Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Keguguran


__ADS_3

"Flower, bertahanlah sebentar lagi akan sampai ke rumah sakit" ucap Charles yang merasa cemas melihat kondisi Flower yang sedang kesakitan dan menangis


"Sakit sekali" jeritan Flower yang wajahnya memucat


Charles meneteskan air matanya di saat melihat pujaannya itu mengerang kesakitan


"Flower, kita sudah mau sampai rumah sakit, bertahan ya" ucap Charles yang memeluk Flower dan mengecup dahinya


"Nona, sudah hampir sampai, bertahanlah" ujar Harry yang ikut merasa cemas


"Harry, cepat hubungi Winz" perintah Charles


"Baik Bos" jawab Harry yang mengeluarkan handphonenya


Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di depan rumah sakit, di saat itu Winz dan para suster sudah menunggu di luar dengan menyediakan ranjang beroda


Charles yang merasa cemas langsung mengendong Flower ke ranjang beroda itu, lalu mereka segera mendorongnya menuju ke ruang darurat


"Flower, bertahan ya, jangan takut" kata Charles yang sedang memegang tangan Flower sambil berlari


"Gawat, jangan-jangan dia...?" batin Winz yang melihat bagian bawah tubuh Flower yang mengeluarkan darah yang banyak sehingga mengotori ranjang yang berwarna putih itu


Charles yang melihat bercak darah tersebut mengira jika jahitan sebelumnya terbuka lagi


"Kalian menunggu di sini' ujar Winz yang sambil mendorong ranjang masuk ke ruangan darurat


"Apakah karena jatuh dan benturan makanya jahitannya terbuka?" batin Charles


"Cole, selidiki rekaman cctv di pusat perbelanjaan itu, cari sampai dapat siapa pelakunya' perintah Charles dengan matanya berkaca-kaca


"Siap Bos" jawab Cole yang langsung beranjak pergi


"Jika sampai aku tahu siapa pelakunya aku tidak akan memberi dia kesempatan untuk hidup" ketus Charles


"Bos, jangan khawatir nona pasti akan selamat" ujar Harry yang mencoba menenangkan bosnya itu


Setelah satu jam kemudian


Winz yang merawat Flower keluar dari ruangan darurat

__ADS_1


"Winz, bagaimana dengan kondisi Flower, apa dia baik-baik saja?" tanya Charles dengan merasa cemas


"Charles, Flower keguguran janinnya gagal di pertahankan karena benturan yang dia alami" jelas Winz


Charles hampir tidak percaya di saat mendengar penjelasan dari Winz, jika Flower telah mengandung darah dagingnya selama ini


"Ke...keguguran?" tanya Charles yang masih tidak percaya


"Apa kamu tidak tahu jika Flower sedang mengandung anakmu? usia janinnya sudah 3 minggu"


"Aku tidak menyadari jika dia sudah mengandung anakku" kata Charles yang mengusap wajahnya


"Mungkin saja dia juga tidak menyadarinya, karena ini baru pertama kali baginya"


"Dan bagaimana dengan kondisinya, apa Flower sudah melewati masa kritis?" tanya Charles dengan merasa khawatir


"Flower sudah selamat, hanya saja selain keguguran, di luka jahitan di bagian rahimnya juga mengeluarkan darah karena benturan kuat yang dia alami, dan aku sudah mengobati lukanya, jagalah dia dengan baik jangan sampai terjadi lagi, jangan sampai terjadi benturan pada dirinya, dan kepalanya sudah di balut untuk saja tidak gegar otak" jelas Winz dengan menghela nafas


"Lakukan yang terbaik, Winz. aku mengharapkan mu"


"Ini sudah bagian tugasku, Flower adalah pasien ku tentu aku akan berupaya untuk merawatnya"


"Biarkan Flower istirahat di sini, aku ingin selalu memantau lukanya, aku tidak ingin terjadi infeksi pada bagian rahimnya, ini akan berdampak buruk baginya, selain itu dia juga kehilangan banyak darah dan tubuhnya masih lemah"


"Iya aku mengerti" jawab Charles dengan menarik nafas panjang


Setelah beberapa saat kemudian Charles masuk ke ruang VIP tempat Flower di rawat


Charles berjalan menghampiri pujaannya yang sedang tidak sadarkan diri karena efek obat bius dari dokter


Charles mengeluarkan air mata karena kejadian yang menimpa gadis itu, sehingga harus kehilangan darah dagingnya dan juga telah membuat pujaannya itu menderita.


