Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Steve dan Vic di ancam


__ADS_3

Anggota Charles langsung melaksanakan perintah bos mereka, satu-persatu beranjak keluar dari markas menuju ke tempat tinggal Steve.


Mansion Fernando.


"Hahahahahaha...apakah wanita itu adalah kelemahan seorang bos gangster Charles Robertson?" tanya Fernando dengan tertawa.


"Benar Bos, wanita itu yang akan menjadi pengantinnya di minggu depan," jawab Antonio.


"Aku tidak menyangka seorang bos gangster Charles Robertson bisa memiliki kelemahan unik seperti ini, bukankah selama ini dia di kenal tidak dekat dengan wanita manapun, dan kali ini dia malah mengutamakan wanita itu. bukankah sangat lucu?"


"Sedingin apapun seorang pria mungkin akan berubah di saat sedang jatuh cinta," ujar Antonio.


"Aku menjadi penasaran apa hebatnya wanita ini? apakah dia sangat menyenangkan? aku malah ingin melihatnya!"


"Bos, apakah ingin menculiknya?" tanya Antonio.


"Kalau saja wanita ini adalah kelemahannya, maka Charles Robertson tidak akan membiarkan wanita itu sendirian. dia pasti akan mengirim anggota untuk melindungi wanitanya itu," jawab Fernando.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Antonio.


"Di mana wanita itu tinggal?" tanya Fernando sambil meneguk minumannya.


"Charles hari ini mengantar wanita itu ke rumah keluarganya," jawab Antonio.


"Kalau begitu incar keluarganya! kalau mereka ada di tangan kita maka wanita itu pasti akan menurut pada kita. dan aku ingin wanita Charles jatuh ke tanganku," perintah Fernando.


"Baik Bos, segera aku lakukan!"jawab Antonio.


" Akan sangat menyenangkan kalau wanitanya jatuh ke tanganku," gumam Fernando.


"Antonio, mana wanita itu? aku butuh seorang wanita yang bisa memuaskan ku," tanya Fernando.


"Dia Sudah di luar, Bos.".


"Kenapa tidak membawanya masuk dari tadi?"


"Aku akan membawa dia masuk," jawab Antonio melangkah dengan cepat.


Tidak lama kemudian Antonio membawakan seorang wanita yang mengenakan dress pendek yang menampakan paha mulusnya, serta pakaian bagian atas menampakan belahan dadanya dengan jelas


"Tanggalkan semua pakaianmu!" perintah Fernando.

__ADS_1


"Apa, Tuan, apa bisa menyuruh mereka keluar dulu?" tanya wanita itu yang memandang ke arah puluhan anggota Fenando yang sedang berdiri di dalam ruangan itu.


"Aku akan membayarmu lebih, tidak usah peduli dengan mereka. cepat lepaskan pakaianmu!" bentak Fernando dengan nada tinggi.


"Bos, kami keluar dulu!" pamit salah satu anggota.


"Siapa yang menyuruh kalian keluar? tetap di sini dan tonton aku sedang menikmati tubuh wanita ini, dan akan menjadi giliran kalian setelah aku puas," bentak Fernando yang melepaskan celananya.


Wanita panggilan itu menjadi cemas karena mendengar dirinya harus melayani belasan pria yang ada di depan matanya. maka ia pun ingin beranjak dari sana.


"Tahan dia!" perintah Fernando yang melihat wanita itu ingin melangkah pergi.


"Tuan, tolong jangan serahkan aku kepada mereka!" pinta wanita itu yang ketakutan .


"Kalian tanggalkan pakaiannya! aku sudah tidak tahan!" perintah Fernando yang kemudian melepaskan celana da.lamnya sehingga menampakan pusakanya yang sedang menunggu mangsanya.


" Tuan, tolong. jangan!" teriak wanita itu yang sedang di lepaskan pakaiannya satu-persatu oleh sejumlah anggota Fenando..


Anggota Fernando menanggalkan pakaian wanita itu dan melempar ke sembarang arah. tentu tubuh wanita itu membuat mereka semua juga sangat ingin melahapnya.


"Tolong hentikan, Tuan," teriaknya yang sedang ketakutan.


Di malam itu wanita bayaran harus melayani Fernando selama berjam-jam, setelah pria botak itu puas melampiaskan hasratnnya maka ia pun menyerahkan wanita itu kepada anggotanya, tidak tahu bagaimana dengan nasib wanita itu selanjutnya.


