akan melarangku?"
"Iya, aku akan melarangmu, karena urusan ku dan dia belum berakhir dan dia harus mati di tanganku," jawab Bared.
"Hari ini Anda membawanya pergi begitu saja! apakah Anda mengira jika Anda berhak atas dirinya?" tanya Flower dengan mata berkaca-kaca.
"Nona Flower, apakah hari ini kau ingin merebutnya dari tanganku?"
"Iya, aku akan membunuhnya sekarang juga!" jawab Flower.
Tidak lama kemudian Charles sampai di lokasi secara bersamaan dengan Steve, Vic, Cole dan lainnya, di suasana tegang di saat Flower menodong senjatanya ke arah Bared yang adalah sahabat Charles.
Charles dan yang lainnya tidak tahu apa niat Bared yang ingin membawa pergi Mark Clisten. semua yang datang keluar dari mobilnya masing-masing dengan melihat ke arah Flower dan Bared.
"Flower, jangan gegabah letakan senjatamu!" teriak Vic yang merasa khawatir.
"Flower, letakan senjatamu. kita bisa bicarakan dengan baik," bujuk Charles yang berusaha ingin menenangkan kekasihnya itu.
"Kalian semua jangan kemari! aku hanya menginginkan nyawa Mark Clisten, siapapun yang menghalangnya akan ku bunuh!" kecam Flower dengan menatap tajam ke arah Bared.
"Tuan Bared, apakah Anda bisa serahkan pria yang di dalam mobilmu itu?" tanya Charles.
"Tuan Charles, tuan kami sudah lama mengincarnya, jadi tidak mungkin kami akan serahkan dia pada Anda," jawab Steven.
"Tidak apa-apa jika kau tidak ingin serahkan dia, aku tetap akan membunuhnya juga dengan tanganku sendiri!" kata Flower dengan tegas.
__ADS_1