
"Selamat Tuan besar, akhirnya keinginan Anda sudah tercapai" ucap Ricky dengan menunduk
"Hahahahaha....walau aku merasa kehilangan, akan tetapi jika dia sudah tewas maka ini membuatku sangat lega, di saat dia masih hidup aku merasa selalu sesak nafas" ujar Brad dengan merasa senang
"Tuan besar, sekarang Charles sudah tidak ada di dunia ini lagi, jadi Anda bisa tenang" ucap Ricky dengan senyum
"Bisa di katakan semua anak angkat yang ku latih hanya dia yang paling cemerlang, dan pada akhirnya aku harus membunuhnya" kata Brad yang melihat cincin milik anak angkatnya itu
"Tuan besar..Tuan besar...Tuan besar" teriakan seseorang dari luar
"Ada apa, kenapa berteriak?" gumam Ricky
"Tuan besar, tidak baik, ini tidak baik" teriak seorang pria yang adalah anak buah Brad yang sedang merasa cemas
"Ada apa sebenarnya?" tanya Brad dengan merasa penasaran
"Tuan besar, gudang A kita sudah..?" jawabnya yang terhenti dan berdiri di hadapan bosnya itu
"Katakan ada apa?" tanya Ricky dengan ketus
"Gudang A telah hancur" jawab anggotanya dengan menunduk ketakutan
"Apaaaaa? katakan sekali lagi" teriak Brad yang bangkit dari tempat duduknya dan merasa hampir tidak percaya
"Semalam gudang kita di ledakkan, tidak tahu siapa pelakunya, pelakunya lolos tidak ada satupun yang tertangkap" jelas anggotanya
PRAK....
Hentakan meja di lakukan oleh Brad yang sedang tertekan
Brad yang mendengar berita buruk yang menimpa gudang A membuatnya tertekan, dan harus menanggung kerugian yang tidak sedikit, tentu saja ia tidak bisa menerima kenyataan pahit. bagaimana tidak, Gudang A adalah gudang utama di antara semua gudang yang dia miliki, dan paling banyak tersimpan barang berharga di antaranya adalah Kokain, senjata api dan lainnya.
"Tuan besar" ucap Ricky yang melihat bosnya itu terdiam
Brad yang berdiri terdiam dan kemudian terduduk lemas di kursi besarnya
"Siapa yang berani melakukannya? kenapa selalu kapal dan gudangku yang menjadi incaran mereka, sebenarnya mereka berasal dari mana? kenapa tidak menunjukan dirinya?" ucap Brad yang merasa lesu
"Tuan besar, aku akan mengerahkan lebih banyak anggota untuk mencari pelakunya" kata Ricky
"Tidak berguna! mereka sudah pergi jauh setelah rencana mereka berhasil" jawab Brad yang duduk bersandar
__ADS_1
"Tuan besar, tapi ini tidak bisa di biarkan begitu saja, dua kapal yang ada muatan, dan gudang A, ini pasti sudah di awasi sebelumnya, kita harus mencari tahu siapa mereka" kata Ricky
"Saat mereka sudah berhasil mereka pasti sudah melarikan diri, jadi mana mungkin lagi bisa mendapatkan mereka" ujar Brad dengan menarik nafas panjang
"Berapa anggota kita yang tewas?" tanya Brad yang menatap ke arah anak buahnya itu
"Semuanya, Tuan besar" jawab Anggotanya itu
"Sebanyak seratus anggota kita tewas tanpa perlawanan?" tanya Brad
"Mereka di lempar bahan peledak sehingga tidak ada kesempatan untuk melawan, dan tewas hanya dalam hitungan menit" jawab anggotanya lagi
"Hanya dalam sehari banyak pengikutku yang tewas sia-sia, hampir tiga ratus yang nyawanya melayang begitu saja" ucap Brad dengan merasa kesal
"Utuskan anggota kita untuk mengawasi gudang-gudang lainnya, aku tidak mau kejadian yang sama terulang lagi, semua pelabuhan di awasi ketat jangan sampai ada kelalaian" perintah Brad dengan nada tegas
"Baik, Tuan besar" jawab Ricky dengan hormat
"Siapa yang melawanku selama ini? meledakkan dua kapalku sehingga dengan beraninya meledakkan gudang utama ku, orang ini bisa saja tidak biasa, tapi siapa dia?" batin Brad
Seminggu kemudian
Cole dan Harry berjalan menuju ke kamar Charles sambil membawakan obat
"Bos" sapa serentak Cole dan Harry yang baru melangkah masuk ke kamar