Mansion Steve.


"Flower, papa dan kakakmu akan masuk kerja, apa kamu mau ikut?" tanya Vic.


"Aku di rumah saja dan memasak sambil menunggu papa dan kakak pulang," jawab Flower sambil menyantap sarapannya.


"Baiklah! adik, kalau kamu bosan hubungi kakak ya! kakak akan datang menjemputmu!" kata Steve.


"Kakak, Charles sudah pesan jangan keluar dari rumah kalau tanpa pengawal. lagi pula kakak juga mau bekerja jangan menjemputku!" jawab Flower.


"Kakak hanya tidak mau kamu merasa bosan saja, karena harus sendirian di rumah," ujar Steve.


"Aku tidak akan bosan, kakak tenang saja, selama ini aku begitu juga sendirian di rumah saat Charles ada urusan. kalau dia ke markas baru membawa ku bersama dan kami akan tinggal di sana untuk beberapa hari," jawab Flower.


"Charles sangat perhatian padamu, papa juga bisa melihat dia sangat mencintaimu," ujar Vic.


"Pa, dia memang selalu baik padaku," jawab Flower dengan senyum.

__ADS_1


"Pa, jangan mencemaskan mereka lagi! lihatlah mereka begitu mesra. apa lagi aku sangat mengenal Charles dia bukan tipe pria yang bermain wanita. selama hidupnya hanya adik saja yang menjadi wanitanya," kata Steve.


"Papa sangat senang hari bahagia hanya sisa hitungan hari, dan papa sudah tidak sabar menunggunya," ujar Vic dengan tertawa kecil.


Setelah selesai bersarapan Vic dan Steve menuju ke perusahaan mereka. seperti biasa Steve mengendarai mobilnya sendiri, sementara Vic sedang duduk di belakang.


Saat dalam perjalanan tiba-tiba muncul sejumlah pria yang melompat keluar dan menghadang jalan yang akan Steve lalui. Steve terpaksa menghentikan mobilnya.karena di hadang oleh puluhan anggota Fernando yang menodongkan pistolnya ke arah mobil Steve.


"Siapa mereka? apakah ingin merampok?" tanya Vic.


"Sepertinya bukan ingin merampok, mereka tidak menutup wajahnya dan mungkin saja mereka adalah gangster," jawab Steve.


"Gangster? kenapa mereka mencari kita? kita tidak pernah menyinggung mereka," tanya Vic.


"Mungkin saja mereka adalah utusan Fernando, orang yang di katakan oleh Charles," batin Steve.


Mereka berjalan menghampiri mobil itu dengan sambil menodong senjata mereka, dua anggota membuka pintu depan dan belakang. serta menarik Steve dan Vic keluar dari mobil.


"Ikut kami pergi! jangan coba-coba melawan kalau tidak mau mati!" kecam anggota Fernando dengan menodong pistol di kepala Steve dan Vic.


"Kami tidak menyinggung kalian, kenapa mencari masalah dengan kami?" tanya Vic dengan tanpa merasa takut.


"Jangan banyak bertanya! ikut saja!" bentak anggota yang sedang mengancam Vic.


"Kami akan bekerja sama dengan kalian, dan jangan meninggikan suara mu terhadap papaku!" ketus Steve dengan merasa kesal.


"Jalan!" perintah anggota itu yang berjalan sambil mendorong Steve dan Vic.


Saat mereka ingin di bawa ke mobil anggota Fernando, Yona dan Curry muncul dan langsung melepaskan tembakannya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR


Tembakan Curry dan Yona menembus tubuh anggota Fernando.


"Aaarrghh...." jeritan mereka dan sesaat kemudian tumbang ke jalan dan tidak bernyawa.


"Tuan Austin, Anda tidak apa-apa?" tanya Yona dengan menyimpan kembali pistolnya.


"Kami baik-baik saja! Nona, kalian berdua adalah?" tanya Vic.

__ADS_1


"Pa, mereka adalah Yona dan Curry, pengawal Charles," jawab Steve.


"Tidak menyangka mereka bertindak dengan cepat, untung saja kita tidak terlambat," ujar Curry yang menyimpan kembali senjatanya.


__ADS_2