"Flower, aku lalai menjagamu, jika di saat itu aku tidak meninggalkan mu sendirian maka ini semua tidak akan terjadi" ucap Charles yang mencium wajah Flower


Penjara tempat pengurungan Fannie dan Mona


Di siang itu Mona dan Fannie tiba-tiba pingsan, anggota hanya bisa memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi dua wanita tersebut di dalam ruangan bawah tanah itu


"Dokter, apa dua wanita ini masih hidup?" tanya salah satu anggota Charles

__ADS_1


"Mereka berdua kelelahan dan mereka berdua juga hamil" jawab Dokter itu


"Ha..hamil?"


"Iya, mereka hamil dan usia janinnya sekitar 2 minggu" jawab dokter


"Menyusahkan saja" ketus anggota Charles


"Apa kalian tidak tahu siapa ayah dari anak dalam kandungan mereka?" tanya dokter


"Kami mana mungkin bisa tahu, sebelumnya mereka berhubungan dengan pria mana" jawab anggota Charles dengan kesal


Setelah beberapa menit kemudian Fannie dan Mona sadarkan diri, sementara dokter itu telah pergi


"Kalian sangat hebat ya? yang satu sudah tua dan satu lagi belum menikah tapi sudah hamil, apa lagi usia janin kalian sama-sama 2 minggu"


"Hamil? siapa yang hamil, jangan sembarangan" ketus Mona dengan terkejut karena perkataan pria itu


"Sudah, tidak perlu di tutupi lagi, kenyataannya kalian memang sudah hamil, dokter sudah memeriksa kalian" ujar anggota Charles yang kemudian menutup kembali pintu ruangan bawah tanah itu


"Tidak, tidak mungkin. ini pasti ada salahnya, aku belum menikah dan tidak mungkin hamil" ujar Fannie yang histeris


"Ini semua karena perbuatan brengs*k itu, dia menghamili kita di malam itu" teriak Mona dengan kesal


"Ma, siapa ayah dari janin ini? di malam itu 3 bajing*m itu melakukannya" ujar Fannie dengan menangis


"A..aku tidak tahu juga, ini tidak bisa di biarkan, jika bukan karena dia kita tidak mungkin seperti ini" ketus Mona dengan histeris


"Lalu apa yang bisa kita lakukan? kita di kurung dan di siksa dan sekarang aku malah mengandung anak setan ini, aku ingin mengugurkannya" terikak Fannie dengan histeris


"Bagaimana kita mengugurkannya jika uang saja kita tidak punya? dan kita juga di sini dan tidak bisa buat apa-apa"


"Aku tidak puas dengan nasibku, anak sampah itu sedang menikmati hidup mewah di sana, dan aku malah harus menerima nasib ini, ini semua karena dia, seharusnya dia yang di gilir oleh pria itu, jangan sampai aku melihatnya lagi, jika tidak aku tidak akan melepaskannya" teriak Fannie


"Bagaimana kau ingin melawannya? apa kau tidak dengar semalam perkataan anggota Charles? jika anak sampah itu memiliki dua pengawal yang menjaganya" kata Mona


"Dia tidak seharusnya di cintai, Ma. akulah yang seharusnya di posisinya, Charles sudah buta karena memilihnya, gadis itu hanya wanita murahan yang di benci oleh ayah sendiri" teriak Fannie yang merasa iri dan dendam


"Tidak mungkin kita melahirkan anak ini" ujar Mona yang merasa tertekan

__ADS_1


"Cobaan apa lagi yang harus kita hadapi? kita di usir, di perk*sa, dan di siksa sekarang kita hamil. bagaimana dengan hidup kita selanjutnya? semua penderitaan ini seharusnya di alami oleh Flower Clisten" kata Mona dengan kesal


__ADS_2