
"Dia di penjara bersama ibunya!"
"Di penjara, bersama ibunya?" tanya Bared dengan tidak percaya.
"Benar Tuan, nama gadis itu adalah Fannie Clisten!"
"Fannie Clisten adalah putri kandungnya?"
"Iya Tuan, banyak orang yang tahu jika Fannie adalah putri Mark Clisten satu-satunya, karena selama ini Mark sering di temani oleh putrinya itu, jadi nama Fannie sudah tidak asing bagi mereka," jelas Steven.
"Kau mengatakan jika dia di penjara bersama ibunya, siapa nama ibunya?"
"Mona! dia adalah istri Mark Clisten!" jawab Steven.
"Setelah membunuh Ella dia bersama lagi dengan wanita lain, dan Fannie apakah hasil pernikahan mereka berdua atau putri Ella?" tanya Bared.
"Mengenai ini kita belum pasti, Tuan."
"Apakah selain Fannie dia tidak memiliki putri lain? apakah kau tahu berapa usia Fannie Clisten?"
"Kalau tidak salah usianya sekitar dua puluh enam atau dua puluh tujuh," jawab Steven.
"Usia dia lebih tua dari putri Ella, apakah dia anak tiri si brengs*k itu? dan jika dia memang anak tiri, lalu ke mana putri Ella?"
"Tuan, tidak ada yang bisa kita tanyakan mengenai hal ini, karena Mark Clisten hanya memperkenalkan Fannie kepada semua orang, dan tidak ada yang tahu juga jika Fannie hanyalah anak tirinya, mengenai anak perempuan yang Anda cari, tidak ada yang pernah melihatnya," jelas Steven
"Apa kau tahu kapan persidangan di lanjutkan?"tanya Bared.
"Selasa depan! aku mendapatkan info di saat itu hakim akan memutuskan hukuman untuk Mark Clisten."
"Kita akan pergi ke sana! aku ingin muncul di hadapannya, dan apapun hukuman yang dia dapat aku ingin menangkapnya dan menyiksanya dengan sepuas hatiku, selain itu aku ingin tahu di mana putri Ella!"
"Baik Tuan,"jawab Steven.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Rumah sakit.
Vic yang pingsan dari semalaman akhirnya sadarkan diri.
"Paman, kesehatanmu menurun karena tidak rutin minum obat, dan tidak tidur dengan baik," kata Winz yang sedang memeriksa kondisi Vic.
"Paman tidak bisa memejamkan mata! ingin tidur hanya saja mata ini tidak bisa," jawab Vic.
"Pa, aku tahu apa yang di pikirkan papa, tapi jangan terlalu di paksa dan hasilnya papa harus harus di rumah sakit!" kata Steve yang sedang berdiri di samping ranjang.
"Pa, maaf. aku tidak tahu jika papa sedang tidak sehat, dan aku juga tidak datang menemani papa," ucap Flower yang duduk di samping Vic.
"Flower, bukan salahmu. papa juga tidak mau membuat mu khawatir, papa hanya berharap kamu bisa hidup bahagia!" ucap Vic dengan tersenyum.
"Aku sudah bahagia, Pa," kata Flower yang memeluk ayahnya itu.
"Paman, untuk beberapa hari ini Flower akan menemani mu di sini, tinggallah di rumah sakit untuk beberapa hari lagi!" kata Charles.
"Papa, jangan mengotori tangan sendiri, dia tidak pantas mati di tanganmu, Pa," ujar Flower.
"Paman, benar apa yang di katakan Flower, tidak perlu mengunakan tangan sendiri untuk mengambil nyawanya, biarlah undang-undang yang menghukumnya, lagi pula dia tidak bisa terlepas," ucap Charles.
"Iya, asal dia di hukum mati maka dendam ini akan segera berakhir, mama Flower juga akan tenang di sana," ujar Vic dengan mengelus ujung kepala putrinya.
