
Keesokan harinya
Bared mendatangi markas Black Dragon. dan mereka duduk bersama di ruangan pribadi Charles.
"Charles, maaf atas kejadian ini! telah melibatkanmu dan semua anggotamu," ucap Bared dengan merasa bersalah.
"Tuan Bared, jangan berkata demikian, kita berada di dunia yang sama, lagi pula sudah bagian dari tanggung jawabku melindungi pelabuhan X," kata Charles.
"Masalahku dengan Andrew melibatkanmu sehingga mereka mengirim begitu banyak anggota untuk membunuhmu, aku juga mendengar Cole dan Liza terluka,"
"Mereka sudah tidak apa-apa! jangan khawatir, di saat aku menerima tawaranmu aku sudah tahu akan terjadi hal seperti ini, selaku gangster aku sudah mengerti dengan semua yang harus ku hadapi,"
"Charles, kalian telah menyelamatkan harta-hartaku yang di pelabuhan, tanpa kalian aku pasti sudah kehilangan semuanya," kata Bared.
"Jangan mengatakan seperti itu! ini adalah bagian dari tanggung jawabku." jawab Charles dengan senyum.
"Mengenai Andrew apa rencana untuk selanjutnya?" tanya Charles.
"Dia adalah pengecut! hanya suka bermain di belakang, dia tidak berani keluar berhadapan denganku, dan setiap kali hanya anggotanya saja yang muncul, tindakan ini sudah dari dulu. aku juga sedang mencari jejaknya," jawab Bared.
"Tanpa mengetahui jejaknya memang sulit untuk kita menyelesaikan permasalahan ini, Andrew harus segera di hapuskan, agar tidak menimbulkan bahaya bagimu,"
"Dia mengincarkanku selama ini! akan tetapi dia tidak ingin muncul di hadapanku, ini benar-benar membuat ku sangat kesal dengan sikapnya, dia selalu saja bersembunyi, karena dia memiliki banyak uang, maka tidak masalah baginya mengupah pembunuh untuk mengincarku,"
"Apa dia memiliki kelemahan?"
"Tidak ada! dia sangat kejam pada siapapun, dia tidak memilki keluarga ataupun teman. jadi, orang seperti dia tidak ada kelemahannya," jawab Bared.
"Charles, jangan mencemaskanku! bagaimana urusanmu dengan Red Lion?"
"Dia sudah ku bunuh! hanya saja pengikutnya belum muncul saat ini," jawab Charles.
"Selagi mereka tidak muncul, kau harus selalu berhati-hati setiap kau berada di luar!" ujar Bared.
"Benar! aku sedang menunggu kemunculan mereka, akan tetapi hingga sekarang mereka belum juga muncul," kata Charles.
Tidak lama kemudian Flower membawakan minuman ke ruang pribadi tempat Charles dan Bared duduk bersama.
"Charles, aku membawakan minuman!" kata Flower yang melangkah menghampiri meja dan meletakan minumannya untuk Charles dan Bared.
"Terima kasih," ucap Charles dengan tersenyum menatap ke arah gadis pujaannya.
Bared memerhatikan Flower dari saat gadis itu baru melangkah masuk ke dalam ruangan, dan tanpa beralih padangannya.
"Gadis ini...apa hanya kebetulan saja?" batin Bared.
"Tuan, silakan!" kata Flower dengan sopan.
"Terima kasih, Nona," ucap Bared dengan ramah.
"Nona, siapa namamu?" tanya Bared dengan penasaran.
__ADS_1
"Namaku adalah Flower, Tuan."
"Flower? nama yang bagus," ucap Bared dengan senyum.
"Terima kasih," ucap Flower dengan sopan.
"Charles, aku keluar dulu!" pamit Flower yang tidak lama kemudian melangkah keluar dari ruangan itu
"Charles, apakah dia adalah istrimu?" tanya Bared dengan merasa penasaran.
"Kami belum menikah! tapi dia sudah ku anggap sebagai istriku," jawab Charles dengan senyum.
"Kelihatannya Flower sudah mengubah hidupmu, sebelumnya aku mengira jika Liza adalah pasanganmu, ternyata aku salah!"
"Liza adalah pengikutku yang setia sama seperti yang lain, beda dengan Flower dia adalah satu-satunya bagiku!" jelas Charles dengan senyum.
"Hahahahah...bos gangster yang ku kenal selama ini adalah pria yang bersikap dingin, dan keras kepala akhirnya bisa luluh terhadap seorang gadis," kata Bared dengan seraya bercanda
"Gadis itu penembus penghadang yang selama ini berada di hatiku, sehingga mampu membuatku tertarik padanya," jawab Charles sambil minumannya.
