
"Liza...Liza..." panggil Cole yang mengangkat tubuh Liza dan menyandarkan ke dirinya.
"Liza, kau terluka," ujar Bared yang melihat luka tembak di bagian perut sebelah kiri Liza yang mengeluarkan darah yang banyak.
"Bagaimana rasanya di tembak?" tanya Cole.
"Buruk sekali," jawab Liza dengan keringat dingin dan pucat.
"Bukankah aku sudah menyuruhmu pergi, kenapa kau masih tidak pergi?" tanya Cole yang mengunakan sapu tangannya menutup bagian luka Liza.
"Di luar begitu banyak anggota bagaimana aku bisa lolos, rumah ini sangat luas. tidak mudah untuk keluar dari sini," jawab Liza yang sedang menahan sakit.
Cole mengeluarkan botol kecil yang berisi obat lalu dia menyodorkan ke mulut Liza.
"Telan ini! untuk mengurangi rasa sakit!" kata Cole.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Charles dan anggotanya.
"Aaarghhh...." jeritan anggota Andrew yang terkena tembakan.
Baku tembak terjadi di lantai bawah sana, Bared yang melihat kejadian itu ia langsung ikut dalam penembakan itu.
"Cole, cepat bawa Liza ke rumah sakit!" titah Bared yang berlari ke anak tangga menuju ke lantai bawah.
"Bertahanlah! aku akan membawa mu ke rumah sakit!" ucap Cole yang ingin mengendong Liza.
"Tidak! sudah terlambat..mungkin aku a-aku akan..mati...di sini..peluru ini sudah lama...di dalam tubuhku..., kata Liza yang terputus-putus.
"Tidak ada yang akan mati di antara kita semua, semua akan pulang dengan selamat."kata Cole dengan tegas.
"Aarrghh...."erang Liza yang kesakitan sehingga mengeluarkan air mata.
"Liza..."
"Hidup mati bukan kita yang tentukan, mungkin memang hidupku sangat singkat," ucap Liza dengan menahan sakit.
"Jangan banyak bicara! kau sudah menelan obat pereda sakit untuk perhentian darah. kau tidak akan mati."
"Hingga saat ini...aku..baru sadar...ka-kau masih punya hati...nurani!" ucap Liza dengan terputus-putus.
"Apa kau tahu, hingga saat ini kau masih tetap menyebalkan," kata Cole.
"Bertahanlah! kita pergi dari sini!" ucap Cole yang mengendong Liza berjalan menuju ke lantai bawah.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...."
Aaarghhh...."
Aaarghhh...."
Suara tembakan terjadi di antara dua kumpulan.
Saat Cole menuruni anak tangga dirinya di lindungi oleh Harry dan Curry
"Cole, ada apa dengan Liza?" tanya Curry.
"Dia tertembak!" jawab Cole yang sambil menuruni tangga.
"Kalian lindungi Cole dan Liza!" perintah Charles yang sedang menembak lawan-lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
__ADS_1
"Aaarghhh...."
Curry dan Harry ikuti langkah Cole sambil melepaskan tembakan ke lawan-lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Teriakan lawan-lawannya yang terkena tembakan.
"Di mana Andrew? katakan!" bentak Charles yang mengancam salah satu lawannya yang tergeletak di lantai karena cedera parah.
"Ti-tidak tahu," jawab anggota Andrew.
"Charles, Andrew ada di ruangan sana," ujar Bared yang menunjukan ke arah salah satu ruangan itu.
Charles mengikuti Bared berjalan ke arah ruangan yang di mana Andrew berada.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari anggota Andrew yang mengenai anggota Charles.
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan anggota Charles sebagian yang terkena tembakan.
"Dia belum mati? Cole sudah menembaknya sebanyak tiga kali," kata Bared.
"Mungkin saja dia mengenakan rompi kalis peluru," ujar Charles.
"Dia pasti masih ada di sekitaran sini, mari kita cari sampai dapat!" ajak Charles yang melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan di ikuti oleh Bared.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan dari Yona dan Stone.