"Hm" jawab Charles yang sedang berdiri di jendela, tubuhnya yang terluka masih di balut oleh perban dan tanpa mengenakan baju
"Luka Anda belum sembuh, jangan banyak bergerak dulu" ucap Harry yang meletakkan obat di meja yang posisinya di samping kasur
"Lukaku tidak bisa di bandingkan dengan hatiku yang sakit, keluargaku di bunuh olehnya, dan dia juga menginginkan kematianku, semua ini akan ku balas hingga tuntas" kata Charles dengan tegas sambil memandang keluar jendela
"Bos, rencana kita sudah berhasil. gudang A miliknya sudah hancur, aku yakin dia pasti tidak bisa menerima kenyataan ini" ujar Cole
"Ini masih tidak seberapa" jawab Charles yang masih merasa kecewa
"Untuk selanjutnya apa rencana kita?" tanya Harry
"Dia mengira aku sudah mati dalam ledakan itu, untuk sementara aku tidak akan muncul di hadapannya, tapi aku ingin membunuh setiap orang yang di sisinya" jawab Charles
__ADS_1
"Aku ingin kalian bertindak secara diam-diam, bunuh setiap anggotanya, ini adalah peringatan baginya" perintah Charles yang menoleh ke arah Cole dan Harry
"Baik, Bos" jawab serentak Cole dan Harry
"Aku ingin membuatnya merasa cemas karena dia tidak tahu siapa yang sedang melawannya" ujar Charles
"Si rubah itu pasti akan merasa cemas jika anak buahnya tewas di bunuh, dan kemudian pengikutnya juga akan muncul" kata Cole
"Sudah saatnya Black Dragon muncul di London" ucap Charles
"Aku sangat menantikan di hari itu" ujar Harry
"Bos, tuan Steve mengatakan nona Flower selalu bertanya apa bos sudah pulang dari luar negeri, karena tuan Steve mengatakan jika Anda sedang berada di luar negeri, oleh karena itu nomor Anda tidak bisa di hubungi" ujar Harry
Mendengar nama gadis ini membuat Charles menarik nafas panjang karena rasa rindu yang cukup mendalam, akan tetapi dengan kondisinya yang sekarang ia tidak bisa bertemu dengan sang pujaannya
"Flower, selama aku terluka aku sangat merindukanmu, akan tetapi urusanku belum selesai, dan tidak mau melibatkanmu." batin Charles
"Sampaikan pada Steve, tetap saja mengatakan pada Flower aku belum bisa pulang, aku akan tinggal di luar negeri dengan waktu yang cukup lama" kata Charles
"Baiklah Bos, akan tetapi kenapa Anda tidak menghubunginya? tentu dia akan sangat khawatir padamu" tanya Harry
"Aku ingin dia membiasakan diri hidup tanpaku" jawab Charles
"Tapi ini sepertinya terlalu kejam padanya" ujar Harry
"Bos, apa ingin memutuskan nona?" tanya Cole
"Dendamku dengan Brad belum berakhir, aku tidak mau melibatkan Flower, aku sudah kehilangan orang tuaku, aku tidak mau Flower menjadi korban, dia sudah lama hidup menderita, seharusnya dia hidup bahagia dan bukan menderita bersamaku" jelas Charles
"Apakah ini maksudnya adalah ingin memutuskan hubungan? ini akan tidak adil baginya" kata Harry yang merasa tidak tega
"Nona Flower hanya akan bahagia bila bersama Bos" ucap Cole
"Urusan dendamku belum berakhir, dan aku tidak berani memikirkan masalah asmara, jika Brad mengincarku ini tidak masalah, jika dia mengincar Flower ini yang paling ku takutkan, karena Brad tahu Flower sangat berarti bagiku, kalau sampai terjadi apa-apa padanya aku bisa gila" ucap Charles yang menatap ke arah Cole dan Harry
"Akan ku sampaikan pesan Anda kepada tuan Steve" ujar Cole
Tidak lama kemudian Cole dan Harry meninggalkan Charles bersendirian di kamarnya
"Flower boneka kesayanganku, untuk saat ini aku belum bisa menghubungimu, aku sedang bersembunyi sambil menyusun rencana, jika saat ini kau bersamaku, maka ini akan membahayakanmu, untuk sekarang Brad mengira aku sudah mati, jadi dia tidak akan mengincarmu lagi. hanya saja aku akan menjumpaimu setelah semuanya berakhir" ucap Charles
__ADS_1