Setelah dua jam kemudian Bared dan Charles melangkah keluar dari markasnya, di saat itu Flower sedang bersama dengan Liza, Curry, Cole, Harry, Yona dan lainnya.
"Tuan Bared...." sapa Cole dan Harry yang menghampiri Charles dan Bared dengan sopan.
"Cole, Harry...." balas sapaan Bared
"Cole, bagaimana dengan lukamu?" tanya Bared yang merasa khawatir.
"Maaf! telah terjadi hal yang tidak menyenangkan untuk kalian," ucap Bared dengan merasa bersalah.
"Tuan jangan berkata demikian! ini adalah tanggung jawab kami," jawab Cole.
"Tuan Bared, bagaimana jika kita makan bersama!" ajak Flower dengan ramah.
"Hahahah...Flower, suatu saat kita pasti akan makan bersama, untuk hari ini aku harus segera pulang, karena ada urusan mendadak," jawab Bared dengan senyum.
"Baiklah! kalau begitu sampai jumpa lagi, Tuan," jawab Flower dengan ramah.
"Baiklah! aku permisi dulu! sampai jumpa!" ucap Bared dengan senyum dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Saat di dalam perjalanan Bared hanya duduk diam dengan wajah datar.
"Gadis itu...apa mungkin adalah dia atau hanya...kebetulan saja," batin Bared..
"Di dunia ini begitu luas, tidak mungkin bisa begitu kebetulan dia berada di markas Charles dan bahkan menjadi istrinya...." batin Bared.
Tidak lama kemudian tiba-tiba muncul beberapa pria bersenjata yang berdiri di depan jalan yang ingin mereka lalui sambil menodong pistol ke mobil Bared.
"Tuan, mereka adalah...." ucap Steven yang sedang mengendarai mobil.
"Berhenti!" perintah Bared.
__ADS_1
Steve menghentikan mobilnya.
Mereka yang bersenjata berjalan menghampiri mobil Bared, dan kemudian membuka pintu belakang serta menodongkan pistolnya ke arah Bared yang duduk di dalam.
"Tuan Bared, silakan keluar dari mobil!" titah pria bersenjata itu.
Bared hanya bisa ikuti perintah mereka dan turun dari mobilnya.
"Apakah kalian datang atas perintah Andrew?" tanya Bared.
"Sebelum mencabut nyawamu bos kami ingin bertemu denganmu," kecam pria yang sedang mengancamnya.
"Apa kamu merasa kamu layak untuk memaksaku?" tanya Bared.
"Kau tidak ada pilihan lain!" kecamnya
Di saat mereka ingin membawa Bared pergi tiba-tiba saja~✓
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Bunyi tembakan yang tiba-tiba dari arah lain yang mengenai beberapa pembunuh itu.
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
"Aarghh...."
Teriakan mereka semua yang tertembak dan tidak lama kemudian tewas tak tersisa.
"Charles...." ucap Bared yang menatap ke arah sahabatnya yang tiba-tiba muncul bersama Cole, Stone dan Harry
"Tuan Bared, Anda tidak apa-apa?" tanya Charles yang menghampiri Bared.
"Aku tidak terluka! terima kasih karena sudah menyelamatkanku lagi, bagaimana kalian bisa ada di sini?" jawab Bared.
"Kami mengikuti Anda dari belakang! bos mengatakan tidak aman karena Anda tidak di temani oleh pengawal!" jawab Harry.
"Ternyata begini! terima kasih! kalian sudah datang pada waktu yang tepat," ucap Bared.
"Sama-sama! Tuan Bared, izinkan Stone dan Harry mengantar Anda pulang," ujar Charles.
"Baiklah! sudah merepotkan!" ucap Bared.
"Tuan Bared, selama Andrew belum di temukan, Anda jangan keluar di saat tidak ada pengawal yang melindungimu!" kata Charles.
"Iya benar katamu! aku akan menghubungi mereka, mereka ada di spanyol, awalnya aku tidak menyangka bisa di serang, oleh karena itu aku tidak membawa pengawal sama sekali, aku terlalu anggap remeh dan ceroboh!" jawab Bared.
"Apakah Anda akan tinggal di sini untuk jangka waktu yang lama?" tanya Charles.
__ADS_1
"Iya, karena ada urusan pribadi yang belum di selesaikan," jawab Bared.