"Pa, berjanjilah padaku! jangan pingsan lagi ataupun jatuh sakit! aku tidak mau kehilanganmu!" kata Flower dengan mata berkaca-kaca.
"Putri kecilku yang bodoh! papa masih ingin melihat dirimu dan kakakmu menikah. jadi papa pasti akan menjaga kesehatan papa sendiri," jawab Vic dengan menyubit pipi putrinya.
"Papa janji jangan jatuh sakit lagi, ya?"
"Iya papa janji padamu!" ucap Vic dengan memeluk putrinya.
__ADS_1
"Aku masih ada urusan lain dan aku keluar dulu!" pamit Winz dengan senyum.
"Winz, terima kasih!" ucap Vic
"Paman, jangan sungkan!" jawab Winz
Sesaat kemudian Winz pergi meninggalkan kamar pasienya itu.
Steve duduk di kursi yang terletak di samping ranjang dengan berkata," Pa, kenapa papa harus menyalahkan diri sendiri? mengenai mama, papa sama sekali tidak bersalah. jangan menyalahkan diri sendiri lagi."
"Steve, apa kamu tidak menyalahkan papa atas kejadian ini?" tanya Vic.
"Kenapa aku harus menyalahkan papa? aku sangat sedih melihat mama tidak mengenalku, dia berubah menjadi seorang yang tidak tahu apa-apa. dia bernyanyi, menangis dan tidak mengenal kita. aku sangat sedih melihatnya begini. dan aku sangat sedih di saat melihat papa tiba-tiba saja pingsan, aku takut...suatu saat papa akan meninggalkanku. lalu, apa yang harus kami lakukan? aku dan Flower pasti merasa sangat sedih jika sesuatu terjadi padamu," kata Steve.
"Papa, semua yang di katakan oleh kakak ada benarnya, aku dan papa baru bertemu. aku tidak mau kehilangan mu," ucap Flower.
"Kalian ini...papa berjanji akan menjaga kesehatan papa dengan baik!" ucap Vic dengan senyum.
"Walaupun perasaan papa terhadap mama mu tidak ada cinta, tapi papa merasa sedih dan terluka di saat mama mu seperti ini. papa berusaha ingin menyembuhkan mama mu," kata Vic dengan menatap ke arah Steve.
"Semua yang terjadi tidak bisa kita ubah, tidak bisa di elakan. semua sudah di tentukan oleh yang di Atas. kita hanya bisa menjalaninya, aku juga tidak berani terlalu berharap karena aku takut kecewa," ujar Steve dengan merasa sedih.
"Steve, selama ini kamu memikul tanggung jawab yang cukup berat sebagai anak tunggal di keluarga kita, dari kecil kalian tidak hidup bahagia, ini semua karena kesalahan papa. papa berjanji pada kalian berdua akan menjaga diri dengan baik, dan tidak akan membuat kalian khawatir, karena yang papa inginkan hanyalah kebahagiaan kalian," ucap Vic dengan menatap ke arah Steve dan Flower.
"Aku akan ingat janji papa, ya!" ujar Flower yang memeluk ayahnya itu.
"Aku hanya ingin melihat papaku yang sehat dan bahagia. dan jangan lupa, papa masih memiliki aku dan adik," kata Steve.
"Di usia papa yang sudah tua ini akhirnya bisa merasakan kebahagiaan, hidupku sudah lengkap. papa memiliki putra dan putri yang baik, dan juga calon menantu yang hebat," ucap Vic dengan tersenyum.
Mansion Andrew.
"Bagaimana, apa masih tidak tahu di mana dia tinggal?" tanya Andrew yang sedang membaca koran.
__ADS_1
"Bos, dia seperti di telan bumi saja. tidak melihat jejaknya lagi!" jawab anggotanya yang sedang berdiri di hadapan bosnya itu.
"Aku tidak percaya jika dia bisa menghilang begitu saja! mungkin...dia tinggal di suatu tempat yang tidak ketahui orang," kata Andrew