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan anggota Andrew yang di tembus oleh peluru.
Cole yang mengendong Liza menuju sambil berlari ke arah pintu samping rumah itu, karena pintu utama terjadinya baku tembak sehingga mereka tidak bisa keluar dari sana.
Liza yang kritis dengan mengeluarkan air matanya. wajahnya memucat dan hanya memejamkan mata. Curry yang ingin melangkah keluar ke arah pintu samping rumah itu langsung terkena tembakan dari seseorang yang muncul di sana.
DOR...
"Aarghh..." jeritan Curry yang tertembak di bagian perutnya dan tergeletak di lantai.
"Curry....!" teriak Cole dan Harry.
Cole menatap tajam ke arah pria yang sedang menodong pistol ke arahnya.
"Kalau kau ingin dia mati coba saja lepaskan tembakan!" kecam pria itu yang tak lain adalah Andrew yang sedang melihat ke arah Harry dengan pistolnya yang s
__ADS_1
edang mengancam Cole dan Curry.
"Harry, tembak saja!" perintah Cole.
Harry merasa ragu untuk melepaskan tembakan karena dua pistol yang di miliki Andrew sedang mengancam dua temannya.
"Tembak saja!" teriak Curry yang tergeletak sambil memegang bagian lukanya.
"Lakukan saja! dua teman mu ini akan segera mati di tanganku," kecam Andrew dengan menodong pistol ke arah Cole dan Curry.
"Tembak saja! kami tidak takut pada kematian!" bentak Cole dengan nada keras.
"Turunkan aku! bunuh dia!" pinta Liza yang dalam keadaan setengah sadar.
"Aku suka menyiksa, pengawal andalan Charles Robertson semua ada di tanganku, ini sangat luar biasa," ujar Andrew dengan tertawa.
"Bunuh saja kami!" ketus Curry.
Charles dan Bared yang sedang mencari keberadaan Andrew di hadang oleh anggota lawannya yang berdatangan dengan sambil melepaskan tembakan ke arah mereka.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Teriakan anggota Andrew yang di tembus oleh peluru Charles dan Bared
"Katakan di mana bos kalian?" tanya Charles.
"Tidak tahu," jawab lawannya yang sedang kritis dan tergeletak di lantai sana.
DOR.
Karena merasa kesal dengan jawaban pria itu, Charles langsung menembak kepalanya sehingga pria itu langsung tewas dengan darah yang mengalir berserakan di lantai.
"Ini adalah sarangnya, dia bisa sembunyi di mana saja dan anggotanya juga banyak," kata Bared yang sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
"Aaarghhh...."
Jeritan serentak anggota lawan yang tewas satu-persatu.
Sementara Cole yang ingin keluar masih di hadang oleh Andrew yang sedang mengancam mereka.
"Kalau mau tembak silakan saja! untuk apa membuang waktu? kami adalah orang Black Dragon yang sudah siap mati," kata Cole dengan tegas.
"Harry, tembak dia! lakukan...! teriak Cole dengan nada tinggi.
"Coba saja kau tembak, maka kepala mu dan temanmu ini akan hancur!" kata Ekin yang mengancam dengan dua pistol ke arah Harry dan Cole.
Ekin tiba-tiba muncul dan berdiri di belakang Cole dan Harry sambil mendekatkan pistolnya ke kepala mereka berdua, sementara Curry terluka parah dan mengeluarkan banyak darah di bagian lukanya.
DOR...DOR...
Tembakan yang di lakukan oleh Ekin mengenai kaki Cole dan Harry.
"Sia.lan!" ketus Harry yang kesakitan.
Cole yang sedang mengendong Liza tetap bertahan untuk berdiri walau kakinya sedang kesakitan
__ADS_1
DOR...DOR...
Dua tembakan tiba-tiba yang menembus kepala Andrew sehingga darahnya menciprak mengenai wajah Cole, Curry, Liza dan Harry.